Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 75 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rami Putri Redani
"Tesis ini membahas mengenai pelaksanaan perjanjian Bagi Hasil tanah pertanian yang berlaku di Desa Pauh Terenja, Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, serta bagaimana perkembangan pelaksanaan perjanjian bagi hasil tersebut setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi Hasil. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologi dan bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer berupa wawancara dan observasi dan juga data sekunder berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan dan jurnal/internet.
Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa pelaksanaan perjanjian Bagi Hasil tanah pertanian di Desa Pauh Terenja, Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu dilakukan berdasarkan pada hukum Adat kebiasaan perjanjian berdasarkan pada persetujuan dan kesepakatan antara pihak yang dilakukan secara lisan dengan dasar kepercayaan. Berlakunya Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 tidak membuat perubahan besar dan mendasar pada pelaksanaan perjanjian bagi hasil di Desa Pauh Terenja, karena faktor pola pikir dan pola hidup yang monoton, tingkat pendidikan yang masih rendah dan faktor budaya yang sangat melekat kuat, masyarakat lebih mengutamakan budaya tolong menolong dalam melakukan perjanjian penggarapan sawah melalui bagi hasil secara Adat kebiasaan.

This thesis deals with the implementation of the agreement system of farmland sharing holder applied in the village of Terenja, Pauh Mukomuko Regency of Bengkulu province, as well as how the development of the implementation of the Treaty for those results after the enactment of Act No. 2 of 1960 about Agreement of Farmland Sharing Holder. Research methods used by using the juridical sociological approach method and also descriptive qualitative. This research use primary data which is interview and observation, and also use secondary data that is books, regulations and journal/internet.
From the results obtained that the implementation Agreement For the results of the agricultural land in the village of Terenja, Pauh Mukomuko Regency of Bengkulu province was conducted based on the law of the Customs Treaty based on the agreement between the parties conducted orally on the basis of trust. The enactment of Act No. 2 of 1960 did not make big and fundamental changes on the implementation of the agreement for farmland sharing holder in the village of Pauh Terenja, it’s due to mindset and a monotonous life patterns, the level of education is still low and the cultural factors of helping each other is stick strong with the community, they prefer to implement the agreement system of farmland sharing holder with their custom.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2015
T44564
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Anandari Dwi Ambarini
"Denpasar Selatan menghadapi tantangan keberlanjutan sawah subak sebagai warisan budaya dan sistem pertanian tradisional. Belum terdapat strategi pengelolaan untuk mempertahankan keberadaan subak di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting, persepsi petani terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta merumuskan strategi pengelolaan sawah subak yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui survei kuesioner, wawancara, analisis korelasi Spearman, dan penyusunan strategi dengan Logical Framework Approach (LFA). Hasil menunjukkan penurunan luas lahan, minimnya regenerasi petani muda, serta kelembagaan dan adopsi teknologi yang belum optimal. Persepsi petani terhadap keberlanjutan dipengaruhi oleh aspek ekonomi (nilai korelasi=0,648), sosial (nilai korelasi=0,437), dan lingkungan (nilai korelasi=0,273). Strategi berkelanjutan mencakup revitalisasi awig-awig subak dan integrasi dengan peraturan daerah, regenerasi petani, serta kolaborasi dan apresiasi petani. Pendekatan kolaboratif dan adaptif menjadi kunci menjaga eksistensi subak di tengah tekanan urbanisasi.

South Denpasar faces the challenge of sustaining subak rice fields as a cultural heritage and traditional agricultural system. There is no management strategy to maintain the existence of subak in urban areas. This study aims to analyze existing conditions, farmers' perceptions of economic, social, and environmental aspects, and to develop a sustainable subak rice field management strategy. The methods used are quantitative and qualitative approaches through questionnaire surveys, interviews, Spearman correlation analysis, and strategy development with the Logical Framework Approach (LFA). The results show a decrease in land area, minimal regeneration of young farmers, and institutions and technology implementation that are not yet optimal. Farmers' perceptions of longing are influenced by economic (correlation value = 0.648), social (correlation value = 0.437), and environmental (correlation value = 0.273) aspects. Sustainable strategies include revitalizing subak awig-awig and integration through regional regulations, farmer regeneration, and farmer collaboration and appreciation. Collaborative and adaptive approaches are the keys to maintaining the existence of subak amidst the pressures of urbanization."
Jakarta: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Aldegonda Evangeline Pelealu
"perubahan, yaitu semua sarana produksi disediakan oleh tinoyoan, dan pada
waktu panen pembagian hasil menjadi 25 % untuk tumoyo sedangkan 75 %
adalah bagian dari tinoyoan_ Dengan adanya perubahan sistem bagi hasil
tersebut, perubahan teknologi pertanian baik itu kimiawi, biologi dan mekanis
dapat diterapkan sepenuhnya oleh tinoyoan.
Pemilikan Iahan sawah petani yang ada dt Tondano umumnya adalah
warisan dari keluarga dan ada juga sebagian yang dibeli sendiri_ Rata-rata
pemilikan Iahan sawah petani adalah 0,25 - 0,5 hektar dan hanya 4 orang yang
memiliki Iahan sawah luas, pada umumnya petani tersebut sudah menggunakan
teknotogi pertanian. Dengan demikian perubahan teknologi sudah dinikmati secara
merata oleh petani di Tondano dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga.
Adanya peningkatan pendapatan menyebabkan perubahan dalam pola konsumsi,
disamping itu juga dorongan untuk menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi
semakin besar_
Perubahan teknologi menyebabkan ada kesenjangan dalam pendapatan
antara petani yang memiliki Iahan sawah Iuas dan petani yang memiliki Iahan
sawah sempit Kesenjangan tersebut tidak terlalu nampak, hal ini terlihat pada
pemilikan rumah tinggal dari para petani di Kecamatan Tondano yang relatif sama.
Disisi yang lain peningkatan pendapatan ini digunakan oleh para petani yang ada
di kelurahan Makalonsouw, Marawas dan Masarang untuk pembangunan rumah.
Kalau sebelumnya banyak rumah yang beratapkan daun katu (enau), selanjutnya
mengalami perubahan dengan menggunakan sang. Begitu juga menabung sudah
diusahakan oleh petani agar tidak mengalami kesulitan biaya pengolahan Iahan
dan menyekolahkan anak.
iii"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2001
T5825
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Pemenuhan kebutuhan akan pangan merupakan salah satu hak masyarakat yang harus terpenuhi karena pangan adalah salah satu kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Elliya
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1986
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1994
S7549
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Aziz Ridwan
"Penyakit rabies atau anjing gila adalah suatu penyakit yang sangat ditakuti dan dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini ditularkan dari hewan yang sudah terkena virus rabies kepada manusia yang disebut dengan lyssa virus. Lyssa virus dapat menularkan dengan secara cepat dari Hewan pada penderita lain melalui saliva (air liur). Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui kejadian rabies di provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan data Laporan Kasus Rabies tahun 2008 hingga tahun 2011 dan data Kecamatan di Provinsi dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian rabies di Provinsi Bali dapat terjadi di semua wilayah baik di wilayah padat penduduk, di wilayah persawahan, dan di wilayah selain sawah seperti perkarangan, perkebunan, dan hutan.

Rabies or hydrophobia is a disease that is feared and can cause death. The disease is transmitted from animals that have been exposed to rabies virus to humans is called lyssa virus. Lyssa virus can quickly spread to other sufferers of Animals on through saliva. This study was made in order to determine the incidence of rabies in the province of Bali. This study uses data Rabies Case Reports 2008 to 2011 and District in the Province of data with univariate and bivariate analyzes. The results showed that the incidence of rabies in Bali province can occur in all areas both in densely populated areas, in the rice-fields, and in Land use such as besides rice, plantations, and forest."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S46214
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Van Setten van der Merr, Nancy Clair
Canberra: Faculty of Asian Studies, 1979
633.18 VAN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Endang Setiowati
"ABSTRAK
Limbah cair pabrik gula dan pabrik spiritus seringkali dianggap sebagai polutan yang berbahaya dan mencemari lingkungan karena bau dan warna yang hitam kecoklatan. Sebenarnya limbah cair ini mengandung unsur-unsur hara yang berguna (N, P, K, Ca, Mg dan lain sebagainya) yang dapat membantu memelihara kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman baik tebu, padi maupun tanaman lainnya. Limbah cair campuran yang keluar dari kedua pabrik ini masih berbahaya bagi lingkungan pada umumnya dan tanaman padi pada khususnya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kualitas air yang masih berada diluar ambang batas yang ditentukan, sehingga mutlak diperlukan adanya Unit Pengolahan Limbah Cair (UPLC).
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keberadaan PG/PS Madukismo terhadap kehidupan penduduk sekitar dan pengaruh air limbah pabrik gula dan pabrik spiritus Madukismo terhadap pertumbuhan tanaman padi dan agroekosistem sawah di sekitar pabrik-pabrik tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan 2 cara, yang pertama dilaksanakan di rumah kaca Instiper Yogyakarta mulai tanggal 4 Agustus hingga 27 Nopember 1994, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diteliti ialah penyiraman tanaman. padi dengan 6 macam air yaitu: air limbah pabrik gula (PG) hasil pembersihan bejana penguapan, air limbah pabrik spiritus (PS), campuran kedua limbah cair sebelum dan sesudah diolah dalam UPLC, serta dua macam air dari badan air yaitu dari sungai yang teraliri limbah pabrik (sungai Bedog) dan sungai yang tidak teraliri limbah pabrik (sungai Winongo). Cara kedua yaitu penelitian yang dilakukan pada 2 lokasi sawah yaitu sawah yang teraliri dan yang tidak teraliri limbah pabrik dan dilaksanakan tanggal 22 Agustus hingga 26 Nopember 1994.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
(1). Secara umum keberadaan PGIPS Madukismo - berdampak positif terhadap beberapa aspek kehidupan penduduk di sekitar pabrik.
(2). Air limbah yang sudah diolah dalam UPLC berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan basil tanaman padi dari pada yang belum diolah, tetapi belum sebaik air sungai.
(3). Terdapat perbedaan kualitas dari kedua badan air dalarn mempengaruhi pertumbuhan tanaman, badan air yang teraliri limbah memberikan pertumbuhan lebih baik dibandingkan yang tidak teraliri limbah. Sebaliknya dalam mempengaruhi basil, badan air yang tidak teraliri limbah memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan yang teraliri limbah. Sedangkan untuk kualitas (berat 1000 butir) kedua badan air memberikan pengaruh yang sama.
(4). Untuk percobaan di persawahan, sawah yang teraliri limbah langsung dari pabrik mempunyai pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sawah yang tidak teraliri limbah. Sebaliknya dilihat dari segi kualitas hasil (berat 1000 butir) sawah yang tidak teraliri limbah lebih baik dari yang teraliri limbah.
(5). Terdapat perbedaan kualitas agroekosistem antara sawah yang teraliri limbah dan tidak teraliri limbah pabrik. Pada agroekosistem sawah yang teraliri limbah pabrik terdapat diversifikasi spesies serangga, jamur, bakteri dan bentos yang cukup tinggi tetapi berbanding terbalik dengan plankton. Gulma terdapat dalam jumlah banyak dan lebih bervariasi pada sawah yang tidak teraliri limbah.

ABSTRACT
Waste water from sugar and spirit factories are often considered as a dangerous pollutant and pollute the environment because of the smell and brownish black color. Actually this waste water contains many useful elements such as N, P, K, Ca, Mg etc which can help maintain soil fertility and also increase the yield of sugarcane, rice and other plants. Waste water from both factories are still dangerous for the environment generally and rice field specifically. This is caused by the low water quality which is below the environmental impact standard, so that the availability of a Unit of Waste Water Treatment Plant (WWTP) is absolutely needed by both factories.
The aim of this research is to study the influence of The Madukismo Sugar and Spirit Factories towards the socioeconomy of the people's surrounding and whether the product of WWTP has met the Qualification Standard and its influence to the growth of paddy and also the rice field agro ecosystem.
This research was carried out in two steps. The first was done in Instiper Green House Yogyakarta starting from August 4 up to November 27, 1994 using the Completely Randomized Design (CRD) which consist of six treatments and three replications. The treatments studied were of six kinds of water used in watering the rice plant, namely waste water from the sugar factory (Al) as the product of chimney cleaning activity; waste water from the spirit factory (A2), the mixture of both waste water before (A3) and after treatment (A4) in WWTP, the water of Bedog river which received the outlet of WWTP (A5) and the water of Winongo river (A6). The second was done in two locations, namely- one in the rice field which received and the other that do not received the waste water from the factories.
The results of this research can be concluded as follows :
(1) In general, the existence of The Sugar and Spirit Factories give the positive effects to some socioeconomic aspects of life of the people in the surroundings.
(2) The paddy showed a better growth and yield in the field which is irrigated by the waste water treated through WWTP than one irrigated by using the untreated waste water, although still below the growth and yield when irrigated with water from the river.
(3) There was a significant difference in quality between both water sources influencing the growth of plant. The waste water from the factory has a better influence on the growth performance but lower in the yield. Both waters used has the same influence on seed quality (the weight of a thousands seeds).
(4) From the field experiment, it could be seen that the rice field watered with waste water directly from the factory has a better influence on growth performance and yield than the rice yield that do not receive waste water, but has a lower quality on yield (the weight of one thousand ears)
(5) There was a difference in the agro ecosystem quality of rice field between the watered and unwatered ones. There was a high diversity of species of insects, fungi, bacteria and benthos in the rice agro ecosystem watered by the waste water but it is not the case for plankton and weeds.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>