Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lutfi Irawan
"Daerah panasbumi Gunung Pancar terletak di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ditinjau dari geologi daerah Gunung Pancar ini diduga memiliki prospek panasbumi ditandai dengan keberadaan manifestasi permukaan berupa pemunculan mata air panas dan daerah alterasi yang penyebarannya mengikuti pola patahan/sesar. Untuk memperjelas pendugaan tersebut telah dilakukan survei geofisika dengan menggunakan metode gravitasi dan didukung oleh data geologi dan geokimia. Hasil interpretasi terpadu dapat mengindikasikan struktur bawah tanah dan sistem geothermal dengan zona upflow yang diperkirakan berada di sekitar mata air Kawah Merah dengan aliran outflow menuju manifestasi mata air Kawah Hitam. Kontras rapat massa yang terlihat sebagai kontur positif dan kontur negatif dari anomali sisa gravitasi diinterpretasikan sebagai struktur sesar yang dapat mengontrol sirkulasi fluida panas naik ke permukaan menjadi manifestasi permukaan. Pengukuran temperatur reservoir dilakukan secara langsung dengan menggunakan termometer. Temperatur manifestasi permukaan mata air Kawah Merah yang terukur adalah 70°C dengan PH 7. Daerah panasbumi ini cukup prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.

Geothermal area at Mt. Pancar is located in Bogor, West Java Province. From a geological point of view, Mt. Pancar is suspected to have a geothermal prospect, indicated by surface manifestation such as hot spring and alteration zone which is spreading following strike fault pattern. To enhance the idea,a geophysical survey using gravity method cobined by geological and geochemical data has been done. The combined interpretation result can indicated the suspected structural layers underground and a geothermal system with an upflow zone suspected around Kawah Merah hotspring and an outflow zone towards Kawah Hitam hotspring manifestation. Density contrast found as a positive and a negative contour from residual anomaly are intepreted as a fault structure which may control hot fluids circulation moving up towards surface to become surface manifestation. Temperature at surface manifestation in Kawah Merah hot spring is 70°C with 7 PH. This geothermal area is prospectful to be developed furthermore."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S29256
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanifah Qonita
"Tingkat kebutuhan manusia akan air bersih semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut (Suripin, 2001) bahwa hanya 3% dari sumber air yang dapat dikonsumsi, 84% nya berasal dari air permukaan. Permasalahan tercemarnya air permukaan menjadi suatu permasalahan umum pada kota padat penduduk, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya suatu pengolahan air salah satunya filtrasi. Filtrasi adalah metode pemisahan partikel padat dari suatu larutan dengan memanfaatkan media berpori. Salah satu jenis filtrasi yaitu upflow slow sand filtration. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas penggunaan upflow slow sand filtration dengan manganese greensand dalam menurunkan konsentrasi kandungan mangan dan zat organik pada air Danau Mahoni Universitas Indonesia. Penggunaan manganese greensand digunakan karena keefektifannya dalam mengurangi beberapa beban pencemar, air sampel Danau Mahoni memiliki nilai parameter mangan dan zat organik di atas baku mutu air minum yang diatur dalam Permenkes RI No 492/MENKES /PER/IV/2010 "Persyaratan Mutu Air Minum" dengan nilai rata- rata konsentrasi influen sebesar 0,68 mg/l Mn dan 13,24 mg/l untuk zat organik. Air baku akan disedimentasikan selama 1 jam terlebih dahulu kemudian dialirkan ke dalam reaktor, hasil filtrasi diambil pada waktu tinggal 2 jam, 22 jam dan 24 jam. Hasil effluent didapat dengan menghitung nilai persentase removal yang hasilnya menunjukkan bahwa upflow slow sand filtration dengan manganese greensand dapat menurunkan konsentrasi mangan sebesar 55% untuk waktu tinggal 24 jam, dan organik (KMnO4) sebesar 60% untuk waktu tinggal 24 jam.

The level of the human need for clean water is increasing every year. According to (Suripin, 2001) that only 3% of water sources can be consumed, 84% comes from surface water. The problem of surface water contamination is a common problem in densely populated cities, to overcome this problem it is necessary to have a water treatment, one of which is filtration. Filtration is a method of separating solid particles from a solution by utilizing a porous medium. One type of filtration is upflow slow sand filtration. The purpose of this study was to see the effectiveness of using upflow slow sand filtration with manganese greensand in reducing the concentration of manganese and organic substances in Mahogany Lake water, University of Indonesia. The use of manganese greensand is used because of its effectiveness in reducing some pollutant loads, the sample water of Lake Mahogany has a parameter value of manganese and organic substances above the drinking water quality standard regulated in the Minister of Health of the Republic of Indonesia No 492/MENKES /PER/IV/2010 "Drinking Water Quality Requirements" with an average influent concentration of 0.68 mg/l Mn and 13.24 mg/l for organic substances. The raw water will be sedimented for 1 hour first then flowed into the reactor, the filtration results are taken at 2 hours, 22 hours and 24 hours residence time. The effluent results were obtained by calculating the percentage removal value. The results showed that upflow slow sand filtration with manganese greensand could reduce manganese concentrations by 55% for a 24-hour residence time, and organic (KMnO4) by 60% for a 24-hour residence time"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafsha Athira Radam
"Filtrasi upflow merupakan salah satu metode filtrasi yang dapat digunakan dalam pengolahan air bersih karena proses pengoperasian yang mudah serta dapat mengurangi partikel tersuspensi dan kontaminan lainnya pada air. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas filtrasi upflow dengan media manganese greensand untuk menurunkan nilai kekeruhan dan besi. Air yang digunakan berasal dari air Danau Mahoni Universitas Indonesia karena nilai kekeruhan dan besi yang telah melebihi baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010. Unit filtrasi dibuat dengan drum berukuran 150 liter yang dilengkapi keran inlet dan outlet untuk filtrasi dan backwash. Media yang digunakan yaitu kerikil dengan ukuran 12,7 mm serta manganese greensand dengan nilai effective size 0,3 mm dan uniformity coefficient <5 berdasarkan hasil sieve analysis dan sudah sesuai dengan kriteria desain. Pada penelitian ini dilakukan proses prasedimentasi selama 1 jam dan didiamkan di unit filtrasi setelah dilakukan penyaringan selama 2 jam, 22 jam dan 24 jam agar persentase penurunan kekeruhan dan besi dapat lebih terlihat di setiap waktu tinggal. Pengambilan sampel air Danau Mahoni dilakukan sebanyak 5 kali agar hasil yang didapatkan lebih representatif. Persentase penurunan parameter kekeruhan pada prasedimentasi sebesar 1%-5%, pada waktu tinggal 2 jam sebesar 58%-67%, pada waktu tinggal 22 jam sebesar 67%-76% dan pada waktu tinggal 24 jam sebesar 69%-77%. Sedangkan untuk persentase penurunan parameter besi pada prasedimentasi sebesar 3%-15%, pada waktu tinggal 2 jam sebesar 63%-80%, pada waktu tinggal 22 jam sebesar 69%-82% dan pada waktu tinggal 24 jam sebesar 75%-83%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu filtrasi upflow efektif dalam menurunkan nilai kekeruhan dan besi agar sesuai dengan baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan No 492/2010.

Upflow filtration is one of the filtration methods that can be used in water treatment because it is easy to operate and can reduce suspended particles and other contaminants in water. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of filtration upflow with media manganese greensand to reduce turbidity and iron values. The water used comes from Mahoni Lake, University of Indonesia because the turbidity and iron values ​​have exceeded the quality standards in the Regulation of the Minister of Health No. 492 of 2010. The filtration unit is made with a drum 150 liter equipped with inlet and outlet faucets for filtration and backwash. The media used are gravel with a size of 12.7 mm and manganese greensand with an value of effective size 0.3 mm and a uniformity coefficient <5 based on the results of sieve analysis and is in accordance with the design criteria. In this study, the pre-sedimentation process was carried out for 1 hour and left in the filtration unit after filtering for 2 hours, 22 hours and 24 hours so that the percentage decrease in turbidity and iron could be more visible at each time detention. The Mahoni Lake water sample was taken 5 times so that the results obtained were more representative. Percentage of decrease in turbidity parameter at pre-sedimentation is 1%-5%, at 2 hours detention time is 58%-67%, at 22 hours detention time is 67%-76% and at 24 hour detention time is 69%-77%. Meanwhile, the percentage decrease in iron parameters at pre-sedimentation is 3%-15%, at 2-hour detention is 63%-80%, at 22-hour detention time is 69%-82% and at 24-hour detention time is 75%-83%. The conclusion of this study is that filtration is upflow effective in reducing the value of turbidity and iron to comply with the quality standards in the Regulation of the Minister of Health No. 492/2010. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aji Digdoyo
"ABSTRAK
Setiap pembangunan industri minuman bir mempunyai pengaruh terhadap lingkungan, karena industri minuman bir menghasilkan limbah dan apabila limbah tersebut dibiarkan, limbah tersebut akan berpotensi untuk mencemari 1ingkungan. Untuk mencegah pencemaran lingkungan, bakumutu yang dihasilkan dari proses instalasi pengolahan limbah industri minuman bir harus berada di bawah baku mutu yang ditetapkan dari Surat Keputusan Kotamadya Dati 11 Tangerang No 660.1/SK1395JLH-94 tanggal 19 September 1994.
Penggunaan unit reaktor Upflow Anaerob Sludge Blanket (UASB) di dalam instalasi pengolahan limbah cair industri minuman bir mempunyai beberapa kelebihan, karena seiain berfungsi menurunkan parameter-parameter kadar limbah cair minuman bir, juga dapat menghasilkan gas metana, dan dapat dikonversi menjadi energi listrik. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi kinerja dari reaktor UASB guna memperoleh informasi yang sesuai mengenai pemanfaatan reaktor UASB sebagai :
1. Unit pengolah limbah cair
2. Reaktor UASB sebagai sumber energi gas metana
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahul tingkat efisiensi reaktor UASB dan produksi gas metana yang dihasilkan, dengan memperhatikan beban pencemaran, kesesuain desain dan standar pengoperasian. Efisiensi reaktor UASB dapat diamati melalui besarnya removal capacity yang dihasilkan setelah kadar limbah cair melalui reaktor UASB, sedangkan volume gas metana yang dihasilkan diamati melaiul penurunan COD dan besarnya Volatile Fatty Acid.
Dalam penelitian ini kondisi khusus yang diberlakukan pada kadar limbah cair sebelum menuju unit reaktor UASB adalah pH 7 - 7,5, temperatur adalah 30 - 37°Celcius, volume UASB = 380 m3 dan Hydraulic Retention Time = HRT = 11 jam pada kapasitas :
- aliran umpan rata-rata = 36,79 m3/jam dengan Organic Loading Rate (OLR)= 6,06 kg COD/hari
- aliran umpan rata-rata = 36,72 m3/jam dengan Organic Loading Rate (OLR) = 5,87 kg COD/hari
Dari hasil percobaan didapat hal-hal berikut:
1. Adanya sifat hubungan yang sangat kuat antara parameter limbah cair sebelum melalui reaktor UASB dan sesudah melalui reaktor UASB, baik dari aliran umpan rata-rata = 36,79 m3/jam dan OLR =6,06 kg COD/hari maupun pada aliran umpan rata-rata = 36,72 m3/jam dan OLR =5,87 COD/hari. Adapun nilai r (hubungan) pada aliran umpan rata-rata = 36,79 m3/jam dan OLR =6,06 kg CQD/hari adalah CODt=0,05, CODs=(0,33), pH=0,75, SS=(0,18), sedangkan nilai r (hubungan) pada aliran umpan rata-rata = 36,72 m3/jam dan OLR =5,87 COD/hari adalah CODt=0,52, CODs=0,33, pH=0,43, SS=0,37. Di samping itu berdasarkan uji statistik dan basil pengukuran terbukti bahwa reaktor UASB mampu menurunkan kadar limbah cair hingga 82,41%.
2. Efisiensi reaktor UASB yang diperoieti pada aliran umpan 36,79 m3/jam dengan OLR= 6,06 kg COD/had mempunyal efisiensi UASB= 82,38% dan VFA= 81,36% sedangkan aliran umpan 36,72m3/jam dengan OLR=5,87kg COD/had mencapai etisiensi UASB= 82,41%. dan VFA=66,36%, berdasarkan data ini terlihat bahwa Efisiensi reaktor UASB akan meningkat dengan turunnya OLR.
3. Gas metana yang tertinggi diperoleh dari aliran umpan 36,79 m3/jam dengan OLR=6,06 kgCOD/hari pada VFA= 81,36%, menghasilkan gas metana 255,85 m3/hari, sedangkan aliran umpan 36,72 m3ljam OLR=5,87 kg COD/had pada VFA= 66,36%, menghasilkan gas metana 88,72 m3/hari dari data ini terlihat bahwa gas metana akan meningkat dengan mentngkatnya VFA.
4. Kapasitas gas metana 255,85 m3lhari bila dikonversi sebagai energi listrik menjadi 207,24 kilo watt perjam, sedangkan kapasitas gas metana 88,72 m3/hari bila dikonversi sebagai energi listrik menjadi 71,86 kilo watt perjam, ini menunjukkan bahwa daya listrik yang dihasilkan sebanding dengan konversi gas metana.
Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan bahwa reaktor UASB merupakan salah satu unit pengolahan limbah cair yang dapat menurunkan kadar limbah cair dan menghasilkan gas metana dan energi gas metana dapat dikonversi menjadi energi listrik.

ABSTRACT
Every development in beer industry may influence its environment, because the industry produces wastes. If the wastes are negleted, it can be a potensial pollutant to environment In order to keep the enviroment away from enviromental pollution, quality of waste treatment outcome must be lower than the stipulated quality standard regulation of Kotamadya Dati Ii Tangerang No. 660.11SK13951LH - 1994 dated 19 err September, 1994.
Using Upflow Anaerob Sludge Blanket (UASB) reactor utilization to waste water has some advantages, such as reducing level of waste water concentration, producing methane gas that can be converted into electrical energy. Therefore, performance of UASB needs to be evaluated to gain information regarding its benefit as a waste water treatment unit and a source of methane gas energy.
Generally, the research objectives to are detect efficiency level of UASB and production of methane gas by observation on pollution load, suitability on design and standardization in operation. Efficiency level of UASB reactor can be observed by removal capacity, meanwhile the capacity of methane gas production is observed by COD reduction and Volatile Fatty Acids.
Certain conditions are applied to waste water before it is processed in USAB reactor unit; they are as follows : pH 7.7.5; the temperature 30°C -37°C ; USAB volume = 380m3; and hydraulic retention time = 11 hours in capacity :
- A feed flow average of 37.79 m3/hour with Organic Loading Rate (OLR) = 6.4 kg COD/day
- A feed flow average of 36.72 m3/hour with Organic Loading Rate(OLR) = 5.87 kg COD/day
The research can be stated in followings :
1. There is a solid connection on waste water concentration before and after passing through the USAB in both capacities feed flow average of 36.79 m3/hour with Organic Loading Rate (OLR) = 6.06 kg COD/day and a feed flow average of 3712 m3lhour with Organic Loading Rate (OLR) = 5.87 kg COD/day. The result feed flow average of 36.79 m3lhour with Organic Loading Rate (OLR) = 6.06 kg COD/day is CODt =0.05, CODs =(0.33), pH =0.75, SS =(0.18) and a feed flow average of 37.72 m3lhour with Organic Loading Rate (OLR) = 5.87 kg COD/day is CODt =0.52, CODs =0.33, pH =0.43, 55 =0.37. Based on statical test and result measurement, it can be proved that UASB reactor can reduce waste water concentration up to 82,41%.
2. Efficiency of UASB reactor on feed flow average of 36.79 m3/hour with Organic Loading Rate (OLR) = 6.06 kg COD/day is 82.38% and VFA = 8t36%. Meanwhile, UASB reactor of feed flow average of 36.72 m3/hour with Organic Loading Rate (OLR) = 5.87 kg COD/day can reach USAB efficiency = 82.41% and VFA = 66.36%. From the above data, it can be concluded that efficiency UASB reactor is increased with the reduction of OLR.
3. The highest capacity 255.85 m3/day of methane gas can be reached on feed flow average of 36.79 m3/hour with Organic Loading Rate (OLR) = 6.06 kg COD/day and VFA =81.36%. Whilst, the feed flow average of 36.72 m3lhour with Organic Loading Rate (OLR) = 5.87kg COD/day, VFA =66.36% can produce 88.72 m3/day methane gas capacity. It can viewed that methane gas capacity is increased with the growth of VFA.
4. In capacity of 255,85m31day methane gas can be converted into 207.24 kwh electrical energy and capacity of 88.72 m3/day methane gas can be converted into 71.86 kwh. The condition is shown that production of electrical energy is equivalent to methane gas conversion.
It can be concluded that UASB reactor is one of waste water treatment installation which can reduce waste water concentration and produce methane gas as energy; methane gas can be convertion into electrical energy.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Primantono Rachman
"ABSTRAK
Pasokan air bersih berkurang saat musim kemarau tiba mengakibatkan air bersih yang dapat digunakan tidak cukup untuk keperluan sehari-hari. Salah satu alternatif sumber air yang dapat digunakan adalah air yang bersumber dari danau. Kualitas air danau dilihat secara fisik kurang memenuhi syarat karena memiliki warna dan bau yang disebabkan pencemaran. Hal tersebut mendorong pengembangan alat purifikasi air yang dapat menghasilkan air yang laik digunakan untuk keperluan sehari-hari. Alat purifikasi air yang akan digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi upflow filter dengan keramik yang tidak diimpregnasi serta diimpregnasi perak nitrat. Rangkaian alat ini bekerja dengan prinsip filtrasi dengan arah aliran air ke atas dan disinfeksi mikroba dengan koloid perak pada keramik. Kinerja rangkaian alat secara keseluruhan untuk variasi keramik yang diimpregnasi perak nitrat mempunyai reduksi bakteri sebesar 99,4%, reduksi COD 95%, reduksi TSS 85%, reduksi TDS -1,5%, reduksi turbiditas 57% dan untuk rangkaian alat dengan variasi keramik yang tidak diimpregnasi perak nitrat mempunyai reduksi bakteri sebesar 94%, reduksi COD 86,8%, reduksi TSS 70%, reduksi TDS 3,5% dan reduksi turbiditas 42,8%.

ABSTRAK
Clean water supply will deplete during the dry season so the effect is water supply will be insufficient for the needs of daily activity. Alternative sources of water that can be used is water from lake. Lake water quality, physically less qualified because it has color and odor. Chemically and biologically, water quality less qualified too because of the pollution. It encourages the development of water purification device to produce decent quality water for the purpose of daily activity. The water purification device which will be used in this research is combination of upflow filter with ceramic impregnated and unimpregnated by silver nitrate. The series of the device work on the principle of filtration by water flow upward and microbial disinfection by colloidal silver on ceramics. The performance of device for variations in the ceramic impregnated silver nitrate has a bacterial reduction of 99.4%, 95% reduction of COD, TSS reduction of 85%, a reduction of -1,5% TDS, turbidity reduction of 57% and for a set of tools with a variety of ceramic unimpregnated with silver nitrate has a bacterial reduction of 94%, 86.8% reduction of COD, TSS reduction of 70%, 3,5% TDS reduction and turbidity reduction of 42.8%."
2016
S63693
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novan Dwi Novembry
"Air limbah domestik merupakan sumber pencemaran air yang berdampak pada penurunan kualitas air bersih. Sumber pencemaran di perkotaan juga disebabkan oleh bocornya air limbah dari tangki septik konvensional dimana desain tangki septik tidak memenuhi standar teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pengolahan air limbah domestik menggunakan dua jenis tangki septik dengan filter up-flow dan downflow untuk mereduksi polutan organik. Sampel air limbah diambil dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Janti di Malang. Tangki septik skala laboratorium yang digunakan dalam penelitian ini memiliki dimensi 54 cm x 22 cm x 37 cm, terbuat dari kaca setebal 5 mm. Laju aliran air limbah yang dimasukkan ke dalam tangki septik skala lab adalah 20 liter/hari dengan waktu detensi 2 hari. Model tangki septik terdiri dari tiga kompartemen dengan ketebalan media filter 15 cm untuk setiap jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan polutan pada tangki septik filter upflow adalah 55,84% BOD, 58,64% COD, 87,84% TSS, 75,07% NH4+, dan 57,19% Total Coliform. Sedangkan pada tangki septik filter downflow, efisiensi penyisihan parameter yang sama adalah65,26%, 66,90%, 90,34%, 79,52%, dan 57,54%. Nilai removal tersebut menunjukkan bahwa pengolahan menggunakan tangki septik filter downflow menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi daripada tangki septik filter up-flow."
Bandung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2022
728 JUPKIM 17:2 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library