Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 68 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Pranata Jaya
"Organoclay adalah lempung yang disintesis dengan bahan organik ODTMABr tanpa mengubah struktur kimianya. Pergeseran puncak (001) difaktogram menunjukkan bahwa ODTMABr berhasil masuk ke dalam lapisan lempung. Basal spacing pada organoclay lebih besar dibandingkan dengan basal spacing bentonit. Uji FTIR menunjukkan bahwa organoclay Tapanuli (OCT-C18) terinterkalasi oleh surfaktan ODTMABr. Sintesis antara Polyvinyl Alcohol (PVA) dan OCT dalam jumlah sedikit yaitu PVA/OCT-C18 5% atau kurang menghasilkan nanokomposit berstruktur eksfoliasi. Penambahan OCT-C18 memberi peningkatan kekuatan mekanik dan modulus elastisitas PVA/OCT-C18, tetapi memberi penurunan regangan pada PVA/OCT-C18 7%. Hasil SEM pada permukaan patahan menunjukkan peningkatan kekuatan mekanik dan teramatinya peningkatan kekasaran permukaan patahan. Banyak dan besar rongga pada PVA/OCT-C18 mempengaruhi kekuatan mekanik PVA/OCT-C18.

Organoclay was synthesized using ODTMABr surfactant without changing its chemical structure. The diffractogram showed that the (001) peak shifted and this indicated that the organoclay layers were intercalacted. The basal spacing of organoclay which was higher than of bentonite. The FTIR results indicated the ODTMABr surfactant intercalated the clay layers. Synthesis of Polyvinyl Alcohol (PVA) and small amounts of OCT-C18 less than 5% wt, produced exfoliated nanocomposite structure. The addition of OCT-C18 improved mechanical strength and modulus of elasticity, but it decreased the value of strain of PVA/OCT-C18 composites. SEM observation results on the fracture surface showed that the enchanted of mechanical strength of PVA/OCT-C18 followed by the roughness of fracture surface. The number of voids or cavities on PVA/OCTC18 affected the mechanical strength of PVA/OCT-C18."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S53174
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Armandes Wimal
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39739
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Mukodas
"Nanokomposit polimer merupakan bahan yang terdiri dari paduan polimer dan partikel-partikel pendispersi dengan ukuran nanometer, misalnya partikel clay. Nanokomposit memiliki kelebihan dibandingkan dengan komposit konvesional diantaranya, modulus , kekuatan, dan hambatan panasnya lebih tinggi . Agar clay terdispersi di dalam polimer, maka reaksi pertukaran ion harus dilakukan pada clay agar permukaan clay kompatibel dengan polimer sehingga memudahkan bagi molekul polimer masuk di antara lapisan clay tersebut.
Metode pembuatan nanokomposit berbasis polypropylene (PP) dalam penelitian ini adalah pencampuran langsung polypropylene ( PP ) dengan Organo Layered Silicate (OLS) dan Polipropylene grafted Maleic Anhydride ( PP-g-MA ) dengan menggunakan twin screw extruder.
Hasil XRD dan TEM, dari nanokomposit polypropylene - clay menunjukkan bahwa bahan mempunyai struktur eksfoliasi dan interkalasi. Struktur eksfoliasi diperoleh pada sampel PP - OLS I.44 PT yang mengalami satu kali ekstrusi pada 100 rpm. Sampel ini menunjukkan kenaikan kuat tarik dan HDT masing-masing sebesar 7,36% dan 30,06% terhadap PP murni. Sampel dengan dua kali ekstrusi memiliki kenaikan modulus elastisitas sebesar 41.19% dan HDT sebesar 29,38%.

Polimer nanocomposites are materials that are formed by polimer and dispersed particles in nanometer size, such as clay particles. Polimer nanocomposites have better properties, such as modulus, strength, and heat recistance, compared to the conventional composites. In order to make the clay particles disperse within the polimer, a cation exchange reaction must be done on the clay surface so that the polimer moleculer one able to get into space between the layers.
In tha research, polypropylene based nanocomposites were prepared by a direct mixing with polypropylene (PP) with organo layered silicate (OLS) and polypropylene grafted Maleic Anhydride (PP-g-MA) using a twin-screw extruder.
The XRD and TEM analysis from this PP-clay nanocomposites showed that an exfoliated and an intercalted structures were formed. Exfolition structure was found on the PP-OLS I.44 PT samples which wereprepared by one time extrusion on a 100 rpm. These sample show on increasis on tensile strength and HDT of 7,36% and 30,06% respectively compared to pristine PP.Two times extrution on the samples result on the increasing of elastic modulus by 41,19% and HDT by 29,38%.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T21294
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sriati Djaprie
"ABSTRAK
Besi tuang nodular (BTN) adalah salah satu jenis besi tuang, dan merupakan bahan baku teknik yang memiliki potensial untuk dikembangkan penggunaannya di dalam negeri. Sesuai dengan tujuan pemakaian, BTN harus memiliki karakteristik mudah diproses, mudah diolah dalam permesinan, memiliki sifat mekanik mencakup kekuatan tarik, keuletan, ketangguhan, ketahanan aus, ketahanan fatik, yang baik.
Untuk meningkatkan sifat mekanik BTN tersebut, dapat dilakukan usaha perlakuan panas austemper.
Sifat mekanik yang didapatkan melalui austemper tergantung pada variabel proses metalurgi tersebut, termasuk temperatur dan waktu austenitisasi, serta temperatur dan waktu austemper. Efek dari variabel metalurgi terhadap struktur dan sifat mekanik dibahas dalam penelitian ini."
Depok: Universitas Indonesia, 1992
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Sriati Djaprie
Depok: Universitas Indonesia, 1993
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Gerry Liston Putra
"Teknologi laminasi yang sedang dikembangkan untuk lambung kapal cepat saat ini adalah metode Vacuum Assisted Resin Transfer Moulded (VARTM) dimana metode ini belum familiar di Indonesia. Metode ini diaplikasikan pada kapal cepat karena membutuhkan material yang cukup ringan dan kekuatan yang tinggi untuk meningkatkan performance dan kecepatan kapal. Kendala yang dihadapi saat menggunakan laminasi metode VARTM adalah sulitnya pihak klas untuk menentukan ketebalan optimum yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan yang disyaratkan oleh klas. Dengan berat fiber yang sama, metode ini menghasilkan ketebalan hasil laminasi lebih tipis sehingga peraturan sebelumnya tidak bisa dijadikan pedoman untuk menentukan ketebalannya karena akan terjadinya kelebihan material dan kapal menjadi lebih berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik dari material yang digunakan pada metode VARTM yaitu serat E-glass jenis multiaxial dengan matriks vinyl ester tipe Ripoxy R-802 EX-1. Spesimen dibuat dalam bentuk lamina dan laminated kemudian diuji tarik dan lengkung. Spesimen laminate dibuat dua bentuk susunan yaitu symmetry laminates dan quasi isotropic laminates. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kuat tarik dan modulus dari material ini dengan metode VARTM sangat tinggi dari persyaratan klas. Susunan yang paling optimal untuk diaplikasikan pada lambung kapal cepat adalah quasi isotropic laminates. Dengan fiber content yang sama, kekuatan meningkat 16% - 19%. Dengan hasil pengujian ini dapat diketahui ketebalan optimum pada lambung dengan metode VARTM.

Lamination technology that is being developed at this time is Vacuum Assisted Resin Transfer Moulded (VARTM) where this method has not been familiar in Indonesia. This method has been aplicated in High Speed Craft because it needs light and high strength material for increase performance and speed of ship. The Problem occur when using VARTM fabrication is Class find it difficult to determine optimum thickness to achieve strength of class. With the same fiber weight, This method produce thin laminate so that the previous rules could not be used as guidelines to determine optimum thickness because it will make over material and overweight. This research has been done to determine the mechanical properties of the material used in the VARTM method that are multiaxial E-glass fiber with a Ripoxy type R-802 vinyl ester matrix. Specimens has been made in lamina and laminated then tensile test and flexural test. Laminate specimens has been made two forms of composition that are symmetry laminates and quasi isotropic laminates. The test results showed that tensile strength and modulus values of this material with VARTM is very high than class requirements. The most optimal configuration to be applied in high speed craft hull is quasi isotropic laminates. With the same fiber content, strength increase of 16% - 19%. With the results of this testing can be found on the optimum thickness of the hull with VARTM method."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T34807
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nugraeni Fahrunisa
"Bacterial cellulose (BC) merupakan kandidat yang menarik untuk aplikasi biomedis karena memiliki sifat biokompatibilitas yang baik dengan struktur dan sifatnya yang unik. Sifat yang dimiliki BC antara lain: high purity, hydrophilic, structure forming potential, higher crystallinity, water absorbtion capacity dan derajat polimerisasi (hingga 8000). Selain sifat tersebut, BC memiliki kemurnian yang tinggi karena tidak mengandung lignin, hemi selulosa, pectin, serta non-degradable molecules yang bersifat toksik pada selulosa. Pada penelitian ini dilakukan proses kulturisasi bakteria selulosa menggunakan metode statik dengan memberikan perlakuan dengan NaOH 0,5M dan 1 M serta proses elektrolisis dengan NaCl 3,5% terhadap bakteria selulosa hasil kulturisasi. Tujuan dari perlakuan ini untuk meningkatkan kristalinitas serta sifat mekanik BC. Karakterisasi dilakukan pada setiap bakteria selulosa yang diberikan perlakuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap tujuan penelitian. Pengujian menggunakan Fourier-Transform Infrared (FTIR) untuk mengkonfirmasi gugus fungsi pada senyawa yang terbentuk, X-Ray Difraction untuk mengetahui kristalinitas Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengkonfirmasi morfologi serta porositas bakteria selulosa efek dari proses pengeringan Hot Press serta pengujian dengan Universal Testing Machine untuk mengetahui sifat mekanik berupa tensile strength dan modulus elastisitas BC. Perlakuan NaOH serta elektrolisis NaCl menunjukkan ada nya pergeseran puncak panjang gelombang yang menunjukkan ikatan hydrogen intra-molekul pada bilangan gelombang 3340 cm-1 dan 3342 cm-1. Peningkatan nilai kristalinitas terjadi dengan nilai optimum 88,9 % pada perlakuan NaOH 0,5M. Nilai kristalinitas NaOH 0,5M NaCl sebesar 77,2% sedangkan kristalinitas NaOH 1M NaCl sebesar 75,03%. Pada hasil uji mekanik menghasilkan tensile strength yang semakin menurun dengan semakin tinggi nya konsentrasi NaOH yaitu kontrol 171,295 MPa, NaOH 0,5M NaCl 131,706 MPa, dan NaOH 1M NaCl 87,118 MPa. Nilai modulus Young yang didapat antara lain: kontrol 3,38 GPa, NaOH 0,5M NaCl 2,89 GPa, dan NaOH 1M NaCl 7,65 GPa. Hasil ini menunjukan hubungan antara kristalinitas dengan sifat mekanik dimana semakin tinggi kristalinitas maka semakin kaku dan menurukan nilai tensile strength terutama pada NaOH 1M NaCl.

Bacterial cellulose (BC) is a good candidate material for a biomedical application that biocompatible with unique structure and properties. BC also has good properties such as hydrophilic, high crystallinity, high water absorption capacity, and long degree of polymerization (up to 8000). BC has high cellulose purity also an interesting property, because it does not contain lignin, hemicellulose, and pectin also others non-degradable molecules. This research BC culture using static method to produce our BC with pretreatment using NaOH 0,5M and 1 M also electrolysis process with NaCl 3,5%. The aim for this research is to improve crystalinity and mechanical properties on bacterial cellulose. Bacteria cellulose untreat and treated were characterized using Fourier-Transform Infrared (FTIR) to confirm the influence of pretreatment toward BC functional groups X-Ray Difraction to confirm the crystallinity Scanning Electron Microscope to confirm the morphology and porosity BC effect from hot press drying also used Universal Testing Machine for knowing the mechanical properties such tensile strength and Young’s modulus. Pretreatment NaOH and electrolysis NaCl showing peak shifted at 3340 cm-1 and 3342 cm-1 assigned to the intra-molecular hydrogen bond. The optimum crystalinity has reached at 88,9% for NaOH 0,5M. NaOH 0,5M NaCl and NaOH 1M NaCl has crystallinity 77,2% and 75,03% respectively. The result from UTM testing exibit degradation at tensile strength with high concentration of NaOH, control 171,295 MPa, NaOH 0,5M NaCl 131,706 MPa, and NaOH 1M NaCl 87,118 MPa respectively. The modulus young have 3,38 GPa, 2,89 GPa, and 7,65 GPa, for control, NaOH 0,5M NaCl and NaOH 1M NaCl respectively. This result indicate the relevancy between crystallinity and mechanical properties that with high crystallinity BC film more rigid and lowering tensile strength notably pretreatment using NaOH 1M NaCl."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Eko Sulistiyo
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2002
T39987
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>