Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Raifan
"ABSTRACT
Produksi lipid menggunakan bakteri Acetobacter xylinum dengan media Ananas comosus memiliki potensi untuk menghasilkan lipid yang optimal. Penelitian dilakukan dengan penambahan 5 ml Acetobacter xylinum dan kultivasi bakteri selama 7 hari pada medium Lysogeny Broth (Ananas comosus , Ananas comosus , dan variasi konsentrasi Ananas comosus) yang dicampur dengan jumlah Lysogeny Broth yang sama dengan Ananas comosus 0 persen. Sampel dilakukan sentrifugasi 4000 rpm selama 15 menit. Selanjutnya, dilakukan ekstraksi lipid dengan metode ligh dyer, menggunakan metanol dan kloroform (pelarut) dan dipanaskan untuk menguapkan pelarut tersebut. Dari hasil sentrifugasi yang telah dilakukan, terbentuk agregat biomassa yang mengendap dengan variasi terbaik pada konsentrasi 15 persen sebanyak 3,96 g. Pada proses ekstraksi untuk menghasilkan lipid dengan variasi konsentrasi Ananas comosus, didapatkan hasil lipid berturut-turut sebesar 1,19 g; 0,27 g; 0,63 g; 0,85 g; 1,12 g; 1,24 g; 1,62 g; dan 2,17 g. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ananas comosus 100 persen menghasilkan lipid yang lebih besar dibandingkan dengan Lysogeny Broth.

ABSTRACT
Lipid production using bacterium Acetobacter xylinum with Ananas comosus media has potential to produce optimal lipids. The study was conducted with the addition of 5 ml of Acetobacter xylinum and bacterial cultivation for 7 days on Lysogeny Broth medium (Ananas comosus 0 percent), Ananas comosus 100 percent, and variations in the concentration of Ananas comosus (0.5 percent; 1 percent; 3 percent; 5 percent; and 15 percent) mixed with the same amount of Lysogeny Broth as 0 persen Ananas comosus. Samples were carried out at 4000 rpm centrifugation for 15 minutes. Furthermore, lipid extraction was carried out by the bligh dyer method, using methanol and chloroform (solvent) and heated to evaporate the solvent. From the results of the centrifugation that has been done, aggregate biomass were collected with the best variation at a concentration of 15 per as much as 3.96 g. In the extraction process to produce lipids with variations in the concentration of Ananas comosus, lipid mass of 1.19 g; 0.27 g; 0.63 g; 0.85 g; 1.12 g; 1.24 g; 1.62 g; and 2.17 g. From these results, it can be concluded that Ananas comosus 100 persen lipids produces larger than Lysogeny Broth media"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jelita Ninda Qorina
"ABSTRAK
Microbial Desalination Cell (MDC) adalah salah satu metode dalam wastewater treatment dimana MDC juga dapat mendesalinasi air laut dan memproduksi listrik karena bakteri yang dimanfaatkan pada sistem MDC merupakan bakteri exoelectrogenic yang merupakan bakteri penghasil listrik. Stacked Microbial Desalination Cell (SMDC) merupakan pengembangan MDC dimana SMDC menggunakan banyak pasangan dari ion Exchange Membranes (IEMs) dimana IEMs diletakkan diantara Anion Exchange Membrane (AEM) dan Cation Exchange Membrane (CEM). Hal ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi transfer elektron. SMDC juga dapat mengembalikan lebih banyak energi dibandingkan jenis MDC lain sehingga biaya yang digunakan lebih efektif. Namun, kekurangan SMDC yaitu terbatasnya proton pada elektroda yang menyebabkan kecilnya produksi listrik SMDC dimana memengaruhi juga SMDC sebagai sistem pengolahan limbah. Oleh karena itu, dilakukan penambahan resin penukar ion yang dapat menstabilkan hambatan ohm dimana hambatan semakin meningkat seiring dengan pengurangan konsentrasi garam dan konduktifitas. Studi ini mengembangkan sistem SMDC dengan penambahan resin penukar ion pada ruang garam dimana substrat yang digunakan yaitu model limbah oli. Variasi yang dilakukan yaitu perbandingan resin penukar ion berturut turut sebesar 1:1; 1;1,7; dan tanpa penambahan resin penukar ion. Hasil yang didapat, resin dengan perbandingan 1:1,7 dapat mengurangi konsentrasi COD sebesar 50,729% dan power density sebesar 7,035 x 10-4 W/m3, serta perubahan pH sebesar 0,19. Hasil ini lebih baik dibanding dengan variasi perbandingan 1:1 dan tanpa penambahan resin.

ABSTRACT
Microbial Desalination Cell (MDC) is one of the methods in wastewater treatment where MDC can also desalinate seawater and produce electricity because bacteria that used in the MDC system are exoelectrogenic bacteria which are electricity-producing bacteria. Stacked Microbial Desalination Cell (SMDC) is an MDC development where SMDC uses many pairs of ion Exchange Membranes (IEMs) where IEMs are placed between the Anion Exchange Membrane (AEM) and the Cation Exchange Membrane (CEM). This is intended to increase the efficiency of electron transfer. SMDC can also return more energy than other types of MDC so that the cost is more effectively. However, the lack of SMDC is the limited proton of the electrode which causes the small production of SMDC electricity which also affects the SMDC as a waste treatment system. Therefore, the addition of ion exchange resins can stabilize the ohm resistance where the resistance increases with the reduction in salt concentration and conductivity. This study develops an SMDC system by adding an ion exchange resin to the salt ruang where the substrate used is waste engine oil model. Variations made are the ratio of successive ion exchange resins by 1: 1; 1; 1,7; and without the addition of ion exchange resins. The results obtained, resin with a ratio of 1: 1.7 can reduce the COD concentration by 50,729% and power density by 7.035 x 10-4 W / m3, and the change in pH by 0.19. This result is better than the 1: 1 ratio variation and without the addition of resin."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daffa Ramadhan Aridis
"ABSTRAK
Proses penggilingan padi akan menghasilkan produk samping, salah satunya yaitu bekatul yang memiliki potensi yang sangat besar baik dari segi ekonomi maupun kesehatan tubuh jika diolah lebih lanjut, namun hingga saat ini pemanfaatan bekatul masih sangat terbatas. Bekatul mengandung kadar minyak yang cukup tinggi yaitu sekitar 10-23% yang terdiri atas 80% asam lemak tak jenuh dan 20% asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh umumnya diperoleh dari minyak ikan, namun minyak ikan mempunyai harga yang mahal dan berbau amis. Kandungan asam lemak tak jenuh pada bekatul dapat diperkaya dengan memanfaatkan kapang Aspergillus terreus, karena kapang tersebut dapat menghasilkan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dibanding jenis kapang Aspergillus lainnya. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi pH medium terhadap peningkatan kadar asam lemak tak jenuh pada minyak bekatul hasil fermentasi menggunakan kapang Aspergillus terreus. Metode fermentasi yang digunakan adalah metode fermentasi padat dengan metode ekstraksi Bligh-Dyer termodifikasi dan instrumen Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC-MS) digunakan untuk mengetahui komposisi dan kandungan dari asam lemak tak jenuh dalam minyak bekatul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH medium optimum untuk peningkatan kadar asam lemak tak jenuh dalam minyak bekatul dengan menggunakan Aspergillus terreus, yaitu pada pH 5 dengan kadar asam lemak tak jenuh semula 74,835% menjadi 76,719%.

ABSTRACT
The rice milling process will produce side products, one of them is rice bran which has enormous potential both in terms of economy and health if it is further processed, but until now the use of rice bran is still very limited. Rice bran contains a fairly high oil content, which is around 10-23% consisting of 80% unsaturated fatty acids and 20% saturated fatty acids. Unsaturated fatty acids are generally obtained from fish oil, but fish oil has a high price and smells fishy. The content of unsaturated fatty acids in rice bran can be enriched by using Aspergillus terreus, because these molds can produce unsaturated fatty acid higher than other types of Aspergillus. This study examines the effect of pH of the medium variations on increasing unsaturated fatty acid content in fermented rice bran oil using Aspergillus terreus. The fermentation method used is solid-state fermentation with modified Bligh-Dyer extraction method and Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC-MS) instrument is used to determine the composition and content of unsaturated fatty acids in bran oil. The result showed that the optimum pH of the medium for increasing the unsaturated fatty acid contents in rice bran oil using Aspergillus terreus, which is at pH 5 with the initial unsaturated fatty acid content of 74.835% to 76.719%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Noris Rahmatullah
"ABSTRAK
Proses konvensional untuk memproduksi biodiesel adalah transesterfikasi trigliserida dan alcohol dengan menggunakan katalis alkali. Proses ini memiliki beberapa kelemahan dari segi produk samping dan proses pemurnian. Untuk mengatasi masalah ini, katalis alkali dan alkohol dapat digantikan oleh enzim lipase dan alkil asetat. Beberapa penelitian melaporkan bahwa metal asetat dan etil asetat dapat digunakan sebagai donor alkil untuk sintesis biodiesel dari minyak kedelai menggunakan enzim Candida antactica lipase, Candida rugosa lipase and Porcine pancreatic lipase. Pada penelitian ini, kinetika dari reaksi interesterfikasi trigliserida dengan menggunakanmetil asetat dan berbagai jenis enzim dipelajari lebih lanjut. Model yang dibuat berdasarkan mekanisme Ping Pong Bi Bi. Model yang dibuat divalidasi/difitting dengan menggunakan data penelitian yang telah dilaporkan sebelumnya.Model dapat menggambarkan interesterfikasi dari reaktan dan produk. Hasil dari penelitian ini adalah konstanta laju reaksi dari setiap reaksi. Secara keseluruhan, konstanta yang dihasilkan memiliki sensitifitas yang baik.

ABSTRACT
Conventional process to produced biodiesel is transesterification of triglycerides and alcohol in the presence of alkaline catalyst. This process has some problem in side product and purification process. To overcome this problem, alkaline catalyst and alcohol can be replaced with lipases and alkyl acetate. Some studies have been reported that methyl acetate and ethyl acetate can be used as alkyl supplier to synthesis biodiesel from soybean oil and fat using Candida antactica lipase, Candida rugosa lipase and Porcine pancreatic lipase. In this research, the kinetics of interesterification of triglyceride with methyl acetate and Candida antactica to produce biodiesel was further studied. The kinetic model based on reversible Ping Pong Bi Bi mechanism was constructed. The model was applied to the experimental results of interestesterification behavior done by others researchers. The model can describe the interesterification behavior of the reactants and products in their experimental results. The results from this research are kinetics constant for every reaction. Generally, kinetics constant have good sensitivity.
"
2009
T25900
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuli Amalia Husnil
"Tesis ini membahas pengaruh perlakuan paparan gelombang mikro dengan variasi daya dan waktu paparan gelombang mikro terhadap kandungan bambu yang larut dalam air, jumlah gula pereduksi, dan konsentrasi etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan gelombang mikro mampu meningkatkan persentase kandungan larut air. Hal ini semakin diperkuat dengan hasil gula pereduksi dan etanol yang lebih tinggi pada substrat yang telah mengalami perlakuan gelombang mikro dibanding substrat yang tidak mengalami perlakuan.

This thesis explains the effect of microwave exposure with power and time variation on water soluble content of bamboo, reducing sugars and also yields of ethanol. Experimental data shows that microwave exposure could increase the water soluble content of bamboo. This result is emphasized with result of reducing sugars and ethanol yield that higher in substrate that had been exposed on microwave radiation."
2009
T25899
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jihad Oktova AR
"Pengoperasikan jalur pipa penyalur gas oleh Perusahaan Migas yang dibangun tahun 1989 sepanjang 13,3 km memiliki resiko antara lain : ada aliran fluida yang mudah terbakar, pipa telah dioperasikan lama, degradasi/penurunan material selama operasi, meningkatnya jumlah dan aktivitas masyarakat di sekitar pipa, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan perawatan, operasi dan inspeksi.
Analisa resiko ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko-risiko yang akan timbul pada kegiatan penyaluran gas melalui sistem perpipaan dan hasilnya diharapkan dapat memberikan masukan bagi Perusahaan maupun pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan proses pembuatan kebijakan dan sistem pengoperasian pipa yang handal, aman dan selamat.
Analisa resiko ini menggunakan metode Risk Scoring Index menggunakan perangkat lunak Crystal Ball untuk mensimulasikan nilai resiko, pada model ini nilai probabilitas terdiri dari: korosi, operasi, gangguan pihak lain (third party), catatan historis kebocoran dan dikombinasikan dengan nilai konsekuensi yang terdiri dari: keselamatan, lingkungan, finansial, reputasi perusahaan.

Gas pipeline operation route by the Oil and Gas Company. which was built in 1989 along 13.3 km have risk, among others: there is a flammable fluid flow, the pipe has long operated, degradation / decrease in the material during the operation, increasing the number and communities activity around the pipe, and the problems associated with treatment , operation and inspection.
The risk analysis was conducted to anticipate the risks that would arise on the distribution of gas through the piping system and the results are expected to provide input to the Company or related parties associated with the process of policy making and operation of pipeline systems reliable, secure and safe.
This risk analysis using the Risk Scoring Index using Crystal Ball software to simulate the risk value, in this model, the probability value consisting of: corrosion, operation, interference of other parties (third party), the historical record of leaks and combined with the consequence that consists of: safety, environmental, financial, corporate reputation.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27863
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bustanul Arifin
"Lapangan Lima yang merupakan bagian dari Laut Jawa berupaya untuk terus mempertahankan produksi minyak salah satunya dengan cara memperbaiki fasilitas pipa penyalur. Pipa penyalur yang saat ini terpasang kondisinya sudah pernah bocor dan telah dipasang clamp untuk menutup sementara titik yang bocor. Sebagai solusi permanen akan dipasang pipa penyalur baru yang menghubungkan anjungan LLB menuju anjungan LPRO (Lima Process). Ada beberapa pilihan jalur yang bisa dipilih untuk memasang pipa penyalur.
Naskah tesis ini membahas analisis pemilihan jalur pipa penyalur dengan pertimbangan hidrolik, efek penurunan permukaan, dan keekonomian. Parameter yang digunakan adalah nilai tekanan pengiriman, total penurunan, laju penurunan, IRR, NPV, dan payback period. Dari hasil penelitian, pipa penyalur dengan jalur LLB-LPRO mempunyai tekanan pengiriman paling rendah sebesar 51 psig, dengan parameter ekonomi yang memenuhi kelayakan yaitu NPV 72,67, IRR 115,7%, dan payback period 2,55 tahun. Dari total penurunan dan laju penurunan untuk anjungan LPRO juga masih masih aman untuk dilewati pipeline baru, karena total penurunan saat ini sampai dengan 10 tahun ke depan belum mencapai 56,48%.

Lima field as part of Offshore North West Java strives to continue to maintain oil production by improving pipeline facilities. Pipeline that is currently installed has been leaked and has been being installed clamp to cover the temporary leak point. As a permanent solution will be installed a new pipeline connecting the LLB platform to LPRO (Lima Process). There are several choices of route to choose from to install the pipeline.
This thesis discusses the proposed analysis of pipeline route selection with hydraulic considerations, subsidence effect, and economic analysis. The parameter used is the value of back pressure, subsidence value, subsidence rate, IRR, NPV, and payback period. The riset shown that pipeline with route LLB-LPRO have the lowest back pressure, with economic parameters that meet the feasibility : NPV 72.67, IRR 115.7%, dan payback period 2.55 years. Subsidence value and subsidence rate of LPRO platform shown that this platform still safe to be passed new pipeline, because the current subsidence up to the next 10 years has not reached 56.48%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T52344
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dody Yuhanes
"Pipa adalah salah satu metode untuk pengiriman gas alam dari produsen gas kepada pembeli. Saat ini ada fasilitas pipa transmisi gas alam melalui pipa bawah laut dari Natuna ke Singapura yang dimiliki oleh tiga Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yaitu PT. A, PT. B, PT. C dan dalam operasi pengiriman gas sehari-hari dilakukan oleh Konsorsium XYZ yang terdiri dari ketiga perusahaan tersebut. Penjualan gas ini tercakup dalam Perjanjian Penjualan Gas antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura dengan tipe kontrak deplesi.
Ada pasokan gas tambahan dari reservoir yang berbeda dan dimaksudkan untuk dialirkan ke pembeli lain di Singapura dan Batam dengan menggunakan Perjanjian Penjualan Gas yang berbeda. Karena fasilitas transportasi akan menggunakan fasilitas pipa bawah laut yang saat ini terpasang maka kondisi operasional saat ini perlu disesuaikan.
Gas tambahan ini telah diinvestigasi melalui berbagai macam skenario menggunakan perangkat lunak simulasi jaringan pipa. Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan operasional saat ini tidak dapat digunakan lagi karena berdampak pada meningkatnya tekanan dari salah satu subsea tie-in yang mana parameter ini merupakan bagian dari klausul dalam Perjanjian Penjualan Gas. Juga survival time sistem mengalami penurunan sehingga perusahaan operator perlu memberikan perhatian lebih ketika berhadapan dengan masalah terhentinya pasokan dari satu atau lebih.

Pipeline is one of method to transport natural gas from the gas producer to the buyer. Currently there is a natural gas transmission pipeline facilities through subsea pipeline from Natuna to Singapore which is owned by three Production Sharing Contract Company namely PT. A, PT. B, PT. C and in the operation of daily gas deliveries is conducted by XYZ Consortium consisting of the three company above. Sales of the gas are covered by a Gas Sales Agreement between Indonesian Government and Singaporean Government with depletion contract type.
There is an additional gas supply from different reservoir and intended to be transported to another buyer in Singapore and Batam which is covered by different Gas Sales Agreement. Due to the transportation facility will use the existing offshore pipeline facility therefore the current operational condition need to be adjusted.
This additional gas has been investigated through variety of cases using pipeline network simulation software. The result reveal that current operational pressure cannot be used anymore since it impact on increasing pressure of one of subsea tie-in which this parameter is part of clauses in the Sales Gas Agreement. Also the system survival time is decrease so that the operator company needs to pay more attention when dealing with supply problem from one or more suppliers."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T28568
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dhea Putriani
"Di Indonesia, data menyebutkan bahwa 93 persen anak usia dini pada rentang usia lima hingga enam tahun mengalami karies. Fluoride telah diakui sebagai bahan aktif, yang bisa digunakan dalam pencegahan karies. Aplikasi fluoride varnish yang memiliki pelepasan ion fluoride dan kalsium yang cepat, selain meningkatkan efektivitas dalam pencegahan karies tingkat tinggi juga menambah nilai kenyamanan dalam hal rasa dan aroma pada pasiennya, terutama anak-anak. Penelitian ini melakukan studi tentang formulasi dasar fluoride varnish dengan penambahan minyak perasa dan agen remineralisasi dikalsium fosfat dihidrat. Hasil formulasi akan diuji kandungan pelepasan ion fluoride dan kalsium setelah 6 jam menggunakan alat ion selektif elektroda. Variabel bebas yang diujikan yaitu perasa, konsentrasi perasa, jenis kalsium dan konsentrasi kalsium fosfat. Hasil data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah dan Tukey post hoc dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil membuktikan perbedaan variabel yang diujikan memberikan hasil yang berbeda secara signifikan terhadap pelepasan ion fluoride dan kalsium. Pelepasan ion fluoride tertinggi diperoleh dari formulasi peppermint 2,5% dan DCPD-Xylitol 1% sebesar 296,8952 mg/L. Untuk kalsium, formulasi peppermint 2,5% dan DCPD-Casein 3% yang memberikan kumulatif pelepasan ion kalsium tertinggi sebesar 113, 8667 mg/L Selain itu, kelayakan ekonomi juga dianalisis untuk dengan meninjau nilai NPV, IRR, Net B/C dan Payback Period.

In Indonesia, the data states that 93 percent of early childhood in the age range of five to six years have caries. Fluoride has been recognized as an active ingredient, which can be used in caries prevention. The application of fluoride varnish, which has a fast release of fluoride and calcium ions, in addition to increasing effectiveness in the prevention of high caries levels also adds value in terms of taste and aroma comfort in patients, especially children. This study conducted a study of a basic formulation of fluoride varnish with the addition of a flavoring oil and a remineralization agent of dicalcium phosphate dihydrate. The results of the product will be tested for the release of fluoride and calcium ions after 6 hours using a selective ion electrode. The independent variables tested were types of flavor, flavor concentration, types of calcium, and calcium phosphate concentration. The results of the data were analyzed by a one way ANOVA test and Tukey post hoc with a significance level α = 0.05. The results prove the differences in the variables tested gave significantly different effects on the release of fluoride and calcium ions. The highest fluoride ion release was obtained from a 2.5% peppermint formulation and 1% DCPD-Xylitol at 296.8952 mg/L. For calcium, 2.5% peppermint formulation and 3% DCPD Casein which provide the highest cumulative release of calcium ions reaches 113, 8667 mg/L. Also, economic viability is also analyzed to review NPV, IRR, Net B/C and Payback Period"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Reza
"Antioksidan merupakan penghambat oksidasi sehingga dapat digunakan sebagai pengawet bahan makanan. Selama ini antioksidan yang banyak digunakan adalah antioksidan sintetik, seperti BHA (butylated hydroxyanisole) atau BHT (butylated hydroxytoluena). Antioksidan ini tidak baik untuk kesehatan manusia sehingga diperlukan pengganti antioksidan sintetik dengan antioksidan alami yang dapat diperoleh dari bahan alam, seperti daun Dillenia indica. Pada penelitian sebelumnya, terbukti bahwa daun dan buah Dillenia indica mempunyai aktivitas antibakteri dan antioksidan.
Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro (Microwave-Assisted Extraction) untuk mengekstrak daun Dillenia indica. Untuk mendapatkan aktivitas antioksidan optimum, maka dilakukan variasi terhadap volume pelarut etanol dan waktu ekstraksi. Aktivitas antioksidan diuji dengan menggunakan metode carotene bleaching. Metode carotene bleaching merupakan metode untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan berdasarkan pada kemampuan antioksidan untuk mencegah peluruhan warna jingga karoten akibat oksidasi dalam sistem emulsi minyak goreng dan karoten.
Aktivitas antioksidan optimum yang didapatkan adalah 92,51% dengan volume pelarut etanol 100 mL dan waktu ekstraksi 8 menit. Aktivitas antioksidan optimum yang didapatkan dari metode ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro, sonikasi, dan tekanan tinggi dibandingkan dengan analisis ragam (ANOVA). Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak daun Dillenia indica dipengaruhi oleh metode ekstraksi dan kondisi operasi yang digunakan pada saat ekstraksi (volume pelarut, ukuran serbuk daun, waktu ekstraksi, suhu, dan tekanan).

Antioxidants are oxidation inhibitor so it can be used as food preservatives. Antioxidant synthetic widely used for food preservatives like BHA (butylated hydroxyanisole) and BHT (butylated hydroxytoluena). This antioxidant is not good for human health so it is necessary to replace antioxidant synthetic with natural antioxidant that get from nature, like Dillenia indica leaves. Based on prior study, it's proved that Dillenia indica fruits and leaves had antibacterial and antioxidant activity.
This study use microwave-assisted extraction (MAE) method to extract Dillenia indica leaves. Ethanol volume and extraction time will be evaluated to get optimum antioxidant activity. The antioxidant activity was assayed based on the beta carotene bleaching method. Carotene bleaching assay is a method to evaluate antioxidant activity based on capability of antioxidant to prevent discoloration of beta carotene caused by oxidation in emulsion system oil and carotene.
The optimum antioxidant activity is 92,51% by 100 milliliters ethanol volume and 8 minutes extraction time. Then the optimum antioxidant activity by microwave assisted extraction, sonication, and high pressure method will be compared with analysis variance (ANOVA). The result shows that antioxidant activity of extract Dillenia indica leaves is influenced by extraction method and operation condition when extraction process occurred (solvent volume, size of leaves powder, extraction time, temperature, and pressure).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51795
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>