Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Black, Bruce J.
Amsterdam: Elsevier, 2004
670.423 BLA w
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Banyak pemuda yang mengidolakan hero import, padahal di sekelilingnya banyak bermunculan pahlawan...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dea Hapsari Lavandya
"ABSTRAK
Dalam upaya merevitalisasi Kawasan Kota Tua DKI Jakarta agar layak menjadi kawasan wisata, tata ruang wilayah bekas VOC tinggal tersebut dirombak sesuai kebutuhan wisatawan masa kini. Terjadi banyak perubahan fungsi bangunan, fungsi lahan, hingga jalur transportasi yang melintas di dalamnya. Hal ini membuat banyak penduduk yang semula memiliki pekerjaan diharuskan berpidah menyesuaikan zonasi yang ditentukan, padahal tidak semua penduduk mampu untuk beradaptasi dalam perubahan. Di wilayah Kampung Tongkot, Jakarta Utara, terdapat banyak penduduk kelas bawah yang bahkan tidak memiliki tempat tinggal. Mereka mengandalkan puing-puing Bangunan Cagar Budaya Gudang Kasteel Batavia tempat tinggal mereka. Untuk mengatasi isu tersebut, tugas akhir ini dibuat dengan merevitasasi puing Kasteel Batavia yang dibuat demi mengatasi isu penggusuran masyarakat kelas bawah. Selain menindak lanjuti revitalisasi Kawasan Wisata Kota Tua, Gudang Kasteel Batavia dapat dimanfaatkan sebagai lapangan pekerjaan masyarakat tunakarya. Proyek tersebut bernama Tongkol Kasteel yang dibangun sebagai museum yang akan menjelaskan sejarah Kasteel Batavia, juga sebagai rumah workshop yang digunakan untuk menambah keterampilan pekerjanya.

ABSTRACT
In effort to revitalize the DKI Jakarta Old Town Area so that it is suitable for tourism, the zonation of the former VOC residency is overhauled to suit the needs of todays tourists. There will be many changes in the function of the building, the function of the land, and even the transportation lanes that pass through it. This makes many residents who originally had jobs required to move out to adjust the zoning specified, even though not all residents are able to adapt. In Kampung Tongkot area, North Jakarta, there are many lower class residents who dont even have a place to live. They relied on the ruins of the Kasteel Batavia Warehouse Cultural Heritage Building as their livinng space. To overcome this issue, this final project is made to revitalize the ruins of Kasteel Batavia which is made in order to overcome the issue of eviction of the lower class. In addition to following up on the revitalization of the Old Town Tourism Area, the Kasteel Batavia Warehouse can be used as an employment opportunity for the jobless people. The project named Tongkol Kasteel. It will be built as a museum to explain the history of Kasteel Batavia, as well as a workshop to train its workers.
"
2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Soetarjono
"PREFACE
The Jakarta Workshop on Environmental Health 1998 is the second meeting of the UNESCO UNITWIN Programme and UNESCO UNISPAR Programme on Environment in Asia. The first meeting was hosted by Bunkyo University in Tokyo from 10 to 12 April 1997. This second meeting is hosted by the Centre for Research of Human Resources and the Environment (CRHRE) from 16 to 17 February 1998.
This proceedings reported the implementation of the Workshop Programme from 16 - 17 February 1998. The Organizing Committee (OC) did its utmost towards the realization of both the UNESCO UNITWIN Programme Director and Co-Directors' meeting as well as the UNESCO UNISPAR Programme member Universities meeting. The former was attended by Bunkyo University, Griffith University, Prince of Songkla University and the University of Indonesia. The latter was attended by representatives of Prince of Songkla University, Suranaree University of Technology, the University of Indonesia, the University of the Philippines and Griffith University was present as observer, whilst Dr Y Aoshima of UNESCO Regional Office for Science and Technology in Southeast Asia chaired the meeting.
Apologies came from Nankai University, China due to Chinese New Year Holidays, Vietnam National University due to Professor Nguyen Van Davis tight schedule and Kong Hee University, Korea due to inability of Professor Chungwon Chone to leave his post. Further apologies came from UNEP, both Dr Wimala Ponniah and Dr Mahesh Pradhan of NETTLAP in view of prior commitments; the same is true with Professor Wang Yi Bing. The Director of CRHRE, Professor Retno Soetaryono SH; MSi, due to ill health and on the advice of her Family Physician prevented her participation in the event.
The OC extends its earnest appreciation to UNESCO UNITWIN Programme partner universities and UNESCO UNISPAR partner universities who participated in the workshop, hence fostered closer relations with each other. Finally, our thanks are due to UNESCO for the assistance and advice as well as TOYOTA Motor Corporation for sponsoring both this workshop and the UNESCO UNISPAR Programme.
The third workshop will be held in either Brisbane, Australia or Hatyay, Thailand in 1999. The decision will be cast in July oe August this year. It is hoped that this proceedings will be of interest and informative as well."
Depok: Universitas Indonesia, 1998
UI 616 98 Uni t
Prosiding - Seminar  Universitas Indonesia Library
cover
Widodo
"Dengan semakin banyaknya tempat perawatan dan perbaikan printer Hewlett Packard yang dibuka selama tiga tahun terakhir ini, menjadikan persaingan diantara pemain yang ada di pasar tersebut semakin ketat. Selain itu adanya kebijaksanaan dari produsen Hewlett Packard (HP) yang menutup akses sebagian spare part printer terutama jenis printer low-end dan memberlakukan program trade-in pada printer jenis tersebut, tentu sangat memberatkan bagi dunia bisnis jasa perawatan dan perbaikan printer ini. PT XYZ sebagai Authorized Service provider juga merasakan dampak negatif dari kondisi diatas. Dampak negatif ini terutama mempengaruhi kelangsungan bisnis divisi workshop. Kebimbangan pihak manajemen dalam mengambil kebijaksanaan yang tepat terhadap bisnis workshopnya memang bisa dipahami. Opsi untuk menutup divisi workshop atau malahan mengembangkan secara agresif dengan tujuan bisa memonopoli bisnis ini adalah merupakan pilihan yang tidak mudah. Berbagai pertimbangan hendaknya bisa lebih dicermati. Potensi pasar yang ada dan perkiraan pertumbuhannya merupakan hal yang sangat perlu dipertimbangkan. Sumber pendapatan workshop mana saja yang potensi juga perlu diketahui.
Untuk dapat mengambil kebijaksanaan terhadap divisi workshop PT XYZ tentunya bukan merupakan hal yang mudah. Untuk itu penulis berusaha mencoba mengevaluai dan menganalisa berbagai aspek, yang mana nantinya bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijaksanaan penanganan divisi workshop. Dalam meneliti dan menganalisa berbagai aspek yang ada, penulis membagi permasalahan ini menjadi tiga bagian. Pertama, menganalisa apakah pasar jasa service printer HP yang ada dan prediksi pertumbuhannya masih potensi. Kedua, meneliti adakah segmen pelanggan workshop yang lebih perlu dikembangkan. Dan yang ketiga, jika ternyata pasar jasa service masih potensi maka penulis mencoba memberi berbagai masukan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan proses service delivery workshop guna mendukung upaya pengembangan pelanggan. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk memberi masukan berbagai temuan dan beberapa opsi yang bisa diambil untuk menangani divisi workshop kepada pihak manajemen PT XYZ.
Dari penelitian dan analisis yang penulis lakukan terhadap potensi pasar jasa perawatan dan perbaikan printer HP pada tahun 2006 dan perkiraan pertumbuhannya pada tahun 2007, temyata menunjukan adanya potensi pasar yang berkembang cukup bagus. Walaupun pasar jasa perawatan dan perbaikan ini memiliki perkiraan pertumbuhan yang cukup bagus, namum jika dilihat dari besarnya nilai rupiah pasar tersebut temyata tidak cukup besar sehingga kurang menarik.
Di sisi lain penelitian terhadap PT XYZ menunjukan bahwa selama perjalan bisnisnya tidak pemah mengalami gejolak yang berarti walaupun terkena dampak resesi ekonomi yang berkepanjangan. Pendapatan PT XYZ diperoleh dari keempat divisi, yaitu maintenance contract (MC), spare part, project dan workshop. Divisi maintenance contract memberi kontribusi pendapatan yang paling besar terhadap keseiuruhan pendapatan PT XYZ dan kontribusi terkecil berasal dari divisi project dan workshop. Walaupun kontribusi divisi workshop terhadap pendapatan keseluruhan PT XYZ relatif kecil dibanding divisi lainya, namun divisi ini tidak pernah merugi sepanjang perjalananya.
Penelitian juga dilakukan terhadap pelanggan workshop PT XYZ yang dikelompokkan menjadi pelanggan bisnis dan pelanggan perorangan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelanggan bisnis memiliki proporsi lebih besar dari pada pelanggan perorangan terhadap jumlah barang yang diperbaiki di workshop. Selain itu pelanggan bisnis temyata juga memberi kontribusi pendapatan dan profit margin yang lebih besar dibanding pelanggan perorangan terhadap pendapatan workshop. Dari hasil survey kepuasan pelanggan workshop yang penulis lakukan, menunjukkan adanya gap yang paling besar terjadi pada dimensi tangibles dan dimensi reliability. Hal ini menunujukkan masih adanya perbedaan yang masih cukup besar antara proses service delivery yang diberikan workshop PT XYZ dengan harapan pelanggannya. Hasil survey juga menunjukkan bahwa tingkat prioritas dimensi reliability mendapat prioritas utama bagi pelanggan jika dibandingkan dengan dimensi lainnya (tangibles, responsiveness, assurance dan empathy). Hasil temuan ini sangat berguna bagi usaha peningkatan mutt service delivey workshop PT. XYZ. Dart basil analisa ini penulis akhirnya dapat memberikan beberapa opsi dalam menangani workshop PT XYZ.
Untuk menangani workshop PT XYZ ada beberapa opsi yang bisa dipilih yaitu workshop dikembangkan secara agresif atau di bubarkan saja. Sedangkan opsi yang ketiga ialah mengembangkan workshop secara moderat. Pengembangan secara agresif dan pembubaran divisi workshop temyata bisa menimbulkan banyak dampak negatif. Selain itu akan nampak lucu bila PT XYZ yang ditunjuk sebagai tempat perawatan dan perbaikan resmi HP tidak memiliki bagian (devisi) yang bisa menerima barang HP rusak untuk diperbaiki.
Selain pertimbangan dari sisi nilai rupiah, ternyata workshop juga mempunyai nilai strategis lainnya yang bisa dipertimbangkan, salah satunya ialah sebagai pintu masuknya pelanggan untuk menjalin kerjasama maintenance contract. Perin diingat kembali bahwa maintenance contract ini merupakan divisi dart PT YXZ yang memiliki kontribusi pendapatan dan profit margin paling tinggi terhadap keseluruhan pendapatan PT XYZ. Untuk itu penulis menyarakan kepada pihak manajemen PT XYZ agar memiiih-opsi ketiga yaitu menangani workshop secara moderat.
Agar bisa mengembangakan workshop secara moderat bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan mutu pelayanan jasa perawatan dan perbaikan yang diberikan workshop. Peningkatan mutu pelayanan jasa perawatan dan perbaikan ini hams membertimbangkan berbagai aspek, diantaranya ialah persepsi dan ekspektasi pelanggan workshop. Untuk mengetahui sejauh rnana persepsi dan ekspektasi pelanggan terhadap jasa perawatan dan perbaikan workshop yang telah mereka terima, penulis melakukan survey persepsi dan ekspektasi pelanggan workshop PT XYZ. Dari hasil survey ini akan diperoleh banyak masukan yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan mute pelayanan jasa workshop.
Dari hasil penelitian ini, akhimya penulis dapat menyimpulkan bahwa potensi perturnbuhan pasar jasa perawatan dan perbaikan printer HP masih cukup baik, namun nilai rupiahnya kecil sehingga kurang menarik dalam pengembangan bisnis secara besar-besaran. Penanganan workshop sebaiknya dilakukan secara moderat, salah satunya dengan cara meningkatkan mutu pelayanan jasa perawatan dan perbaikannya. Untuk meningkatkan mutu pelayanan jasa perawatan dan perbaikan printer di workshop, perlu mempertimbangkan berbagai temuan dari hasil penelitian dan masukan dari pelanggan workshop serta lebih fokus pada segmen pelanggan bisnis.

The effect of some service center were opened in the last three years ago, makes market competition was harder than before. The Policy of Hewlett Packard (HP) did not support low-end printer's spare part any more is big problem for HP Authorized Service Provider (ASP). The effect of this policy, HP ASP does not have any spare part to repair low-end printer HP. Another Producer HP's policy is decision for running program trade-in for broken low-end printer HP with new one in similar level. These two HP's policies make bad condition for business service as HP authorized service provider.
PT XYZ's business as HP authorized service provider was influenced by this condition. PT XYZ's business was not as good as before, especially for workshop division. The growth of workshop's business always slows down smoothly. We can understand that decision making for handle workshop business is not easy. There are some options for handle workshop's business. Closing workshop division or focus in developing workshop business in order to be market leader is not easy decision. There are some factors have to be understood and analyzing. Market potential and its growth is importance to be known. Which one of customer workshop segment more potential to be improved is something shall be remembered.
In this condition to find a good decision to handle workshop's business is not simple. I try to observe and analyze some factors in order to more understand the all basic problems and tray find out something as basic decision maker for workshop's business. In order to make our analyzing is easier to be understood, I try to discuss this problem into three groups. First, to analyze HP printer service market and how it's market growth. Second, to analyze customer base workshop PT XYZ, are there any customers segment more importance to be developed?
Third, if the market is potential I will tray to give some option to support improving quality service delivery workshop. The goal of this observation is giving importance information fording from this observation and analysis to PT XYZ management and gives some options that can be used to handle workshop's business.
By observation and analyzing about HP printer service market in 2006 and market growth prediction in 2007, I found that there was good potential market growth. But if we see the value of the money from HP printer service market is not big enough for developing business service workshop. On the other hand, observation and analysis to PT XYZ service business shown that there was not big problem even though there is some economics recession for long time. PT XYZ revenue was derived from its four divisions (maintenance contract service division, spare part division, project division and workshop division). Maintenance contract service division (MC division) gives the best contribution for all PT XYZ revenue and workshop division gives little contribution for all PT XYZ revenue. Even though workshop division gives only a little contribution to all company revenue, but business workshop never get loss profit as long as its business running. On the other hand workshop division has another good strategies value for company service business. Another strategic value workshop division is as start point for customer excess in making business relation with maintenance contract service division. As we know that MC division has the best revenue and profit margin for all company revenue.
I also analysis and observe workshop's customer. I distinguish workshop's customers into two groups. The groups are business customer and individual customer. The result of observation and analysis workshop customers shown that business customer has bigger proportion than individual customer has. Business customer also gives bigger contribution revenue and profit margin for workshop revenue than individual customer. From the finding of this observation and analysis, I can give some options for handling workshop business PT XYZ. There are some options for handling workshop business. The options are closing workshop division or to develop workshop division aggressively. The other option is improving business workshop as moderate as possible. Option to close workshop division has many negative effects. It looks like funny if PT XYZ as HP Authorized Service Provider does not have division which able to receive service printer form customers. The other reason, there is obligation form producer HP that company as HP authorized service provider has service division in order to receive broken HP product to be repaired. The other aspect has to remember, even though workshop business has a little contribution for company revenue but workshop division has others good strategic business. The other strategic value workshop division is as starting point for excess customer in making business relation with maintenance contract service division. As we know that MC division has biggest contribution revenue and profit margin for Company. By this reasons, I suggest to PT XYZ management to choose option to develop workshop division as moderate as possible.
Option for developing workshop division as moderate possible can be held by improving quality of service delivery workshop. In the process improving quality of service delivery workshop has to remember everything that has been found in observation and analysis about customer base workshop and five dimensions was found from expectation and perception customer survey. The other case must be remembered is managing ratio proportion of each contribution division for all revenue PT XYZ.
At the end of observation and analysis of opportunity development business workshop, I can make decision that there is a good potential for HP printer service market growth, but the value of money is not big enough, so it is not interesting to develop service business aggressively in this market. It will be better if PT XYZ management choose option to develop workshop division by improving quality service delivery moderately. Improvement of quality service delivery workshop has to remember everything that has been found in observation and analysis, especially focus in business customer segment.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T18259
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Nugroho
"Kepedulian pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia di Indonesia dalam menjembatani kebutuhan pasar kerja dengan kemampuan angkatan kerja, salah satunya adalah dengan membangun 153 Balai Latihan Kerja (BLK). Balai Latihan Kerja ini dikelola oleh Depnaker dan berfungsi melaksankan berbagai kegiatan pelatihan dalam rangka menyediakan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai kejuruan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja yang ada.
Dari studi penelusuran lulusan Balai Latihan Kerja yang bekerja di industri, yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tenaga Kerja Depnaker mengungkapkan bahwa pekerja lulusan BLK tidak jauh berbeda ketrampilannya dibandingkan dengan pekerja bukan lulusan BLK di tempat kerja, sehingga ditengarai oleh berbagai pihak bahwa hal ini sebagai akibat dari rendahnya kualitas lulusan BLK.
Keadaan tersebut mendorong peneliti melakukan penelitian tentang pelaksanaan pengajaran praktek bengkel di Balai Latihan Kerja Singosari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan subyek penelitian semua instruktur yang mengajar praktek bengkel di BLK Singosari. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ada tiga macam, yaitu metode wawancara, metode observasi, dan metode dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil analisis data menggambarkan pada kesimpulan sebagai berikut :
1. Ditinjau dari proses penyusunannya, kurikulum yang dipergunakan dalam kegiatan pelatihan institusional atau regular di Balai Latihan Kerja. Singosari tidak didasarkan pada analisa kebutuhan pekerjaan yang ada di daerah maupun analisa target populasinya.
2. Berdasarkan kriteria pengukuran pendayagunaan instruktur latihan kerja, dan pedoman standar fasilitas pelatihan, selain kejuruan otomotif instruktur latihan kerja dan fasilitas pelatihan di BLK Singosari belum terdaya gunakan secara maksimal."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1998
T5092
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Francisca Lily
"Purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Indonesia Kota Bogor atau yang dikenal dengan sebutan PPI Kota Bogor merupakan salah satu organisasi yang berperan sebagai wadah untuk pembinaan dan pengembangan potensi anggota sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PPI Kota Bogor merupakan salah satu organisasi yang paling diminati di Kota Bogor. Organisasi ini antara lain bertujuan untuk membentuk anggotanya hingga dapat menjadi komunikator dalam masyarakat.
Anggota PPI Kota Bogor yang merupakan orang-orang yang pernah bertugas mengibarkan bendera pusaka (Paskibraka) dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bogor, merupakan orang-orang yang terkenal atau populer di lingkungannya. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh PPI Kota Bogor, antara lain mengadakan berbagai seminar dan lomba. Salah satu kegiatan yang juga rutin dilaksanakan adalah kunjungan persahabatan antar sekolah yang siswa-siswanya terpilih menjadi Paskibraka di Kota Bogor.
Menurut Santock (2006), orang yang populer antara lain memiliki keterampilan berorganisasi dan keterampilan interpersonal yang baik. Namun demikian, berdasarkan hasil elisitasi, diketahui bahwa anggota PPI Kota Bogor yang menjadi responden dalam penelitian ini ternyata memiliki beberapa masalah dalam berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, seperti masalah ketika harus berbicara di depan orang lain. Mereka juga merasa bingung dalam menunjukkan suatu perilaku yang sesuai pada situasi-situasi tertentu, misalnya ketika diajak berbincang-bincang oleh teman atau senior di PPI Kota Bogor, guru di sekolah, orang tua atau bahkan orang yang ditemui di lingkungan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang mereka juga berhadapan dengan konflik interpersonal dengan orang tua, guru, dan teman-teman. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu program yang dapat membantu para anggota PPI Kota Bogor tersebut agar dapat berhubungan secara efektif dengan orang lain. Program yang ditawarkan adalah dalam bentuk pelatihan.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun program pelatihan tentang cara berhubungan dengan orang lain yang sesuai dengan hasil analisis kebutuhan.
Pada penelitian ini, digunakan metode analisis kebutuhan berupa wawancara. Dalam analisis kebutuhan tersebut, responden yang berpartisipasi sebanyak 28 orang dengan rentang usia 16 hingga 28 tahun. Dari 28 orang responden tersebut, mayoritas berusia di bawah 20 tahun. Subjek yang menjadi sasaran dalam pelatihan ini adalah anggota PPI Kota Bogor.
Tujuan umum dari pelatihan adalah agar peserta terampil dalam berhubungan dengan orang lain. Jumlah waktu pelatihan adalah 24 jam, terbagi menjadi 6 sesi. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi tentang pelaksanaan program pelatihan.
Karena dalam analisis kebutuhan hanya menggunakan wawancara maka sebaiknya dilakukan analisis kebutuhan dengan menggunakan beberapa macam metode untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kebutuhan angota PPI Kota Bogor. Untuk itu, sebaiknya alat yang digunakan diujicobakan terlebih dahulu. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya melibatkan responden yang lebih banyak lagi, termasuk dari rentang usia yang lebih luas sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai kebutuhan anggota PPI Kota Bogor. Karena modul pelatihan ini belum diujicobakan maka sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum melaksanakan pelatihan yang sebenarnya. Selain itu, untuk mengetahui perkembangan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan, sebaiknya dilakukan pre-test dan post-test, serta suatu program untuk memantau dan menindaklanjuti pelatihan ini sehingga perkembangan serta efektivitas pelatihan pun dapat terpantau."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18571
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Saljan
"Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Pondok Kopi Jakarta Timur sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan masyarakat, dalam era globalisasi berusaha meningkatkan kualitas mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan. Salah satu indikator untuk menjaga kualitas pelayanan adalah peningkatan kinerja perawat pelaksana. Agar kinerja perawat pelaksana meningkat dilakukan kegiatan supervisi secara kontinyu. Supervisi adalah suatu usaha untuk meningkatkan kinerja dengan cara merencanakan, mengarahkan, menilai, dan melatih dalam setiap kegiatan supervisi, terhadap perawat pelaksana dalam memberikan Asuhan Keperawatan. Pelatihan supervisi tentang peran supervisor sebagai perencana, pengarah, penilai dan pelatih telah pernah dilakukan kepada para supervisor di RSIJ Pondok Kopi, untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan supervisi oleh supervisor, dimaukan penelitian dengan tujuan memperoleh informasi tentang pengaruh pelatihan supervisi terhadap peningkatan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat Map RSIJ Pondok Kopi Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelational yang dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh pelatihan supervisi terhadap peningkatan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat map RSIJ Pondok Kopi Jakarta Timur. Sampel penelitian dengan menggunakan purposive sampling adalah 55 perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap perawatan umum RSIJ Pondok Kopi Jakrta Timur. Hasil penelitian dari analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukan bahwa adanya pengaruh yang signifikan peran supervisor sebagai penilai dalam supervisi terhadap peningkatan kinerja perawat pelaksana setelah dimasukan faktor counfonding umur, jenis kelamin dan lama kerja dengan nilai OR=22,16 dan nilai p=0,003 (p<0,05). Berdasar hasil penelitian dapat disarankan agar bidang perawatan dapat membuat job description dari para supervisor, menetukan kriterianya, memelihara dan meningkatkan peran supervisor dalam melaksanakan perannya dalam upaya meningkatkan kinerja perawat pelaksana.

Islamic Hospital Pondok Kopi east Jakarta as the public health care service institution is taking part in globalization development in improving health care service as well as nursing care. One of the indicator in maintaining the quality of nursing care is improvement of the clinical performance of the nursing staff In order to improve the clinical performance, it is implemented the supervision course program on the nursing staff regularly. Supervision course is preparing the supervisor to plan, supervise, evaluate and couch the nursing staff in implementing the nursing care. After intervention is given, the study examines the clinical performance of the nursing staff in the in-patient unit in Islamic Hospital Pondok Kopi east Jakarta. This study was descriptive correlation in order to see the influence of supervising course program to the improvement of clinical performance of nursing staff in patient unit in Islamic Hospital Pondok Kopi east Jakarta. The sample of this study was purposive sampling of 55 clinical nurses who were working in general ward in Islamic Hospital Pondok Kopi east Jakarta. The result of the study which was analyze using multivariate & logistic regression, showed the- high significance of supervisor role in supervising the nursing staff in order to improve the clinical performance. The result was using the confounding factor such as age, sex, and working experience with the result of OR = 22,16 and the p = 0,003 (p < 0,05). Some recommendation are suggested that the nursing officer should have the job description for supervisor, deciding the criteria to be a supervisor, maintaining and improving the role of supervisor in order to improve the clinical performance of the staff nurse."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2005
T18686
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arya Sulistomo
"Pertamina (Persero) merupakan perusahaan penninyakan nasional terbesar di Indonesia yang didirikan pada 10 Desember 1957. Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang didukung penuh oleh negara, wilayah operasinya meliputi ke seluruh pelosok nusantara, ditambah lagi bidang usahanya yang lengkap mulai dari bidang usaha hulu sampai ke hilir. Kondisi ini membuat Pertamina bagai raksasa yang kegemukan.
Namun sejak diterbitkannya Surat Keputusan Presiden No. 21 tahun 2001 tentang penyediaan dan pelayanan pelumas, membuat terjadi persaingan terbuka (open market) di Indonesia sehingga wewenang kuasa Pertamina di sektor hilir telah berubah dan orientasi perusahaan kini hanya bisnis dan bisnis. Di sektor hilir kini Pertamina punya banyak pesaing dan tak ada lagi monopoli. Beberapa perusahaan asing seperti Petronas dan Shell secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memperoleh pangsa pasar di Indonesia dan berminat untuk bersaing dengan Pertamina. Hal ini berarti harga dari produk olahan minyak mentah seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pelumas akan ditentukan oleh mekanisme pasar.
Surat Keputusan Presiden No. 21 tahun 2001 yang diterbitkan pada 14 Februari 2001, membolehkan pihak selain Pertamina untuk melakukan pengolahan. pencampuran, pemasaran hingga mengimpor jenis pelumas apapun. Akibatnya pangsa pasar pelumas Pertamina di Indonesia secara keseluruhan baik untuk mobil maupun motor pada tahun 2005 turun menjadi 51% dari sebelumnya tahun 2003 sebesar 55%. Meskipun demikian sampai pertengahan tahun 2006 ini, peringkat pertama penguasa pasar pelumas masih dipegang Pertamina. Diikuti Top One di urutan kedua dan peringkat ketiga yaitu Castrol.
Menurut data Direktorat Pengolahan dan Niaga Migas, sampai tahun 2004 ada sekitar 217 perusahaan pembuat dan pemasar minyak pelumas di dalam negeri. Pcrusahaan-perusahaan tersebut memenuhi persyaratan kualitas, dan mendapatkan Nomer Pelumas Terdaftar (NPT) dari Dirjcn Migas. Meski jumlah pemain bisnis pelumas sangat banyak, prospek bisnis pelumas sepeda motor 4 tak ke depannya masih cerah dikarenakan 70% dari populasi sepeda motor di Indonesia adalah sepeda motor 4 tak dan perkembangan penggunaan sepeda motor 4 tak setiap tahunnya terus meningkat.
Di tengah ketatnya persaingan bisnis pelumas akhir-akhir ini, Pertamina terus memperkuat kegiatan-kegiatan komunikasi pemasaran yang tujuannya selain memperkuat brand awareness di masyarakat sekaligus juga meningkatkan loyalitas konsumen pelumas Pertamina sehingga pangsa pasar pelumas minimal bisa terjaga.
Salah satu kegiatan pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaaan adalah dengan beriklan di media televisi. Namun mengingat adanya keterbatasan anggaran untuk biaya iklan dan mahalnya biaya beriklan di televisi, serta tingginya media clutter di televisi, membuat perusahaan yang ingin beriklan harus berpikir panjang supaya iklan yang dibuat bisa meningkatkan awareness audience televisi dan pada akhimya mampu meningkatkan penjualan produk perusahaan yang diiklankan. Disinilah peran message execution yaitu dalam hal membuat iklan yang menarik dan bisa diingat oleh audience dalam jangka waktu lama.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi atau menilai iklan televisi Enduro 4T versi bengkel menurut target audience ditinjau dari sisi message execution-nya dalam rangka memenuhi communication objective yang ditetapkan oleh unit bisnis pelumas Pertamina. Tujuan lainnya berupa untuk mengetahui perilaku target audience dalam mengkonsumsi media televisi dan dalam hal menggunakan pelumas sepeda motor 4 tak, serta mengetahui kualitas pelumas sepeda motor 4 tak seperti apakah yang diinginkan pengguna sepeda motor sekaligus atribut iklan seperti apa yang panting untuk ditampilkan dalam iklan tclcvisi pelumas sepeda motor 4 tak. Hal ini panting diketahui untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan atau acuan apabila unit bisnis pelumas Pertamina ingin membuat iklan televisi pelumas Enduro 4T versi lainnya.
Ada 2 versi iklan televisi pelumas Enduro 4T yaitu versi bengkel dan versi sepakbola bermotor, namun yang dipakai sebagai objek penelitian disini adalah yang versi bengkel. Alasannya adalah iklan tersebut sudah lama diluncurkan yaitu pada tahun 2004 dan sampai sekarang masih cukup sering diputar di televisi, sedangkan untuk iklan versi sepakbola bermotor masih tergolong baru yaitu tahun 2006.
Untuk mencapai tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini menggunakan pendekatan riset secara deskriptif, yaitu Jenis penelitian yang bertujuan memberikan gambaran akurat mengenai beberapa aspek dari lingkungan pasar seperti orang-orang seperti siapa yang membeli produk perusahaan, dimana mereka biasanya membeli, dan lain sebagainya. Dan data yang telah dikumpulkan melalui survey dengan menyebarkan kuisioner, dilakukan analisis deskriptif berupa frekuensi, mean dan tabulasi data, dan juga analisis asosiatif (chi square dan korelasi). Tetapi sebelum dianalisis, data tersebut hams dilakukan uji validitas dan uji realibilitasnya.
Adapun analisis dan pembahasan dari hasil pengolahan data penelitian, ditampilkan ke dalam 5 bagian yaitu: bagian pertama prolil responden dari aspek demografi. bagian kedua dari aspek perilaku {behavioral} seperti media television habit, dan consume behavior tentang pelumas motor 4 tak bagian ketiga mengenai advertising awareness, bagian keempat lcntang advertising evaluation yang tcrdiri dari attitude toward advertising, message execution, dan evaluate the advertising. scrta yang terakhir adalah atribut penting mengenai pelumas 4 tak yang terdiri dari expected quality dan evaluation judgments.
Untuk hasil penilaian responden terhadap message execution dan iklan pelumas Enduro 4T tersebut, secara keseluruhan telah sesuai dengan ide (big idea alive) dalam communication objective yang ditampilkan ke dalam iklan versi bengkel tersebut, dimana cukup bisa menarik perhatian dan dapat diingat oleh responden. Begitu pun untuk pesan utama atau communication objective yang ingin disampaikan pelumas Enduro 4T melalui iklan versi bengkelnya, dari basil pengolahan data diperoleh ternyata telah sesuai dengan pendapat responden mengenai pesan utama yang mereka tangkap setelah melihat iklan tersebut, yaitu pelumas yang membuat daya tahan mesin motor prima atau tahan lama.
Kemudian salah satu saran yang dapat diangkat untuk penelitian lebih lanjut di masa akan datang antara lain supaya menggunakan kedua versi iklan pelumas Enduro 4T secara bersamaan sebagai objek penelitian. Tujuannya adalah agar bisa diketahui iklan mana yang pesan utama atau communication objective-nya lebih ditangkap (efektif) oleh target audience.

PT Pertamina (Persero) is the largest national oil company in Indonesia which founded on December 10th 1957. As a State Own Company, Pertamina has operational areas through all the mother land of Indonesia and have complete businesses from upstream until downstream. This condition made Pertamina like a fatty giant company.
Since the government of Indonesia issued President Decree No. 21 year 2001 about liberalism of lubricants, the era of open market in Indonesia has begun, and it made the authority of Pertamina on downstream side has been change and also made the orientation of the company pure only on businesses. Not only on upstream side, nowadays on downstream side Pertamina has many competitors because there is no more monopoly. Oil companies such as Petronas and Shell have interest to gain market share in Indonesia and also openly show their intent to compete with Pertamina. This means that market mechanism will become the determinant for pricing the oil products like fuels and lubricants.
President Decree No. 21 year 2001 which issued on February 14th 2001 allowed other companies beside Pertamina to do refinery sales until imported any kind of lubricants. Therefore Pertamina's market share in Indonesia for cars and motorcycle lubricants on 2005 had decrease to 51% from 55% on 2003. Nevertheless, until this mid 2006 Pertamina still become the market leader for lubricants in Indonesia. Followed by Top One in second place and Castrol in third place.
According data from Oil and Gas Commerce Directorate, until 2004 there are about 217 companies that make and sell lubricants in Indonesia. Those companies must fulfill the quality regulation and acquire Registered Lubricant Number or Nomor Pelumas Terdaffar (NPT) from Oil and Gas Commerce Directorate. Though there are numerous players in lubricant industry, prospect of this business is still good, especially for 4 engine- lubricant. This caused by 70% of motorcycle in Indonesia use 4 engine and it population keep blooming from year to year.
In the middle of tight competition among lubricant players nowadays, Pertamina keep doing marketing communication activities which has purpose to strengthen brand awareness in society and also enhance loyalty of Pertamina's lubricant consumers, thus lubricant market share keep steady.
One of effective marketing activities for a company is advertising on television. However, considering there are limited budget for company to advertise on television, the expensivity of advertising cost, and complexity of media clutter, made company who want to advertise must rethink again whether the commercial advertising can enhance awareness of television audience and at the end can increase sales of the product that have been advertise. This weir the role of message execution regarding made interesting television advertising and remembering for audience in a long time.
Base on all that have been told previously, therefore the main purpose of this research is to evaluate or assess television advertising of Enduro 4T (workshop version) according to target audience in message execution aspect. in order to fulfill communication objective that has been stated by lubricant business unit of Pertamina. Other purposes are to know the behavior of target audience in consuming television program, in involve the use of 4 engine lubricant, and get know what kind of lubricant quality that consumer wants, also what kind of advertising attributes that important to be showed on television. These things are important to known because it can be use as consideration or reference if lubricant business unit of Pertamina want to make other version of Enduro 4T television advertising.
There were 2 version of Enduro 4T television advertising which are workshop version and football motorcycle version. Yet, this research use workshop version as an object because that commercial has launched since 2004 and until now it still often appears on television. While for football motorcycle version which launched in 2006, it not too often appear on television.
To gain those purposes this research use descriptive research, which is kind of research that have aim to give accurate preview of market environment aspects such as who buy the product, where they buy it, and so on. After collects data from survey through disseminate questioners. Descriptive analysis been done such as frequency, mean. and data tabulation. Associative analysis (chi square and correlation) held too, but before doing all the analysis, the first step is to test the validity and reliability of data.
The results of analysis and data processing, shown into 5 parts that is demography aspect of respondents, behavioral aspect of respondents like media television habit and consume behavior involve the use of 4 engine lubricants, advertising awareness, advertising evaluation (i.e. attitude toward advertising. message execution, evaluate the advertising) and the last is important attributes of 4 engine lubricants (expected quality and evaluation judgments).
Assessment of respondents to message execution of workshop version is at totality the commercial has appropriateness with big idea alive in communication objective that want to show on the television advertising whereas it can attract audience interest and quite remembering. According to respondents, the communication objective that Enduro 4T want to convey through workshop version advertising has appropriateness with their opinion which is the motorcycle lubricant that made the engine has great endurance or long lasting engine.
One of suggestions that can be use for furthermore research is to apply both version of Enduro 4T television advertising at once as an object of research. Therefore can known which commercial who has communication objective that easy to catch (more effective) by target audience.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18430
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library