Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Faisal Amir
"Kebahagiaan umumnya dianggap sebagai hal penting. Dalam arti yang paling rasional, mengejar kebahagiaan adalah tujuan akhir dari semua tindakan kita. Ekonomi kontemporer telah menekankan peranan pendapatan dalam meningkatkan kebahagiaan seseorang. Meskipun teori ini umumnya benar, pendapatan hanyalah alat untuk mencapai tujuan dan bukan tujuan itu sendiri. Menggunakan data Susenas 2012, menganalisis beberapa faktor penentu lain yang memengaruhi kebahagiaan. Saya menemukan bahwa meskipun pendapatan berkontribusi besar pada kebahagiaan, faktor sosial demografi sama penting dari pendapatan itu sendiri.

Happiness is generally considered an important. In the most rational sense, the pursuit of happiness is the end goal of all our actions. Contemporary economics have overemphasized the role income plays in increasing a person’s happiness. Although this theory is generally true, income is merely a means to an end rather than an end in itself. Using data from the National Socioeconomic Survey 2012, analyse some of the other determinants of happiness. I find that although income is a substantial contributor to happiness, socio-demographic factors are as important as income in itself."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
H. Suparman IA.
"ABSTRAK
Penelitian ini merupakan aplikasi ekonometri dan sosiometri dengan menggunakan berbagai indikator ekonomi dan indikator sosial bagi Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah (Permendagri no 9 tahun 1982). Penelitian dengan pendekatan ini yang secara khusus dilakukan ditingkat daerah baik ditingkat propinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kodya belum pernah dilakukan.
Implementasi perencanaan pembangunan dan pengendaliannya di tingkat daerah dilakukan secara deskriptif dikarenakan berbagai kendala, baik tenaga, data, maupun berbagai kendala lain seperti peralatan, tenaga ahli, dll.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu model makro ekonomi-sosialdemografi-budaya di DKI yang didasarkan atas metode yang melibatkan data berkala yang ada, teori yang ada paket program yang tersedia.
Penelitian ini akan bermanfaat bagi PEMDA DKI secara umum, dan secara khusus bagi BAPPEDA terutama pada perencanaan pembangunan, evaluasi pembangunan, dan berbagai analisis kebijakan baik intervensi maupun prioritas prioritas pelaksanaan dan berbagai analisis proyeksi. Model ini akan menjadi contoh bagi provinsi provinsi lain, utamanya dalam penerjemahan permendagri no.9 tahun 1982.
Metode yang dipergunakan adalah ekonometri yang mencakup empat tahapan secara simultan, ialah konstruksi model, mengumpulkan data yang akan dipergunakan, estimasi parameter, dan analisis. Dari model ini kemudian secara iterasi mungkin akan kembali direvisi setelah dilakukan penerapan terhadap data aslinya. Penerapan model terhadap empiris yang ada diperlukan ahli statistik, programer TSP dan ahli modeling sehingga pelaksanaan penerapan model akan lebih efisien.
Data yang dipergunakan adalah data sekunder dad BPS, Kantor Statistik DKI, PEMDA, BAPPEDA, Dinas yang terkait, dan apabila diperlukan harus melakukan survai kecil ke lapangan. Data ini seyogyanya dipergunakan data berkala selama Orde Baru.
Estimasi parameter, validasi model dan simulasi dilakukan dengan menggunakan paket program TSP versi 4, yang bisa dioperasikan dalam Komputer PC dengan fasilitas Harddisk + Co-dMath 8087. Jadi perangkat yang dibutuhkan adalah satu set komputer dengan co math 8087 + software TSP.
Analisis dilakukan didasarkan atas tiga dimensi analisis ialah analisis struktur yang membahas apakah struktur model keterkaitan antar variabel secara umum sudah benar dan bisa dibenarkan oleh berbagai fihak. Besar kecilnya parameter keterkaitan apakah secara teoritis sudah bisa dibenarkan. Kemudian secara keseluruhan apakah model ini memang valid untuk dipergunakan analisis selanjutnya.
Kemudian analisis Kebijakan bisa dilakukan dengan memberikan shock terapi pada satu atau lebih variabel kebijakan, kemudian dikaji bagaimana implikasinya terhadap berbagai variabel output atau variable-variabel lainnya. Dampak ini bagaimana derajat sensitifitasnya, lamanya implikasi yang terjadi, dan kemungkinan berbagai alternatif optimasinya.
Terakhir adalah analisis proyeksi dengan menggunakan model makro ekonometri ini, dengan memberikan nilai proyeksi pada variabel independennya (Exogen) selama periode tertentu maka dengam mensimulasikan model ini bisa didapatkan hasil proyeksi dengan berbagai alternatif yang diinginkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikonstruksikan sangat sensitif terhadap berbagai perubahan yang terjadi baik pada variabel eksogen maupun pada variabel endogen. Model secara struktural meunjukkan keterkaitan yang simultan antara berbagai variabel ekonomi, demografi, sosial, dan budaya. Disamping itu model menunjukkan daya proyeksi yang cukup tinggi, yang telah di validasi dengan menggunakan analisis multiplier dengan memberikan berbagai terapi pada veriabelvariabel tertentu. Disamping itu berbagai analisis kebijakan bisa dilakukan dengan mengubah satu atau lebih variabel eksogen, endogen, maupun satu atau lebih parameter yang telah diestimasikan selama selama ini. "
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
2018
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Arzumar Afzaal Ghiffari
"Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Meskipun prevalensinya menurun menjadi 2% pada tahun 2023, jumlah kunjungan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) akibat diare tetap tinggi. Faktor kesehatan lingkungan diyakini berperan dalam peningkatan kasus diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor kesehatan lingkungan dan sosial demografi terhadap kunjungan peserta rawat jalan di fasilitas kesehatan tingkat pertama program jaminan kesehatan nasional akibat diare di Indonesia.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi logistik multilevel. Data yang digunakan mencakup 2.425.370 peserta JKN dan 392 kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2023. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi faktor sosial demografi (usia, jenis kelamin, segmentasi peserta, kelas rawat dan tempat tinggal) dan kesehatan lingkungan (timbulan sampah, sumber air minum, dan tempat pembuangan akhir tinja), variabel dependen adalah frekuensi kunjungan peserta JKN akibat diare ke FKTP.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial demografi seperti jenis kelamin (laki-laki), usia (balita), kelas rawat (Kelas 3) dan segmentasi peserta (Penerima Bantuan Iuran) berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan. Faktor kesehatan lingkungan, Timbulan sampah dan jenis sumber air minum juga mempengaruhi risiko kunjungan berulang. Namun, jenis tempat pembuangan akhir tinja tidak berpengaruh signifikan dalam analisis hubungan.
Kesimpulan: Faktor individu lebih berperan dibandingkan faktor lingkungan dalam memengaruhi kunjungan peserta JKN akibat diare. Meskipun demikian, faktor lingkungan yang tidak memadai tetap memberikan dampak penting terhadap kejadian diare. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan sanitasi dan pelayanan kesehatan primer di Indonesia.

Background: Diarrhea remains a public health problem in Indonesia. Although its prevalence decreased to 2% in 2023, the number of visits by National Health Insurance (JKN) participants to Primary Healthcare Facilities (FKTP) due to diarrhea remains high. Environmental health factors are believed to contribute to the increase in diarrhea cases. This study aims to analyze the relationship between environmental health and sociodemographic factors with outpatient visits to primary healthcare facilities under the national health insurance scheme due to diarrhea in Indonesia.
Methods: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach and multilevel logistic regression analysis. The data covered 2,425,370 JKN participants and 392 districts/cities in Indonesia in 2023. The independent variables included sociodemographic factors (age, sex, participant segmentation, treatment class, and residence) and environmental health factors (waste generation, drinking water source, and final disposal site for feces). The dependent variable was the frequency of JKN participants’ visits to FKTP due to diarrhea.
Results: The results showed that sociodemographic factors such as sex (male), age (under-five children), treatment class (Class 3), and participant segmentation (Subsidized Beneficiaries) had a significant effect on visit frequency. Environmental health factors, specifically waste generation and type of drinking water source also influenced the risk of repeat visits. However, the type of final disposal site for feces did not show a significant relationship.
Conclusion: Individual factors play a greater role than environmental factors in influencing JKN participants’ visits due to diarrhea. Nevertheless, inadequate environmental factors still have an important impact on diarrhea incidence. These findings can serve as a basis for strengthening sanitation policies and primary healthcare services in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library