Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ari Stevanofiq
"ABSTRAK
Latar belakang: Oroantral Communication (OAC) merupakan salah satu komplikasi yang cukup sering ditemukan pasca melakukan ekstraksi gigi posterior rahang atas. Hingga saat ini telah diperkenalkan berbagai macam teknik perawatan bedah untuk melakukan penutupan kasus Oroantral Communication. Tujuan: Penelitian ini dibuat untuk melihat perawatan bedah yang optimum bagi kasus OAC serta mengevaluasi tingkat keberhasilan, komplikasi pasca perawatan, serta mengidentifikasi kelebihan serta kekurangan dari masing-masing perawatan. Metode: Pedoman penyusunan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) digunakan sebagai panduan penyusunan systematic review ini. Pencarian dilakukan untuk menemukan penelitian sepuluh tahun terakhir yang membahas penutupan OAC melalui tiga database yang berbeda. Hasil: Pencarian secara online menghasilkan 637 studi, ditemukan 2 studi untuk dilakukan dianalisa, dan diperoleh 1 buah teknik penutupan primer terhadap defek OAC (teknik flap bukal). Hal ini dikarenakan rentang waktu sepuluh tahun ditetapkan untuk pencarian literatur yang membahas penutupan primer kasus OAC. Tingkat keberhasilan rata-rata keseluruhan penutupan OAC dengan flap bukal mencapai 100% (hanya terdapat kegagalan pada satu kasus). Kesimpulan: Dari analisis penelitian ini, ditemukan bahwa metode intervensi ini mempunyai berbagai macam kelebihan, kekurangan serta komplikasi post-operatif yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan teknik intervensi yang akan diterapkan untuk menutup defek OAC.

ABSTRACT
Oroantral Communication (OAC) is a complication that is quite often found after the extraction of maxillary posterior teeth. At this time, various kinds of surgical treatment techniques have been introduced to close the Oro-antral defects. The aim of this systematic review was to identify an ideal surgical treatment for OAC cases and evaluate the success rate, post-treatment complications, and identify the advantages and disadvantages of each treatment. PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) guideline was used to conduct this systematic review. Literature searching was conducted in three different databases to find the last ten years of research that discussed the closure of OAC. Online searches resulted in 637 studies, and after selection process based on inclusion and exclusion criteria, 2 studies were included for analysis and there is only one primary closure technique (buccal flap). This result is due to ten years time range been given to collect the literatures that discuss about primary closure of OAC. The overall success rate of buccal flap techniqiue reaches 100% from all cases. The results of this systematic review indicate that this intervention technique has a variety of advantages, disadvantages and also post-operative complications that must be considered in deciding which intervention techniques will be applied to close the OAC defect"
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Marchella Purwaningtyas
"Latar Belakang: Tuberkulosis paru merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan melalui media udara. Tuberkulosis menempati urutan kedua sebagai penyebab utama kematian. Indonesia saat ini berada di peringkat kedua sebagai negara dengan penderita tuberkulosis tertinggi di dunia. Kota Jakarta Selatan berada di urutan ke-3 dengan kasus tuberkulosis terbanyak di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2022.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara cakupan pengobatan, success rate, jenis kelamin, dan kepadatan penduduk terhadap incidence rate tuberkulosis paru di 10 kecamatan di Jakarta Selatan pada tahun 2022.
Metode: Menggunakan desain studi berupa studi ekologi dengan uji korelasi untuk menganalisis hubungan antara cakupan pengobatan, success rate, jenis kelamin, dan kepadatan penduduk terhadap incidence rate tuberkulosis paru di 10 kecamatan di Jakarta Selatan dengan menggunakan data dari bulan Januari-Desember pada tahun 2022.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan pengobatan memiliki hubungan yang signifikan terhadap incidence rate tuberkulosis paru di 10 kecamatan (p = 0,000 –1,000), success rate memiliki hubungan yang signifikan terhadap incidence rate tuberkulosis paru di Kecamatan Jagakarsa (p = 0,047, r = 0,582), proporsi jenis kelamin laki-laki penderita tuberkulosis paru tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap incidence rate tuberkulosis paru di seluruh kecamatan (p = > 0,05), proporsi jenis kelamin perempuan penderita tuberkulosis paru tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap incidence rate tuberkulosis paru di seluruh kecamatan (p = > 0,05), dan kepadatan penduduk memiliki memiliki hubungan yang signifikan terhadap incidence rate tuberkulosis paru di Kecamatan Jagakarsa (p = 0,020, r = -0,659).
Kesimpulan: Hasil studi ini menyarankan Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Jakarta Selatan dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk melakukan advokasi dan pemberdayaan masyarakat setempat, memanfaatkan peran dan pelayanan fasilitas kesehatan dalam promosi Kesehatan, serta pelaporan kasus tuberkulosis guna memaksimalkan pengendalian dan pencegahan penyakit tuberkulosis paru.

Background: Pulmonary tuberculosis is one of contagious diseases caused by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is transmitted through the air. Tuberculosis ranks as the second main cause of death in the world. Indonesia is currently ranked second as country with the highest number of tuberculosis cases. In 2022, South Jakarta City is ranked 3rd with the most tuberculosis cases in DKI Jakarta Province.
Objective: This study aims to determine the relationship between treatment coverage, success rate, gender, and population density on the incidence rate of pulmonary tuberculosis in 10 sub-districts in South Jakarta in 2022.
Method: The research method being used in this study is an ecological study with a correlation test to analyze the relationship between treatment coverage, success rate, gender, and population density on the incidence rate of pulmonary tuberculosis in 10 sub-districts in South Jakarta using data from January to December in 2022.
Result: This study shows that treatment coverage has a significant relationship with the incidence rate of pulmonary tuberculosis in 10 sub-districts (p = 0,000–1,000), success rate has a significant relationship with the incidence rate of pulmonary tuberculosis in Jagakarsa District (p = 0,047, r = 0,582), the proportion of men with pulmonary tuberculosis does not have a significant relationship with the incidence rate of pulmonary tuberculosis in all sub-districts (p = > 0,05), the proportion of women with pulmonary tuberculosis does not have a significant relationship with the incidence rate of pulmonary tuberculosis in all sub-districts (p = > 0.05), and population density has a significant relationship with the incidence rate of pulmonary tuberculosis in Jagakarsa District (p = 0.020, r = -0.659).
Conclusion: It is advisable for the and health department of South Jakarta district along with South Jakarta government to advocate and empower the local communities, utilize the role and service of health facilities in health promotion and tuberculosis cases reporting in order to maximize the control and prevention of pulmonary tuberculosis.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library