Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 159 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shinta Nataya Paramesti
"Konsumsi air minum dengan kandungan ion fluorida yang tinggi (≥ 4 ppm) dapat meningkatkan risiko kelumpuhan akibat kerapuhan tulang. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian potensi adsorpsi kitosan-Pr dalam defluoridasi air minum secara batch. Penelitian ini mencangkup sintesis kitosan-Pr dengan metode impregnasi dan presipitasi, pengujian adsorpsi ion fluorida serta desorpsinya secara batch. Pengaruh waktu kontak, jumlah adsorben dan anion kompetitor diuji melalui variasinya dalam uji adsorpsi. Konsentrasi loading Pr3+ diuji untuk mencapai pemenuhan standar kandungan ion fluorida dalam air minum (1,5 ppm). Kadar ion fluorida diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 570 nm dengan metode SPADNS (sodium 2-(parasulfophenylazo)-1,8-dihydroxy-3,6-naphtalene disulfonate). Efisiensi adsorpsi terbaik (92,77%) yang diperoleh kitosan-Pr hasil presipitasi dengan konsentrasi loading Pr3+ 6,86%wt sebanyak 10 g pada waktu kontak 60 menit dan kapasitas adsorpsi sebesar 0,039 mg/g ini telah memenuhi standar Permenkes RI mengenai kadar fluorida dalam air minum dengan kadar fluorida akhir sebesar 1,446 ppm. Kitosan-Pr sesuai dengan model isoterm Langmuir dengan kinetika adsorpsi mengikuti pseudo orde kedua. Adsorben terbaik dikarakterisasi dengan FTIR, SEM-EDX dan XRD. Kondisi terbaik regenerasi kitosan-Pr diperoleh dengan menggunakan larutan NaOH (1:10) konsentrasi 0,1 M pada suhu agitasi 50°C.

Drinking water consumption with high flouride levels (≥ 4 ppm) could increased risk for bone fractures. In this study, adsorption potential of chitosan-Pr was investigated for defluoridation of drinking water in batch system. This study present synthesis of chitosan-Pr using impregnation and precipitation methods, fluoride ions adsorption experiments and its desorption using batch technique. Effects of contact time, adsorbent quantity and anion competitors were caried out by each variation in adsorption experimental study. Loading Pr3+ concentration was investigated to fulfill the standard of fluoride ions in drinking water (1,5 ppm). Fluoride ion concentration was investigated using spectrophotometer UV-Vis at 570 nm wavelength appropriate with SPADNS (sodium 2-(parasulfophenylazo)-1,8-dihydroxy-3,6-naphtalene disulfonate) method. The best adsorption efficiency (92,77%) of chitosan-Pr which obtained from precipitation method with loading Pr3+ concentration 6,86%wt, 10 g of weight at 60 minutes contact time and 0,039 mg/g of adsorption capacity was qualified with Permenkes RI standard of fluoride concentration in drinking water with 1,446 ppm as final fluoride concentration. Chitosan-Pr fit with Langmuir isoterm model and pseudo second order for its adsorption kinetics. The best adsorbent was characterized with FTIR, SEM-EDX and XRD, whereas its best regeneration operation was suggested by using 0,1 M NaOH (1:10) at agitation 50°C."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55226
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saskhia Leony Theana Putri
"Dengue sebagai salah satu penyakit mematikan dan terlah berevolusi sejak 50 tahun yang lalu. Virus yang menyebabkan penyakit ini, termasuk kedalam kategori B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) pada genus Flavivirus, famili Flaviviridae, dan memiliki 5 jenis serotipe, yaitu; Dengue Virus (DENV)-1, Dengue Virus DENV-2, Dengue Virus DENV-3, Dengue Virus DENV-4 dan, Dengue Virus DENV-5. Penyakit ini sering disalah artikan sebagai penyakit flu karena kemiripan gejalanya mampu merenggut nyawa apabila sudah masuk ke tahap yang cukup berat dengan gejala-gejala yang cukup serius. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa peptida siklis komersil yang berpotensi sebagai kandidat obat untuk memerangi virus dengue. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode in silico dengan menggunakan metode virtual screening, molecular docking dan dengan target protein viral dari virus DENV NS5 RNA-Polimerase. Penambatan ligan peptida siklis didapatkan berdasarkan struktur 3D dari virus DENV NS5 RNA-Polimerase yang diperoleh dari Protein Data Bank serta menggunakan perbandingan ligan standar yang merupakan senyawa yang telah diketahui memberi efek inhibisi terhadap DENV NS5 RNA polimerase. Kemudian, dilakukan pemodelan menggunakan perangkat lunak MOE 2014.09. Kemudian hasil yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses uji ADMET untuk mengetahui tingkat keamanan dari senyawa tersebut pada makhluk hidup. Dari penelitian ini didapatkan beberapa senyawa inhibitor yang baik untuk menghambat pertumbuhan dan replikasi dari virus dengue. Senyawa seperti N-acyl-Taurine Geodiataurine, Atazanafir, dan Nostoperin dinilai cukup baik dari segi stabilitas, energi ikatan, dan sifat admet.

Fever is one of the deadliest disease that spreads through mosquitoes. This disease has claimed many victims since the beginning of its development 30 years ago. It belongs to category B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) which belongs to the genus Flavivirus, family Flaviviridae, and has 5 types of serotypes, namely; (Dengue Virus) DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4 and, DENV-5. The disease, which is often mistaken for flu because of the similarity in symptoms, can take lives, is quite severe with serious conversations, such as severe stomach problems, persistent, constantly rapid, bleeding gums, due to anxiety. In this study, an updated discovery will be sought which is requested as a drug to release the dengue virus. This research was carried out through a method in silico using pharmacophore, virtual screening, molecular docking and fragment growth with virus target proteins from the DENV NS5 RNA-Polymerase virus. Tethering of commercial cyclic peptide ligand molecules is obtained based on the 3D structure of the DENV NS5 RNA-Polymerase virus obtained from the Protein Data Bank with code (PDB ID: 2J7U) with standard ligands obtained from company data for sale of related peptides and then modeled using the device software MOE 2014.10. Then the results are carried out growing fragments in order to get an updated composition. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Oktaviyanti
"Pencemaran logam berat menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem perairan karena sifatnya yang persisten dan mudah terakumulasi dalam jaringan tubuh biota oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan uji toksisitas akut (EC50- 24h) dari logam berat Pb, Cd, Cr, Ni, dan As pada Daphnia magna yang mengacu pada OECD 202 Guidelines. Data immobilisasi yang diperoleh diolah menggunakan analisis probit (SPSS 15). Selain itu dilakukan pengujian toksisitas melalui simulasi fraksi sedimen dan analisis kadar logam berat dalam fraksi sedimen di Perairan Teluk Jakarta dengan ekstraksi menggunakan 3 variasi pH, yaitu pH 3, 5 dan 7. Pembuatan fraksi asam pH 3 dan 5 menggunakan prosedur TCLP (toxicity characteristic leaching prosedure). Sedimen yang telah dipreparasi di analisis dengan Atomic Absorbance Spectoscopy (AAS).
Dari hasil pengujian diperkirakan nilai EC50-24h Cd, As, Ni, Cr, Pb terhadap Daphnia magna adalah 1,663 μg/l; 2,369 mg/l; 2,471 mg/l; 12,225 mg/l, 23,136 mg/l. EC50-24h Pb jauh lebih besar dari literatur karena terjadi pengendapan yang diduga menurunkan bioavailabilitas logam terhadap Daphnia. Hasil dari analisa logam berat dalam sedimen diperoleh kadar logam berat dengan fraksi pH 3 umumnya lebih besar dari fraksi pH 5 dan 7. Hasil pengamatan toksisitas dari simulasi fraksi sedimen menunjukkan toksisitas pada keseluruhan hewan uji yang menandakan bahwa Perairan Teluk Jakarta berpotensi membahayakan bagi kehidupan biota. Pengujian toksisitas campuran logam Cd-Cr-Ni-As dengan konsentrasi yang mengacu pada nilai EC50-24h Cd memperlihatkan efek sinergis walaupun tidak signifikan.

Heavy metals pollution adverse impacts on aquatic ecosystems because of its persistent and easy to accumulate in biota tissue and therefore in this study tested the acute toxicity (EC50-24h) of the heavy metals Pb, Cd, Cr, Ni, and As in Daphnia magna which refers to the OECD Guidelines 202. The data obtained were statistically evaluated with probit analysis method (SPSS 15). In addition, it has also been conducted of toxicity test through simulation of sediment fraction and observation heavy metals content in the sediment fraction at Jakarta bay waters by extraction using 3 variations of pH such as pH 3, 5 and 7. Preparation pH 3 and 5 acid fraction using the TCLP procedure (toxicity characteristic leaching prosedure). Heavy metals content in sediment has analysed by Atomic Absorbance Spectroscopy (AAS).
The EC50-24h of Cd, As, Ni, Cr, Pb to Daphnia magna was estimated to be 1,663 μg/l; 2,369 mg/l; 2,471 mg/l; 12,225 mg/l, 23,136 mg/l, respectively. The EC50-24h of Pb has larger value than literature due to the precipitation reaction which reduce the bioavailability of this metal to Daphnia. The result of heavy metals content in sediment showed that the average concentration in pH 3 fraction was higher than pH 5 and pH 7 fraction. The toxicity result from sediment fraction simulation showed the overall toxicity in organism test which indicated Jakarta bay waters are potentially harmfull to aquatic ecosystem. Testing the toxicity of Cd-Cr-Ni-As mixture which refers to EC50-24h of Cd showed a synergistic effect, although not significantly.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S43422
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Finny Chrisnardy
"ABSTRACT
Karbon mesopori berhasil disintesis menggunakan metode soft template dengan Pluronic F-127 sebagai agen pembentuk struktur; phloroglucinol dan formaldehida sebagai prekursor karbon. Karbon mesopori hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD, BET, SEM-EDX, dan FTIR. Aktifasi karbon mesopori hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan HCl 1M dengan tujuan untuk meningkatkan loading trietilentetraamina TETA sebagai senyawa bergugus amina dalam karbon mesopori. Karbon mesopori dan karbon mesopori teraktifasi dimodifikasi menggunakan TETA dengan variasi konsentrasi di bawah 50 wt. Karbon mesopori termodifikasi kemudian dikarakterisasi dengan SEM-EDX dan FTIR. Uji adsorpsi CO2 dengan adsorben karbon mesopori, karbon mesopori teraktifasi, karbon mesopori termodifikasi TETA, dan karbon mesopori teraktifasi termodifikasi TETA dengan variasi waktu pengaliran CO2 selama 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit dengan waktu kontak 15 menit dan laju alir gas CO2 20 mL/menit. Sebagai perbandingan, uji adsorpsi dilakukan juga dengan karbon aktif komersial. Uji adsorpsi juga dilakukan pada laju alir 60 mL/menit selama 2,5, 5, 7,5, 10, 12,5, dan 15 menit untuk melihat pengaruh laju alir terhadap kemampuan adsorpsi CO2. Gas CO2 yang teradsorpsi dilkuantisasi dengan metode titrasi asam basa. Berdasarkan uji adsorpsi CO2, aktifasi asam berhasil meningkatkan loading TETA ke dalam karbon mesopori sehingga meningkatkan kemampuan adsorpsi CO 2.

ABSTRACT
Mesoporous carbon was successfully synthesized using soft templated method with Pluronic F 127 as structure directing agent phloroglucinol and formaldehyde as carbon precursor. The as synthesized mesoporous carbon was characterized using XRD, BET, SEM EDX, and FTIR. Activation of as synthesized mesoporous carbon was done using HCl 1 M to increase triethylenetetraamine TETA as amine group compound loading within mesoporous carbon. Mesoporous carbon and activated mesoporous carbon was modified using TETA with concentration varation under 50 wt. The modified mesoporous carbon was then characterized with SEM EDX and FTIR. Adsorption test was performed using adsorbent mesoporous carbon, activated mesoporous carbon, mesoporous carbon modified by TETA, and activated mesoporous carbon modified by TETA with flow time CO2 gas variation 5, 10, 15, 20, 25, and 30 minutes, contact time 15 minutes, and flow rate 20 mL minute. As comparison, adsorption test was performed with activated carbon. Adsorption test was also performed with flow rate 60 mL minute for 2,5, 5, 7,5, 10, 12,5, and 15 minutes to observe the effect of flow rate on adsorption ability of CO2. Adsorbed CO2 gases was quantified with acid base titration method. From CO2 adsorption test, acid activation was successfully increased TETA loading within mesoporous carbon which increased CO2 adsorption ability."
2016
S66243
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Rahayu
"Sintesis nanokomposit dari nanoselulosa sekam padi dan zat anorganik telah dibuat. Digunakan TiO2 sebagai zat anorganik sehubungan dengan sifatnya yang green chemistry. Selulosa di isolasi dari sekam padi dengan tahapan maserasi lemak dengan toluena : etanol(2:1). Penghilangan hemiselulosa dan lignin dengan menggunakan NaClO2 1,4% pH asam. Rendemen selulosa yang diperoleh adalah 46,169 % untuk metode I dan 31,178 % untuk metode II. Spektrum FTIR selulosa menunjukkan hilangnya lignin pada bilangan gelombang 1750 cm-1 untuk selulosa metode I sedangkan selulosa metode II masih terdapat lignin. Indeks kristalinitas dari selulosa diperoleh dari analisis XRD sebesar 60,265% untuk selulosa I sedangkan selulosa II 53,78%. Rendemen nanoselulosa yang disintesis dari selulosa sekam padi menurun dengan meningkatnya konsentrasi asam sulfat. Indeks Kristalin dari nanoselulosa yang diperoleh dari analisis XRD sebesar 80% untuk konsentrasi asam sulfat 60%. Analisis dengan SEM menunjukkan morfologi permukaan nanoselulosa yang halus merata. Analisis dengan TEM menunjukkan ukuran partikel yang cukup baik dengan naiknya konsentrasi asam sulfat. Ukuran yang terbaik di peroleh dengan menggunakan asam sulfat 60% yaitu 100 x 30 nm. Nanokomposit dapat diperoleh dengan impregnasi zat anorganik TiO2 pada nanoselulosa, hal ini ditunjukkan dengan FTIR dan TEM.

Synthesis of cellulose rice husk nanocomposite and inorganic substances have been made. TiO2 is used as inorganic substance with respect to the nature of green chemistry. Cellulose in isolation from rice husk with maceration stage fat with toluene:ethanol (2:1). The elimination of hemicellulose and lignin by using NaClO2 1.4% acidic pH. The yield of cellulose obtained was 46.169% to of the methods I and 31.178% to the method II. FTIR spectra at wave number 1750 cm-1 showed a loss of lignin cellulose for method I while the cellulose method II still contained lignin. Crystallinity index of cellulose obtained from XRD analysis of 60.265% for the first cellulose while the cellulose II 53,78%. The yield synthesized nanocellulose from rice husk cellulose decreased with increasing concentrations of sulfuric acid. Crystalline index of nanocellulose obtained from XRD analysis of 80% to 60% concentration sulfuric acid. Analysis by SEM showed a smooth surface morphology nanoselulosa evenly. Analysis by TEM showed the particle size is pretty good with the increasing concentration of sulfuric acid. The best size is obtained by using sulfuric acid 60%, 100 x 30 nm. Nanocomposite can be obtained by impregnating an inorganic substance TiO2 on nanocellulose, as shown by FTIR and TEM."
2016
S65846
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hatri Wahyumar
"Amoksisilin trihidrat memiliki waktu tinggal yang singkat di dalam lambung sehingga kurang efektif untuk pengobatan infeksi Helicobacter pylori. Sistem penghantar obat mengapung dikembangkan agar obat dapat bertahan di lambung dalam waktu yang lama. Pada penelitian ini, disintesis hidrogel kitosan-poli N-vinil-pirrolidon full-IPN sebagai matriks penghantar obat amoksisilin trihidrat dengan sistem mengapung yang mengandung agen pembentuk pori K2CO3 dan KHCO3. Adapun konsentrasi agen pembentuk pori yang di tambahkan yaitu 0 , 1 , 5 , 10 , dan 15. Pengaruh konsentrasi dan jenis agen pembentuk pori terhadap rasio swelling, derajat ikat silang, porositas, floating time dan floating lag time diteliti dan karakterisasi sifat hidrogel lebih lanjut dilakukan dengan spektroskopi Fourier Transform Infra Red FTIR dan mikroskop stereo optik.
Penambahan KHCO3 15 merupakan konsentrasi optimum untuk hidrogel kitosan-PNVP berdasarkan floating time dan floating lag time. Selanjutnya dilakukan enkapsulasi amoksisilin trihidrat secara in situ dan post loading ke dalam hidrogel. Uji efisiensi enkapsulasi dan disolusi matriks hidrogel K-PNVP terloading amoksisilin trihidrat dilakukan secara in vitro pada pH lambung. Hidrogel kitosan-PNVP in situ loading menghasilkan efisiensi enkapsulasi sebesar 80 dan disolusi sebesar 94 . Sementara pada hidrogel kitosan-PNVP post loading menghasilkan efisiensi enkapsulasi sebesar 53 dan disolusi sebesar 76.

Amoxicillin trihydrate has a short residence time in stomach so it is less effective for the treatment of Helicobacter pylori infections. Floating drug delivery system is developed so that the drug can survive in stomach for a long time. In this study, full IPN hydrogel chitosan poly n vinyl pyrrolidone is synthesized as matrix for drug delivery system containing pore forming agents K2CO3 and KHCO3. Concentration of the pore forming agent added is 0 , 1 , 5 , 10 , and 15 . The effect of concentration and type of pore forming agent against swelling ratio, the degree of crosslink, porosity, floating time and floating lag time will be studied and characterization of hydrogel properties performed by Fourier Transform Infra Red FTIR and a stereo optic microscope.
The addition of KHCO3 15 is the optimum concentration for hydrogel K PNVP according to floating time and floating lag time. Furthermore, Amoxicillin trihydrate is loaded to hydrogel K PNVP by using in situ loading and post loading methods. Encapsulation efficiency and release of matrix hydrogel K PNVP loaded by amoxicillin trihydrate examined by in vitro studies at stomach rsquo s pH. Encapsulation efficiency of hydrogel K PNVP in situ loading is 80 and the release is 94. While, encapsulation efficiency of hydrogel K PNVP post loading is 53 and the release is 76.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
S66406
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aisa Amanda
"Nanopartikel silika telah menarik perhatian karena sifat strukturnya yang sangat menguntungkan dan dapat diaplikasikan sebagai filler pada semen atau beton. Pada penelitian ini dilaporkan mengenai sintesis nanopartikel silika dengan metode sol-gel dan efek penambahannya sebagai aditif gas migration control pada oil and gas cement. Hasil karakterisasi nanopartikel silika menunjukkan bahwa nanopartikel tersebut memiliki bentuk spherical dan struktur yang amorf dengan distribusi ukuran partikel sebesar 49,73 nm. Hasil yang diperoleh dilakukan pengujian sifat fisik semen untuk mengetahui efek penambahan nanopartikel silika yang telah disintesis dan dibandingkan dengan nanopartikel silika komersil serta microsilica. Nanopartikel silika komersil dan microsilica memiliki ukuran partikel sebesar 16,65 nm dan 124,65 nm. Uji rheologi, uji thickening time, uji compressive strength serta uji permeabilitas gas dilakukan pada penelitian ini. Uji rheologi menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel silika dan microsilica menyebabkan bubur semen semakin mengental serta meningkatkan nilai yield point. Uji thickening time menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan nanopartikel silika ataupun microsilica diperlukan waktu sekitar 3-5 jam untuk mencapai batas konsistensinya, dimana bubur semen tidak dapat dipompa kembali. Uji compressive strength menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel silika dapat meningkatkan daya tahan tekan pada semen dibandingkan dengan microsilica. Uji permeabilitas gas menunjukkan bahwa nanopartikel silika dan microsilica menunjukkan bahwa keduanya dapat secara efektif berperan sebagai filler pada pori-pori semen. Pengujian tersebut telah dilakukan untuk mengetahui apakah nanopartikel silika telah sesuai dengan kriteria sebagai aditif gas migration control.

Silica nanoparticles have attracted a lot of attention because of their highly beneficial structural properties and can be applied as fillers on cement or concrete. In this research we reported about the synthesis of silica nanoparticles with the sol-gel method and the effect of its addition as a gas migration control additive in oil and gas cement. The results of silica nanoparticles characterization shows that the morphology of nanoparticles is spherical and had an amorphous structure with particle size distribution of 49.73 nm. The results were tested for physical properties of cement to determine the effect of adding silica nanoparticles that had been synthesized, commercial silica nanoparticles and microsilica. Commercial silica nanoparticles and microsilica have particle sizes of 16.65 nm and 124.65 nm. Rheological test, thickening time test, compressive strength test and gas permeability test were observed in this research. Rheological tests shows that the addition of silica nanoparticles and microsilica caused the cement slurry getting thicker and increase the value of yield point. Thickening time test shows that it takes about 3-5 hours hours to reach the consistency limit with the addition of silica nanoparticles or microsilica, which the slurry cannot be pumped again. Compressive strength test shows that the addition of silica nanoparticles can increase the compressive strength value of cement compared to microsilica. The gas permeability test shows that silica nanoparticles and microsilica could effectively act as fillers in cement pores. All of the tests was conducted to determine whether silica nanoparticles were in accordance with the criteria as a gas migration control additive."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Angga Noviana Cahya Astuti
"Pada penelitian ini, nanopartikel TiO2 telah dimodifikasi dengan InVO4 melalui metode green synthesis menggunakan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.). Ekstrak daun mangga fraksi air yang digunakan mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin, tannin, dan polifenol yang berperan sebagai sumber basa lemah dan agen capping. Nanopartikel TiO2, InVO4, dan nanokomposit TiO2/InVO4 dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, UV-Vis DRS, dan FESEM-EDS. Aktivitas fotokatalitik nanokomposit TiO2/InVO4 terhadap rifampicin di bawah iradiasi sinar tampak selama 120 menit diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Persentase fotodegradasi TiO2/InVO4 dengan massa optimum 8 mg menunjukkan persentase tertinggi yaitu 97,18% dibandingkan variasi kondisi lain yaitu katalis TiO2 (34,13%), InVO4 (74,93), adsorpsi (36,07%), dan fotolisis (12,43%). Serta kinetika reaksi fotokatalisis nanokomposit TiO2/InVO­4­ terhadap degradasi rifampicin mengikuti model pseudo orde satu dengan konstanta laju reaksi (k) sebesar 9,34 x 10-3 menit-1.

In this research, TiO2 nanoparticles were modified with InVO4 by means of green synthesis method using mango (Mangifera indica L.) leaf extract. The water fraction of mango leaf extract consisted of secondary metabolites such as alkaloids, saponins, tannins, and polyphenols which act as sources of weak base and capping agent. TiO2, InVO4, and TiO2/InVO4 nanocomposites were characterized using FTIR, XRD, UV-Vis DRS, and FESEM-EDS. The photocatalytic activity of TiO2/InVO4 nanocomposites against rifampicin under visible light irradiation for 120 minutes was probed by UV-Vis spectrophotometer. The percentage of degradation of TiO2/InVO4 with an optimum mass of 8 mg showed the highest percentage of 97,18% compared to other conditions, catalyst TiO2 (34,13%), InVO4 (74,93), adsorption (36,07%), and photolysis (12,43%). Also, kinetic photocatalytic reaction of TiO2/InVO4 on rifampicin degradation follows pseudo-first order with a reaction rate constant (k) of 9,34 x 10-3 minutes-1."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teddy Prastanta
"Methyl orange (MO) adalah salah satu bahan pewarna yang banyak digunakan di industri tekstil. MO memiliki sifat karsinogen dan berbahaya yang dapat mencemari air dan sangat beracun jika dikonsumsi oleh manusia, sehingga perlu dilakukan fotodegradasi yang efektif. Pada penelitian ini dilakukan sintesis Ag-ZnO/GO untuk fotodegradasi methyl orange. Ag-ZnO/GO memiliki aktivitas fotodegradasi yang baik terhadap methyl orange yang dibuktikan dengan menggunakan UV–Vis diffuse reflectance spectroscopy (UV-DRS) dengan perbandingan nilai band gap yang menurun dari 3,40 eV untuk ZnO menjadi 2,43 eV untuk Ag-ZnO/GO, lalu terdapat peningkatan persentase degradasi sebesar 92 % pada ZnO menjadi 99,6% pada Ag-ZnO/GO dan nilai Kt pada ZnO sebesar 2,21 x 10-2 menit-1 menjadi 2,47 x 10-2 menit-1 pada Ag- ZnO/GO. Katalis juga dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), Raman Spectrophotometer, X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM) Surface Area Analyzer (SAA-BET), dan persentase degradasi methyl orange diukur dengan UV-VIS Spectrophotometry.

Methyl orange (MO) is a dye that is widely used in the textile industry. MO has carcinogenic and dangerous properties that can pollute water and is very toxic if consumed by humans, so it is necessary to carry out effective photodegradation. In this research, Ag-ZnO/GO was synthesized for photodegradation of methyl orange. Ag- ZnO/GO has good photodegradation activity against methyl orange as proved by using UV-Vis diffuse reflectance spectroscopy (UV-DRS) with a ratio of band gap values that decreased from 3.40 eV for ZnO to 2.43 eV for Ag- ZnO/GO, then there is an increase in the percentage of degradation by 92% in ZnO to 99.6% in Ag-ZnO/GO and the Kt value in ZnO by 2.21 x 10-2 minutes-1 to 2.47 x 10-2 minutes-1 in Ag-ZnO/GO. The catalyst was also characterized using Fourier Transform Infra Red (FTIR), Raman Spectrophotometer, X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Surface Area Analyzer (SAA-BET), and the percentage of methyl orange degradation was measured by UV-VIS Spectrophotometry."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
William Renaldi
"Polimer pH-sensitif merupakan polimer yang dapat mengalami perubahan sifat fisik dan kimia akibat perubahan pH. Polimer pH-sensitif dapat diaplikasikan ke berbagai hal, sehingga menarik untuk dipelajari dan diteliti lebih lanjut. Pada penelitian ini, telah disintesis poli((n-butil akrilat)-blok-(N-metilol akrilamida)) (PnBA-b-PNMA) melalui metode ATRP dengan komposisi unit monomer pada PNMA yang divariasikan dan diuji sensitivitasnya terhadap pH, dimana PnBA50-b-PNMA75 merupakan PnBA-b-PNMA yang paling sensitif terhadap pH dan ukuran partikel PnBA50-b-PNMA75 semakin kecil ketika suasana semakin asam atau basa. Selain itu, telah disintesis juga hidrogel P(nBA-ko-NMA) dengan polimerisasi radikal bebas dengan divariasikan jumlah nBA dan pengikat silang serta diuji sensitivitasnya terhadap pH, dimana hidrogel P(nBA25-ko-NMA75) (MBA 1%) merupakan hidrogel P(nBA-ko-NMA) yang paling sensitif terhadap pH dan kemampuan swelling pada hidrogel P(nBA-ko-NMA) semakin besar ketika suasana semakin asam atau basa. Selain itu, kemampuan swelling hidrogel semakin kecil ketika jumlah nBA bertambah, sedangkan semakin besar ketika konsentrasi MBA meningkat dari 0,25% hingga 1%.

A pH-sensitive polymer is a polymer that can experience changes in physical and chemical properties due to changes in pH. pH-sensitive polymers can be applied to various things and thus, it become an interesting field to study. In this research, poly((n-butyl acrylate)-block-(N-methylol acrylamide)) (PnBA-b-PNMA) were synthesized via ATRP by varying the monomer composition of PNMA and study their sensitivity to pH, where PnBA50-b-PNMA75 was the most pH-sensitive PnBA-b-PNMA and the particle size of PnBA50-b-PNMA75 decreases in acidic or basic condition. Furthermore, P(nBA-co-NMA) hydrogels were synthesized via free radical polymerization by varying the amount of nBA and study their sensitivity to pH, where P(nBA25-co-NMA75) (MBA 1%) hydrogel was the most pH-sensitive P(nBA-co-NMA) hydrogel and the swelling ability of P(nBA-co-NMA) hydrogels increases in acidic or basic condition. Moreover, the swelling ability of hydrogel decreases by increasing the amount of nBA, but increases by increasing of the concentration of MBA from 0.25% to 1%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>