Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Simarmata, Yuliana Wisna
"Kecelakaan merupakan masalah yang terjadi terus menerus, berpotensi mengakibatkan kematian, kesakitan, dan kecatatan tetapi dapat dicegah atau diatasi. Populasi sepeda motor menjadi penyumbang kecelakaan terbesar. Faktor penyebab kecelakaan bersumber dari faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Penelitian mengenai kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh pengendara sepeda motor di wilayah Jakarta Timur pada tahun 2007. Jumlah sampel 318, diambil dengan teknik Purposive sampling.
Penelitian mengkaji karakteristik pengendara sepeda motor, jalan dan lingkungan, kendaraan pengendara, dan waktu terjadinya kecelakaan, serta hubungan karakteristik-karakteristik tersebut terhadap cidera pada pengendara sepeda motor yang diakibatkan oleh kecelakaan tersebut. Penelitian merupakan studi deskriptif analitik dengan disain studi potong lintang, dan menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan polisi. Perangkat lunak yang digunakan ialah SPSS 13.0 for Window dengan analisis Crosstab dan regresi binary logistic, dan Microsoft Office Excel 2003.
Hasil penelitian yaitu 51% kecelakaan disebabkan oleh pengendara sepeda motor, berpola ?M?, puncak kecelakaan pukul 06.00-07.00 dan 21.00, banyak terjadi saat perjalanan kerja, hari Selasa, tanggal 1 hingga 10, 80% lalu lintas lancar, 93% cuaca cerah, dan 40% curah hujan rendah. Pengendara 95% laki-laki, 69% berstatus karyawan, 84% berpendidikan menengah, 35% berumur 17 hingga 24 tahun. Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan dengan jenis Honda sebanyak 46%, rasio resiko Kecelakaan lalu tertinggi pada jenis Kawasaki, sedangkan untuk mendapatkan cidera yakni pengendara dengan jenis kendaraan Suzuki.
Kecelakaan 33% berpola depan-pejalan kaki, 35% jenis sepeda motor yang banyak ditabrak. 57% pengendara mengalami cidera 60% mengenai kepala. Peluang resiko untuk mendapatkan cidera pada karyawan (OR=3,15), Honda (0,27), Kawasaki (OR=0,19), Yamaha (OR=0,33), tipe tabrakan depan-belakang (OR=11,63), depan-depan (OR=9,62), depan-samping (OR=4,03), samping-samping (OR=4,26), motor dengan motor (OR=4,17), motor dengan lainnya (OR=10,69), motor dengan kendaraan bermotor (OR=12,13), saat istirahat (OR=2,69)."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lanny H. Tjakranata
"Kelelahan adalah suatu kondisi fisik manusia yang menurun, dan berkurangnya kemampuan otot untuk melakukan suatu tindakan refleks serta bertambahnya waktu kontraksi dan relaksasi, atau suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh dapat menghindari kerusakan yang lebih lanjut, sehingga dengan demikian terjadilah pemulihan.
Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak disangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda (Peraturan Pemerintah no. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan Pasal 93).
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya merupakan suatu peristiwa yang tidak dapat diduga seringkali diakibatkan oleh faktor manusia. Penyebab kecelakaan tersebut pada umumnya terdiri atas 4 (empat) faktor yaitu manusia, kendaraan, jalan dan lingkungan. Pengemudi pada umumnya memacu kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi di jalan tol, dan hal tersebut memerlukan suatu kondisi fisik yang cukup prima, karena pada kecepatan yang tinggi masalah waktu merupakan suatu hal yang sangat sensitif dan dapat berakibat fatal, apabila pengemudi tidak mempunyai daya refleks yang baik.
Kondisi fisik seseorang dalam pekerjaannya dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain kondisi pekerjaan yang monoton, beban dan lamanya bekerja, faktor kejiwaan dan sakit atau rasa sakit atau kurang gizi. Hal tersebut seringkali sangat mempengaruhi kondisi seseorang yang mengakibatkan kelelahan. Untuk mengatasi hal tersebut, agar didapat hasil yang produktif serta produktivitas kerja yang meningkat, maka diperlukan penyegaran seperti kepemimpinan yang memberikan motivasi dari semangat kerja, manajemen yang baik, perhatian perusahaan terhadap keluarga karyawan, peningkatan kesehatan dari kesejahteraan tenaga kerja termasuk upah serta gizi kerja, dan organisasi perusahaan yang menentukan waktu bekerja serta istirahatan yang diperlukan oleh suatu jenis pekerjaan tertentu. Apabila hal tersebut dapat dipenuhi, maka pekerja pada umumnya akan dapat bekerja secara produktif dan menghasilkan peningkatan produktivitas kerja, dan merekapun akan mempunyai dorongan untuk bekerja yang lebih baik daripada hari-hari sebelumnya.
Jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan tol Jakarta - Cikampek merupakan jumlah terbesar di antara semua jalan tol yang ada di Indonesia, dan dari data jumlah kecelakaan yang pernah terjadi, ternyata faktor pengemudi menduduki peringkat teratas yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Kurang antisipasi, lengah dan mengantuk merupakan bagian di dalam faktor kelelahan pada pengemudi yang merupakan penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol. Penelitian ini meninjau masalah hubungan antara kelelahan pengemudi kendaraan bus dengan frekuensi kecelakaan lalu lintas. Pada jalan tol ini jumlah kejadian kecelakaan pada jenis kendaraan bus cukup banyak, yaitu sebagai berikut, jumlah kecelakaan pada tahun 1993 sebanyak 87 kejadian; tahun 1994 sebanyak 132 kejadian; pada tahun 1995 sebanyak 153 kejadian. Jika rata-rata satu bus memuat 40 orang, maka jumlah orang yang dirugikan pada tahun 1995 ialah 6.120 orang, belum termasuk kemacetan dan kerugian harta benda akibat kecelakaan tersebut.
Penelitian yang dilakukan, selain berdasarkan data sekunder yang didapat dari PT Jasa Marga (Persero) Cabang Jakarta - Cikampek, juga dilakukan pengumpulan data primer dengan Cara wawancara langsung kepada para pengemudi bus. Pertanyaan yang diajukan meliputi 3 (tiga) pokok permasalahan yaitu latar belakang pekerjaan, keadaan sekarang dan faktor yang berpengaruh dalam perjalanan. Dari data kuesioner yang diolah tersebut didapat hasil sebagai berikut :
1. Jumlah kecelakaan terbesar yang terjadi di jalan tol Jakarta - Cikampek disebabkan oleh faktor pengemudi, yaitu akibat faktor kelelahan karena masalah kurang antisipasi, lengah dan mengantuk adalah gejala kelelahan seseorang.
2. Jarak perjalanan yang telah ditempuh mempunyai asosiasi/hubungan dengan kelelahan pengemudi dengan tingkat kepercayaan atau probabilitas 90%.
3. Adanya supir pengganti atau cadangan seperti yang disyaratkan dalam Peraturan Pemerintah no. 44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi Pasal 240 seringkali tidak dipenuhi. Dari hasil perhitungan statistik didapat asosiasi/hubungan antara faktor adanya supir pengganti dengan kelelahan mempunyai tingkat kepercayaan atau probabilitas 80%.
Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut:
1. Bagi P.T.Jasa Marga (Persero) dan P.T.Jasa Marga Cabang Jakarta - Cikampek, melalui Departemen Perhubungan c.q. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, agar memberikan surat edaran kepada perusahaan bus yang mempunyai trayek lebih dari 300 km atau 6 jam waktu perjalanan. Di samping itu, juga mengharuskan menyediakan pengemudi pengganti yang mempunyai ketrampilan minimum sama dengan pengemudi utama, karena menurut peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Pemerintah no. 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi, Pasal 240 bahwa istirahat dilaksanakan setiap 4 jam bekerja, dan trayek dengan lama perjalanan 8 jam wajib mempunyai pengemudi pengganti.
2. Kepada pihakP.T.Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek yang sudah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pemeriksaan ban pada tempat-tempat tertentu, dapat dilaksanakan terus menerus secara berkala.
3. Mendisiplinkan para pengemudi kendaraan dan memberi sanksi kepada para pelanggar peraturan, terutama kepada kendaraan-kendaraan dengan kecepatan melebihi ketentuan dan melaju pada bahu jalan.
4. Menyebarluaskan data kecelakaan yang lebih lengkap secara luas, baik melalui media cetak (yang sudah dilakukan), selebaran maupun melalui media elek-tronik yaitu radio, televisi yang sangat banyak jumlahnya. Hal ini bertujuan agar masyarakat secara tidak langsung dapat disadarkan bahwa betapa banyaknya kecelakaan yang telah terjadi karena kelelahan pengemudi (yang di dalamnya tercakup masalah kurang antisipasi, lengah dan mengantuk), ketidakdisiplinan pengemudi, ketidakprimaan kondisi kendaraan dan hal-hal lain yang dilakukan secara berkala dan terus menerus. Mudah mudahan pihak yang bersangkutan yaitu P.T.Jasa Marga cabang Jakarta - Cikampek tidak bosan melakukannya, yang memang untuk diperlukan dana yang tidak sedikit jumlahnya.

Fatigue is a condition where the human physical went down, with a decreased ability of the tendons to do reflex reaction and it will take a longer period of time for the tendons to do contraction or relaxation. Fatigue is actually a body preventive mechanism to avoid any further damage to the body, and in turn will allow the recovering processes to take place.
Traffic accident is an unpredictable and unexpected event on the road that involves a vehicle, several vehicles or several vehicles with the other road users, which usually resulted in casualties and property losses (Government Regulation no. 43 of 1993 Article 93 re. Infrastructure and Road Traffic).
Traffic accidents are unpredicted events that usually caused by human factors. In general the cause of traffic accidents are the following factors: human factor, vehicle factor, road factor and the environmental factor. People usually driving at a very high speed when they are on a toll road. This behavior of speedy driving actually needs to be supported by excellent physical condition of the driver, because in high speed driving, time is a very dominant factor that can cause a fatal accidents if the driver doesn't have a good reflex reaction.
Someone's physical condition in carrying out his/her duties is influenced by several factors: i.e. monotonous nature of work, the load and time period of the work, mental condition, health condition or suffering pains at parts of his/her body, or he/she is in a malnutrition condition. In most cases those are the main factors influenced someone's physical condition caused fatigue. To overcome this fatigue issue and in order to increase the productivity of the workers, there should be refreshing actions, such as good leadership that can give motivation and working spirit, good management, employer's attention to the worker's family, better health facilities and benefits. That includes the salaries, the nutrition, and the company's organization that decides on the working hour and the resting time required for certain type of job activity. If all the above have been fulfilled, the workers should be able to work more productively and that will also motivate them to perform better in the future.
The total traffic accidents that happened along the Jakarta - Cikampek Toll road was the highest in number amongst all toll roads in Indonesia, and it turned out that the driver factor was the main caused of those accidents. Lack of anticipation, carelessness and sleepiness are indications of the fatigue experienced by the bus drivers that have caused the traffic accidents_ This study looked into the relationship between the driver's fatigue condition and the frequency of traffic accidents. The number of traffic accidents that involved busses on the toll road is quite excessive. The records collected are as follows: 87 cases in 1993, 132 cases in 1994 and 153 cases in 1995. If each of the bus carried an average of 40 passengers, that means during 1995 alone there were 6,120 people have suffered, doesn't count traffic disruptions and material losses have been resulted by those accidents.
This study has been conducted based on the secondary data available from PT Jasa Marga (Persero), the Jakarta - Cikampek Branch, as well as the primary data that have been collected through direct interview to the bus drivers by asking three (3) basic questions: 1) The working background, 2) Current employment status and 3) The affecting factors on the trip. I have processed data collected, and the result is as follows:
1. Most of the accidents happened on the Jakarta - Cikampek toll road were because of the driver's factor. The driver's fatigue has caused lack of anticipation, carelessness and sleepiness.
2. The distance that has been travelled has an association/connection with the driver's fatigue, with a probability factor of 90%.
3. The provision for an alternate driver as required under the Government Regulation No. 44' Chapter 240, Year 1993, re. Vehicles and Drivers, in most cases were not followed, and based on statistical calculation the association! connection of the provision of an alternate driver with the driver's fatigue has a probability factor of 80%.
In accordance with the above study, the following recommendations are suggested:
1. P.T. Jasa Marga (Persero) and P.T. Jasa Marga Jakarta - Cikampek Branch, through the Department of Transportation, c.q. the Directorate General of Land Transportation, to issue a Circular Letter to all the bus companies that have designated routes exceeding 300 km or more than 6 hours travel time, to require them to provide alternate drivers with minimum qualification similar to the main drivers. Because, in, accordance with the Government Regulation No. 44 Chapter 240, Year 1993, re. Vehicles and Drivers, that the drivers should take rest every 4 hours work, and for the designated routes with more than 8 hours travel must be provided with alternate drivers.
2. P.T, Jasa Marga Jakarta - Cikampek Branch that has done their best effort through the tire checking at certain location will continue this effort intermittently.
3. To take disciplinary actions to the drivers by sanctioning the violators, especially they who drove faster than the allowable speed and drove on they who drove on the road shoulder,
4. To disseminate the accidents data more widely and complete, through the newspaper (has been done), hand outs or through electronic medias such as the radios and television, in order that people can be informed of how many accidents have happened due to the driver's fatigue (which has caused the lack of anticipation, carelessness and sleepiness), the indisciplinary actions of the drivers, poor condition of the vehicles and other factors, and this can be done intermittently or continuously-. We hope that P.T. Jasa Marga Jakarta - Cikampek Branch will not be tired of taking this action, as this action will need quite an amount of financial resources.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astri Getriana
"Pada tahun 2020 kematian akibat kecelakaan kendaraan di jalan raya diprediksi akan menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia setelah sebelumnya masih diposisi sepuluh. Jumlah sepeda motor mendominasi kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan, maka diperlukan upaya pengendalian kasus dan faktor risiko untuk mencegahnya yaitu perlunya melakukan analisis kejadian kecelakaan lalu lintas dari sisi kesehatan masyarakat.
Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed method. Terdapat 136 sampel desain kuantitatif dan 6 informan untuk desain kualitatif, setelah ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi. Data diperoleh dari laporan registrasi Ditlantas Polres Metro Jakarta Selatan dan wawancara mendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis spasial, uji statistik dan analisis kualitatif.
Hasil: 1 Kecamatan yang banyak terdapat kejadian kecelakaan terletak di Kebayoran Lama, Pasar Minggu dan Cilandak. 2 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor umur, kepemilikan SIM dan hari terhadap akibat kejadian kecelakaan. 3 Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor jam kejadian dengan akibat kejadian kecelakaan.
Manfaat: Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengguna jalan di Jakarta Selatan dan sebagai bahan masukan bagi pihak yang bertanggung jawab terhadap keselamatan di jalan.

By 2020 the deaths from vehicle accidents on the highway are predicted to be the third leading cause of death in the world after previously still in position ten. The number of motorcycles dominates the incidence of traffic accidents on the road, it is necessary to control the case and risk factors to prevent it is the need to analyze traffic accident incidents from the public health side.
Method: This study aims to determine the spatial picture and the factors that influence the incidence of traffic accidents on motorcyclists. The study design used in this research is a mixed method. There are 136 quantitative design samples and 6 informants for qualitative designs, after determining inclusion and exclusion criteria. The data obtained from the registration report by Ditlantas of South Jakarta Metro Police and in depth interviews. Data were analyzed using spatial analysis, statistical test and qualitative analysis.
Results: 1 Subdistrict that there are many accidents located in Kebayoran Lama, Pasar Minggu and Cilandak. 2 There is no significant correlation between age factor, ownership of driver's licence and accident's day to an impact of accident. 3 There is a significant correlation between clock factor of event and result of accident event.
Benefits: This research is expected to benefit road users in South Jakarta and as input for those responsible for road safety.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2017
T48684
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alicia Dwi Rosa
"Kecelakaan lalu lintas menjadi hal yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Terutama pada pada road section : Jeneponto - Bantaeng, Bantaeng - Bulukumba, Bulukumba - Tondong, dan Sengkang - Impa Impa, Sulawesi Selatan tingkat kecelakaan terjadi cukup beragam selama beberapa tahun kebelakang. Hal tersebut terjadi dikarenakan berbagai faktor yang bersifat internal ataupun eksternal. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah rata rata lalu lintas harian, standar deviasi kendaraan, dan rata - rata kecepatan pengendara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model yang dapat digunakan untuk mengestimasi seberapa besar tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi akibat ketiga faktor tersebut. Metode yang digunakan untuk melakukan analisis, yaitu metode Regresi Logistik Multinomial dengan menggunakan bantuan software SPSS dalam membuat model dan fungsi.

Traffic accidents are common in daily life. Especially in the road section: Jeneponto - Bantaeng, Bantaeng - Bulukumba, Bulukumba - Tondong, and Sengkang - Impa Impa, South Sulawesi, the level of accidents has varied considerably over the past few years. This happens due to various factors that are internal or external. Some external factors that influence the occurrence of traffic accidents are the average daily traffic, the standard deviation of the vehicle, and the average speed of the driver. This study aims to obtain a model that can be used to estimate the severity of accidents that occur due to these three factors. The method used to do the analysis, the Multinomial Logistic Regression method using SPSS software in making models and functions."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia , 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evi Saraswati
"Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab terbesar tingginya angka kematian di suatu negara termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas. Metode data mining digunakan dalam penelitian ini karena data mengenai kecelakaan berjumlah besar dan bersifat heterogen. K-means clustering digunakan untuk mengatasi heterogenitas data dengan mengelompokkan kasus kecelakaan yang sama karakteristiknya. Kemudian bayesian network digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas pada setiap cluster. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas pada setiap cluster berbeda-beda

Traffic accident is one of the major causes of the mortality rate in countries, including Indonesia. Thus, research is needed to determine factors that affect the traffic accidents injury severity. Data mining is used in this study because the traffic accidents data are massive and heterogeneous. K-means clustering is used to divides heterogeneous data of accidents into several homogenous classes or clusters. Then bayesian network is used to analyze the factors that affect the traffic accidents injury severity in each cluster. Based on this research, the factors that affect the traffic accidents injury severity in each cluster is different."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S57356
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmad Hendri Pramudita
"Traffic accident merupakan ancaman signifikan bagi individu, yang melibatkan sepeda motor. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh organisasi seperti World Health Organization serta pemerintah dari seluruh dunia, menurunkan tingkat kecelakaan tetap menjadi tantangan. Terutama di Indonesia yang mengalami kenaikan traffic accident, dengan sepeda motor menjadi mode transportasi utama. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat situation awareness dan pola motorcycle rider behavior, dengan mempertimbangkan faktor waktu dan usia. Studi ini melibatkan penelitian di laboratorium dan menggunakan data primer dalam bentuk kuantitatif menggunakan Situation Awareness Global Assessment Technique, Situation Assessment Present Method, dan motorcycle rider behavior questionnaire. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat situation awareness secara keseluruhan rendah; tingkat terendah dimiliki oleh pengendara muda. Berdasarkan waktu tingkat terendah terjadi malam malam hari. Selain itu, errors, stunts, dan safety equipment mempengaruhi situation awareness. Menariknya, kecelakaan malam hari relatif lebih sedikit daripada kejadian siang hari. Rekomendasi untuk meningkatkan situation awareness termasuk pelatihan periodik yang menyertakan sesi berbasis skenario bagi pengendara sepeda motor, kepatuhan komprehensif terhadap peraturan berkendara, standar penilaian situation awareness minimum, dan integrasi potensial simulator sepeda motor. Rekomendasi dari studi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengendara dan mengurangi kecelakaan sepeda motor.

Traffic accidents represent a significant threat to individuals, with motorcycles frequently involved. Despite concerted efforts by organizations like the World Health Organization and governments worldwide, reducing accident rates remains a challenge. Notably, Indonesia has witnessed a surge in traffic accidents, with motorcycles being a prominent mode of transport. This study aimed to evaluate situation awareness level and motorcycle rider behavior among Indonesians, considering factors like time and age. This study involves laboratory research and uses primary data in quantitative form using the Situation Awareness Global Assessment 2 Technique, Situation Assessment Present Method, and the motorcycle rider behavior questionnaire. The results demonstrate that the overall situation awareness level is low; the lowest level belongs to young riders. According to the time of day the lowest level occurs at night. In addition, errors, stunts, and safety equipment affect situation awareness. Interestingly, nighttime accidents are relatively fewer than daytime incidents. Recommendations to improve situation awareness include periodic training embedded with scenario-based sessions for motorcycle riders, comprehensive adherence to driving regulations, minimum situational awareness assessment standards, and potential integration of motorcycle simulators. These recommendations aim to boost rider safety and reduce motorcycle accidents."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ghafar Oase Nusantoro
"Dalam proses investigasi, memori saksi menjadi sesuatu yang penting untuk memahami peristiwa kecelakaan lalu lintas. Saksi dalam peristiwa lalu lintas berasal dari berbagai latar belakang budaya dan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa budaya merupakan salah salah faktor yang memengaruhi memori. Dengan demikian, penting untuk memahami pengaruh budaya terhadap memori, khususnya memori terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh budaya terhadap memori terkait kecelakaan lalu lintas, khususnya aspek budaya background context dan wilayah tempat tinggal. Memori dioperasionalisasikan melalui perceptual processes yang dibagi menjadi dua, yaitu analytic perception dan holistic perception. Penelitian eksperimental dilakukan menggunakan 2 (background context: perdesaan dan perkotaan) x 2 (wilayah tempat tinggal: perdesaan dan perkotaan) mixed design. Partisipan penelitian adalah 80 gen Z yang tinggal di perdesaan atau perkotaan. Eksperimen dilakukan menggunakan 6 video animasi kecelakaan lalu lintas yang dibuat sesuai dengan kondisi perdesaan dan perkotaan di Indonesia. Memori diukur melalui recall dan recognition tasks terkait tiga jenis informasi dalam video kecelakaan lalu lintas, yaitu objek fokal, objek konteks relevan, dan objek konteks tidak relevan. Hasil dari recall task menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari background context terhadap memori terkait jenis informasi objek konteks relevan. Selain itu, ditemukan juga bahwa terdapat pengaruh signifikan dari wilayah tempat tinggal terhadap memori terkait jenis informasi objek fokal. Selanjutnya, tidak ditemukan pengaruh interaksi antara background context dan wilayah tempat tinggal terhadap memori terkait kecelakaan lalu lintas. Di sisi lain, hasil dari recognition task menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara partisipan perdesaan dan perkotaan ketika mengingat objek konteks relevan. Hasil-hasil ini dapat memperkaya literatur terkait pengaruh budaya terhadap memori dan dapat digunakan untuk menyesuaikan metode wawancara terhadap saksi kecelakaan lalu lintas.

Within the process of investigation, the memory of eyewitnesses plays a vital part in understanding road traffic accidents. Witnesses of traffic accidents come from a variety of cultural backgrounds and previous research has shown that culture is one of the factors that affects memory. Due to this, it is important to understand the influence of culture on memory, particularly memories of traffic accidents. This study aims to examine the effect of culture on memories of traffic accidents, specifically through two aspects of culture, background context and place of residence. Memory is operationalized through perceptual processes, which are divided into two categories: analytic perception and holistic perception. An experimental study was conducted using a 2 (background context: rural and urban) x 2 (place of residence: rural and urban) mixed design. Participants of this study consists of 80 Gen Z individuals residing in rural or urban areas. The experiment utilized 6 animated traffic accident videos created to reflect rural and urban conditions in Indonesia. Memory was measured through recall and recognition tasks related to three types of information in the traffic accident videos: focal objects, context relevant objects, and context irrelevant objects. The results of the recall task showed that there was a significant effect of background context on memories of context relevant objects. Additionally, it was found that there was a significant effect of place of residence on memories of focal objects. Furthermore, no interaction effect was found between background context and place of residence on memories of traffic accidents. On the other hand, the recognition task results showed that there was a difference between rural and urban participants when recalling context relevant objects. These results can enrich literature regarding the effects of culture on memory and can be used to adjust interview methods for traffic accident eyewitnesses. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Armyn Nurdin
"Pembangunan di Indonesia yang cepat disertai meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas penduduk yang tinggi menyebabkan secara proporsional meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Jenis kendaraan sepeda motor dan kejadian cedera kepala berat pada pengemudi sepeda motor merupakan hal yang penting dalam kejadian kecelakaan lalu lintas dimana penggunaan helm pengaman berhubungan dengan kejadian cedera kepala pada pengemudi sepeda motor tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya daya lindung pemakaian helm, sebagai informasi yang penting bagi pemerintah dalam menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditempuh dalam upaya mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh kecelakaan lalu lintas.
Penelitian dengan desain kasus kontrol ini dilaksanakan pada bagian Unit Gawat Darurat Bedah R.S. dr. Soetomo dan R.S. Islam Surabaya, sebagai sampel adalah seluruh pengemudi sepeda motor dalam wilayah Kodya Surabaya yang mengalami kecelakaan lalu lintas antara tanggal 1 Mei 1990 sampai 31 Juli 1990 yang berkunjung kelokasi penelitian." Out come" adalah cedera kepala berat ( kasus ) dan cedera kepala ringan ( kontrol ), pemakaian helm sebagai variabel utama, sedangkan lawan tabrakan, jenis tabrakan, jumlah penumpang, kebiasaan minum alkohol, rem kendaraan, pemilikan SIM C, umur dan jenis kelamin sebagai variabel "confounder".
Diperoleh sampel 356 terdiri atas 114 kasus dan 242 kontrol. Dengan program Epi Info dari analisis tabel silang diperoleh Odds ratio untuk helm standard 0,24 ( 95 % CI = 0,11 - 0,53 ) dan OR untuk helm bukan standard 0,70 ( 95 % CI = 0,26 - 1,89 ). Resiko atribut dalam kelompok exposed untuk helm standard 76 per 100 dan untuk helm bukan standard 30 per 100. Dari analisis stratifikasi pada strata jenis kelamin diperoleh OR untuk pria 0,35 ( 95% C1= 0,15 - 0,83 ) dan OR untuk' wanita = 0,09 (95% CI = 0,00 - 0,85) Bila tabrakan dengan kendaraan bermotor diperoleh OR = 0,48 (95% CI = 1,17 -- 1,37) dan bila bukan kendaraan bermotor OR = 0,16 (95% CI = 0,03 - 0,70 ).
Strata pada variabel lain tidak menunjukkan perbedaan efek yang bermakna. Pada penilaian "confounding", variabel yang merupakan "confounder" ialah jumlah penumpang, lawan tabrakan, SIM C, rem dan jenis kelamin. Dari hasil analisis regresi logistik ganda diperoleh Odds ratio "adjusted" untuk efek penggunaan helm terhadap cedera kepala setelah dikontrol dengan variabel " confounder " sebesar 0, 37 ( 95 % CI = 0,15.- 0,84 ). Pemakaian helm memberikan daya lindung yang cukup besar terutama pemakaian helm standar, sehingga kami menyarankan agar kebijaksanaan pemakaian helm tetap dilanjutkan dan helm yang digunakan adalah helm standar."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1990
T4891
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Suhartati Astoto
"Di dalam perkembangan dan pertumbuhan yang masih sangat muda dan singkat maka kelahiran/munculnya viktimologi dari bagian kriminologi masih merupakan dan menimbulkan pelbagai tanggapan dari para ilmuwan/para ahli. Di antaranya muncul ungkapan dari Separonic yang menulis bahwa "if victims are only those suffering from criminal act or offences, victimology will a part of the crime problem and consequently, a discipline, within criminology or as B. Mendelsohn suggested, a science parallel to it or the reverse of criminology". Sedangkan kepustakaan kriminologi telah diperkaya dengan pemikiran-pemikiran mengenai masalah korban mulai tahun 1940 dari Von Hentig sampai dengan tahun 1960 dengan pemikiran-pemikiran dari Mendelsohn dan Schaffer. Ditambah dengan hasil seminar Internasional tentang korban kejahatan yang telah beberapa kali diselenggarakan. Dengan kenyataan-kenyataan ini, maka timbul suatu pertanyaan apa yang menyebabkan perhatian kita dan para ilmuwan beralih ke pihak korban. Jawabannya memang tergantung dari aspek mana kita ingin melihatnya. Bilamana beberapa saat yang lampau kita telah terlalu banyak menyoroti peranan pelaku kejahatan baik dilihat dari segi kesalahan maupun dalam usaha untuk mencegah terjadinya kejahatan ataupun meringankan penderitaannya. Maka sebagai hal-hal yang menyebabkan beralihnya pandangan kita terhadap peranan si korban adalah sebagai yang pertama diungkapkan bahwa si korban acapkali mempunyai peranan yang penting dalam terjadinya kejahatan misalnya dalam pembunuhan, pemerkosaan, penipuan dan lain sebagainya.
Hal kedua yang perlu diketahui jugs bahwa bukan hanya pelaku saja yang diperhatikan hak-haknya tetapi diperhatikan Pula hak--hak si korban. Sehubungan dengan hal ini maka ada suatu pendekatan yang dilakukan dengan mengetengahkan bahwa bukan saja banyak korban yang tidak mengetahui hak-haknya tetapi ternyata mereka takut atau mungkin tidak dapat melaporkan kejadian yang menimpanya. Dalam hal ini korban kejahatan tidak hanya korban dari kejahatan konvensional, misalnya : pembunuhan, perkosaan, penganiayaan dan pencurian tetapi juga mencakup kejahatan non-konvensional antara lain : terorisme, pembajakan, perdagangan narkotika, kejahatan melalui komputer dan lain-lainnya. Adapun pembicaraan yang kini menghangat adalah korban yang meliputi pelanggaran hak asasi manusia, penyalahgunaan secara melawan hukum kekuasaan ekonomi maupun kekuasaan umum. Mari uraian-tersebut di atas terlihat bahwa pembahasan tentang masalah korban akan sedemikian luas lingkupnya sehingga perlu dipelajari secara mandiri melalui ilmu pengetahuan yang disebut viktimologi. Dan perlu dipahami pula bahwa korban-korban itu ada kemuagkinan bisa terjadi karena negara ikut berperan/bersalah; dalam hal ini maka negara perlu memberikan kompensasi ( compensation ) kepada si korban di samping kemungkinan adanya restitusi ( restitution ) kepada si korban dari si pelaku. Kemungkinan pembayaran dalam bentuk kompensasi dapat terwujud dalam 2 bentuk :
1). di mana negara merasa turut bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa karena tidak mampu melindungi korban dari ancaman si pelaku.
- Wujud kompensasi itu dapat berupa fasilitas pengobatan secara cuma-cuma
- mengganti penghasilan yang hilang
- mengganti biaya pemakaman
- penggantian karena cacat badan
- biaya penasehat hukum untuk membela kepentingan korban.
2). negara ( instansi resmi ) memang bertanggung jawab atas terjadinya korban, misalnya dalam hal bentuk korban karena penyalahgunaan kekuasaan umum; penyalahgunaan kekuasaan ekonomi, kerugian dalam hal pencemaran lingkungan.
Untuk hal restitusi maka untuk memperolehnya dikaitkan dengan putusan pengadilan, Bentuk-bentuk kerugian pada dasarnya sama dengan diuraikan dalam hal kompensasi. Masalahnya adalah bageimana bila pelaku tidak mau/ tidak mampu membayar restitusi tersebut. Dalam hal ini..."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aryono D. Pusponegoro
"Dengan kemajuan teknologi dan ekonomi maka di Indonesia, seperti juga di negara maju maupun berkembang lainnya, kejadian kecelakaan pun meningkat, terutama kecelakaan lalu lintas (KLL). KLL selalu berisiko menyebabkan trauma, baik trauma tumpul maupun trauma tajam. Namun penanganan trauma ini kurang memperoleh perhatian para dokter, sehingga sering dikatakan bahwa trauma merupakan the neglected disease. Keadaan terlihat pada data di bawah ini.
Menurut data dari Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 1986, pada tahun tersebut terdapat 2.500.000 orang Indonesia yang mendapat trauma, di antaranya 125.000 dirawat di Rumah Sakit (RS) dan 50.000 meninggal, tetapi hanya 4000 yang meninggal di RS. Jadi ada 46.000 orang Indonesia yang meninggal karena kecelakaan, yang meninggal dalam perjalanan ke RS, di tempat kejadian, atau di tempat pengobatan lain - lainnya. Menurut SKRT 1991, secara keseluruhan trauma merupakan penyebab kematian nomor empat di Indonesia setelah penyakit infeksi, penyakit kardiovaskular, dan penyakit degenerasi seperti kanker. Kalau dipilah menurut kelompok umur, tampak bahwa kelompok umur 5-14 tahun trauma merupakan penyebab kematian nomor empat, kelompok umur 15-24 tahun merupakan penyebab kematian nomor satu karena trauma, kelompok umur 25-34 tahun penyebab kematian nomor dua karena trauma bersama dengan ibu hamil dan kelompok umur 35-44 tahun penyebab kematian nomor tiga.
Kematian karena KLL di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun; pada tahun 1991 tercatat 9000 kematian meningkat menjadi sekitar 11.000 pada tahun 1994. Pada tahun-tahun yang sama, kematian akibat KLL di Jakarta meningkat dari 345 sampai menjadi 582 orang. Namun di Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSUPNCM)/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kematian akibat KLL dilaporkan meningkat dari 1201 pada tahun 1991 menjadi 1580 pada tahun 1994. Di Jakarta diperkirakan sekitar 850 sampai 1000 pasien trauma karena KLL yang pada waktu polisi tiba di tempat kejadian masih hidup, meninggal dalam perjalanan ke RS, di unit gawat darurat (UGD) atau di unit rawat intensif (ICU). Ini menujukkan bahwa pelayanan gawat darurat pra-RS kita masih buruk, meskipun Perhimpunan Spesialis Bedah "IKABI" (IKABI) sudah memprakarsai diadakannya ambulans gawat darurat 118 (AGO 118)4?."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2004
D480
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>