Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 64 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Selviana Ika Prattywi
"Tujuan penelitian ini adalah mengetahui data-data kontranimi dalam Al-Quran Al- Karim secara makna gramatikal, secara semantis, dan klasifikasinya. Konsep kontranimi dalam penelitian ini adalah kompilasi dari konsep kontranimi yang pernah diusung oleh para linguis seperti Wright, Umar, Yusuf, Haidar, Wastono, Al-Ghalayini, dan Kamaluddin. Konsep kontranimi tersebut penulis rumuskan menjadi (1) kontranimi kategorial yaitu suatu kata kontranimi yang diidentifikasi dari bentuk gramatikalnya, (2) kontranimi antonimi yaitu kata yang memiliki pertentangan makna antara makna gramatikal terhadap semantisnya, dan (3) kontranimi majazi yaitu kontranimi yang berupa majas mursal dan majas aqli. Ruang lingkup penelitian ini adalah lima surat pertama Al-Quran yaitu surat Al- Fatihah, Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Maidah.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 97 ayat yang mengandung kontranimi. Namun, hanya 55 ayat yang dijadikan sampel data dan dikemukakan dalam penelitian ini, yaitu sebanyak 20 ayat merupakan kontranimi kategorial, 13 ayat merupakan kontranimi antonimi, dan 20 ayat merupakan kontranimi majazi.

The aim of this research is to know contranym database within Koran along with its grammatical meaning, lexical meaning, and classification as well. The contronym concepts of this research are the compilations of previous contranym concepts, which proclaimed by linguists such as Wright, Umar, Yusuf, Haidar, Wastono, Al-Ghalayini, and Kamaluddin. The author composes those contranym concepts into (1) categorical contranym, (2) antonym contranyim, and (3) majazi contronym. The concern of this research is five-first-chapter within Koran; it is Al-Fatihah, Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, and Al-Maidah.
As the result of this research can be concluded that there are 97 verses which include contranym. However, there are only 53 verses which became sample and proclaimed in this research; there are 20 verses for categorical contranym, 13 verses for antonym contranym, and 20 verses for majazi contranym. Keywords: categorical contranym, antonym contranym, majazi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S13257
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Vandra Risky
"Skripsi ini membahas penerjemahan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat di dalam rubrik-rubrik buletin Al-Arkhabil yang diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain analisis deskriptif. Pendekatan yang dilakukan terhadap terjemahan tersebut adalah critical review. Hasil analisis mengemukakan, bahwa terjemahan yang dihasilkan oleh tim penerjemah LIPIA sudah ekuivalen walaupun berorientasi kepada bahasa sumber (source language), baik hal ditinjau dari perspektif sintaksis ataupun semantiknya. Tinjauan kritis lainnya adalah penerjemah LIPIA kurang memperhatikan kaidah bahasa Indonesia baku dalam penerjemahannya, sehingga penulis juga menyertakan saran dan alternatif terjemahan dalam penulisan skripsi ini. Metode yang menjadi dasar penerjemahan buletin ini adalah transposisi dan modulasi.

The focus of this study is the translation from Arabic language to Indonesian language in articles of Al-Arkhabil Bulletin published by LIPIA in Jakarta. This research is qualitative analysis descriptive. Method of this research is critical review. The researcher suggest that the translation which made by the translator of LIPIA is near to source language, although we look from syntaxys perspective and semantic field. The translator lack of to use the pure Indonesian language in the translation, advice and alternative translation available in this research. The principal procedur of Al-Arkhabi:l translation is tranposition and modulation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S13431
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hesti Indah Lestari
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna peribahasa bahasa Arab, yang meliputi empat permasalahan pokok, yaitu: (1) bagaimana mengetahui makna leksikal yang terdapat di dalam peribahasa bahasa Arab, (2) bagaimana mengetahui makna asosiasi peribahasa bahasa Arab, (3) bagaimana menyimpulkan makna kias peribahasa bahasa Arab, (4) apakah ada padanan peribahasa bahasa Arab sebagai bahasa sumber di dalam peribahasa bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran.
Prosedur analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (I) inventarisasi data peribahasa yang bertema mencela dan memuji dalam kitab Fara'idu I-Adab, (2) klasifikasi data ke dalam jenis dan tema masing-masing, (3) analisis data, (4) penyajian hasil analisis.
Analisis semantis makna peribahasa bahasa Arab menunjukkan bahwa data peribahasa bertema mencela yang berjumlah 382, dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis peribahasa, yaitu: (1) ibarat yang memiliki jumlah terbesar, yaitu 207 data, (2) pepatah, jumlahnya sebanyak 125 data, (3) perumpamaan berjumlah 50 data. Sedangkan pada jenis bidal dan pemeo, sama-sama tidak ditemukan pada., data peribahasa bertema mencela.
Analisis semantis makna peribahasa bahasa Arab bertenta memuji yang berjumlah 152 data, juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis peribahasa, yaitu: (I) jenis ibarat yang berjumlah 102 data, (2) jenis pepatah berjumlah 35 data, dan (3) jenis perumpamaan berjumlah 15 data. Pada tema ini juga tidak ditemukan jenis bidal dan pemeo.
Di dalam kitab Fara'idu I-Adab terdapat 534 data peribahasa yang bertema mencela dan memuji. Jumlah ini merupakan tema yang sangat produktif dibandingkan tema nasihat dan ancaman. Dari hasil analisis semantis dapat disimpulkan bahwa untuk memahami makna peribahasa tidak mungkin hanya mengetahui makna leksikal masing-masing kata yang ada di dalamnya, karena makna peribahasa adalah sebuah kasus unik yang harus dipahami makna asosiasi, makna kias, dan padanannya dalam peribahasa bahasa Indonesia. Makna peribahasa akan lebih jelas terlihat bila dimasukkan pada situasi digunakannya, atau dapat diklasifikasikan berdasarkan tema dan jenisnya

"
1999
S13226
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Permadi
"Penelitian tentang analisis morfo-semantik verba tsulatsi, tujuannya ialah untuk mengetahui ketrassitifan dan makna inheren verba tsukatsi mujarrad. Verba tsulatsi mujarrad perfektif memiliki enam varian pola konjugasi imperfektif"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
S13125
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Rahayu K
"Iklan merupakan bagian dari komunikasi massa yang melibatkan dua pihak, penjual dan pembeli. Komunikasi kedua pihak tersebut tak lepas dari masalah tata bahasa dan makna. Bahasa iklan surat kabar Arab kali ini akan dianalisa bentuk kata, frase, klausa dan kalimatnya, yaitu fungsi-fungsi sintaktis apa yang menyertai konstruksi suatu iklan. Anaaisis bahasa iklan surat kabar Arab ini dilakukan dengan mengemukakan teori-teori umum periklanan, teori sintaktis dan semantis dari ahli perikianan dan ahli bahasa. Teori-teori tersebut dijadikan acuan dalam analisis sintak-semantis. Tinjauan sintak-semantis bahasa iklan surat kabar Arab ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sintaktis bahasa iklan surat kabar Arab dan aspek semantis yang ada di dalamnya. Dengan demikian akan diketahui struktur umum yang menyertai suatu iklan."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
S13401
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Wulan
"Penelitian mengenai honorifik (sistem santun bahasa) ini dilakukan dengan mengamati pemeriannya terutama pada sistem sapa bahasa Arab. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pemerian honorifik dalam sistem sapa bahasa Arab dan bahasa Indonesia dengan berbagai bentuk dan bagiannya, baik"
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S13357
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Chodijah
"Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang ada di masyarakat. Sebagai salah satu cara untuk menyampaikan ide-ide dan pesannya, seluruh unsur iklan, baik berupa unsur verbal dan non verbal seperti gambar harus dibuat sebaik mungkin agar ia dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif. Wacana iklan yang baik salah satunya mengandung kepaduan makna (koheren), serta kepaduan bentuk (kohesif). Salah satu alat kohesi seperti yang diklasifikasikan oleh Halliday dan Hasan adalah referensi. Data dalam skripsi ini diperoleh dari majalah-majalah berbahasa Arab yang diterbitkan di negara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Prosedur penelitian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Melalui analisis yang telah dilakukan, diperoleh informasi bahwa jenis referensi yang paling banyak ditemukan adalah referensi endofora (53,1%), diikuti oleh referensi eksofora (46,9%. Berdasarkan alat referensi diperoleh hasil sebagai berikut: referensi pronomina (77,8%), referensi demonstrativa (18,2%), dan referensi perbandingan (3,9%). Sementara berdasarkan arah acuan yang digunakan 88,3% referensi diacukan secara anaforis dan 11,7% diacukan secara kataforis. Berdasarkan pronomina yang digunakan, iklan bisanya menggunakan pronomina persona sebagai berikut: pronomina persona pertama jamak ??? /nahnu/ _kami_ diacukan pada pihak produsen produk atau pengiklan, pronomina persona pertama tunggal_ ?? /?ana/ _saya atau aku_ diacukan pada seseorang yang telah menggunakan produk yang diiklankan serta berperan sebagai pihak pemberi saran untuk menggunakan produk yang sama, pronomina persona kedua tunggal _ ?? /?anta/ _kamu (m), _ ?? /?anti/ (f), serta pronomina persona kedua jamak ??? _ /?antum/ _anda atau kamu (m)_ adalah pihak addressee, pronomina ketiga tunggal ?_ /huwa/ dan ?_ /hiya/ mengacu pada produk yang diiklankan."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S13416
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Laily Nusroh
"Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan kategori kelas kata apa yang g serine muncul. dan pada lungsi sintaksis apa saja dapat terjadi alih kode. dian juga untuk menjelaskan motivasi terjadinya alih kode dan jenis alih kode paling scring muncul. Metode p.nclitian vang digunakan adalah metode kualitatiI. Kopus data Ich dari program Al-Jai.irah yang diputar di 95.5 RASIrn Radio Alaikassalam setiap hari Kamis pukul 21.00- 24.00. Metode dan teknik pemerolehan data ditempuh adalah mclalui observasi clan wawancara. Sejumlah teori digunakan untuk menganalisis korpus data. Korpus data sis berdasarkan struktur pada tataran mofologi dan sintaksis. motivasi, dan alih kode. Dalam menganalisis dilakukan sejumlah moditikasi untuk tkan hasil analisis vane mendalam. Hasil penelitian menunjukkan hahwa kategori kelas kata yang paling wring adalah nomina. Sementara itu. alih kode dapat terjadi pada semua fungsi s baik itu subjek, predikat, objek, clan keterangan_ Dari observasi yang an terlihat adanya heragam motivasi yang melatarbelakangi terjadinya alih"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
S13323
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Zulifan
"Penelitian tentang analisis leksem
diiakukan pada bulan Februari s.d. Juni 2007. Tujuannya ialah untuk mengetahui pola dan makna apa saja yang dikandung leksem Ijiha: d-/ dalam ayat-ayat Al-quran. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan telaah ayat dalam Al_quran. Teknik Pemerolehan data dijelaskan pada 1.4.2. Dari korpus data yang digunakan, dapat disimpulkan bahwa berdasar analisis polisernis, leksem Ijiha: d-/ dalam ayat-ayat Al-quran terdiri dari enam leksem yakni leksem jiha: d-1 `perang', `sungguh-sungguh', `sekuat-kuat', 'kesanggupan', `memaksa' dan `berdebat'.Leksem Ijiha:d-1 paling dominan adalah leksem Ijiha:d-/ `perang' yang disebut Al-quran dalam 24 ayat (66%), yakni pada surat At-taubah sebanyak 10 ayat, Al-anfal 3 ayat, Al-maidah 2 ayat, Al_baqarah, Ali-imran, An-nisa, Al-hajj, Muhammad, Al-hujurat, Mumtahanah, As-shaff dan At-tahrim masing-masing satu ayat. Kesemua leksem Ijiha:d-/`perang'hanya terdapat pada ayat-ayat madaniyah. Leksem Ijiha: d-/ `sungguh-sungguh' terdapat dalarn 6 ayat (16,66%), sedang leksem Ijiha: d-/ `sekuat-kuat' terdapat dalam 2 ayat (5,55%), dan terakhir leksem Ijiha: d-/ `kesanggupan' hanya terdapat 1 ayat (2,77%). Terdapat dua leksem Ijiha: d-/ yang merupakan makna homonimi yakni leksem . Ijiha: d-/ `memaksa' yang terdapat dalam surat Al-ankabut 8 dan Lukman 15, Berta leksem Ijiha: d-/ `berdebat' yang terdapat pada surat Al-furqan ayat 52. Melalni analisis berdasarkan tempat turun ayat, diperoleh kesimpulan bahwa makna leksem Ijiha: d-/ pada ayat-ayat Makkiyah berkisar pada makna `sungguh-sungguhrnemaksa' dan `berdebat', dengan kata lain, pada ayat-ayat makkiyah tidak ditemukan leksem `berperang', Leksem Ijiha: d I `berperang' hanya di temukan pada ayat-ayat Madaniyah."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S13449
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Toibah
"Penelitian pustaka tentang Metafora Dalam Surat At-Taubah dimaksudkan untuk mengetahui kandungan metafora semantik arab dan umum yang terdapat dalam surat tersebut serta makna yang terdapat di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep metafora yang terdapat dalam linguistik Arab dan linguistik umum. Kemudian konsep tersebut diterapkan dalam penelitian Surat At-Taubah untuk mengetahui jenis metafora yang ada di dalamnya. Pengumpulan data edilakukan dengan mengidentifikasi ungkapan metafora berdasarkafl jenisnya dalam Surat At-Taubah. Setelah itu, menentukkan semantik yang terdapat dalam pencrjemahan surat At-Taubah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 129 ayat yang terdapat pada Surat At-Taubah, sebesar 16,28 % atau berjumlah 21 ayat mengandung metafora Arab dan 12,40 % atau 16 ayat mengandung metafora Umum serta sebesar 3,88 % atau berjumlah 5 ayat mengandung metafora arab dan metafora Umum. Berdasarkan basil tersebut, make dapat disimpulkan bahwa kandungan metafora Arab dan metafora umum memiliki konsep yang berbeda. Hal ini terlihat dari 20,9 % jumlah seluruh metafora yang ditemukan baik dari metafora Arab maupun Umum hanya 3,88 % yang mengandung dua unsur tersebut. Perbedaan ini dikarenakan konsep yang berbeda dari kedua unsur tersebut. Metafora Arab lebih menitikberatkan pada adanya hal-hal yang menyerupai, tidak terlalu memperhatikan objek yang menjadi penyerupaan tersebut. Sedangkan pada Metafora Umum, objek penyerupaan menjadi penting untuk diperhatikan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S13406
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>