Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 41 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Moh. Miftahhudin
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S34888
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stanley, Henry Morton
Jakarta: Elsam , 1994
627.86 STA s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Handayani
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas filoplankton serta hubungannya lerhadap kondisi fisiko-kimia perairan di Waduk Krenceng Cilegon. Kelimpahan fitoplankton dihitung dengan lackey drop microlransect method, keanekaragaman jenis dengan indeks Shannon Wiener, kesamarataan jenis dengan indeks Evenness. Hubungan anlara fitoplankton dengan lingkungan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil identifikasi ditemuka 26 jenis fitoplankton yang termasuk dalam 4 klas dengan kelimpahan tertinggi jenis Microcysiis aeroginasa. Hasil analisa regresi menunjukkan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton pada bulan Nopember adalah: kecerahan, suhu, pH, oksigen terlarut, nitrat, dan orthofosfat. Sedangkan pada bulan Marel faktor-faktor lingkungan seperti keceraahan, suhu, pH, oksigen terlarut, nitrtal, dan CO; lebih berpengaruh.

This research was carried out lo know the structure of the phytoplankton communities as well as his relations lo the physical and chemical water conditions in the Krenceng Reservoir, Cilegon. The phytoplankton abundance, diversity and evenness were counted. Relations between the phytoplankton and the environment were calculated with regression. We identified 26 species of the phytoplankton that including in four classes with the highest abundance of the Microcystis aeroginosa. The analysis of regression pointed out that the environmental factors such as brightness, temperature, pH, dissolve oxygen, nitrate, and orthophosphates influence the phytoplankton abundance in November, whereas in March the influenced factors are brightness, temperature, pH, dissolve oxygen, nitrates, and CO2."
[place of publication not identified]: Sains Indonesia, 2003
SAIN-8-2-2003-6
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Amsterdam: Elsevier, 1996
577.63 LAK
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
S7700
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Udin Nashikudin
"Pembahasan mengenai daerah banjir meliputi dua kurun waktu, yalta tahun 1973 dan tahun 1983. Sedangkan materi yang dibahas meliputi segi fisik yaitu lereng, ketinggian, hutan dan curah. hujan, segi keadaan hidrologi yaita debit air, erosi dan pengendapan serta tinggi permukaan air. Daerah banjir yang dimakaud yalta genangan air yang diakibatkan oleh meluapnya air Ci. Manuk melalui tanggul atau air ke luar melalui tanggul yang jebol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proyek penanggulangan banjir di daerah muara Ci Manuk terhadap pola daerah banjir di daerah aliran. Ci Manuk serta perubahan produktifitas tanaman pangan ( padi dan palawija ) di daerah muara Ci Manuk. àdapun masaish yang dibahas di dalam tulisan Ini adalah Bagaimanakah pola daerah banjir di daerah aliran Cl Manuk sebelum dan sesudah selesainya proyek penanggulangan banjir di daerah muara Cl Manuk 7Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya banjir tersebut 7 Bagaimanakah produktifitas tanaman pangan ( padi dan palawija ) sebeluin dan sesudah selesainya proyek penanggulangan banjir di daerah muara Ci Manuk 7"
Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1986
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Balai Pustaka, 2016
627.8 BEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Jasuri Sa`at
"ABSTRAK
Perkembangan pembangunan di daerah Depok sebagai penunjang kota Metropolitan Jakarta akhir-akhir ini berkembang dengan pesat. Perkembangan pembangunan itu lebih cenderung merubah tata guna tanah (lahan) dari kondisi lolos air menjadi daerah kedap air. Daerah yang sebelumnya diperuntukan sebagai rembes air dengan pelan-pelan bertahap berubah menjadi daerah kedap air karena ditutupi oleh berbagai jenis bangunan seperti : Pemukiman, pertokoan, jalan dll.
Daerah Bogor umumnya dan Depok khususnya diperuntukan sebagai wilayah tangkapan air hujan dengan curah hujan sangat tinggi diharapkan sebagian besar hujan yang jatuh meresap ke dalam tanah dengan tujuan persediaan sumber air dan mengurangi besarnya volume air limpasan perumahan yang akan menyebabkan terjadinya luapan air di daerah yang letaknya secara topografi lebih rendah.
Mengingat perkembangan penduduk akibat pemindahan dari wilayah kota metropolitan Jakarta tidak dapat dihalangi, maka sudah barang tentu kebutuhan akan daerah pemukiman semakin luas termasuk pengembangan dan prasarananya, sehingga akhir-akhir ini penutupan lahan atau tanah oleh bahan yang kedap air semakin meluas dan akibat semakin kecilnya daerah lahan yang dapat merembeskan air ke dalam tanah apabila terjadinya presiptasi atau hujan. Dalam hal ini juga semakin besarnya volume air hujan yang mengalir sebagai air permukaan atau limpasan menuju saluran dalam waktu yang relatif singkat dan bersamaan. Sebagai akibat tingginya volume air limpasan tersebut, maka akan memberi kapasitas atau debit saluran yang besar sehingga terjadi banjir pada lokasi yang berada di hilir sungai atau saluran akhir. Diamping itu akibatnya adalah berkurangnya volume air tanah pada musim kemarau dan terjadi banjir pada musim hujan.
Perkembangan di atas sangat erat hubungan dengan system pengolahan dan pegendalian air hujan yang diterapkan oleh masyarakat selama itu, untuk meliput masyarakat dalam pengendalian air hujan. Dalam hal ini diharapkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap peraturan-peraturan pemerintah dalam hubungannya dengan IMB. Terutama Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan penyediaan lahan atau ruang terbuka di setiap daerah atau lokasi pemukiman, untuk menentukan system teknis pengendalian itu dicoba untuk meneliti seluruh daerah Depok dengan pembagian lokasi penelitian ditentukan oleh kondisi topografinya dan karakteristik lahan (tanah) pada lapisan topsoilnya.
Dari hasil penelitian ini diharap menemukan data, kemampuan tanah dalam menginfiltrasikan air hujan serta menahan volume limpasan dalam waktu tertentu sesuai dengan dimensi dan karkateristik waduk retensi percobaan, sehingga waktu alir menuju saluran dapat diperlama dengan sendirinya debet air dalam saluran dapat dikurangi dalam waktu itu. Disamping itu juga sebagian air masuk ke dalam tanah sebagai resapan dan akan menambah cadangan air tanah itu sendiri.
Jadi sebagai konstrabusi dari pembuatan waduk retensi setiap unit bangunan adalah untuk menghindari air limpasan dan banjir dan juga menambah cadangan air tanah serta kelembabannya tanpa mengganggu fungsi dari tanah itu sendiri."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1993
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ismail Hanif
"ABSTRACT
Skripsi ini membahas tentang perlawanan rakyat Kedung Ombo terhadap pembangunan Waduk Kedung Ombo Di Jawa Tengah. Pembangunan waduk yang awalnya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar waduk, berubah menjadi sebuah perlawanan yang masif tatkala muncul perbedaan pendapat antara pemerintah dan masyarakat di sekitar Waduk Kedung Ombo. Isu ini pun menyebar luas dan melibatkan berbagai aktor-aktor lain di luar pemerintah dan masyarakat, seperti aktivis sosial, LSM, dan mahasiswa. Peneliti menggunakan metode sejarah dalam penulisan skripsi ini, dengan mengumpulkan literatur dan berita sejaman yang menjadi pendukung penelitian. Dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa perlawanan rakyat Kedung Ombo tidak dapat meruntuhkan hegemoni pemerintahan Orde Baru. Peneliti berusaha untuk melengkapi penelitian-penelitian terdahulu dengan melihat secara kronologis mulai dari latar belakang hingga dampaknya.

ABSTRACT
This research discusses the resistance of the Kedung Ombo locals towards the construction of Kedung Ombo Dam in Central Java. The construction of the dam, which was initially aimed at increasing the welfare of the people around the dam, turned into a massive resistance caused by the dissenting opinions between the government and the Kedung Ombo Dam locals. The repressive attitude of the government in enforcing their will to the locals, triggered an autonomy resistance from the locals. This issue then widely spreads and later on involves various figures outside the government and the locals, such as social activists, NGOs, and college students. The researcher uses historical method in the writing of this research, which includes collecting literatures and news from the same era of the particular event to support this research. From this research, it can be seen that the resistance of the Kedung Ombo locals didnt disrupt the dominance of Orde Baru governance. The researcher tries to complete previous researches by seeing the event chronologically, starting from the background and to the effects."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bagus Setyo Rekso Samudro
"ABSTRAK
Salah satu alternatif dalam penyediaan air bersih untuk memenuhi ketersediaan air bersih kampus UI Depok pada waktu yang akan datang sesuai dengan master plan UI tahun 2010, adalah dengan memanfaatkan air waduk UI Depok yang sudah ada sebagai air baku untuk diolah menjadi air bersih.
Waduk yang ditinjau adalah waduk buatan dari perluasan clan pendalaman sungai kecil yang berada disekitar kampus UI Depok yang mempunyai hulu di dekat jalan masuk menuju politeknik UI dan berhilir dekat asrama kampus.
Untuk menjamin kemampuan serta layak tidaknya air waduk tersebut digunakan sebagai air diperlukan analisa kuantitatif dan kualitatif pada waduk tersebut.
Analisa kuantitatif dilakukan untuk .nendapatkan jumlah air waduk yang dapat diambil sebagai air baku dengan tidak merusak fungsi waduk sebelumnya dan nilai estetika waduk itu sendiri serta kekontinyuitasnya.
Analisa kualitatif dilakukan untuk mendapatkan parameter-parameter nilai sifat fisika, kimia serta bakteri yang ada pada air waduk tersebut, sehingga dapat ditentukan layak atau tidaknya air waduk tersebut dijadikan air baku sesuai dengan standar air baku mute yang ada.
Dari hasil analisa kuantitatif terlihat bahwa air waduk UI Depok tidak dapat diambil secara kontinyu terutama pada musim kering, sehingga perlu adanya supiesi dari air irigasi yang dapat memberikan sumbangan dalam penyediaan air bersih pads musim kering.
Dari hasil analisa kualitatif terlihat kualitas air waduk yang akan dijadikan air Baku terdapat beberapa parameter yang melebihi standar air baku mutu yaitu; Parameter fisika berupa warna untuk musim kemarau dan penghujan. Parameter kimia berupa mangan, nitrit pada seat musim kemarau dan KMn04, besi, nitrit, magnesium, ammonium, kalsium pada saat musim penghujan, Parameter mikrcbiologi berupa angka kuman pada saat musim kemarau dan penghujan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan waduk sebagai air bake untuk penyediaan air bersih kampus tersebut tidak layak.

"
2001
S35676
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>