Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 47 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Nizar Thoriq Ziad
2011
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Ardi Bakhri
"Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997, Mengakibatkan dampak besar yang masih berlanjut sampai tahun 2000. Perekonomian dan sektor industri masih beluim berkembang dengan balk. Salah satu industri penunjang, produk sol sepatu (outsoles), yang dibutuhkan industri sepatu mengalami hantaman krisis yang parah.
Sebagai perusahaan penunjang untuk sepatu dan sandal, rnaka industri ini akan terpengaruh sekali jika industri sepatu dan sandal menjadi anjlok. Sebagal perusahaan penunjang yang menerima permintaan langsung dari perusahaan industrl sepatu, jika penjualan sepatu berkurang maka permintaan sol sepatujuga turut berkurang.
Penelitian yang dilakukan pada sektor industri penunjang, yang tidak berkembang akhir-akhir ini, bertujuan untuk menganalisa hal-hal penting apa saja yang harus dllakukan baik secara mikro dalam perusahaan itu, maupun secara makro bagi pemerintah Indonesia dalam mengatasi kendala perdagangan di sektor industri penunjang ini. Dalam hal ini secara khusus diteliti industri sol sepatu yang merupakan bahan penunjang untuk sepatu maupun sandal.
P.T. Inti Bergas International (P.T. IBI) merupakan perusahaan industri yang memproduksi sol sepatu (outsoles). Perusahaan industri penunjang ini mempunyai peluang besar dalam perdagangan domestik maupun global, karena pengguna sepatu dan sandal adalah masyarakat dari tingkat bawah sampai atas.
Indonesia dengan populasi keempat terbesar di dunia merupakan konsumen besar yang mempergunakan sepatu atau sandal. Produk ini merupakan consumable goods yaitu barang yg habis terpakai dalam jangka waktu tertentu, sehingga konsumen perlu mengganti sepatu atau sandalnya. Dengan memproduksi consumable goods seharusnya penjualan tidak akan menurun, malah seharusnya meningkat karena jumlah pengguna makin Iama makin banyak. Namun daiam kenyataannya pada kasus P.T. Inti Bergas International (PT. IBI) yang mengalami kejayaan dengan penjualan sebesar 11 miliar rupiah pada tahun 1995, tetapi pada tahun 1998 merosot tajam dengan penurunan hampir 50% penjualan.
Keadaan penjualan yang berubah tajam ini terjadi sesudah Indonesia dilanda krisis ekonomi yang parah pada pertengahan tahun 1997. Beberapa faktor ekstemal yang dominan seperti keadaan ekonomi Indonesia yang anjiok akibat krisis dengan melonjaknya harga nilai tukar dollar Amerika terhadap Rupiah, masih berlarijut dengan keadaan pemerintah dan politik yang masih belum stabil, ambruknya sektor perbankan nasional, kekacauan yang timbul di daerah-daerah, dan penegakan hukum yang tidak konsisten.
Kendala lain yang juga mengakibatkan penurunan penjualan produk ini karena penurunan ekspor antara lain disebabkan oleh menurunnya permintaan akibat belum pulihnya beberapa negara di kawasan Asia, terutama Korea dan Jepang, karena knsis ekonomi yang juga berdampak pada negara-negara di kawasan lainnya. Selain itu, adanya masalah-masalah di dalarn negeri yang sering menghambat ekspor ini, antara lain adalah masalah pernbiayaan ekspor serta penunjangnya.
Kendala eksternal di atas yang mempengaruhi kesuksesan perusahaan P.T. IBI Sebelum dan sesudah krisis ini yang akan dibahas dan dicari jalan keluar sehingga dapat disarankan kepada perusahaan ini dan perusahaan sejenis agar perusahaan dapat meraih keberhasilan kembali.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa industri penunjang ini mempunyai pangsa pasar yang terbatas, namun pembentukan jaringan pemasaran sangat menentukan keberhasilannya untuk menerobos pangsa pasar luar negeri. Untuk peningkatan pangsa pasar balk lokal maupun luar negeri maka kerja sama antara industri penunjang dengan industri Produk akhir harus terjalin erat dan saling menopang satu sama lain.
Dari sisi makro, pemerintah harus berupaya melakukan pembenahan sektor perbankan, karena sektor ini merupakan tulang punggung yang akan dapat mendorong kemajuan industri dalam negeri dan pertumbuhan ekspor untuk peningkatan devisa.
Pemerintah mendorong perbankan untuk melakukan restrukturisasi hutang perusahaan yang dilakukan secara adil dan jujur. Hal ini akan dapat mendorong kemajuan perusahaan agar terjadi peningkatan ekspor sehingga surplus perdagangan meningkat yang akan menambah devisa negara.
Kepercayaan luar negeri harus ditumbuhkan lagi, agar perputaran roda ekonomi berjaian mulus, dengan pelaksanaan supremasi hukum yang transparan dan konsisten. Supremasi hukum harus ditegakkan pemerintah dengan sungguh-sungguh, karena hal ini Merupakan salah satu keadaan yang membuat investor asing ragu untuk melakukan kontak dagang dengan Indonesia.
Keadaan ekonomi, politik, dan hukum di Indonesia sudah merupakan benang kusut yang harus diuraikan dengan sabar dan telaten. Untuk membenahi benang kusut ini harus dimulai dari ujung dan pangkalnya secara bersamaan. Jadi pembenahan ekonomi dan hukum harus dimulai dari atas dan bawah secara bersamaan. Untuk perbaikan ini dlbutuhkan manusia-manusia yang sadar akan keadaan negaranya dan mau berusaha memperbaiki keadaan untuk kesejahteraan bersama."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T1123
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Lily Dorianti
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1987
S8912
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
S9290
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S9280
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hifni Alifahmi
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nanik Prihartini
"Perkembangan industri di Indonesia maju berkembang dengan pesat untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan manusia yang tidak bisa dipungkiri membutuhkan bahan kimia sebagai bahan baku maupun bahan campuran. Meskipun bahan kimia dibutuhkan keberadaanya tetapi di lain pihak bahan kimia tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungannya jika tidak ditangani secara baik dan benar . Salah satunya adalah industri sepatu yang dalam proses pembuatannya memerlukan bahan perekat yang mengandung toluen. Toluen merupakan salah satu senyawa volatile organic compound (voc) yang pada umumnya mengakibatkan gangguan kesehatan seperti pusing, vertigo, iritasi pada mata, iritasi pada kulit, gangguan pernafasan, gangguan hepar, gangguan ginjal serta gangguan susunan syaraf pusat.
Penelitian ini menggunakan desein cross sectional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan pada pada pekerja di bengkel sepatu X akibat pajanan toluen di kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung Jakarta Timur dan dilakukan pada bulan Maret - Mei 2010 dengan subyek penelitian pekerja sepatu di bengkel sepatu X di kawasan PIK Pulogadung Jaktim dan sebagai pembanding adalah pegawai BLUD Pengelola Kawasan PIK Pulogadung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi toluen di bengkel sepatu X sudah melebihi dosis respon (11,28mg/m3) dengan konsentrasi tertinggi di bagian finishing (27,2 mg/m3) sedangkan pada pembanding masih di bawah dosis respon (0.0006mg/m3). Jika dibandingkan dengan NAB, konsentrasi toluen masih di bawah batas normal. Konsentrasi asam hipurat urin pada pekerja dan pembanding masih di bawah batas normal yaitu masing-masing 0.73gr/gr kreatinin dan 0.25gr/gr kreatinin.
Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaaan bermakna antara rata-rata konsentrasi toluen dan asam hipurat urin pada pekerja bengkel sepatu X dan pembanding (p<0.05). Tingkat risiko individu realtime dengan RQ>1 sebesar 8% (2 orang), perhitungan RQ pada tiap bagian, proyeksi 10 tahun ke dapan bagian finishing berisiko terhadap toluen.Tingkat risiko populasi sebesar 0,08 yang berarti belum berisiko terhadap pajanan toluen. RQ populasi proyeksi menunjukkan pada 20 tahun mendatang pekerja bengkel sepatu berisiko terhadap pajanan toluen."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T30822
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Simangunsong, Belman
"ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa terhadap daya saing industri Sepatu Indonesia dan menetapkan strategi bersaing yang harus dikembangkan PT. Sepatu Bata dalam menghadapi persaingan dalam industri sepatu.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menitik beratkan pada penggunaan alat analisis Iingkungan persaingan untuk melihat keunggulan dan kelemahan perusahaan, dihubungkan dengan peluang dan ancaman yang ada. Teknik atau alat analisis utama yang digunakan adalah analisis atas 5 kekuatan yang mempengaruhi persaingan dan analisis rantai nilai. Analisis dilakukan atas data primer yang berasal dari Iaporan intern perusahaan, dan wawancara dengan berbagai pihak ekstern. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari studi kepustakaan, maupun informasi Iainnya yang terkait dengan penelitian ini.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kelemahan utama PT. Sepatu Bata adalah sistim birokrasi dimana setiap keputusan dalam penentuan model sepatu yang akan diproduksi harus mendapat persetujuan dari induk organisasinya rganisasinya Bata Shoe Organization, Canada. Kelemahan Iainnya adalah kurangnya kesadaran karyawan di bagian produksi terhadap kualitas produk yang dihasilkan akibat mengejar target produksi. Hal ini membuat perusahaan tertinggal dari industri sepatu Iainnya dalam menghasilkan model-model sepatu terbaru. Standar mutu yang ditetapkan oleh perusahaan telah teruji dengan baik khusunya untuk sepatu ekspor, tetapi untuk konsumen dalam negeri karyawan biasanya kurang teliti dalam mengerjakan pembuatan sepatu tersebut. PT. Sepatu Bata saat ini berkonsentrasi untuk melayani segmen sepatu anak-anak, sepatu olah raga dan sepatu untuk orang dewasa. Sepatu yang menguasai pasar adalah sepatu anak-anak dan alas kaki yang harganya relatif berdaya saing dan mutu disesuaikan dengan kemampuan daya beli konsumen dalam negeri.
Untuk mencapai pertuanbuhan usaha sebagaimana digariskan, maka PT. Sepatu Bata harus mampu mengantisipasi persaingan dimasa yang akan datang dan memperbaiki pasisi bersaingnya dengan mengatasi kelemahan diatas. Adapun strategi yang harus dikembangkan adalah strategi konsentrasi, perluasan pasar, dan diversifikasi produk."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nimas Linggar Saraswati
"Sehari-hari, memersepsi ciri kepribadian dari orang-orang di sekitar dilakukan oleh manusia. Penelitian ini merupakan penelitian zero-acquaintance kedua di Indonesia yaitu memersepsi ciri kepribadian Big Five melalui foto sepatu. Persepsi dilakukan melalui aspek-aspek sepatu yang mengandung informasi terkait ciri kepribadian pemiliknya dan dilihat akurasi persepsi yang disebut sebagai akurasi pengamat. Di sisi lain, kekuatan situasi mampu memengaruhi peran ciri kepribadian dalam bertingkah laku, termasuk memilih sepatu. Situasi kuat membatasi peran ciri kepribadian dalam memilih sepatu, sedangkan situasi lemah tidak.
Penelitian ini membandingkan akurasi pengamat pada dua kelompok sepatu yang berbeda, yaitu digunakan dalam situasi kuat dan dalam situasi lemah. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan akurasi persepsi ciri kepribadian antar kedua kelompok sepatu, yaitu openness to experience dan conscientiousness melalui sepatu yang digunakan dalam situasi lemah, sedangkan hanya conscientiousness melalui sepatu yang digunakan dalam situasi kuat.

On a daily basis, people perceive other peoples personality traits. The current research is the second zero acquaintance research in Indonesia that uses shoe photos to perceive the Big Five personality traits. Perceptions are done through shoe aspects that contain information regarding the owner rsquo s personality traits and the accuracy of the perception is sought, known as observers rsquo accuracy. On the other hand, situational strength constraints the role of personality traits in producing behavior, which include shoe choosing. A strong situation constraint the role of personality traits when choosing shoes, while a weak situation does not.
The research compares the observers rsquo accuracy between two different shoe groups, worn in strong and in weak situations. The results indicate that accuracy of perception differ between the two shoe groups, openness to experience and conscientiousness are accurately perceived from shoes worn in a weak situation, while only conscientiousness is accurately perceived from shoes worn in a strong situation.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>