Ditemukan 719 dokumen yang sesuai dengan query
Rachel Dian Tirza
"Daun laban (Vitex pinnata L.) mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi terbaik dari pelarut Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) berbasis glukosa–poliol untuk mengekstraksi senyawa fenol dan flavonoid total secara efisien dan ramah lingkungan menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Tiga kombinasi NADES (glukosa–gliserol, glukosa–xilitol, glukosa–sorbitol) dievaluasi berdasarkan kadar fenol total (TPC) dan flavonoid total (TFC) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kombinasi glukosa–gliserol (1:3) menghasilkan TPC dan TFC tertinggi dan selanjutnya dioptimasi kondisi ekstraksinya menggunakan Response Surface Methodology (RSM) terhadap variabel waktu, rasio pelarut-serbuk, dan persentase air. Kondisi optimum diperoleh pada waktu 20,7 menit, rasio 20 mL/g, dan penambahan air 40%, dengan hasil TPC 399,860 mg EAG/g simplisia dan TFC 133,399 mg EK/g simplisia. Sebagai pembanding, maserasi etanol 70% menghasilkan TPC 294,043 mg EAG/g dan TFC 122,133 mg EK/g simplisia. Aktivitas antioksidan ekstrak optimum tergolong sedang dengan nilai IC50 metode DPPH dan ABTS masing-masing 107,227 µg/mL dan 113,155 µg/mL, serta nilai FRAP 23,784 g FeSO₄ ekuivalen/100 g ekstrak. Hasil ini menunjukkan NADES-UAE lebih efektif mengekstraksi senyawa aktif dibanding maserasi etanol 70%.
Laban (Vitex pinnata L.) leaves contain phenol and flavonoid compounds that have potential as antioxidants. This study aims to determine the best combination of glucose-glycerol-based Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) to extract total phenol and flavonoid compounds efficiently and environmentally friendly using the Ultrasound Assisted Extraction (UAE) method. Three NADES combinations (glucose-glycerol, glucose-xylitol, glucose-sorbitol) were evaluated based on total phenol (TPC) and total flavonoid (TFC) content using spectrophotometer UV-Vis. The glucose-glycerol (1:3) produced the highest TPC and TFC and further optimized the extraction conditions using Response Surface Methodology (RSM) on the variables of time, solvent-powder ratio, and water percentage. The optimum conditions were obtained at a time of 20,7 minutes, a ratio of 20 mL/g, and the addition of 40% water, with a TPC of 399,860 mg EAG/g dried powder and a TFC of 133,399 mg EK/g dried powder. For comparison, 70% ethanol maceration resulted in TPC of 294,043 mg EAG/g dried powder and TFC of 122,133 mg EK/g dried powder. The antioxidant activity of the optimum extract was classified as moderate with IC50 values of DPPH and ABTS methods of 107,227 µg/mL and 113,155 µg/mL, respectively, and FRAP value of 23,784 g FeSO₄ equivalent/100 g extract. These results indicate that NADES-UAE is more effective in extracting active compounds than 70% ethanol maceration."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Rampersad, Hubert K.
Jakarta: Gramedia, 2005
658.3 RAM t
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Hutapea, Manahara
"Konsep TQM (Total Quality Management) yang salah satu tujuannya mencapai Zero defect management, sepinias memiliki kesamaan dan korelasi dengan konsep K3, (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang mengarah pada pencapaian Zero accident award.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada responden PT. Tambang Batubara Bukit Assam Unit Produksi Tanjung Enim, PT. Aneka Tambang UBP Nikei Pomaia, PT. Freeport Indonesia dan PT. Aneka Tambang UBP Emas Pongkor atas korelasi penerapan unsur TQM di bidang manajemen K3 dengan keberhasilan pencapaian nihil kecelakaan (zero accidend diperoleh hasil yang cukup signifikan.
Kuatnya korelasi antara unsur-unsur TQM (Customer Focus, Continue Improvement dan Total participation) dengan keberhasilan pencapaian nihil kecelakaan menunjukkan bahwa fungsi K3 telah diberdayakan secara proporsional, karena telah menyadari betapa pentingnya masalah K3 dalam menghadapi persaingan di era perdagangan bebas, dimana masalah K3 telah menjadi isu global yang merupakan salah satu faktor keunggulan dalam bersaing.
AbstractTQM (Total Quality Management) concept whose one of its aims is to accomplish Zero defect management at glance has similarity and correlation with Safety and Health concept with direct to zero accident award accomplishment.Based on research from PT. Tambang Batubara Bukit Asam Unit Produksi Tanjung Enim, PT, Aneka Tambang UBP Nikel Pomala, PT. Freeport lndonesia and PT. Aneka Tambang UBP Emas Pongkor on correlation of TQM elements implementation on Safety and Health management with successful Zero accident accomplishment, we gota significant result.The strong relation among TQM elements (Customer Focus, Continual Improvement and Total participation) with the successful of zero accident accomplishment on that company showed that the function of Safety and Health has been empowered proportionally the importance of Safety and Health problems in dealing the competition in free market era has been realized. Where safety and Health problems have become global issue which are one of the competitive advantage factors."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
T2577
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Haris Pandi Wijaya
"Total Quality Management (TQM) masih tetap menjadi suatu yang kontroversial, karena kesulitan mempraktekkannya. Ada yang mengatakan TQM sebagai kiasan baru manajemen, ada juga yang memujinya sebagai lompatan manajemen menuju kesuksesan. Beberapa bukti telah menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan TQM mampu meningkatkan kinerjanya secara kuantitatif, misalnya peningkatan profitabilitas dan pangsa pasar, maupun kualitatif seperti makin terpenuhinya kebutuhan konsumen dan meningkatkan motivasi kerja karyawan. Namun, kadang-kadang penerapan TQM tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini antara lain disebabkan oleh tidak adanya komitmen manajemen, tidak adanya visi serta perencanaan yang jelas, karyawan tidak dilibatkan secara penuh, ataupun ketidakcermatan menginterpretasi masalah yang dihadapi konsumen. Kontroversi antara pendukung keberhasilan TQM dengan pengkritik penerapan TQM perlu dijembatani oleh suatu pandangan atau penelitian yang mampu mengidentifikasi apa saja faktor-faktor yang mungkin berpotensi menjadi penghambat keberhasilan penerapan TQM, khususnya di perusahaan yang telah dilabeli sertifikat ISO- 9000. Jangan sampai label sertifikasi ini hanya kiasan agar perusahaan tersebut dipandang sebagai perusahaan berkualitas tinggi, namun faktanya tidak. Seharusnya menilai kendala potensial penerapan TQM merupakan bagian integral dari proses penerapan TQM. Penggunaan alat bantu statistik juga diperlukan untuk mengukur besarnya korelasi dan pengaruh dari faktor-faktor potensial penghambat penerapan TQM, sehingga diketahui apa saja faktor penghambat dan seberapa besar hambatan itu, agar penerapan TQM menjadi mempunyai arah dan pijakan yang jelas dan sertifikasi ISO-9000 yang sudah dibayar mahal menjadi bermanfaat."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26529
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Runi Oktayani
"Type 2 diabetes mellitus (DM) altered the quantity and quality of saliva by disturbing the salivary glands. The objective of this study was to examine the relation between the concentration of salivary total protein and viscosity in patient with poorly controlled type 2 DM. Whole unstimulated saliva samples were collected from 12 poorly controlled diabetic patients (diabetic group) and 16 non diabetics (control group). Diabetic group had fasting blood sugar ³ 126 mg/dL and HbA1c > 8%. Control group were matched on age and sex to diabetic group, and had fasting blood sugar < 100 mg/dL. Saliva was analyzed for concentration of total protein, flow rate and viscosity. The total protein concentration was measured by Bradford method. Statistical analyzed was done by using paired sample t-test to compare concentration of salivary total protein, flow rate and viscosity between diabetic and control group. Statistical analyzed was done by using Pearson test to correlate salivary flow rate and viscosity, and concentration of salivary total protein with viscosity. Neither concentration of salivary total protein nor viscosity differed significantly between the two groups. Significantly greater salivary flow rate was seen in diabetic group. However, no correlation was found between the salivary flow rate and viscosity or concentration of salivary total protein and viscosity in diabetic group. In conclusion, there was no significant correlation between concentration of salivary total protein and viscosity in poorly controlled diabetic."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Spendolini, Michael J.
New York : Amacom 1992 , 1992
658.401 3 SPE b
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Ireland, Lewis R.
Pennsylvanian: Project Management Institute, 1991
658.562 IRE q (1)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
New York: McGraw-Hill, 1994
658.562 BEY
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Lewis, Ralph G.
Florida: St. Lucie Press, 1994
378.1 LEW t (1)
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Milla Rachmawati
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S27839
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library