Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Redo Ramadhan
"Telah dilakukan sintesis bahan superkonduktor doping elektron Eu2-xCexCuO4+α-δ (ECCO) dengan metode reaksi padatan. Variasi dari doping Cerium ke dalam senyawa induk Eu2CuO4 serta variasi nilai δ, akan merubah nilai parameter kisi, resistivitas, dan suseptibilitas. Dari karakterisasi XRD, nilai parameter kisi pada sumbu c akan berkurang dengan meningkatnya konten Cerium. Pada sumbu a, parameter kisi bernilai maksimum pada x = 0.15. Dari uji resistivitas dan suseptibilitas, sifat superkonduktor dengan Tc ~ 13 K ditemukan pada bahan x = 0.15 dengan δ = 0.09. Namun demikian, sifat superkonduktivitas sampel dengan x = 0.11 dan x = 0.19 tidak terlihat.

Electron doped Superconductor Eu2-xCexCuO4+α-δ (ECCO) has been syntesized using sp;od state reaction method. Variation of Cerium doping into mother compound Eu2CuO4 and the value of δ, will change the value of lattice parameter, resistivity, and susceptibility. From XRD characterization, the value of lattice parameter in c axis decreases with increasing Cerium content. In a axis, the lattice parameter has been found to be maximum in x = 0.15. From resistivity and susceptibility measurements, it is found that superconducting properties with Tc ~ 13 K are observed at x = 0.15 with δ = 0.09. However, in the sample with x = 0.11 and x = 0.19, superconducting properties are not observed."
2013
S53256
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Revan Azriel Langa Aditya
"Tambang Bawah Tanah Kucing Liar merupakan salah satu area eksplorasi PT Freeport Indonesia yang terletak di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Lokasi ini memiliki potensi mineralisasi tembaga (Cu) dan emas (Au) yang berasosiasi dengan sistem hidrotermal porfiri. Adanya keterkaitan antara sistem hidrotermal porfiri dan sifat kemagnetan batuan menyebabkan penelitian perlu dilakukan. Pada penelitian ini, dilakukan korelasi data suseptibilitas magnetik batuan dan data geological logging untuk mengkarakterisasi sifat kemagnetan formasi, litologi, dan alterasi batuan pada area penelitian. Selanjutnya, dilakukan perhitungan nilai copper equivalent (CuEqv) berdasarkan hasil korelasi data suseptibilitas magnetik batuan dan data geochemical assays. Hasil dari korelasi tersebut, selanjutnya dianalisis secara statistik dan divisualisasikan melalui boxplot, striplog, dan penampang 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik tinggi berkorelasi dengan Formasi Waripi dan Ekmai Limestone, litologi dolomite dan limestone, serta alterasi exoskarn dan replacement sulphide yang berasosiasi dengan mineral magnetik yaitu magnetite. Terdapat hubungan positif kuat antara nilai suseptibilitas magnetik dan mineralisasi copper equivalent (CuEqv) pada beberapa interval kedalaman. Selain itu, interpretasi distribusi suseptibilitas magnetik batuan menunjukkan pola anomali yang dapat mengindikasikan zona mineralisasi.

The Kucing Liar Underground Mine is one of the exploration areas of PT Freeport Indonesia, located in Mimika Regency, Central Papua Province. This area has potential copper (Cu) and gold (Au) mineralization associated with a porphyry hydrothermal system. The relationship between the porphyry hydrothermal system and the magnetic properties of rocks highlights the need for this study. In this research, magnetic susceptibility data of rocks were correlated with geological logging data to characterize the magnetic properties of formations, lithologies, and alteration zones in the study area. Futhermore, copper equivalent (CuEqv) values were calculated based on the correlation between magnetic susceptibility data and geochemical assay data. The correlation was then analyzed statistically and visualized using boxplot, striplog, and 2D cross-sections. The results show that high magnetic susceptibility values are correlated with the Waripi and Ekmai Limestone Formation, dolomite and limestone lithologies, and exoskarn and replacement sulphide alterations, which are associated with magnetic minerals such as magnetite. A strong positive correlation was observed between magnetic susceptibility values and copper equivalent (CuEqv) mineralization at several depth intervals. In addition, the distribution of magnetic susceptibility indicates anomalous patterns that may indicate potential mineralized zones."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ericko Lubyanka Priyono
"Tujuh Bukit merupakan wilayah yang memiliki deposit porphyry Cu-Au-Mo dengan kadar mineralisasi Cu dan Au tinggi yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Deposit porphyry memiliki beberapa tipe alterasi dan litologi yang memiliki konten magnetik tinggi dan berkorelasi dengan adanya mineralisasi Cu dan Au. Adanya hubungan antara konten magnetik dengan alterasi, litologi, dan mineralisasi pada deposit porphyry, menyebabkan pentingnya pengukuran geofisika yang mampu mengukur sifat fisis dari konten magnetik pada batuan deposit porphyry. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran suseptibilitas magnetik batuan menggunakan instrumen magnetic susceptibility meter Terraplus KT-10. Hasil pengukuran suseptibilitas magnetik batuan selanjutnya dikorelasikan dengan data alterasi, litologi, dan mineralisasi. Korelasi dilakukan menggunakan strip log dan analisis statistika berupa box plot dan violin plot. Selanjutnya, dilakukan pemodelan tiga dimensi suseptibilitas magnetik dengan menggunakan metode interpolasi Radial Basis Function pada software Leapfrog Geo dan metode Kriging pada software Oasis Montaj untuk melihat persebaran suseptibilitas magnetik di sekitar titik penelitian. Hasil korelasi dan pemodelan tiga dimensi suseptibilitas magnetik menunjukan bahwa alterasi argillic, intermediate argillic, litologi old tonalite dan litologi precursor diorite memberikan respon nilai suseptibilitas magnetik yang tinggi dan berkorelasi dengan mineralisasi chalcopyrite, bornite, covellite, enargite, dan chalcocite.

Tujuh Bukit is an area that has Cu-Au-Mo porphyry deposits with high levels of Cu and Au mineralization located in Banyuwangi, East Java. Porphyry deposits have several types of alteration and lithology that have high magnetic content and correlate with the presence of Cu and Au mineralization. The relationship between magnetic content with alteration, lithology, and mineralization in porphyry deposits, causes the importance of geophysical measurements that are able to measure the physical properties of magnetic content in porphyry deposit rocks. In this study, the magnetic susceptibility of rocks was measured using the Terraplus KT-10 magnetic susceptibility meter instrument. The results of rock magnetic susceptibility measurements were then correlated with alteration, lithology and mineralization data. The correlation was carried out using strip logs and statistical analysis in the form of box plots and violin plots. Furthermore, three-dimensional modeling of magnetic susceptibility was carried out using the Radial Basis Function interpolation method in Leapfrog Geo software and the Kriging method in Oasis Montaj software to see the distribution of magnetic susceptibility around the research point. The results of correlation and three dimensional modeling of magnetic susceptibility show that argillic alteration, intermediate argillic, old tonalite lithology and diorite precursor lithology give a high magnetic susceptibility value response and correlate with chalcopyrite, bornite, covellite, enargite, and chalcocite mineralization."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nanda Aminy Ilahi Bisgar
"Zona tumbukan, khususnya pada zona fold thrust belt (FTB), menjadi salah satu target penting eksplorasi migas di dunia. Di Indonesia sendiri, terdapat FTB yang berkembang di wilayah Kepulauan Tanimbar yang merupakan hasil dari tumbukan Lempeng Australia dengan Lempeng Sunda. Struktur ini menjadi perhatian dalam studi eksplorasi migas di Kawasan Indonesia Timur (KIT). Namun, dengan keterbatasan data geofisika yang ada, maka diperlukan integrasi beberapa metode geofisika untuk mempelajari karakteristik struktur tersebut. Dengan memanfaatkan integrasi metode seismik dan magnetik, dapat diperoleh interpretasi dan pemodelan struktur bawah permukaan di wilayah ini. Interpretasi seismik dilakukan untuk mengetahui batas masing-masing horizon dan struktur geologi yang terdapat di Pulau Selaru, Kepulauan Tanimbar. Sedangkan pengolahan data magnetik dilakukan untuk mendapatkan profil anomali magnet dan model bawah permukaannya. Interpretasi seismik menunjukkan 5 horizon yang terdiri atas Neogen, Paleogen, Kapur, Jura, dan Trias serta keberadaan struktur FTB. Selain itu, hasil time structure map menunjukkan pola struktur yang memiliki tren dengan orientasi barat daya – timur laut. Pengolahan dan pemodelan data magnetik menghasilkan 4 peta anomali dan 4 model bawah permukaan. Variasi nilai anomali magnet total berkisar dari -102.9 nT sampai dengan 73.8 nT. Nilai ini dipengaruhi oleh suseptibilitas magnetik batuan dan struktur geologi bawah permukaan di wilayah Pulau Selaru.

The collision zone, especially in the fold thrust belt (FTB) zone, is one of the most important targets for oil and gas exploration in the world. In Indonesia, FTB which developed in the Tanimbar Islands is the result of the collision between Australian Plate and Sunda Plate. This structure is a concern in oil and gas exploration study in the Eastern Indonesia Region. However, due to the limitations of the existing geophysical data, it is necessary to integrate several geophysical methods to study the characteristics of the structure. By utilizing the integration of seismic and magnetic methods, interpretation and modeling of subsurface structures in this region can be obtained. Seismic interpretation is carried out to determine the boundaries of each horizon and the geological structure found on Selaru Island, Tanimbar Islands. Meanwhile, magnetic data processing is carried out to obtain magnetic anomaly profiles and subsurface models. Seismic interpretation shows 5 horizons consisting of Neogene, Paleogene, Cretaceous, Jurassic, and Triassic as well as the presence of the FTB structure. In addition, the results of the time structure map show a structural pattern that has a trend with a SW - NE orientation. Magnetic data processing and modeling resulted in 4 anomaly maps and 4 subsurface models. Variations in total magnetic anomaly ranged from -102.9 nT to 73.8 nT. This value is influenced by the magnetic susceptibility of rocks and subsurface geological structures in the Selaru Island region.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library