Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 475 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nabilah Budhi Harto
"ABSTRAK
Penelitian ini menguji sifat psikometrik dari New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) dan kualitas barangnya. Dalam tutorial, siswa merumuskan item baru berdasarkan karakteristik yang terdiri dari perilaku kompulsif obsesif. Ini dikritik sebagai kelas untuk menghapus atau menulis ulang item yang bermasalah. Data percontohan diperoleh untuk mengevaluasi lebih lanjut kegunaan barang, sebelum menyelesaikan Skala Kompulsif Obsesif Baru. Semua data dikumpulkan dari118 mahasiswa psikologi sarjana di The University of Queensland di mana mereka telah menyelesaikan Skala Kompulsif Obsessif Baru, di antara tindakan-tindakan lain, dalam tutorial PSYC3020 mereka. Hasil mengungkapkan bahwa Skala Kompulsif Obsesif Baru memiliki keandalan yang dapat dipertanggung jawabkan dan konsistensi internal (= 0,82). Selain itu, skor NOCS berkorelasi positif dengan Obesessive Compulsive Inventory - Revisi (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) dan Skala Kecemasan dan Stres Skala (DASS) (r = .52), dengan demikian mengusulkan bahwa Skala Baru adalah dapat diandalkan dan valid. Rekomendasi dibuat untuk meningkatkan studi di masa depan.

ABSTRACT
The present study examined the psychometric properties of the New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) and its item quality. In a tutorial, students formulated new items based on the characteristics comprising obsessive compulsive behaviour. These were critiqued as a class to remove or reword problematic items. Pilot data was obtained to further evaluate the usefulness of items, before finalizing the New Obsessive Compulsive Scale. All data were collected from118 undergraduate psychology students in The University of Queensland in which they have completed the New Obsessive Compulsive Scale, amongst other measures, in their PSYC3020 tutorial. Results revealed that New Obsessive Compulsive Scale has a liable reliability and internal consistency (a = .82). Furthermore, NOCS scores was positively correlated with the Obsessive Compulsive Inventory - Revised (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) and Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) (r = .52), thereby proposing that the New Scale is a tolerably reliable and valid. Recommendations were made in order to improve future studies."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nabilah Budhi Harto
"ABSTRAK
Penelitian ini menguji sifat psikometrik dari New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) dan kualitas barangnya. Dalam tutorial, siswa merumuskan item baru berdasarkan karakteristik yang terdiri dari perilaku kompulsif obsesif. Ini dikritik sebagai kelas untuk menghapus atau menulis ulang item yang bermasalah. Data percontohan diperoleh untuk mengevaluasi lebih lanjut kegunaan barang, sebelum menyelesaikan Skala Kompulsif Obsesif Baru. Semua data dikumpulkan dari118 mahasiswa psikologi sarjana di The University of Queensland di mana mereka telah menyelesaikan Skala Kompulsif Obsessif Baru, di antara tindakan-tindakan lain, dalam tutorial PSYC3020 mereka. Hasil mengungkapkan bahwa Skala Kompulsif Obsesif Baru memiliki keandalan yang dapat dipertanggung jawabkan dan konsistensi internal (= 0,82). Selain itu, skor NOCS berkorelasi positif dengan Obesessive Compulsive Inventory - Revisi (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) dan Skala Kecemasan dan Stres Skala (DASS) (r = .52), dengan demikian mengusulkan bahwa Skala Baru adalah dapat diandalkan dan valid. Rekomendasi dibuat untuk meningkatkan studi di masa depan.

ABSTRACT
The present study examined the psychometric properties of the New Obsessive Compulsive Scale (NOCS) and its item quality. In a tutorial, students formulated new items based on the characteristics comprising obsessive compulsive behaviour. These were critiqued as a class to remove or reword problematic items. Pilot data was obtained to further evaluate the usefulness of items, before finalizing the New Obsessive Compulsive Scale. All data were collected from118 undergraduate psychology students in The University of Queensland in which they have completed the New Obsessive Compulsive Scale, amongst other measures, in their PSYC3020 tutorial. Results revealed that New Obsessive Compulsive Scale has a liable reliability and internal consistency ( = .82). Furthermore, NOCS scores was positively correlated with the Obsessive Compulsive Inventory - Revised (OCI-R) (r = .82), Beck Depression Inventory (BDI) (r = .32) and Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) (r = .52), thereby proposing that the New Scale is a tolerably reliable and valid. Recommendations were made in order to improve future studies."
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Gevorkian, Peter
New York: McGraw-Hill, 2011
621.47 GEV l
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Akhmariadi
"ABSTRAK
Proses produksi propolis pada skala laboratorium menggunakan alat rotary evaporator dengan kapasitas satu liter ekstrak etanol propolis ditambah media pelarut gliserol. Etanol dievaporasi pada suhu 65°C dan dikurangi kandungan airnya pada suhu 80°C. Agar kuantitas produksi bisa meningkat, dilakukan pengembangan dengan cara memperbesar daya tampung ekstrak etanol propolis dan media pelarut saat evaporasi menjadi 12 liter serta memodifikasi sistem rotary dengan sistem bubbling (bubbling vacum evaporator). Hasilnya dari 8,02 kg raw propolis dihasilkan 10,85 liter dengan kandungan total flavonoid rata-rata sebesar 914,8 mg/l, sedangkan dari 8,04 kg bahan baku sarang lebah hutan dihasilkan sebanyak 7,65 liter dengan kandungan total flavonoid rata-rata sebesar 307,1970 mg/l. Kapasitas produksi rata-rata mencapai satu liter per hari. Produk yang dihasilkan secera organoleptik terasa manis, tidak berbau khas air liur dan berwarna coklat.

ABSTRACT
The process of production propolis on laboratory scale using rotary evaporator with capacity one liter of ethanol extract propolis include propylene glycol as solvent medium. Ethanol is evaporated at temperature of 65°C and reduced water content at 80°C. In order for the quantity of products can be increased, made the development of by increase the capacity of the ethanol extract of propolis and the medium while solvent evaporation to 12 liters and modify rotary system with a bubbling system (bubbling vacuum evaporator). Then the solvent medium used was replaced with glycerol. The result of 8.02 kg of raw propolis produced 10.85 liters with the average of total flavonoid content 914.8 mg/l, while for 8 kg of raw material forest beehive produced 7.65 liters with the average of total flavonoid content 307.2 mg/l. With the capacity production average reaches one liter per day. The resulting product by organoleptically sweet taste, no smell and distinctive of saliva and the colour of product is brown."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43795
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Heni Rahaniah
"ABSTRAK
Pada awalnya wax hanya menjadi bahan baku pembuatan lilin dan tidak
bisa diemulsikan, seiring dengan perkembangan teknologi dan sumber daya
manusia yang terampil, sekarang penggunaan wax kian luas dan semakin
dibutuhkan dalam dunia industri seperti tekstil, kertas, kayu, kosmetik, farmasi,
cat, keramik, otomotif dan lain-lain. Produksi scale wax dalam negeri cukup
besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Pembuatan emulsi scale wax dilakukan dengan menggunakan emulsifier
nonionik yaitu ethoxylated alcohol. Analisis yang dilakukan meliputi uji
kestabilan, densitas, aplikasi pada kertas dan daya serap air pada kertas hasil uji kertas. Memvariasikan kadar wax terhadap jumlah total berat (wax + emulsifier +
air) 20%, 24%, 28%, 32%, sedangkan kadar emulsifier 25% dari berat wax.
Uji densitas dilakukan dengan menimbang 25 ml emulsi wax lalu
dikonversikan sesuai dengan rumus yang sudah ditetapkan. Kestabilan emulsi
diuji dengan melarutkan emulsi wax dalam larutan pH 4, pH 7 dan PH 9 dengan
pengamatan secara visual. Uji aplikasi pada kertas menggunakan kertas buram
yang belum mengandung wax. Uji daya tahan kertas terhadap air dilakukan
dengan menempelkan kertas hasil uji aplikasi diatas cawan porselen yang berisi
air seperempatnya lalu dibalik selama ± 30 detik."
2006
TA1519
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Osep Deni Fathoni
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T41426
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lisle, Richard J.
"
ABSTRACT
Basic Geological Mapping, 5th Edition is an essential basic guide to field techniques in mapping geology. Now completely revised and updated the book retains the concise clarity which has made it an indispensable instant reference in its previous editions. It provides the reader with all the necessary practical information and techniques that they will need while carrying out work in the field, covering a wide spectrum of different conditions, needs and types of countries. This edition covers new developments in technology including Google Earth and the use of GPS. This is an ideal field guide to geological mapping for 2nd/​3rd year undergraduates of Geology, Hydrogeology and Geological Engineering."
Chichester: Wiley-Blackwel, 2011
550.223 LIS b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fika Anggreny Doko
"Sebagian besar penelitian bidang psikologi membutuhkan adanya suatu alat ukur untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Suatu alat ukur yang menggunakan skala Likert perlu diketahui reliabilitas dan validitasnya. Akan tetapi, penggunaan suatu alat ukur belum tentu sesuai untuk diaplikasikan terhadap populasi tertentu. Hal ini dapat dilihat dari terpenuhi atau tidaknya reliabilitas, validitas konstruk, validitas item, dan validitas isi dari alat ukur tersebut. Alat ukur yang tidak reliabel dan tidak valid disebabkan oleh perbedaan kultur dari populasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu modifikasi terhadap alat ukur sehingga akan diperoleh informasi yang lebih baik terhadap populasi terkait. Dikarenakan pada penelitian ini menggunakan data berskala ordinal, maka reliabilitasnya akan diukur dengan koefisien alpha ordinal dengan korelasi yang digunakan adalah korelasi polikhorik. Dalam penelitian ini, akan dilakukan modifikasi terhadap alat ukur tingkat empati dari Mark H. Davis yang terdiri dari 45 indikator menjadi suatu alat ukur yang hanya terdiri dari 15 indikator. Alat ukur yang sudah dimodifikasi terbukti reliabel, valid isi, valid konstruk, dan valid item. Metode yang akan digunakan adalah analisis faktor, korelasi Spearman, korelasi polikhorik, dan reliabilitas alpha ordinal.

Most psychology research requires the existence of an instrument to obtain the required information. An instrument using Likert scale needs to know its reliability and validity. However, the use of an instrument is not necessarily suitable for particular population. This can be seen from the fulfillment of reliability, construct validity, item validity, and content validity of the instrument. Unreliable and invalid instruments due to cultural differences in the population. Therefore, a modification of the instrument is needed such that better information can be obtained to the relevant population. Because in this study using ordinal scale data, then the reliability will be measured by the coefficient ordinal alpha with polychoric correlation. In this study, modifications will be made to Mark H. Davis 39 rate empathy instrument consisting of 45 indicators into an instrument consisting of only 15 indicators. Modified measuring tools proved reliable, have valid content, valid constructs, and valid items. The methods to be used are factor analysis, Spearman correlation, polychoric correlation, and ordinal alpha reliability.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harbunangin, Bimandari
"Walaupun terdapat beberapa skala yang telah di kembangkan untuk mengukur perfeksionisme, tidak ada skala yang hanya murni mengukur sifat perfeksionisme.Sebagai contoh, salah satu sub-skala dalam Skala Revisi Hampir Sempurna APS-R , yaitu lsquo;Urutan rsquo;, memiliki tidak hanya aspek perfeksionisme namun juga aspek obsesif kompulsif. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengembangkan skala baru yang mengukur perfeksionism. Skala ini memiliki dua dimensi: 1 Standar Tinggi, dan 2 Ketidaksesuaian. Skala baru ini diadapsi dari skala APS-R. Dalam proses adaptasi skala APS-R, kami menghapuskan sub-skala lsquo;Urutan rsquo; dari skala APS-R. Jumlah dari 109 mahasiswa yang terdaftar dalam kelas PSYC3020 di Universitas Queensland telah direkrut sebagai perserta. Hipotesa kami adalah 1 sub-skala Standar Tinggi akan berkorelasi positif dengan Ketelitian, 2 sub-skala Ketidaksesuaiaan akan berkorelasi positif dengan Neurotisme. Untuk memvalidasi skala baru ini, korelasi Pearson rsquo;s analysis digunakan. Skala validasi termasuk; Skala Revisi Hampir Sempurna APS-R , Neurotisme, Kecemasan, dan Skala Kekhawatiran Penn State. Kemudian, untuk mengukur reabilitas, kami menggunakan item diskriminasi untuk mengukur kualitas item individu. Seluruh hasil menunjukkan konsistensi dengan hipotesa. Skala Perfeksionisme memiliki konsistensi internal yang baik Cronbach rsquo; ? = .80 dan analisa diskriminasi memuaskan menunujukan korelasi antara item-item dengan skala validasi. Maka, hasil dari skala baru ini menunjukan reabilitas dan validasi dalam mengukur sifat perfeksionisme.

Although several scales have been developed to measure perfectionism, none of the scale has measured perfectionism per se. For instance, Revised Almost Perfect Scale APS R has sub scale of lsquo Order 39 , which also measure obsessive compulsive traits. Therefore, this present study is aimed to develop a new scale of perfectionism. The Perfectionism Scale PS consists of two dimensions 1 High Standards, and 2 Discrepancy. The items in PS were adapted from APS R. In adapting APS R into PS, the lsquo Order rsquo sub scale was excluded. A total of 109 students who enrolled in PSCY3020 in University of Queensland were recruited as participants. To validate the scale, we conducted concurrent validity analysis by correlating PS with Neuroticism, and Conscientiousness. Furthermore, to also evaluate the PS rsquo s reliability, item discrimination indices were calculated. We hypothesised that PS would be 1 positively correlated with Conscientiousness, 2 positively correlated with Neuroticism. The reliability analysis indicated that Perfectionism Scale has excellent internal consistency Cronbach Alpha .80 and the discriminant analyses for the items were satisfactory. The correlation analysis also showed that there is a positive correlation between PS and the validating scales. Thus, this result suggests that PS is reliable and valid for measuring perfectionism trait.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2018
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>