Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 93 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Laras Fadillah
"Telah dilakukan penelitian terhadap bahan ZnO dengan doping Litium dan Nikel menggunakan metode Sol-Gel. Prekusor yang digunakan adalah Zinc Acetate dengan 2-Propanol sebagai bahan bakar. Nikel acetate dan Litium acetate digunakan sebagai bahan dopan. Temperatur proses sol-gel dijaga tetap 70-80oC. Proses kalsinasi dilakukan pada temperatur 300oC selama 2 jam. Sedangkan proses sintering dilakukan pada temperatur 600oC selama 4 jam. Material ZnO dan ZnO dengan doping Litium menghasilkan fasa tunggal, sedangkan ZnO dengan doping Nikel menghasilkan fasa lain yaitu NiO. Semua material yang dihasilkan meiliki sifat ferroelektrik. Kurva P-E hysterisis menunjukkan bahwa ZnO memiliki polarisasi remanen 0.032 ?C/cm2dan medan koersivitas listrik 0.88 kV/cm. ZnO doping Litium dengan berbagai konsentrasi terjadi peningkatan nilai polarisasi remanen dan penurunan medan koersivitas listrik. ZnO doping Nikel dengan konsentrasi at 1 dan 3 terjadi kenaikan remanen dan penurunan medan koersivitas namun pada ZnO doping Nikel dengan konsentrasi at 6 nilai polarisasi remanen menurun dan nilai koersifitas meningkat. Pada ZnO doping Nikel dan Litium dengan konsentrasi yang sama mengalami kenaikan remanen dan penurunan koersifitas, sedangkan pada ZnO doping Nikel dan Litium dengan konsentrasi berbeda mengalami penurunan remanen dan koersifitas meningkat dibandingkan dengan didoping dengan satu pendopingan.

Synthesis Li Ni co doped ZnO have been done with Sol Gel method. Zinc Acetate used as percussors materials and 2 propanol as fuel. Nickel Acetate and Lithium acetate used as dopant. Temperature Sol Gel process has been maintained between 60 80oC. The calcination process was performed at temperature 300oC for 2 hours and sintering process was performed at 600oC for 4 hours. The resulting materials ZnO and Li doped ZnO result single phase materials, but Ni doped ZnO has secondary phase NiO. All Synthesis materials has ferroelectric properties. P E loop hysteresis shows that ZnO have remnant polarization of 0.032 C cm2 and coercive field of 0.88 kV cm. Li doped ZnO showed an increase in the polarization remnant and a decrease in the coercive field. Ni doped ZnO on 1 at 3 at concentration showed an increase in the polarization remnant and decerease in the coercive field, howerver 6 at Ni doped ZnO showed an decrease in the polarization remnant and a increase in the coercive field. Li, Ni co doped ZnO with same concentration showed an increase in the polarization remnant and decerease in the coercive field, however Li, Ni co doped ZnO with different concentration showed a decreased in the polarization remnant and increaed in the coercive field compared by single doped ZnO."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
T47259
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Sandi Pratama
"Telah dilakukan sintesis sampel La0.825Sr0.175Mn0.9(Fe1-xNix)O3 (x = 0, 0.02, 0.05, 0.08, dan 1) dengan menggunakan metode sol-gel. Pengujian dengan X-ray Diffractometer menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki struktur kristal rhombohedral dengan space group R-3c. Substitusi Fe, Ni, ataupu Fe dan Ni secara bersamaan tidak merubah struktur namun merubah parameter kisi, volume unit sel, ukuran kristalit rata-rata panjang ikatan serta sudut ikatan Mn ─ O ─ Mn. Karakterisasi SEM menunjukkan bahwa terjadi perubahan ukuran grain yang semakin membesar ketika didoping Ni, dan mengecil ketika didoping Fe. Karakterisasi dengan menggunakan XRD, SEM, EDS dan VSM menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai magnetisasi seiring penambahan konentrasi doping Fe dan Ni. Pemberian doping Fe dan Ni akan menurunkan resistivitas sampel yang berkaitan erat dengan morfologi sampel. Jika ukuran grain mengecil seiring dengan penambahan konsentrasi doping, maka jumlah grain akan semakin meningkat, tinggi dan lebar dari tunneling barrier juga semakin meningkat seiring dengan berkurangnya ukuran grain

Synthesis of the sample La0.825Sr0.175Mn0.9(Fe1-xNix)O3 (x = 0, 0.02, 0.05, 0.08, and 1) has been successfully carried out using sol-gel method. The X-Ray Diffractometer test shows that all of the sample had a rhombohedral crystal structure with space group R-3c. substitution of Fe, Ni, or Fe and Ni simultaneously does not change the structure but changes the lattice parameters, the volume unit cell, the average crystallite size, and the bond angle of Mn ─ O ─ Mn. SEM characterization showed that there was a change in grain size that was getting bigger when doped with Ni, and smaller when doped with Fe. Characterization using XRD, SEM, EDS and VSM shows that there is a decrease in the value of magnetization with the addition of doping concentrations of Fe and Ni. With Fe and Ni doping will decreased the resistivity of the sample that closely related to the morphology of the sample. If the grain size decreases with increasing doping concentration, the number of grains will increase, the height and width of the tunneling barrier will also increase as the grain size decreases"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Puji Wahyuningsih
"[ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian sifat listrik bahan perovskit SrFeO3 dan LaFeO3 pada
temperatur tinggi pada kisaran temperatur ruang hingga 250 0C. Sampel disinter
950 0C selama 6 jam. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan SrFeO3 memilik fase
tunggal dan memiliki struktur kristal kubik dengan space grup pm3m dan
grainsize 20 nm, dan LaFeO3 memiliki struktur kristal orthorombik dengan space
grup Pbnm dan grainsize 22 nm. Data impedansi disajikan dalam bentuk nyquist
plot dan bode plot yang digunakan untuk mengidentifikasi parameter rangkaian
ekivalen. Sifat listrik bahan SrFeO3 dan LaFeO3 dapat dideskripsikan dengan
rangkaian R, RC paralel maupun kombinasi dari keduanya yang menunjukan
adanya kontribusi grain dan grain boundary. Energi aktivasi diperoleh dari
hubungan konduktivitas dc sebagai fungsi temperatur. Energi aktivasi sampel
SrFeO3 dan LaFeO3 adalah 0,1817 eV dan 0,0158 eV.

ABSTRACT
The electrical properties of SrFeO3 and LaFeO3 perovskite materials are
investigated at high temperatures from room temperature to 250 0C. Samples are
sintered at 950 0C for 6 hours. XRD characterization show SrFeO3 has a single
phase and having cubic structure with pm3m space group and grainzise 20 nm.
LaFeO3 having orthorombic structure with Pbnm space group and grainsize 22 nm.
Impedance data are presented in the nyquist plot and bode plot which is used to
identify an equivalent circuit. The electrical properties of SrFeO3 and LaFeO3
perovskite materials can described by R, RC parallel or both combination that
seem a grain and grain boundary. The value of the activation energy which is
evaluated from dc conductivity as a function of temperature. The activation
energy of SrFeO3 and LaFeO3 is 0.1817 eV and 0.0158 eV., The electrical properties of SrFeO3 and LaFeO3 perovskite materials are
investigated at high temperatures from room temperature to 250 0C. Samples are
sintered at 950 0C for 6 hours. XRD characterization show SrFeO3 has a single
phase and having cubic structure with pm3m space group and grainzise 20 nm.
LaFeO3 having orthorombic structure with Pbnm space group and grainsize 22 nm.
Impedance data are presented in the nyquist plot and bode plot which is used to
identify an equivalent circuit. The electrical properties of SrFeO3 and LaFeO3
perovskite materials can described by R, RC parallel or both combination that
seem a grain and grain boundary. The value of the activation energy which is
evaluated from dc conductivity as a function of temperature. The activation
energy of SrFeO3 and LaFeO3 is 0.1817 eV and 0.0158 eV.]"
2015
T43840
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Euaggelion Putra Yandra
"ABSTRACT
Peneliti melakukan proses sintesis dari material superkonduktor La2-xSrxCuO4 LSCO, dengan x = 0,16; 0,22 dan 0,25, dengan metode sol-gel. Prekursor yang peneliti gunakan dalam metode ini berbasis nitrat. Bahan dikalsinasi untuk menghilangkan komponen organik dan disintering dengan suhu 600 C selama 6 jam. Analisis pengukuran difraksi sinar-X XRD dengan Rietvield Refinement menunjukkan bahwa struktur stabil pada fase tetragonal I4/mmm dengan ukuran kristal cenderung semakin mengecil seiring dengan bertambahnya doping Sr. Scanning Electron Microscopy SEM digunakan untuk mengamati morfologi material dan mengkonfirmasi parameter sel dari analisis pengukuran XRD. Penggunaan SEM juga untuk mengkonfirmasi kehomogenan dari material LSCO. Dengan Electron Dispersive Spectroscopy hasilnya mengkonfirmasi komposisi material yang sudah mendekati nilai perhitungan. Untuk melihat adanya perubahan fasa superkonduktor, cryogenic magnetometer digunakan untuk mengukur resistivitas pada material LSCO.

ABSTRACT
We performed a synthesis process of the La2 xSrxCuO4 LSCO, with x 0,16 0,22 and 0,25, superconducting material by sol gel method. Precursors that we use in this method are nitrate based. The material was calcined to remove the organic component and sintered at 600 C for 6 hours. Analysis of X ray diffraction measurements XRD with Rietvield Refinement showed that the structure stabilized to the tetragonal phase I4 mmm with the crystallite size tends to decrease as doping increases Sr. Scanning Electron Microscopy SEM is used to observe the morphology of the material and confirm the cell parameters of the XRD measurement analysis. The use of SEM is also to confirm the homogeneity of LSCO material. With Electron Dispersive Spectroscopy the results confirm the composition of the material that is close to the calculation value. To see a superconducting phase change, cryogenic magnetometers are used to measure resistivity in LSCO materials."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Sudarmaji
"ABSTRAK
Telah dilakukan sintesa material BiFeO3, Bi 1-x MgxFeO3 x = 0,07 dan x = 0,1 dan BiFe 1-y ZnyO3 y = 0,07 dan y = 0,1 dengan metoda sol-gel autocombustion. Material Precursor yang digunakan adalah Bi5O O 9 NO3 4 dan Fe NO3 3.9H2O dan Asam sitrat sebagai bahan bakar. Sebagai dopant Mg digunakan Mg NO3 2.6 H2O dan sebagai dopant Zn digunakan Zn NO3 2.4 H2O. Temperatur proses sol-gel dijaga antara 80-90oC. Proses autocombustion dilakukan pada temperature 150oC selama 2 jam. Proses kalsinasi dilakukan pada temperature 550oC selama 10 jam. Semua material hasil sintesa berupa material multifasa. Material yang dihasilkan memiliki rumus molekul BiFeO3, Bi0,93Mg0,07FeO3, Bi0,91Mg0,09FeO3, BiFe0,97Zn0,03O3 dan BiFe0,92Zn0,08O3. Semua material hasil sintesa bersifat soft ferromagnetic dan ferroelektrik. Intersisi Mg pada BiFeO3, menyebabkan peningkatkan magnetisasi saturasi dan magnetisasi remanen, penurunan medan magnet koersif, penurunan polarisasi saturasi dan polarisasi remanen dan menaikan medan listrik koersif BiFeO3. Substitusi Zn2 terhadap Fe3 , menyebabkan penurunan nilai magnetisasi saturasi dan magnetisasi remanen, menaikan medan magnet koersif, menurunkan polarisasi saturasi dan polarisasi remanen dan menurunkan medan listrik koersif BiFeO3

ABSTRACT
BiFeO3, Bi 1-x MgxFeO3 x = 0.07 and x = 0.1 and BiFe 1-y ZnyO3 y = 0.07 and y = 0.1 materials have been synthesised, using sol-gel auto combustion method. Bi5O OH 9 NO3 4 and Fe NO3 3.9H2O as precursor materials and citric acid as fuel. Mg dopants use Mg NO3 2.6H2O and Zn dopants use Zn NO3 2.4 H2O. Sol-gel process temperature is maintained between 80-90oC. Auto combustion process rsquo;s temperature is 150oC for 2 hours. The calcination process is performed at temperature 550oC for 10 hours. all material synthesis results are multiphase materials. The resulting materials have molecular formula BiFeO3, Bi0,93Mg0,07FeO3, Bi0,91Mg0,09FeO3, BiFe0,97Zn0,03O3 and BiFe0,92Zn0,08O3. All synthesis results materials are soft ferromagnetic and ferroelectric. Interstitial Mg in BiFeO3 causing increasing saturation and remanent magnetization, decreasing coercive magnetic field, decreasing saturation and remanent polarization, and increasing coercive electric field of BiFeO3. Substitution of Zn2 to Fe3 reducing the value of saturation and remanent magnetization, increasing coercive magnetic field, decreasing saturation and remanent polarization, decreasing coercive electric field of BiFeO"
2015
D2509
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Sebuah penelitian sistematis telah dilakukan untuk mengetahui penyebab utama rendahnya tingkat kristalinitas nanopartikel titania (TiO2) di dalam nanokomposit TiO2-PMMA hasil proses sol-gel. Dari hasil investigasi diketahui bahwa fasa TiO2 amorfus di dalam nanokomposit disebabkan oleh pembentukan cepat dari jaringan kaku Ti-OH selama tahapan hidrolisis dan kondensasi."
UI-JURTEK 23:1 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"We have been successfully synthesized YAG :Ce3+nanoparticle (60 nm in sized) having High crystalinity by using low tenperature sol gel mwthod....."
IPTEKAB
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Slamet
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Danny Radityo
"Penggunaan zeolit sebagai katalis terutama katalis ZSM-5 telah banyak diterapkan hampir di semua industri. Pengembangan akan sintesis ZSM-5 terus dilakukan. Pada penelitian terdahulu, sol-gel yang dihasilkan memerlukan waktu aging yang lama (5 hari), suhu pemanasan yang tinggi (160 oC), dan belum optimalnya pengamatan terhadap gel yang terbentuk yakni komposisi Si/Al, perolehan (yield), dan morfologi. Penelitian ini dititikberatkan pada pembentukan sol-gel dengan memvariasikan kondisi operasi menggunakan Jet Bubble Column serta tidak dilakukan pemanasan dengan hasil waktu pembentukan sol-gel selama 3 hari, persebaran Si-Al yang merata, dan perolehan yield sebesar 50.18 %.

Using zeolite as a catalyst especially ZSM-5 have already applied almost at all industry. Development of ZSM-5 synthesis have done continuously. In earlier research, sol-gel need a long aging period (5 days), high treatment temprature (160 oC) and have not observed yet some parameters such as Si/Al composition, yield, and morfology. In this research, we focus on sol-gel forming with different operating condition using Jet Bubble Column and without treatment. As a result is 3 days sol-gel forming time, homogeneous sol-gel, and 50.18% yield."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43418
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meliala, Pindonta
"ABSTRAK
Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan akan zeolit ZSM-5 walaupun penggunaannya banyak diterapkan di industri. Alhasil, pengembangan akan sintesis ZSM-5 terus dilakukan. Pada penelitian terdahulu, tahap nukleasi masih kurang efisien karena memerlukan aging yang lama (5 hari), suhu pre-treatment yang tinggi (1600C) dan pengamatan gel yang belum optimal. Penelitian ini meningkatkan performa nukleasi dalam pembentukan sol-gel menggunakan jet bubble column dengan variasi rasio mol Si/Al dan tanpa pre-treatment waterglass. Dari penelitian ini didapatkan pembentukan sol-gel selama 3 hari, rasio Si/Al 100 sebagai rasio optimum, serta kualitas sol-gel yang baik dengan dukungan data FESEM-EDX, AAS, FTIR, dan Gravimetri.

ABSTRACT
Indonesia has been unable to meet its own need for zeolite ZSM-5 even though its use has been widely applied in industry. As a result, the development of the synthesis of ZSM-5 will continue to be made. In the previous study, the nucleation stage is less efficient because it requires a long aging (5 days), pre-treatment temperature is high (1600C) and the observation of the gel that is formed has not been optimal. This study intends to optimize the nucleation in the formation of sol-gel using jet bubble colum with variations in ratio Si/al and without waterglass pre-treatment. From this study, the result is formation of sol-gel need 3 days, ratio Si/Al 100 as the best ratio, and good quality sol-gel with FESEM-EDX, FTIR, AAS, Gravimetri data."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43750
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>