Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 102 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Izmiaty Nurjanah
"ABSTRAK
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Pengobatan kanker payudara saat ini mulai banyak menggunakan bahan alam Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan kanker adalah ekstrak daun jambu biji. Untuk pengembangan lebih lanjut ekstrak dibuat dalam liposom. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas antiproliferasi dari ekstrak daun jambu biji menggunakan liposom. Metode yang digunakan yaitu metode lapis tipis dan dikecilkan ukurannya menggunakan metode ekstrusi. Liposom yang sudah jadi dikarakterisasi secara morfologi menggunakan TEM, distribusi ukuran partikel menggunakan PSA, dan zeta potensial menggunakan zetasizer.Setelah dikarakterisasi, dilanjutkan dengan pengujian antiproliferasi menggunakan metode MTT. Dari hasil karakterisasi, liposom beerukuran dibawah 748 nm dan termasuk Unilamellar Vesicle dengan nilai zeta potensial -12,7. Dari hasil pengujian antiproliferasi didapatkan nilai IC50 liposom 194,034 μg/mL dan IC50 dari larutan ekstrak yaitu 224,863 μg/mL yang menunjukan bahwa liposom dapat mempengaruhi aktivitas antiproliferasi pada ekstrak daun jambu biji.

ABSTRAK
Breast cancer is one of the biggest causes of death in the world. Now, the treatment for breast cancer is more using natural ingredients.One of the plants that can be used for cancer treatment is guava leaves extract.For further development,the extract is made into liposomes. The purpose of this research is to increase the antiproliferative activity of guava leaves extract using liposomes.The method is using thin layer’s method and reduced in sizing using the extrusion method.Liposome that have been made was characterization by morphology using TEM, particle size distribution using PSA, and potential zeta using zetasizer. After characterized, followed by antiproliferative test using MTT method. From the result of characterization, liposome size below 748 nm and include as Unilamellar Vesicles with potential zeta -12,7.From the result of antiproliferative test, IC50 liposomes is 194.034 μg/mL and IC50 of the extract solution is 224.863 μg/mL which proves that liposomes can approve the antiproliferative activity in the guava leaves extract."
2015
S59400
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Sahlan
"[ABSTRAK
Tanaman sambiloto (Andrographis Paniculata Nees ) memiliki banyak manfaat dalam pengobatan, salah satunya sebagai obat antikanker. Liposom merupakan salah satu perkembangan dari sistem penghantaran obat yang telah diteliti dapat digunakan sebagai pembawa obat-obat, protein, dan zat?zat molekuler lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan obat dengan bahan dasar ekstrak herba sambiloto yang dienkapsulasi liposom dan diuji aktivitas antiproliferasinya terhadap sel kanker payudara T47D. Metode yang digunakan dalam pembuatan liposom ini adalah metode hidrasi lapis tipis. Pengecilan ukuran partikel dilakukan dengan cara ekstrusi. Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah distribusi ukuran partikel dan zeta potensial dengan alat DLS, efisiensi penjerapan dengan alat dialisis, morfologi ukuran dengan alat TEM. Uji antiproliferasi sel kanker menggunakan metode MTT. Hasil yang diperoleh pada TEM yang menggambarkan model liposom OLV dengan ukuran ±50 nm; distribusi ukuran partikel liposom sebesar 452,5 dan 43,82 nm serta zeta potensial sebesar -11,3 mV; efisiensi penjerapan sebesar 61,63 %. IC50 dari liposom ekstrak dan larutan ekstrak berturut-turut adalah 11,997 ppm dan 27,488 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa enkapsulasi ekstrak herba sambiloto dengan liposom memberikan pengaruh terhadap aktivitas antiproliferasi sel kanker payudara T47D.

ABSTRACT
;A Sambiloto?s Plant (Andrographis paniculata Nees) has many benefits in the medicals treatment, one of them as an anticancer drug. Liposomes are one of the development of drug delivery systems that have been studied can be used as carriers of drugs, proteins, and other molecular substances. This research aims to develop drugs with a basis of extract of bitter herbs are encapsulated with liposomes for comparison their antiproliferation activity against T47D breast cancer cells. The method which used in the manufacture of liposomes is thin layer hydration method. Reduction of particle size liposomes is done by extrusion. Evaluations were performed in this study is the particle size distribution and zeta potential by DLS, entrapment efficiency by dialisis, morphology size by TEM. Antiproliferation cancer cells test using MTT method. Results obtained at the TEM depicting the model OLV liposomes with a size of about ±50 nm; liposome particle size distribution of 441 and 45.3 nm, and zeta potential of -11.3 mV; The entrapment efficiency of 61.69%. Showed IC50 of liposomes extract and extract solution are respectively 11,997 ppm and 27,488 ppm. This result showed that the extract of bitter herbs encapsulation with liposomes give effect to the antiploriferative activity of T47D breast cancer cells.
;A Sambiloto?s Plant (Andrographis paniculata Nees) has many benefits in the medicals treatment, one of them as an anticancer drug. Liposomes are one of the development of drug delivery systems that have been studied can be used as carriers of drugs, proteins, and other molecular substances. This research aims to develop drugs with a basis of extract of bitter herbs are encapsulated with liposomes for comparison their antiproliferation activity against T47D breast cancer cells. The method which used in the manufacture of liposomes is thin layer hydration method. Reduction of particle size liposomes is done by extrusion. Evaluations were performed in this study is the particle size distribution and zeta potential by DLS, entrapment efficiency by dialisis, morphology size by TEM. Antiproliferation cancer cells test using MTT method. Results obtained at the TEM depicting the model OLV liposomes with a size of about ±50 nm; liposome particle size distribution of 441 and 45.3 nm, and zeta potential of -11.3 mV; The entrapment efficiency of 61.69%. Showed IC50 of liposomes extract and extract solution are respectively 11,997 ppm and 27,488 ppm. This result showed that the extract of bitter herbs encapsulation with liposomes give effect to the antiploriferative activity of T47D breast cancer cells.
, A Sambiloto’s Plant (Andrographis paniculata Nees) has many benefits in the medicals treatment, one of them as an anticancer drug. Liposomes are one of the development of drug delivery systems that have been studied can be used as carriers of drugs, proteins, and other molecular substances. This research aims to develop drugs with a basis of extract of bitter herbs are encapsulated with liposomes for comparison their antiproliferation activity against T47D breast cancer cells. The method which used in the manufacture of liposomes is thin layer hydration method. Reduction of particle size liposomes is done by extrusion. Evaluations were performed in this study is the particle size distribution and zeta potential by DLS, entrapment efficiency by dialisis, morphology size by TEM. Antiproliferation cancer cells test using MTT method. Results obtained at the TEM depicting the model OLV liposomes with a size of about ±50 nm; liposome particle size distribution of 441 and 45.3 nm, and zeta potential of -11.3 mV; The entrapment efficiency of 61.69%. Showed IC50 of liposomes extract and extract solution are respectively 11,997 ppm and 27,488 ppm. This result showed that the extract of bitter herbs encapsulation with liposomes give effect to the antiploriferative activity of T47D breast cancer cells.
]
"
2015
S59380
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Ardyanti Rohadatul
"Sebagai calon Apoteker yang berperan dalam perkembangan Kesehatan di Indonesia, perlu adanya pendidikan yang mumpuni, salah satunya melalui Program Studi Profesi Apoteker. Dalam membentuk calon-calon Apoteker yang berkualitas, salah satu caranya adalah dengan Praktek Kerja Profesi Apoteker yang menempatkan mahasiswa-mahasiswa Apoteker di tempat kerja nyata sehingga memiliki pengalaman yang cukup ketika terjun ke dunia kerja nanti. Praktik Kerja dilakukan di PT Saka Farma Laboratories, Badan Pengawas Obat dan Makanan, PT Anugerah Pharmindo Lestari, dan PT Kimia Farma Apotek pada bulan Juli-Desember 2021. Dengan adanya praktik kerja ini, calon Apoteker diharapkan memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang industri, apotek (farmasi komunitas), pedagang besar farmasi (distributor), dan juga regulator.

As a prospective pharmacist who plays a role in the development of healthcare in Indonesia, it is necessary to have a qualified education, one of which is through the Pharmacist Profession Study Program. In forming qualified pharmacist candidates, one way is through the Pharmacist Professional Work Practice which places pharmacist students in real workplaces so that they have sufficient experience when they join the real work life later. Work practices are carried out at PT Saka Farma Laboratories, the Food and Drug Supervisory Agency, PT Anugerah Pharmindo Lestari, and PT Kimia Farma Apotek in July-December 2021. With this work practices, prospective pharmacists are expected to have experience and knowledge in industry, pharmacies (community pharmacy), pharmaceutical wholesalers (distributors), as well as regulators."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hana Riskafuri
"Gliklazid merupakan antidiabetik oral golongan sulfonilurea generasi kedua yang digunakan pada pengobatan diabetes melitus tipe 2. Namun, gliklazid dengan kelarutan rendah dalam air memiliki laju disolusi yang rendah dan menyebabkan masalah pada bioavailabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan laju kelarutan dan disolusi gliklazid menggunakan metode mikronisasi. Proses mikronisasi dilakukan dengan menggunakan alat vibrating mill dengan variasi durasi milling. Mikrokristal yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan particlesize analyzer, scanning electron microscopy, differential scanning calorimetry, dan X-ray powder diffraction, serta diuji profil kelarutannya dan laju disolusinya.
Hasil PSA dan SEM menunjukan terjadinya penurunan ukuran partikel. Struktur kristal tidak berubah berdasarkan hasil XRD dan terjadi penurunan suhu puncak endotermik dan entalpi peleburan berdasarkan hasil DSC. Hasil uji disolusi serbuk menunjukkan adanya peningkatan laju disolusi sebesar 2,50 kali dibandingkan serbuk gliklazid standar. Pada sediaan tablet terjadi peningkatan laju disolusi sebesar 1,13 kali dibandingkan tablet gliklazid standar.

Gliclazide is a second generation sulfonylurea which is useful in the treatment of type 2 diabetes mellitus. However, gliclazide with low solubility in water has low dissolution rates and hence suffer from oral bioavailability problems. This study is intended to enhance the solubility and dissolution rate of gliclazide by using micronization method. The micronization process carried out by using a vibrating mill with varying the milling duration. Microcrystals were characterized with particle size analyzer, scanning electron microscopy, differential scanning calorimetry, and X-ray powder diffraction, and also solubility and dissolution test.
PSA and SEM results indicated that the particle size were decreased. Crystal structure did not change based on the results of XRD and the endothermic peak temperature and enthalpy of fusion were decreased based on the results of DSC. The rate of dissolution was increased about 2,50 times compared with standard. In tablet dosage form, the dissolution rate was increased about 1,13 times compared with standard.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2011
S839
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Offi Eka Hartisyah
"Kitosan memiliki sifat-sifat yang membuatnya potensial untuk digunakan sebagai eksipien farmasetika. Salah satu keterbatasan penggunaan kitosan adalah sifat mukoadhesifnya berkurang jika diaplikasikan pada pH yang netral atau lebih dari 6,5. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi kitosan menjadi kitosan suksinat. Kitosan suksinat yang diperoleh dikarakterisasi dan digunakan sebagai polimer mukoadhesif untuk sediaan bukal dalam bentuk film. Kitosan suksinat disintesis dari kitosan dan anhidrida suksinat dengan menggunakan metanol sebagai pelarut. Derajat substitusi yang diperoleh adalah 3,65 (mol/gram) dan menunjukkan perbedaan dengan polimer asalnya dari karakteristik fisik, karakteristik kimia, dan karakteristik fungsional. Kitosan suksinat memiliki kelarutan yang lebih baik daripada kitosan di dalam medium basa. Kitosan suksinat yang diperoleh kemudian diformulasikan sebagai film bukal dengan konsentrasi 2% dan 4%, lalu dibandingkan dengan film kitosan dan HPMC. Film kitosan suksinat 2% dan 4 % mempunyai kekuatan bioadhesif yang lebih besar dari kitosan, namun lebih kecil jika dibandingkan dari film HPMC. Selain itu, film kitosan suksinat 2 % dan 4% memberikan waktu mukoadhesif yang lebih lama dari film kitosan dan film HPMC. Hasil ini memperlihatkan bahwa kitosan suksinat yang disintesis dapat dijadikan sebagai polimer mukoadhesif untuk sediaan bukal.

Chitosan has several properties which make it potentially valuable as a pharmaceutical excipient. Despite that, chitosan showed that its mucoadhesive properties would decrease in neutral and alkali solution with pH more than 6,5. In this research, chitosan was modified into chitosan succinate by using anhydride succinate. The obtained chitosan succinate was characterized and used for buccal film dosage form. Degree of substitution of chitosan succinate was 3,65 (mol/gram) and it showed different characterization from unmodified chitosan based on its physical, chemical, and utilities properties. Chitosan succinate had better solubility properties in alkali solution than unmodified chitosan. Then, chitosan succinate was used as film buccal in concentration 2 % and 4 %, and was compared with unmodified chitosan and HPMC as positive and negative blank. The mucoadhesive study showed that bioadhesive strength of film buccal chitosan succinate 2 % and chitosan succinate 4 % were higher than unmodified chitosan but lower than HPMC. It also showed that mucoadhesive time of film buccal chitosan succinate 2 % and chitosan succinate 4 % were longer than chitosan and HPMC. The results demonstrate that chitosan succinate has great potential to be applied as mucoadhesive polymer for buccal dosage form. "
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2011
S924
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rina Mariyam
"ABSTRAK
Kitosan merupakan polimer alam yang potensial untuk digunakan sebagai eksipien farmasi karena sifatnya yang biodegradabel dan tidak toksik. Penggunaan kitosan sebagai pembawa obat terbatas karena sifat kelarutannya yang hanya larut dalam asam. Untuk meningkatkan kelarutannya, dalam penelitian ini dilakukan modifikasi kimia terhadap kitosan menggunakan anhidrida suksinat. Kitosan suksinat yang diperoleh digunakan sebagai matriks pada sediaan tablet enterik dengan menggunakan natrium diklofenak sebagai model obat. Derajat substitusi kitosan suksinat yang diperoleh sebesar 3,65 mol/gram. Kitosan suksinat dapat larut dalam medium basa (pH ≥6,8) sehingga terbukti bahwa sintesis yang dilakukan memperluas kelarutan kitosan. Formulasi tablet natrium diklofenak dengan matriks kombinasi kitosan suksinat dan HPMCP (3,5 : 1) serta perbandingan jumlah zat aktif dengan polimer = 1:3, memenuhi persyaratan tablet enterik dan dapat digunakan untuk sediaan lepas lambat selama 32 jam.

ABSTRACT
Chitosan is a potential natural polymer for application as a pharmaceutical excipient due to its biodegradable and not toxic characteristics. However, the use of chitosan as drug carriers is limited due to its solubility properties. In this study, chitosan succinate (CS) was synthesized from chitosan using succinic anhydride to improve the solubility. Then, CS was used as matrix in enteric tablet using diclofenac sodium as a model drug. The degree of substitution of CS was 3,65 mol / gram. The solubility study showed that CS could be dissolved in alkaline medium (pH ≥ 6,8). So, these study revealed that CS could increase the solubility of chitosan. The in vitro release study showed that the enteric tablet of F5 formulation could retarded drug release up to 32 hours. The enteric tablet of F5 was formulated using CS: HPMCP (3,5:1) matrix, which was 3 fold amount of drug. The result suggested that the formula have the potential to be applied as enteric and sustained release tablet. "
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2011
S963
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Purwinda Herin Marliasih
"ABSTRAK
HPMCP HP-55 dan Eudragit L 100-55 adalah polimer sensitif pH yang dapat menahan pelepasan obat pada pH asam dan melepaskan obat pada pH diatas 5,5 serta digunakan sebagai bahan penyalut dalam sediaan lepas tunda. Natrium diklofenak merupakan golongan antiinflamasi AINS yang memiliki efek samping mengiritasi mukosa lambung dipilih sebagai model obat. Mikrokapsul HPMCP HP-55 dibuat dengan metode penguapan pelarut sedangkan mikrokapsul Eudragit L 100-55 dengan metode semprot kering. SEM, PSA, sieve analizer, dan uji pelepasan obat secara in vitro digunakan untuk mengkarakterisasi mikrokapsul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrokapsul HPMCP HP-55 terdistribusi pada rentang 181-1180 μm dan mikrokapsul Eudragit L 100-55 pada rentang 0,4-20 μm. Uji pelepasan natrium diklofenak dari mikrokapsul HPMCP HP-55 dengan rasio 1:2 dan 1:3 menunjukkan pelepasan sebesar 7,31 dan 5,75% dalam medium HCl pH 1,2 serta 96,04% dan 93,27% dalam medium dapar fosfat pH 6,8. Sedangkan mikrokapsul Eudragit L 100-55 pada rasio 1:1 menunjukkan pelepasan sebesar 0,47% dalam medium HCl pH 1,2 dan 88,75% dalam medium dapar fosfat pH 6,8. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa mikrokapsul HPMCP HP-55 rasio 1:2 dan 1:3 serta mikrokapsul Eudragit L 100-55 rasio 1:1, memenuhi persyaratan sebagai sediaan lepas tunda.

ABSTRACT
HPMCP HP-55 and Eudragit L 100-55 are pH sensitive polymers which can retain drug release at acidic pH, releases drug at pH above 5.5 and used as coating material in the delayed release dosage form. Diclofenac sodium is an antiinflammatory NSAID which has side effect irritating gastric mucosa, was chosen as model drug. HPMCP HP-55 microcapsules prepared by solvent evaporation method, while Eudragit L 100-55 microcapsules by spray-dry method. SEM, PSA, sieve analyzer, and drug release test in vitro is used to characterize microcapsules. The results showed that HPMCP HP-55 microcapsules distributed in range 181-1180 μm and microcapsules Eudragit L 100-55 in range 0.4 to 20 μm. The release test of diclofenac sodium microcapsules HPMCP HP-55 with ratio 1:2 and 1:3 showed the release 7.31 and 5.75% in medium HCl pH 1.2, 96.04% and 93.27% in the medium buffer phosphate pH 6.8. Meanwhile, Eudragit L 100-55 microcapsules at ratio of 1:1 showed the release of 0.47% in acid medium pH 1.2 and 88.75% at phosphat medium pH 6.8. From the results it is concluded that the HPMCP HP-55 microcapsules ratio 1:2 and 1:3 and Eudragit L 100-55 microcapsules ratio 1:1, qualify as delayed release dosage form."
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2011
S1471
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmi Sugiarti
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan mengetahui struktur organisasi tugas dan fungsi Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan serta memperoleh pengetahuan mengenai peranan apoteker dalam bidang pelayanan kefarmasian khususnya dalam bidang produksi dan distribusi alat kesehatan alkes serta perbekalan kesehatan rumah tangga PKRT Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma Standar Prosedur dan Kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alkes serta PKRT Apoteker berperan sebagai tim penilai yang mengevaluasi berkas permohonan sertifikat produksi izin penyalur alkes dan izin edar alkes dan PKRT Dalam tugas khusus dijelaskan mengenai cara pemeriksaan dan penilaian kelengkapan serta kebenaran berkas permohonan izin edar alkes elektromedik dan non elektromedik dengan melihat informasi produk informasi spesifikasi dan jaminan mutu penandaan dan petunjuk penggunaan produk serta post market evaluation sesuai dengan yang tercantum dalam penerapan Indonesia National Single Window INSW di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Pendaftar mengajukan berkas permohonan izin edar berupa data administrasi dan data teknis beserta kelengkapannya sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 1191 Menkes PER 2010

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to knew organizational structure duties and functions of the Directorate of Production and Distribution of Medical Devices as well as gain knowledge about the role of apothecary in the pharmaceutical care especially in the production and distribution of Medical Devices and medical supplies household PKRT Directorate of Production and Distribution of Medical Devices has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms Standards Procedures and Criteria NSPK and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical devices and PKRT Apothecary role as the assessment team evaluates the file application for the product certificate license distributor medical devices and medical devices and PKRT authorization In specific task described on how the examination and assessment of the completeness and corecteness files petition authorization electromedic and non electromedic medical devices to view product information specifications and quality assurance information product labeling and instructions for us as well as post market evaluation as indicated in the implementation of Indonesia National Single Window INSW in the Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Applicant filed an application for license file on the data in the form of administrative and technical data along with the accessories in accordance with the requirements set forth in the regulation of the Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No 1191 Menkes PER 2010
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Deni
"Resistensi bakteri terhadap obat-obat antimikroba memerlukan perhatian khusus. Pada studi sebelumnya, siprofloksasin HCl yang terenkapsulasi dalam liposom terbukti meningkatkan aktivitasnya terhadap bakteri Pseudomonas Aeruginosa resisten. Salah satu penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh P. Aeruginosa adalah Pseudomonas folliculitis. Tujuan penelitian ini adalah membuat liposom siprofloksasin HCl berukuran 100-200 nm dan menguji adanya peningkatan penetrasi siprofloksasin HCl yang terenkapsulasi di dalam liposom. Liposom dibuat dengan metode hidrasi lapis tipis, yang kemudian dilakukan pengecilan ukuran vesikel menggunakan sonikasi dan ekstrusi bertingkat dengan membran polikarbonat 0,4 μm dua siklus dan 0,1 μm sepuluh siklus.
Hasil liposom yang dibuat berbentuk agak sferis berdasarkan uji SEM dan TEM. Pengukuran dengan PSA menunjukkan diameter rata-rata vesikel liposom 109,33±3,26 nm untuk liposom formula 1 dan 195,05±2,47 nm untuk liposom formula 2, yang termasuk ke dalam golongan Large Unillamelar Vesicles (LUV). Efisiensi penjerapan liposom formula 1 dan 2 berturut-turut adalah 49,58±0,83% dan 51,5±0,125%. Liposom yang dibuat teruji bebas dari bakteri Streptococcus.
Hasil uji penetrasi dengan metode sel difusi franz menunjukkan peningkatan penetrasi siprofloksasin HCl dalam liposom yang ditunjukkan dengan persentase siprofloksasin HCl yang terpenetrasi dari larutan siprofloksasin HCl, liposom formula 1, liposom formula 2 berturut-turut yaitu 24,94±8,46 %; 25,89±10,79 %; dan 33,33±4,93 %. Nilai fluks antara kontrol, liposom formula 1, dan liposom formula 2 secara berturut-turut yaitu 50,56±18,69; 54,806±23,39; dan 82,83±14,76 ug cm-2 jam-.

The escalation of bacteria?s resistants to antibiotics is very urgent to be solved. Previous study shows that encapsulation of ciprofloxacin HCl into liposome improves its activity towards resistant Pseudomonas aeruginosa. P. aeruginosa can infect our skin and cause Pseudomonas folliculitis. This study was aimed to produce 100-200 nm liposome ciprofloxacin HCl and test it?s permeation through skin membrane using franz diffusion cell method. Liposomes were prepared with thin-film hydration method. To reduce its average size, the liposomes were sonicated in bath sonicator, then extruded passing polycarbonate membrane with their respective pores size which are 0,4 μm for two cycles and 0,1 μm for ten cycles.
Morfology evaluation of the liposomes showed a slight sphere shape based on SEM and TEM results. The average diameter size of liposomes were measured using PSA and the result were 109,33±3,26 nm for the 1st formula and 195,05±2,47 nm for the 2nd formula, which were in Large Unillamelar Vesicles (LUV) stage. The first and second formula of liposomes? entrapment efficacy, respectively were 49,58±0,83% and 51,5±0,125%. The liposomes were verified sterile from Streptococcus.
The improvement of penetration showed that encapsulation to liposome can enhance penetration through skin membrane. The percentage of ciprofloxacin HCl that penetrated for the control solution, 1st formula liposome, and 2nd formula liposome respectively were 24,94±8,46 %; 25,89±10,79 %; and 33,33±4,93 %. And their flux respectively were 50,56±18,69; 54,806±23,39; and 82,83±14,76 ug cm-2 jam-1."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S55214
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irsalina Nurul Putri
"Hiperlipidemia adalah peningkatan salah satu atau lebih dari kolesterol, kolesterol ester, fosfolipid, atau trigliserida. Allium schenoprasum L. merupakan tanaman satu genus dari Allium sativum yang sudah teruji efek hiperlipidemianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperlipidemia ekstrak etanol 80% kucai (Allium schoenoprasum L.) pada tikus jantan yang diberi diit tinggi kolesterol dan lemak. Sebanyak 36 tikus putih jantan galur Sparague dawley dibagi secara acak ke dalam 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok normal, induksi, simvastatin, dan 3 kelompok dosis. Semua kelompok diberi diit tinggi kolesterol dan lemak kecuali kelompok normal. Kelompok normal hanya diberikan CMC 0,5%. Setelah 1 jam pemberian diit tinggi kolesterol dan lemak, kelompok induksi, simvastatin, dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 secara berturut-turut diberikan larutan CMC 0,5%, simvastatin 1,8 mg/200 g bb, ekstrak kucai 4,79 mg, 9,58 mg, dan 19,16 mg/200 g bb. Setelah 56 hari perlakuan, sampel darah tikus diambil melalui sinus orbital dan dilakukan penetapan kadar kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL pada plasma darah tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 80% umbi kucai memiliki efek antihiperlipidemia pada dosis 9,58 mg/200 g bb dilihat dari penurunan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL dan memberikan hasil berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok induksi (p <0,05).

Hyperlipidemia is defined as an elevation of one or more of cholesterol, cholesterol esters, phospholipids, or triglycerides. Allium schoenoprasum L. is a plant of the same genus with Allium sativum which had been proven to have effect as antihyperlipidemia. This study aimed to evaluate antihyperlipidemic effects of 80% ethanolic extract of chives (Allium schoenoprasum L.) in male rats induced by high cholesterol and fat diet. Thirty-six male rats of Sprague dawley strain were divided randomly into 6 groups, those were normal group, induction group, simvastatin group, and three dose groups. All groups except the normal group were given high dietary cholesterol and fat. The normal group was given only 0,5 % CMC solution. After one hour of high dietary cholesterol and fat administration, the induction group, simvastatin group, dose I group, dose II group, and dose III group were given 0,5% CMC solution, 1,8 mg/200 g bw simvastatin, 4,79 mg/200 g bw, 9,58 mg/200 g bw, and 19,16 mg/200 g bw chives extract as follows. Blood samples were collected by the orbital sinus after 56 days of treatment to be analysed for total cholesterol, triglycerides, HDL, and LDL. The results showed that 80% ethanolic extract of bulbs chives have antihyperlipidemic effects at dose of 9,58 mg/200 g bw proven by significant (p < 0,05) decreases in total cholesterol, triglycerides, and LDL compared to induction group."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S55236
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>