Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bambang Priyono
"Vanadial Titania banyak dipakai sebagai katalis oksidasi selektif hidrokarbon dan reduksi NOx. Sifat yang dikehendaki dalam penggunaan itu adalah luas permukaan yang besar dan berfasa anatase. Pembuatan katalis dengan metode sol-gel memiliki keunggulan berupa homogenitas yang tinggi dan aerogel memiliki luas permukaan yang besar. Dalam penelitian ini dipelajari peluang pembuatan oksida campuran Vanadia/Titania melalui metode sol-gel dan kemudian menemukan prosedur yang tepat dalam pembuatan oksida campuran tersebut menjadi aerogel dengan fasa anatase.
Pada tahap preparasi, dibuat gel alkoksida campuran dengan kandungan Vanadia 4 % dan 10 % berat. Ekstraksi C02 superkritis dilakukan untuk penghilangan pelarut dari gel sehingga diperoleh padatan porous yang disebut aerogel. Untuk mendapatkan fasa anatase, aerogel dihaluskan sampai berukuran 100 mesh dan diberi perlakuan panas, meliputi : pemvakumkan pada 383 K dan dilanjutkan pada 573 K masing-masing selama 3 jam, serta kalsinasi dengan aliran oksigen dalam tanur selama 2 jam pada 773 K.
Pengukuran luas permukaan dengan BET Autosorb dilakukan pada sampel hasil ekstraksi dan hasil setiap perlakuan panas untuk memantau perubahan luas permukaan sampel akibat perlakuan panas. Pengujian dengan Analisis Panas Diferensial (DTA) dilakukan pada sampel awal hasil ekstraksi untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada sampel akibat perubahan temperatur, terutama untuk mengetahui temperatur kristalisasinya. Analisis Difraksi Sinar-X (XRD) dilakukan terhadap sampel hasil kalsinasi pada 773 K untuk mengetahui fasa sampel.
Dengan komposisi yang tepat gel oksida VanadialTitania berhasil dibuat. Kualitas gel dipengaruhi oleh kadar Vanadia. Pada proses ekstraksi gel, arah aliran CO2 berpengaruh pada aerogel yang dihasilkan terutama pada kadar aerogel yang tinggi (10 % berat Vanadia/Titania). Aliran naik (upward flow) menghasilkan luas permukaan 2 kali lebih besar dibanding aliran turun (downward flow). Peningkatan kandungan Vanadia akan meningkatkan temperatur kristalisasi dan menurunkan luas permukaan padatan yang dihasilkan. Hasil analisa XRD menunjukkan semua sampel yang dikalsinasi pada 773 K memiliki fasa anatase."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tatya Najla Safitri
"Industri tekstil menghasilkan limbah yang berasal dari pewarna tekstil, dan diperlukan cara tepat terhadap penanganan limbah zat warna tekstil. Salah satu metode untuk mendegradasi limbah zat warna adalah dengan fotokatalisis. Metode ini dilakukan sebagai upaya degradasi limbah pewarna tekstil metilen biru dengan menggunakan katalis TiO2. TiO2 adalah material semikonduktor yang banyak berperan dalam degradasi zat warna karena kemampuannya yang cukup baik dalam proses fotokatalisis. Namun, keterbatasan TiO2 akan cepatnya laju rekombinasi hole-electron dan lebarnya energi celah pita dapat mengurangi keefektifan fotokatalisis, sehingga dilakukan modifikasi faset kristal dengan faset (001) dan integrasi dengan material karbon. Pada penelitian ini dilakukan fotodegradasi zat warna metilen biru menggunakan fotokatalis TiO2 dan TiO2/GO yang disintesis dari dua sumber Titania yaitu TBOT dan TTIP. Pengujian fotodegradasi metilen biru dilakukan di bawah sinar tampak. Hasil karakterisasi TEM menunjukkan bahwa pada TiO2 prekursor TBOT memperoleh persentase faset (001) sebesar 8%, sedangkan pada TiO2 prekursor TTIP hanya sebesar 2,5 %. Aktivitas fotokatalisis nanopartikel TiO2 mengalami peningkatan karena dapat aktif pada daerah sinar tampak setelah diintegrasikan dengan oksida grafena (GO) yang disintesis menggunakan metode hummer termodifikasi. Hal ini diperkuat dengan hasil karakterisasi UV-Vis DRS yang menunjukkan penurunan energi celah pita. TiO2/GO dengan prekursor TBOT yang memiliki energi celah pita sebesar 2,53 eV dapat mendegradasi metilen biru hingga 51,3 % selama satu jam penyinaran.

The textile industry produces waste originating from textile dyes, and the proper way to handle textile dye waste is needed. Photocatalysis is one method to degrade textile dyes. This method is carried out as an effort to degrade methylene blue textile dye waste using a TiO2 catalyst. TiO2 is a semiconductor material that has many roles in the degradation of dyes because of its quite good ability in the process of photocatalysis. However, the limitations of TiO2 include rapid rate of hole-electron recombination and the width of band gap energy can reduce the effectiveness of photocatalysis, so that the modification of the crystal facets with facet (001) and integration with carbon materials were done in this study. Photodegradation of methylene blue dyes using TiO2 and TiO2/GO photocatalysts were synthesized from two Titania sources namely TBOT and TTIP in this study. Methylene blue photodegradation is tested under visible light. TEM characterization results showed that the TiO2 with TBOT precursor yielded a high percentage of facets (001) of 8%, while in TiO2 with TTIP precursor only obtained percentage of 2.5%. The photocatalytic activity of TiO2 nanoparticles has increased because it can be actived in the visible area after being integrated with graphene oxide (GO) which is synthesized using a modified hummer method. This is reinforced by the results of UV-Vis DRS characterization which showed a decrease in band gap energy. TiO2/GO with TBOT precursor which had band gap energy of 2.53 eV could degrade methylene blue up to 51.3% for one hour of irradiation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library