Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
Keesing, Roger M.
"Saya pikir konsep budaya (culture)tidak punya satu arti yang benar, dikeramatkan dan tak pernah habis kita coba temukan. Tetapi, seperti halnya simbol-simbol lain, konsep ini mempunyai makna saat kita memakainya; dan sebagaimana konsep-konsep analitik lainnya, pemakai konsep ini harus membentuk-mencoba sedikitnya setuju pada-pengelompokan gejala alam, (dimana) konsep ini dapat diberi label secara sangat strategis...[...] Apakah konsep tentang budaya akan direvisi secara cepat, diinterpretasikan secara radikal, atau hilang dengan cepat, dalam jangka panjang tidak begitu menjadi persoalan, selama konsep ini telah mendorong kita untuk menyelidiki pertanyaan-pertanyaan strategis dan untuk melihat hubungan-hubungan yang akan hilang."
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 1997
AJ-Pdf
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Kaplan, David
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012
306.01 KAP t
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Bracher, Mark
Yogyakarta: Jalasutra, 2009
303.4 BRA j
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
New York: Routledge , 2006
306 CUL
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Cavallaro, Dani
"Pada kenyataannya, teori kritis dan teori budaya merupakan setumpuk wacana yang merangkum beragam tema dan pendekatan. Selain itu, isu-isu yang digarap oleh keduanya tidak mencerminkan konsentrasi terhadap salah satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, karena sesungguhnya isu-isu tersebut bersifat sentral dalam serangkaian disiplin yang luas, meliputi: Studi Sastra, Studi Budaya, Linguistik, Sejarah, Sejarah Seni, Politik, Sosiologi, Antropologi. Geografi, Studi Media dan Studi Ilmu. Dengan demikian, teori kritis dan teori budaya telah merumuskan kembali batas-batas disipliner yang telah lama diikuti dengan bersama-sama mempertemukan bidang-bidang studi yang berlainan. Dalam perkembangannya, kedua teori tersebut menciptakan ruang bagi pertukaran kreatif antar wilayah-wilayah pengetahuan justru ketika keduanya benar-benar telah terpisah. Keduanya juga mendorong munculnya perspektif-perspektif baru dan mewadahi perkembangan program-program akademis atas dasar perspektif tersebut guna mendorong interdisiplineritas dan bertumbuhkembangnya jelajah intelektual."
Yogyakarta: Penerbit Niagara, 2004
301.01 CAV c
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Cavallaro, Dani
"Pada kenyataannya, teori kritis dan teori budaya merupakan setumpuk wacana yang merangkum beragam tema dan pendekatan. Selain itu, isu-isu yang digarap oleh keduanya tidak mencerminkan konsentrasi terhadap salah satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, karena sesungguhnya isu-isu tersebut bersifat sentral dalam serangkaian disiplin yang luas, meliputi: Studi Sastra, Studi Budaya, Linguistik, Sejarah, Sejarah Seni, Politik, Sosiologi, Antropologi. Geografi, Studi Media dan Studi Ilmu. Dengan demikian, teori kritis dan teori budaya telah merumuskan kembali batas-batas disipliner yang telah lama diikuti dengan bersama-sama mempertemukan bidang-bidang studi yang berlainan. Dalam perkembangannya, kedua teori tersebut menciptakan ruang bagi pertukaran kreatif antar wilayah-wilayah pengetahuan justru ketika keduanya benar-benar telah terpisah. Keduanya juga mendorong munculnya perspektif-perspektif baru dan mewadahi perkembangan program-program akademis atas dasar perspektif tersebut guna mendorong interdisiplineritas dan bertumbuhkembangnya jelajah intelektual."
Yogyakarta: Penerbit Niagara, 2004
301.01 CAV c
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library