Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Engineers are faced with a bewildering array of choices when selecting a surface treatment for a specific corrosion or wear application. This book provides practical information to help them select the best possible treatment. An entire chapter is devoted to process comparisons, and dozens of useful tables and figures compare surface treatment thickness and hardness ranges; abrasion and corrosion resistance; processing time, temperature, and pressure; costs; distortion tendencies; and other critical process factors and coating characteristics. The chapter 'Practical Guidelines for Surface Engineering' describes hands-on approaches for matching surface treatments with design and performance requirements. The book includes the content from an Institute of Materials design guide publication, combined with information from several ASM Handbook volumes and other ASM and industry sources. All the material has been carefully organized, edited, and rewritten as needed to provide a comprehensive, up-to-date, and user-friendly guide to the subject. "
Materials Park, OH: ASM International, 2001
e20442167
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Adita Evalina Fitria Utami
"Carbon nanotube (CNT) Alumina + 13%TiO2 nanokomposit dengan fraksi volume CNT berbeda untuk mengetahui pengaruh distribusi CNT dalam matriks keramik. Perilaku self-lubrication pada pelapisan permukaan di cylinder liner yang diamati. Alumina 13% TiO2 + CNT nanokomposit dengan kandungan CNT Maksimum 4 % yang dilakukan dengan metode cold spraying pada pelapisan permukaan cylinder liner. Nanokomposit dibuat dengan komposisi berbeda dengan metode pencampuran planetary ball mill. Pengaruh ketahanan aus, friction dan self lubrication akan di analisa dengan Vickers microhardness, surface roughness, pengujian keausan ogoshi sebelum lubrikasi dan setelah lubrikasi, dan fourir transform infrared spectrometer.
Hasil yang didapatkan ketahanan aus meningkat seiring penambahan CNT. Ketahanan aus dan mikrohardness berdasarkan penambahan CNT dihitung dalam penelitian ini. SEM - EDX digunakan untuk mengamati permukaan yang dilapisi CNT ? Alumina 13% TiO2 nanokomposit. Semua hasil menunjukkan metode cold spraying dan planetary ball mill secara signifikan meningkatkan distribusi CNT pada matriks alumina 13% TiO2 sehingga meningkatkan ketahanan aus dan memberikan efek self lubricant pada nanokomposit.

Carbon nanotubes (CNTs) Alumina + 13% TiO2 nanocomposite with a different volume fraction of CNT?s to determine the effect of CNT distribution in the ceramic matrix. The behavior of self-lubrication on the surface coating on the cylinder liner was observed. Alumina 13% TiO2 + CNT nanocomposite containing CNTs Maximum 4% which was conducted by cold spraying on the surface of the cylinder liner coating. Nanocomposite prepared with different compositions with a planetary ball mill mixing method. Effect of wear resistance, friction and self lubrication will be analyzed with a Vickers microhardness, surface roughness, ogoshi wear testing was used before and after lubrication lubrication, and fourir transform infrared spectrometer.
The results obtained wear resistance increases with the addition of CNTs. Wear resistance and mikrohardness by the addition of CNTs calculated in this study. SEM - EDX was used to observe the surface of the coated CNT - Alumina 13% TiO2 nanocomposite. All results show the method of spraying cold and planetary ball mill significantly improve the distribution of CNTs in the alumina matrix 13% TiO2 thereby increasing wear resistance and self-lubricant effect on the nanocomposite.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64725
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Al Afghani
"Plasma electrolytic oxidation (PEO) digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi dan aus material kelongsong Pressurrized water reactor yaitu zircalloy-4 (Zr-4). Rapat arus merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi sifat-sifat pelapisan PEO. Ada 3 rapat arus berbeda yang digunakan untuk proses PEO Zr-4 yaitu 30, 50 dan 70 mA/cm2 pada penelitian ini. Pengaruh rapat arus terhadap karakterisasi lapisan permukaan dan tampang lintang PEO, komposisi element dan fasa, evaluasi korosi dan ketahanan aus diamati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa rapat arus 70 mA/cm2 memiliki ketahanan korosi terbaik dengan nilai Rcoating= 20 x106 Ω/cm2 karena memiliki komposisi element Si 27,74% sebagai pasif film. Namun rapat arus 70 mA/cm2 memiliki ketahanan aus yang paling baik yaitu laju keausan= 8,86 x 10-6 mm3/mm karena memiliki persentase pori terendah dibanding rapat arus lainnya yaitu 4,5%. Mempertimbangkan ketahanan aus yang lebih diperlukan dalam pengembangan pelapisan Zr-4, sehingga rapat arus 70 mA/cm2 adalah yang paling optimal dalam meningkatkan karakteristik Zr-4 dalam penelitian ini.

Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) is used to improve the corrosion and wear resistance of PWR cladding material, namely zircaloy-4. Current density is one of the parameters that affect the properties of the PEO coating. There are 3 different current densities used for the PEO Zr-4 process, namely 30, 50 and 70 mA/cm2 in this study. The effect of current density on the surface layer characterization and cross section of PEO, element and phase composition, evaluation of corrosion and wear resistance were observed. The experimental results show that the current density of 30 mA/cm2 has the best corrosion resistance Rcoating= 20 x106 Ω/cm2 because it has an elemental composition of 27.74% Si as a pasif film. However, the current density of 70 mA/cm2 has the best wear resistance because its surface porosity 4.5% is lowest than others. Considering that more wear resistance is needed in the development of Zr-4 coating, so that the current density of 70 mA is the most optimal in improving the characteristics of Zr-4 in this study."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Fitriani
"Pada era ini, Aluminum AC4B telah banyak diaplikasikan untuk komponen kendaraan salah satunya adalah torak. Torak berperan sebagai penekan udara masuk dan penerima tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar dan tersambung ke bagian poros engkol. Namun terdapat masalah-masalah seperti keausan dan penggunaan pelumas yang boros yang harus diatasi dengan ide melapisi cylinder liner dan cincin torak menggunakan nanokomposit dengan memvariasikan komposisi penguat CNT (0%, 2%, dan 4%) dengan metode pelapisan penyemprotan dingin. Prosedur perlakuan pendispersian dan planetary ball mill juga memegang peranan penting sebelum proses pelapisan dilakukan. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan mikro, metalografi-SEM, EDS (pemetaan unsur), kekasaran permukaan, ketahanan aus, dan FTIR. Dari hasil pengujian didapatkan data bahwa penambahan CNT hingga 2% akan meningkatkan kekerasan, ketahanan aus, dan juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pelumas.

In this era, Aluminum AC4B has widely applied to vehicle components, one of the application is piston. Piston acts in order to pressing the air and receiving the results of the combustion pressure in the combustion chamber which is connected to the crankshaft. However, there are problems such as wear and wasteful use of lubricants that must be overcome by the idea of ​​coating the piston ring and also cylinder liner using nanocomposite by varying the composition of CNT reinforcement (0%, 2%, and 4) by using cold spraying for the coating method. Dispersing treatment procedures and planetary ball mill also plays an important role before the coating process is done. Tests were carried out which micro hardness testing, metallography-SEM, EDS (mapping element), surface roughness, wear resistance, and FTIR. Data obtained from the test results that the addition of up to 2% CNT will increase hardness, wear resistance, and also can improve the efficiency of the use of lubricants."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64727
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ariqu Qolbi
"Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan teknik pelapisan permukaan oleh industri manufaktur telah mengalami peningkatan secara signifikan, terutama pada industri manufaktur katup (valve). Salah satu teknik pelapisan permukaan yang dipakai adalah pengerasan permukaan (hardfacing). Proses pengerjaan logam ini menggunakan bahan yang lebih keras untuk diterapkan pada permukaan logam dasar agar terjadi peningkatan ketahanan terhadap abrasi, korosi, dan benturan maupun jenis keausan lainnya, terutama yang berkaitan dengan pencegahan bagian-bagian mesin terhadap kekuatan destruktif pada kilang dan pabrik kimia, tenaga uap dan pembangkit nuklir. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan aus permukaan baja A216 WCB menggunakan pelapis berbahan Stellite 6. Pada penelitian ini parameter pelapisan permukaan menggunakan pelapis material Stellite 6 and penambahan pelapis antara (stainless steel ER309) sebelum pelapisan dengan stellite 6. Proses pelapisan permukaan baja karbon A216 WCB dilakukan dengan 2 layer kawat las stellite yang menggunakan proses pengelasan Tungsten Inert Gas (TI atau Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Sifat mekanis dan struktur mikro dilakukan pada produk pelapisan tersebut yaitu uji kekerasan, uji ketahanan aus dan pengamatan struktur mikro lapisan permukaan menggunakan mikroskop optic dan Scanning Electron Microscop (SEM) serta analisis presipitat serta fasa yang terbentuk diamati dan dievalusi menggunakan EDS. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu struktur mikro hasil pengelasan pada bagian logam las stellite 6 menghasilkan struktur yang lebih mengarah ke kolumnar. Nilai kekerasan tertinggi dihasilkan oleh stellite double layer, yaitu sebesar 443 HV, nilai uji aus tertinggi juga didapatkan pada benda uji stellite  double layer, yaitu sebesar 0.281 x 10-6 mm3/mm. buttering 309 dipilih untuk menurunkan nilai kekerasan sehingga tidak rawan terjadinya retak pada benda uji.

Over the past few years, the use of surface coating techniques by the manufacturing industry has increased significantly, especially in the valve manufacturing industry. One of the surface coating techniques used is surface hardening (hardfacing). This metalworking process uses harder materials to be applied to the surface of the base metal to increase resistance to abrasion, corrosion, and other types of wear and tear, especially those related to preventing machine parts from destructive forces at refineries and chemical plants, power steam and nuclear power plants. This study aims to improve the wear resistance of A216 WCB steel surfaces using Stellite 6 coating. In this study the surface coating parameters use Stellite 6 material coatings and the addition of intermediate coatings (stainless steel ER309) before coating with stellite 6. The process of coating A216 carbon steel surfaces performed with 2 layers of stellite welding wires using the Tungsten Inert Gas (TI) welding process Mechanical properties and microstructure are carried out on these coating products namely hardness test, wear resistance test and observation of microstructure of surface layers using a microscope optics and Scanning Electron Microscop (SEM) as well as precipitate analysis and formed phases are observed and evaluated using EDS The results obtained from the study are the microstructure of welding results on the stellite 6 weld metal section produces a structure that is more directed to the columnar.The highest hardness value in ih produced by double layer stellite, which is equal to 443 HV, the highest wear test value is also obtained on the double layer stellite test object, which is equal to 0.281 x 10-6 mm3/mm. 309 buttering was chosen to reduce the value of hardness so that it is not prone to cracking in the test specimens."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T55264
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septiansyah Dwi Wardana
"Low Pressure Die Casting atau LPDC merupakan suatu metode pengecoran logam menggunakan tekanan dan kecepatan yang rendah untuk menghasilkan suatu produk. LPDC mempunyai salah satu komponen utama yaitu cetakan. Masing-masing cetakan memiliki masa pakai yang berbeda. Cetakan dengan masa pakai relatif rendah memerlukan proses tambahan seperti pelapisan. Pelapisan dengan teknik PVD diketahui dapat meningkatkan daya tahan dan masa pakai cetakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kekasaran permukaan cetakan baja SKD 61 terhadap sifat permukaan hasil pelapisan PVD AlCrN dan melakukan studi literatur guna melihat pengaruh pemberian variasi perlakuan terhadap sifat permukaan pelapisan CrAlN. Lapisan AlCrN dan CrAlN memiliki unsur penyusun yang sama namun memiliki komposisi unsur yang berbeda. Pada pelapisan AlCrN dilakukan dengan metode arc evaporation pada baja SKD 61 dengan berbagai variasi kekasaran permukannya. Variasi kekasaran dihasilkan melalui proses sandblasting dengan variasi ukuran pasir grit 200 dan grit 36 serta variasi waktu selama 5, 10, dan 15 menit. Pengujian ketahanan aus dilakukan untuk mengetahui laju aus yang dihasilkan oleh perbedaan kekasaran permukaan pada baja SKD 61 yang dilapis dengan AlCrN dan baja SKD 61 yang tidak dilapis AlCrN. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan aus baja SKD 61 yang dilapis AlCrN lebih tinggi dibandingkan dengan baja SKD 61 yang tidak dilapis. Selain itu, pada keduanya menunjukkan hasil lain yaitu peningkatan kekasaran permukaan akan berbanding terbalik dengan ketahanan ausnya. Sementara itu, berdasarkan studi literatur diketahui lapisan CrAlN yang didepositkan dengan metode arc evaporation menghasikan nilai kekasaran permukaan yang lebih besar dibandingkan kekasaran permukaan awal sebelum dilapis. Selain itu, lapisan CrAlN diketahui memiliki sifat anti-aus yang sangat baik pada pengujian ketahan aus dengan pemberian kecepatan tinggi dan beban yang rendah
Low Pressure Die Casting or LPDC is a metal casting method using low pressure and low speed to produce a product. LPDC has one of the main components, namely dies. Dies have a different lifetime. Low-lifetime dies require additional processes, one of them is coating. Coatings with PVD techniques are known to increase the durability and lifetime of the dies. This study aims to examine the effect of the surface roughness of the SKD 61 steel dies on the surface properties of the PVD AlCrN coating and conduct a literature study to see the effect of varying the treatment on the surface properties of the CrAlN coating. AlCrN and CrAlN coatings have the same constituent elements but have different compositions. AlCrN coating was carried out using the arc evaporation method on SKD 61 steel with various variations of surface roughness. Roughness variations are produced through the sandblasting process with variations in grit size of grit 200 and grit 36 as well as variations in time for 5, 10, and 15 minutes. The wear resistance test was carried out to determine the wear rate produced by differences in surface roughness on SKD 61 steel coated with AlCrN and SKD 61 steel not coated with AlCrN. The results showed that the wear resistance of AlCrN-coated SKD 61 steel was higher than uncoated SKD 61 steel. In addition, both of them show other results, where the roughness of surface will be inversely proportional to the wear resistance. Meanwhile, based on literature studies, it is known that the CrAlN coating deposited by the arc evaporation method produces higher value of surface roughness than the uncoated. In addition, the CrAlN coating is known to have excellent anti-wear properties in wear-resisting tests at high speed and low load. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ronaldus Caesariano Ekaputra
"Seiring dengan meningkatnya investasi di sektor infratruktur, gedung-gedung pencakar langit, dan proyek otomotif berbanding lurus dengan permintaan pasar global akan baja perkakasdengan nilai USD 5.7 miliar di tahun 2023. Salah satu tipe baja perkakas yang umum digunakan di dunia industri sebagai pisau pemotong adalah baja AISI D2.Material ini dapat ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya melalui proses perlakuan panas. Perlakuan panas dilakukan untuk mentransformasi fasa austenit menjadi martensit. Fasa austenit yang merupakan fasa induk memiliki peran penting dalam menghasilkan fasa akhir dengan sifat mekanis yang optimal oleh karena itu penelitian terkait fenomena penghalusan austenit atau yang dikenal dengan sebutan prior austenite grain (PAG) terus dikembangkan. Salah satu metode penghalusan butir austenit dilakukan dengan kombinasi dari proses deformasi plastis (canai dingin) sebelum dilakukan perlakuan panas.Dengan diterapkannya deformasi plastis, maka akan menghasilkan lebih banyak cacat kristal sebagai area nukleasi atau pengintian fasa austenit pada saat proses pemanasan serta lebih banyak energi yang tersimpan sebagai pendorong (driving force) proses pengintian. Penelitian ini berfokus pada analisa ukuran prior austenit grain (PAG) yang berdampak terhadap sifat mekanis dari baja perkakas AISI D2, terutama kekerasan dan ketahanan aus hasil dari proses deformasi sebelum perlakuan panas serta efek dari waktu tahan pada temperatur austenitisasi. Spesimen baja AISI D2 dengan kombinasi deformasi paling tinggi (24.6%) dengan waktu tahan pada temperatur austenitisasi 600s ternyata memiliki ukuran rata-rata PAG paling halus yakni 4.182 µm. Ukuran PAG yang halus berpengaruh terhadap nilai kekerasan dan ketahanan aus (nilai kehilangan volume) material yang paling tinggi yaitu 63.26 HRC dan 0.120mm3 yang turut dikonfirmasi melalui pengujian kekerasanRockwell C dan ketahanan aus metode abrasif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya persentasi deformasi maka terdapat kecenderungan untuk menghasilkan ukuran PAG yang semakin halus yang berdampak pada meningkatnya kekerasan dan ketahanan aus material.

Along with the increasing of investment in infrastructure, skycrapers, and automotive project, significantly increasing global market demand for tool steel with total value of USD 5.7 billion in 2023. One of the popular type of tool steel which have been used as cutting tool is AISI D2. This material is heat treatable to improve its strength and hardness. Heat treatment is conducted to transform austenite phase become martensite.Austenit as parent phase has primary role in resulting final phase with optimum mechanical properties, in which research that related with autenite or known as prior austenite grain (PAG) continuously developed. PAG refinement method in this research is a combination of plastic deformation (cold rolling) before heat treatment, which the greater deformation percentage, the more crystal defect formed as austenite nucleation area during heating also store the energy as nucleation driving force. The focus of this research will be the analysis of prior austenite grain (PAG) which affecting it mechanical properties, especially for hardness and wear resistance resulting for plastic deformation before heat treatment and the effect of austenitizatin soaking time.Specimen with combination of deformation percentage of 24.6% with austenitization soaking time 600s has the finest PAG with 4.182 µm. PAG size has effect on material’s highest hardness and wear resistance (volume loss) which is 63.26 HRC and  0.120mm3 which confirmed by Rockwell C hardness testing and abrasive wear resistance testing. From this research, it can be concluded that the higher deformation percentage has tendency in resulting to produce finer PAG size which affecting in improving material’s hardness and wear resistance."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library