Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dwinia Emil
"ABSTRACT
The need and pressure for efficiency and effectiveness in the provision of health care goods and services remain strongly up to date. In this paper, we measure the technical efficiency of Indonesian provinces health care system between 2010 and 2013. We compare the performance of each province using Data Envelopment Analysis method, assuming that they operate in comparable environments. Our results suggest that Papua Barat have the lowest efficiency. At current resource level, they could boost life expectancy were performance similar to that of best practice provinces. We also found that provinces that are most efficient are those provinces located in Java Island. In addition, we found that these patterns in efficiency performance are associated with at least three factors i public spending per capita, ii smoking prevalence, and iii population density.

ABSTRAK
Pengawasan terhadap efektivitas serta efisiensi dari pelayanan kesehatan seringkali terlupa namun penting untuk diperhatikan. Penerapan prinsip efisiensi pada khususnya sangatlah penting karena dilatarbelakangi oleh terbatasnya sumber daya yang tersedia. Studi ini mengukur efisiensi teknis dari pelayanan kesehatan di tiap-tiap provinsi di Indonesia antara tahun 2010 sampai dengan 2013. Penilaian performa dilakukan menggunakan metode Data Envelopment Analysis, dengan berasumsi bahwa provinsi di Indonesia beroperasi dalam lingkungan yang sebanding. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa provinsi Papua Barat memiliki level performa yang paling rendah. Apabila kapasitas pelayanan kesehatan di provinsi tersebut memiliki level efisiensi sebagaimana provinsi yang tergolong efisien, maka capaian angka harapan hidup dapat ditingkatkan secara lebih optimal. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa hampir semua provinsi yang terletak di pulau Jawa tergolong efisien. Terdapat tiga faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengan performa efisiensi: i pengeluaran kesehatan per kapita, ii prevalensi merokok, dan iii kepadatan penduduk."
2016
S65921
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Efficiency is a parameter to measure performance quality of a company or agency including manufacture industrial.One of tools was used to measure technical efficiency is data envelopment analysis (DEA) This article attempts to investigate the exixtence of difference technical efficiency between sub sector in manufacture indutry in Indonesia period 1990-2002 using DEA....."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Idham Ismail
"Stochastic frontier model merupakan salah satu metode penilaian kinerja organisasi publik melalui pengukuran efisiensi teknis. Model ini diaplikasikan pada 15 KPP Pratama di Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat selama tahun 2005-2008, untuk mengukur efisiensi KPP Pratama tersebut melalui output yang dihasilkan berupa penerimaan pajak. Hasil estimasi model menunjukkan bahwa perbedaan efisiensi teknis antara KPP Pratama tersebut dipengaruhi oleh variabel input dan variabel in-efisiensi.

Stochastic frontier model is one method of assessing the performance of public organizations that measuring technical efficiency. This model was applied for 15 tax offices in Central Jakarta Regional Office for period of 2005-2008, to measuring efficiency of tax offices in collecting tax revenue as their output. Result of estimation was indicating that the difference of technical efficiency between tax offices were influenced by input variable and inefficiency variable components."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T 26284
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tsurayya Nurrahma
"Abstract
Having data sample in 1987, 1995, and 2008, this research aims to analyze the impact of trade liberalization on technical efficiency of Indonesian manufacturing firms since deregulation in the 1980s. In addition, the research also analyzes the impact of other efficiency determinants coming from firm characteristics and market structure. Technical inefficiency score is estimated by using stochastic production frontier model, whereas the impact of efficiency determinants is analyzed by using Ordinary Least Squared model (OLS). For each year observed, liberalization has different impacts on technical efficiency. However, as liberalization continues, it has facilitated firms to produce towards their full technical efficient production-level.
Abstrak
Dengan mengambil sampel tahun 1987, 1995, dan 2008, studi ini dilakukan untuk menganalisis dampak liberalisasi perdagangan terhadap efisiensi teknis perusahaan dalam industri manufaktur Indonesia sejak deregulasi pada tahun 1980-an. Selain itu, dianalisis pula pengaruh faktor determinan efisiensi lainnya yang berasal dari karakteristik internal perusahaan dan struktur industri. Nilai inefisiensi teknis diestimasi dengan model stochastic production frontier, sedangkan analisis pengaruh faktor determinan efisiensi teknis menggunakan model Ordinary Least Squared (OLS). Hasil studi menunjukkan bahwa liberalisasi perdagangan memiliki dampak berbeda terhadap efisiensi teknis pada setiap tahun yang diamati. Namun, liberalisasi akhirnya dapat memfasilitasi perusahaan dalam meningkatkan performanya, melalui peningkatan nilai efisiensi teknis."
2016
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Walujadi
"Dalam studi ini, efisiensi teknis dari industri garmen di DKI Jakarta diperkirakan dengan mengakomodasi terjadinya
efek ketidakefisienan teknis dalam suatu model stochastic frontier fungsi produksi. Tujuannya adalah untuk
memperkirakan efisiensi teknis dari perusahaan sekaligus menjelaskan sumber-sumber penyebab ketidakefisienan
dalam konteks kebijakan ekonomi makro di Indonesia. Hasil empiris menampilkan beberapa gambaran yang menarik
dari kinerja ekonomi perusahaan garmen dalam kaitan dengan karakteristik spesifik yang diperkirakan
mempengaruhinya. Dalam penelitian ini terbukti fungsi produksi Cobb-Douglas tidak representatif dalam menjelaskan
kasus efisiensi teknis di DKI Jakarta, tetapi sumber-sumber ketidakefisienan dan adanya perubahan teknis dapat
dibuktikan.
In this paper, the technical efficiency of garment firms in DKI Jakarta is estimated by incorporating a model for the
technical inefficiency effects in the stochastic frontier production function. The aims are to estimate both the technical
efficiency of the firms and the sources of technical inefficiency within the context of Indonesia?s macro-economic
policy. The empirical results point a number of noteworthy features of the economic performance of firms in relation
with some specific characteristics. It is found in the study that the Cobb douglas functional form was not adequate, but
the sources of technical inefficiency were found and technical change was present."
Jakarta: Faculty of Economics University of Bina Nusantara, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lupita Widyaningrum
"BPJS Ketenagakerjaan sebagai pelaksana Sistem Jaminan Sosial di Indonesia merupakan lembaga yang memiliki fungsi strategis dan berperan penting dalam
meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi teknis Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia, serta untuk mengetahui faktor faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis dan output BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian dilakukan pada sebanyak
325 Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia dengan periode tahun 2014 hingga 2019. Analisis data yang digunakan dalam penelitian untuk mengukur efisiensi
teknis ini adalah dengan fungsi produksi Stochastic Frontier. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan memiliki efisiensi teknis dengan rata-rata bervariasi antara 0,409767 – 0,979056 selama periode 2014-2019.
Variabel yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis BPJS Ketenagakerjaan adalah jumlah peserta, dan variabel yang berpengaruh terhadap output pendapatan asuransi
adalah variabel input jumlah pegawai, belanja modal, dan klasifikasi Kantor Cabang.
Selain itu terdapat temuan menarik bahwa kantor cabang skala yang lebih kecil akan beroperasi lebih efisien dibandingkan Kantor Cabang yang besar. Untuk meningkatkan efisiensi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan perlu meningkatkan jumlah pegawai,
meningkatkan capital, lebih gencar dalam melakukan sosialisasi untuk akuisisi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan as the institution implementing Social Security System in Indonesia has a strategic function and plays a vital role in improving welfare economy of the labour in Indonesia. The performance stability of the BPJS Ketenagakerjaan is vital. This study aims to determine the technical efficiency of BPJS Ketenagakerjaan
branch offices throughout Indonesia and determine the factors that affect the technical
efficiency and output of BPJS Ketenagakerjaan. The research was conducted at 325
BPJS Ketenagakerjaan branch offices in Indonesia for the period 2014 to 2019. The
data analysis used in this study to measure technical efficiency is stochastic frontier
production analysis. The results showed that the BPJS Ketenagakerjaan branch office
during 2014-2019 was technically efficient with an average efficiency ranging between
0.609767 - 0.929056. The variables that affect the technical inefficiency of BPJS Ketenagakerjaan is the number of participants, and variables that affect the insurance income output are the input variables for the number of employees, capital expenditures, and branch classes. Interestingly, it has been observed that smaller branch
offices have been operating more efficiently than large branch offices. To increase the BPJS Ketenagakerjaan branch office’s efficiency, it is necessary to increase the number of employees, increase capital, and be more aggressive conducting socialization for acquisitions of member BPJS Ketenagakerjaan.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Viverita
"Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi technical ineffieciency dari perusahaan-perusahaan di Indonesia, dengan mengaplikasikan fungsi produksi Cobb-Douglas terhadap unbalanced panel dari 141 perusahaan BUMN maupun swasta dalam waktu 10 tahun. Estimasi dilakukan secara terpisah pada kedua jenis perusahaan tersebut untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel-variabel spesifik perusahaan seperti: size, age dan leverage terhadap kinerja efisiensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah karyawan (size), usia dan tingkat leverage mempunyai efek yang negatif terhadap perusahaan BUMN. Sebaliknya, pada perusahaan swasta, umur perusahaan (age) dan leverage mempunyai pengaruh positif sedangkan size perusahaan mempunyai pengaruh yang negatif terhadap kinerja efisiensi."
2006
MUIN-XXXV-9-Sept2006-16
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Gayatri Waditra Nirwesti
"Penelitian ini melihat korelasi antara kemitraan dan efisiensi teknis perusahaan pada Industri Mikro dan Kecil (IMK). Latar belakang bahwa IMK kerap menemui berbagai kendala akibat keterbatasan sumberdaya produksi, membuat production frontier sulit dicapai sehingga perusahaan kurang efisien secara teknis. Salah satu strategi perusahaan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan bermitra. Maka, penelitian ini melihat apakah kemitraan yang dilakukan tersebut berkorelasi positif terhadap efisiensi teknis. Estimasi dilakukan dengan metode maximum likelihood secara stokastik menggunakan data Survei Industri Mikro dan Kecil Tahun 2014, BPS. Kemitraan usaha sebagai variabel utama diukur dengan indeks menggunakan teknik Principal Component Analysis (PCA) untuk merepresentasikan variasi kemitraan yang ada dalam perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa korelasi positif antara kemitraan usaha dengan efisiensi teknis perusahaan terbukti pada industri mikro, namun tidak pada industri kecil. Perbedaan korelasi ini sangat tergantung pada skala usaha. Pertama dari sisi atribut spesifik perusahaan, seperti tingkat pendidikan pemilik usaha dan struktur tenaga kerja, dan kedua dari sisi perilaku oportunistik perusahaan yang mempengaruhi kualitas atau kinerja kemitraan.

This study looks on the correlation between interfirm cooperation and firms tecnical efficiency in Small Medium Industry (SMI). The background is that SMI often meets obstacle caused by their limited production resources that make production frontier is hard to achieve, thus create less technical efficiency for the firm. One of the firms strategy to overcome this problem is by making interfirm cooperation. Threfore, the study overlook whether the cooperation has a positive correlation with the technical efficiency. Estimation done by maximum likelihood stochastically using data from Survei Industri Mikro dan Kecil Year 2014 by BPS. Interfirm cooperation as the main variable measured by index using Principal Component Analysis (PCA) to represent the variation of cooperation inside the firms. Result shows that positive correlation is found between interfirm cooperation and technicall efficiency on micro industry level, yet not on the small industry. It shows that correlation is depend on the size of the firm. First, from specific atributes of the firm such as education level of firms owner and labor structure. Second, it also depend on the opportunistic behaviour of the firms that affect the quality of the interfirm cooperation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T52172
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Roby Ferdinand Setyawan
"Perusahaan yang bergerak dalam bidang perindustrian biasanya menerapkan prinsip ekonomi dalam hal yang berhubungan dengan kegiatan industrinya. Efisiensi teknis perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah awal penerapan efisiensi ini pada perencanaan bangunan industri itu sendiri karena merupakan basis utama penerapan efisiensi dalam kegiatan perindustrian. Metode pengambilan kesimpulan dengan menganalisa dua buah bangunan industri sebagai studi kasus yang dikaitkan dengan studi literatur. Efisiensi teknis pada bangunan industri merupakan upaya teknis yang dilakukan perusahaan untuk penghematan penggunaan energi, biaya konstruksi, operasional, dan perawatannya pada aspek ergonomi, arsitektural, struktural, dan mekanikal/elektrikal. Tidak semua bangunan industri di Indonesia menerapkan efisiensi teknis dengan baik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51554
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hifzi Nurfahma
"Industri farmasi merupakan salah satu industri strategis yang memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 14% per tahun. Namun pertumbuhan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan belanja kesehatan yang juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terlebih lagi pada tahun 2015 Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu perlu diketahui tingkat efisiensi dan produktivitas industri farmasi Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa tingkat efisiensi teknis industri farmasi Indonesia masih relatif rendah. Selama periode 2008-2011 tingkat efisiensi rata-rata industri farmasi sebesar 61,1%. Disamping itu tingkat total faktor produktivitas industri farmasi mengalami peningkatan sebesar 15,2% selama periode penelitian. Sumber utama peningkatan TFP adalah peningkatan perubahan efisiensi, sementara perubahan teknologi justru mengalami penurunan.

Pharmaceutical industry is one of the strategic industries that have an average growth of 14% per year. However, this growth has not been able to meet the needs of health expenditure which is also increased every year. Moreover, in 2015 Indonesia will face the ASEAN Economic Community (AEC). For that it is important to know the level of efficiency and productivity of the pharmaceutical industry in Indonesia. The study found that the level of technical efficiency of Indonesian pharmaceutical industry is still relatively low. During the period 2008-2011 the average efficiency rate of pharmaceutical industry was only 61.1%. However, the level of total factor productivity of the pharmaceutical industry has increased by 15.2% during the study period. The main source of the increase in TFP is an increase in efficiency change, while technological change has decreased eventually."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S57436
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>