Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 74 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Akhmad Musthaza
"Kegiatan eksplorasi saat ini semakin gencar dilakukan. Teknologi pun mengiringi dengan berkembang sangat pesat. Pendorong sliding rig sebagai salah satu alat yang dianggap lebih efektif dan murah dibandingkan melakukan rig up dan rig down untuk memindahkan rig pada sumur berjenis cluster well yang berjarak antar sumur 10-20 m . Kelebihan penggunaan sliding rig dibanding dengan tidak menggunakan sliding rig dalam memindahkan rig adalah proses pemindahan rig menjadi lebih cepat karena tanpa melakukan pembongkaran rig. Ada dua tipe alat pemindah rig, yaitu rig walker dan sliding rig. Di Indonesia, sliding rig lebih aman untuk digunakan karena operasinya yang mudah dan murah. Salah satu sistem dalam pendorong sliding rig adalah sistem hidrolik. Sistem ini memiliki fungsi sebagai komponen utama untuk mendorong rig. Adapun yang perlu diperhatikan dari sistem hidrolik adalah material lower dan upper load (pony sub pada rig dan H-beam), spesifikasi sistem pelumasan pada komponen yang bergesekan (pony sub dan H-beam), spesifikasi dan aksesoris hidrolik, analisis stabilitas rig ketika dipindahkan oleh pendorong sliding rig, spesifikasi konfigurasi sistem hidrolik, dan pemilihan material dan dimensi H-beam.

Exploration activities currently carried out more intensively. The technology was accompanied by growing very rapidly. Sliding rig pusher is the one of the tools that are considered far more effective and cheaper than doing rig up and rig down to move the rig for the cluster wells that the distance between wells is about 10-20 m. Advantages of use of a sliding rig if it is compared to not using a sliding rig pusher to move the rig is the process of moving rig to be faster because without disassembling rig. There are two types of a transporter rig, that is rig walker and sliding rig. In Indonesia, a sliding rig is safer to use because its operation is easy and inexpensive. One of the systems in the sliding rig is hydraulic system. This system has a function as the main component driving rig. As to consider are lower and upper load material rig (pony sub rig and H-beam, lubrication system for parts that rub against each other, specification of the hydraulic system, rig stability analysis when the rig is moved by sliding rig pusher, hydraulic system configuration, the selection of H-beam dimension and material."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S54324
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Ramandika Garindra Putra
"ABSTRAK
Proses pemantauan tool wear pada micromilling membutuhkan ketelitian yang tinggi, proses ini dapat dilakukan menggunakan mikroskop digital Dino-Lite dan mikroskop elektron. Namun penggunaan mikroskop elektron membutuhkan waktu yang lama karena harus datang ke laboratorium mikroskop elektron. Maka dari itu dibuatlah perancangan teknologi computer vision berbasis image processing untuk mendeteksi luas wear pada tool micromilling. Proses pengembangan menggunakan fitur OpenCV program Python. Proses dimulai dengan mengambil gambar tool baru dan tool rusak menggunakan Dino-Lite dengan spesifikasi gambar yang sama persis. Kemudian gambar diimpor ke program Python dan dikonversi menjadi bentuk HSV (Hue, Saturation, Value). Gambar HSV kemudian diberikan fitur noise reduction menggunakan gaussian blur untuk mengurangi noise pada gambar. Gambar HSV yang sudah diberikan fitur noise reduction kemudian diberi fitur color detection untuk mendapatkan thresholding dari hasil pengaturan variabel masking HSV. Hasil thresholding kemudian diberikan fitur image Canny sebagai fitur pendeteksian luas berdasarkan kontur gambar hasil thresholding. Kemudian nilai luas permukaan tool baru dan tool rusak akan muncul. Kedua nilai ini akan dibandingkan dan menghasilkan persentase tool wear. Pengujian yang penulis lakukan adalah dengan membuat variasi variabel noise reduction menggunakan gaussian blur, nilai gaussian blur yang diberikan sebesar 0, 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15 dan 17 (nilai gaussian blur hanya bisa 0 dan bilangan ganjil). Data yang diperoleh ada yang tidak lengkap karena keadaan gambar yang tidak mendukung, namun dengan keberadaan gaussian blur, dapat membantu perekaman luas. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai gaussian blur, maka meningkatkan potensi gambar kontur tool dapat dideteksi luasnya.

ABSTRACT
Tool wear monitoring on micromilling needs a high value of accuracy, this process can be done using Dino-Lite digital microscope and electron microscope. However, the usage of electron microscope needs a long period of time since we have to go to the electron microscope laboratory. Therefore, the design of image processing-based computer vision for tool wear monitoring on micromilling was developed. The development process uses OpenCV feature on Python. The process begins with gathering the images of the new tool and the broken tool using Dino-Lite with exactly the same image properties. The images are then imported to Python and converted to HSV format (Hue, Saturation, Value). The HSV images are then given a noise reduction feature using Gaussian Blur to reduce the noise of the images. The HSV images that have been given the noise reduction feature are then given a color detection feature to obtain thresholding of the results of the HSV masking variable adjustment. The thresholding results are the given an image Canny feature as the contour area detection from the thresholding results. Afterwards, the face area value of the new tool and the broken tool will be displayed. These two values will be compared and generate the tool wear percentage. The experiment that the authors has done is to make variations in noise reduction variables using gaussian blur, the given gaussian blur values are 0, 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15 dan 17 (only 0 and odd numbers of the gaussian blur value can only be added). The data that be obtained are not complete due to the unsupported image condition, however, in the presence of the gaussian blur, could support the documentation process. At the end, the results show that the tool area on the images are more potential to be detected due to the increasing number of gaussian blur value."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sena Mahendra
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tingkat hibriditas yang optimum dari sistem penggerak hibrid serial-paralel. Bahan bakar yang digunakan merupakan campuran premium etanol (gasohol) 5 % dan 10 % pada berbagai tingkat torsi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada campuran 10 % gasohol (E-10) terjadi peningkatan tingkat hibriditas. Tingkat hibriditas optimum pada torsi 3,5 Nm menunjukkan peningkatan sebesar 42 %. dan pada torsi yang sama terjadi penurunan konsumsi daya listrik sebesar 10,2 % .Hasil pengujian menggunakan gasohol 10% (E-10) menunjukkan peningkatan konsumsi bahan bakar sebesar 9%.

This research was conducted to determine the optimum of level of hybridity of hybridness power system. The fuel used is a premium mixture with ethanol (gasohol) 5% and 10% at various levels of torque. The results show that the mixture of 5% gasohol (E-10) increase the level of hybridity. The optimum of hybridity level at 3.5 Nm of torque shows an increase of 42%. and at the same torque decrease power consumption 10.2%. The test results using 10% gasohol (E-10) showed the increased fuel consumption 9%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T28328
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Aji Girawan
"Penelitian ini adalah kajian eksperimental sistem penggerak hibrid serial paralel dengan daya motor bakar 2.8 Hp dan motor listrik 1.5 kW. Sebuah aparatus dibuat untuk menganalisa karakteristik sistem yang berkenaan dengan tingkat hibriditas terhadap konsumsi bahan bakar dan energi listrik yang optimal pada berbagai tingkat torsi.
Dari hasil penelitian menunjukkan pada torsi 1.5 N.m sistem tersebut akan optimum pada hibriditas 0.91. Pada torsi 2.5 N.m sistem optimum di tingkat hibriditas 0.55 dan pada torsi 3.5 N.m sistem akan optimum pada tingkat hibriditas 0.27. Hasil penelitian merupakan input logical data untuk sistem kontrol konsumsi bahan bakar dan energi listrik.

This paper is an experimental study of serie-parallel hybridness power system, based on 2.8 Hp internal combustion engine?s power and 1.5 kW electric motor?s power. An apparatus has been made in order to analyze its caracteristics which is related to hybridness on optmimum fuel and electric consumption with varied torque.
The result showed that on 1.5 N.m of torque, system will be optimum with 0.91 of hybridness. On 2.5 N.m of torque, system will be optimum with 0.55 of hybridness and on 3.5 N.m of torque system will be optimum with 0.27 of hybridness. This result can be applied as logical data input for fuel and electric consumption control system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T28329
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Faisal Harys
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang distribusi stress, strain dan total deformasi serta gaya yang terjadi pada sebuah chassis monocoque sederhana yang mengalami gaya impak terhadap sebuah dinding pembatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi gaya yang terjadi pada Chassis Monocoque dan fenomena yang terjadi dalam proses tumbukan Chassis Monocoque dengan bidang impact yang penulis modelkan dalam permodelan yang disimulasikan dengan aplikasi ANSYS. Model Chassis Monocoque akan memiliki kecepatan dan muatan dari material pembentuk akan mengalami impact terhadap target impact yang ada pada permodelan. Pengujian dilakukan dengan menentukan desain meshing sesuai konsentrasi yang diperlukan, menentukan material dari model, serta kecepatan dari model Chassis Monocoque. Hasil penelitian merujuk kepada desain mesh yang memiliki grafik bernilai konvergen. Hasil simulasi dari desain mesh yang konvergen menunjukkan semakin banyak elemen dan titik yang ada pada meshing memberikan hasil distribusi yang lebih detail dan terukur. Beberapa pengujian sampling pada elemen elemen tersebut menunjukkan perbedaan yang besar pada titik titik berbeda dari distribusi stress, strain, total deformasi serta gaya yang terjadi. Letak titik atau elemen sangat berpengaruh kepada besarnya nilai hasil analisis, semakin dekat letak titik atau elemen dengan bidang kontak, maka semakin besar nilai hasil yang diterima.

ABSTRACT
The Purposes of this study are to learn force distribution on a simple monocoque chassis model and impact phenomena that formed by ANSYS simulation. In the ANSYS simulation, monocoque chassis will have magnitude its mass and velocity to make an impact on a wall that limited by fix support on few of its surfaces. This simulation limited by meshing desain, material of models, and the velocity of monocoque chassis. Study results are depended to mesh design that shown convergention on its graph. According to convergen mesh design, study result will show that quantity of the elements and nodes give more detailed information of force distribution. Sampling test methode of the elements show that location of elements and nodes will give significally different value of stress, strain, total deformation and force distribution. The location of nodes and elements affecting result analysis values. Closest nodes or element to contact body have the highest value of result."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hamonangan, William
"ABSTRACT
Penyebab utama kegagalan dalam memutar mesin terutama rotor yang tidak seimbang yang dapat terjadi di berbagai pesawat. Proses untuk memperbaiki masalah ketidakseimbangan dalam mesin turbofan Tekanan Tinggi (HPC) dengan mesin keseimbangan biasa masih tanpa kemampuan untuk memprediksi keseimbangan yang diperlukan. Mesin seperti itu hanya menentukan hasil ketidakseimbangan pada 2 bidang referensi, yaitu tahap kompresor 2 dan 9 pesawat. Oleh karena itu, proses penyeimbangan membutuhkan waktu lama karena penentuan bobot penyeimbang serta lokasi dilakukan dengan trial and error berdasarkan pengalaman operator. Sebuah perhitungan analisis keseimbangan multiplane dikembangkan pada platform Matlab (Matrix Laboratory) untuk menjadi prosedur tambahan yang mendukung sebelum pemasangan bobot penyeimbang. Dengan menggunakan Matlab Graphics User Interface (GUI), perangkat lunak aplikasi ini menjadi user friendly bagi operator yang bisa mendapatkan hasil sebagai posisi ketidakseimbangan dan massa dengan memasukkan hasil ketidakseimbangan dari mesin penyeimbang biasa. Perangkat lunak tambahan offline ini dikembangkan untuk melakukan penghitungan analisis analitik hanya dalam beberapa menit. Selain itu, prosesnya diharapkan dapat meningkatkan waktu pemasangan dan keakuratannya juga.

ABSTRACT
The main cause of failures in rotating machinery is particularly unbalanced rotor that could occurs in different planes. Process to correct the unbalance problem in High Pressure Compressor (HPC) turbofan engine with ordinary balancing machines still without the capability to predict the counter balances needed. Such machines only determine the unbalance resultants on 2 reference planes, i.e. compressor stage 2 and 9 planes. Therefore, the balancing process take a long time to accomplished since the determination of the counterbalance weights as well as their locations are done by trial and error based on the operators experiences. A multiplane balancing analysis calculations were developed on MatlabĀ (Matrix Laboratory) platform to be a supporting additional procedure prior the counter balance installation. By using Matlab Graphics User Interface (GUI), this application software becomes user friendly for the operator who could get the results as the unbalance positions and their magnitudes as well by input the unbalance resultants from the ordinary balancing machine. This offline auxiliary software was developed to perform balancing analytics calculations in only a few minutes. Moreover, the process are expected to improve the installation time and the accuracy as well."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Albertus Rianto Suryaningrat
"Penggunaan teknologi mesin vision pada proses pengelasan telah berkembang seiring dengan kebutuhan akan hasil pengelasan yang lebih konsisten dengan proses pengambilan posisi gerak yang lebih cepat. Aplikasi mesin vision untuk melakukan proses analisa obyek dengan pengambilan citra pada benda kerja atau tanpa adanya kontak langsung pada material diharapkan mampu untuk menghasilkan proses yang mudah dan cepat, selama tidak mengurangi sifat keakurasian agar mampu untuk dilakukan pada proses pengelasan. Dengan mengaplikasikan algoritma hough transform untuk pendeteksian garis serta didukung proses pengolahan citra yang baik, maka sekumpulan garis yang berhasil terdeteksi akan dapat dipilih jalur pengelasan yang efisien. Konsep pemilihan jalur pengelasan pada penelitian yang dilakukan adalah dengan membuat kombinasi antara jarak maksimal path terjauh yang dapat ditempuh dilanjutkan dengan pemilihan jarak minimum pada pergantian point to point saat melakukan gerakan non welding. Dari hasil pemilihan jalur pengelasan tersebut kemudian dirubah ke bentuk G-code yang telah dimodifikasi. Hasil penerapan pemilihan jalur pengelasan mampu untuk dilakukan dengan akurasi tidak lebih dari 0,02 mm.

The use of machine vision technology in the welding process has been developed along with the need for more consistent and more qualified welding results. The application of machine vision to perform object an the object itself making the whole processes fast while maintaining the accuracy. In this research, Hough Transform algorithm is used to detect the welding tracks candidate. Afterward, some modifications to the hough transform is carried to enable finding the exact welding tracks. Once the welding tracks are found, welding sequences (welding path) on the welding tracks are then generated by evaluating all the tracks to produce the longest possible welding path with minimum non-welding motion. When all the welding paths are generated, they are then converted to a form of G-code like format which are ready to be sent to the controller unit. The implemented tracks and their appropriate welding path with accuracy not more than 0.02 mm.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T28812
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Didi Widya Utama
"Hybrid electric vehicle banyak dikembangkan di negara maju karena memiliki keunggulan yakni dapat menghemat pemakaian bahan bakar hingga dua kali lipat. Kendaraan hibrida adalah kendaraan yang memiliki dua atau lebih sistem propulsi, umumnya adalah penggerak berbahan bakar minyak bumi/sel bahan bakar dan sistem pengerak elektrik. Dalam riset ini telah dilakukan perancangan dan pengujian prototipe kontrol traksi kendaraan hibrida berpenggerak kombinasi serial-paralel mesin bensin berdaya 6,54 kW dan motor listrik 0,5kW. Pengunaan transmisi CVT (continous variable transmission) dan penggerak bertenaga listrik brushless terintegrasi sebagai motor dan generator serta melekat pada masingmasing roda belakang memperhalus perpindahan daya ketika beroperasi.
Sistem pengisian baterai kendaraan ini berasal dari tiga buah sumber pengisian dengan dua buah jalur tegangan yakni altenator berkapasitas pengisian 12 V / 7 Ah, sistem power take off berupa alternator tambahan yang digerakkan motor bakar untuk mengatasi kekurangan pengisian empat buah baterai disusun seri dengan kapasitas 48 V/ 32 Ah dan sistem regenerative berasal dari kedua motor listrik pada saat kendaran bekerja menggunakan motor bakar maupun pada saat pengereman. Pengujian regenerative dari motor listrik menghasilkan daya sebesar 199,44 W pada putaran 737 RPM dan pada pengujian jalan mode hibrida dapat menghemat pemakaian bahan bakar hingga 80%.

Hybrid electric vehicle developed in many developed countries because it has the advantage that can save fuel consumption more than doubled. Hybrid electric vehicles have two or more propulsion systems, generally is driven by internal combustion engine / fuel cell and electric motor. In this research design and testing of a prototype hybrid electric vehicle traction control having a serialparallel configuration by combining of gasoline engine power 6,54 kW and 0,5 kW electric motor. The use of transmission CVT (continuous variable transmission) and electric-powered drive brushless motor and generator are integrated as well as attached to each rear wheel is refined the displacement power when operating.
Vehicle battery charging system is derived from three sources of charge with two lines namely voltage altenator with charging capacity of 12 V / 7 Ah, the power take-off in the form of additional motor driven alternator to overcome the deficiency charging of four batteries in series connection with a capacity of 48 V / 32 Ah and regenerative system comes from two electric motors at work using a motor vehicle fuel or when braking. Tests of the regenerative electric motor to produce power equal to 199,44 W at 737 rpm and for test drive result on Hybrid mode has reduced consumtion of fuel up to 80%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29529
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Riandhika Yudi Hendrianto
"Penelitian ini membahas mengenai teknik manufaktur dengan skala mikro yang dilakukan dengan metode micro-milling berbasis kepada olah citra 2D. Tekstur part mikro dihasilkan dengan mesin micro-milling 3 axis. Pada metode olah citra yang dikembangkan pada metode olah citra 2D ini data input citra akan mengalami tiga proses sebelum dilakukan pemesinan. Pertama, data mapping digunakan untuk mengkonversi data yang di dapat dari input citra (intensitas pixel dan resolusi citra) menjadi data ukuran untuk pemesinan: tinggi maksimum, panjang dan lebar (mm) dari tekstur. Pada penelitian ini intensitas citra digunakan sebagai pengontrol kontur dari tekstur mikro dan resolusi sebagai pengatur luas pengerjaan pada benda kerja. Kedua, data intensitas dari citra tersebut dikonversi menjadi data kontur 3D dari tekstur mikro yang telah ditentukan pada langkah pertama. Ketiga, digunakan algoritma smoothing pada data kontur untuk mendapakan permukaan smooth yang dapat dilakukan pemesinan. Untuk koordinat pergerakan pemakanan pada proses pemesinan digunakan metode gouging avoidance sehingga pergerakan pemakanan mengikuti pola citra 2D yang digunakan. Hal ini dilakukan dengan citra beresolusi 127x150 pixel dan 254x300 pixel. Setelah data 3D dari tekstur mikro sudah dapat dihasilkan, perancangan tool path dilakukan untuk mendapatkan part mikro dengan tekstur yang sudah dirancang pada metode olah citra yang dilakukan pada tahapan sebelumnya. Pemesinan sudah dapat dilakukan dan dari metode olah citra 2D yang dibahas pada penelitian ini dapat dijadikan salah satu metode untuk pemesinan permukaan part mikro.

This research focuses on developing method to produce 3D micro-texture on micro-part based on 2D image. The micro-texture itself is manufactured by 3-axis micro-milling. In the developed method, a 2D square image with desired pattern is used as input data and a three processing-step is required afterward. First, three prescaled-mapping values are set accordingly and used to convert the image data (pixel intensity and image resolution) into specified dimension: maximum height, length and width (mm) of the texture. In this case, the image intensity is used to control maximum contour height of micro-texture, and the resolution is used to set desired dimension of the texture. Second, pixel intensity data of the image is then converted into 3D contour-height data of micro-texture based on the prescaled-mapping values determined in the first step. Third, smoothing algorithm is then carried out to the contour-height data to obtain a more reasonably smooth surface. The movement coordinate data of the machining process is generated with gouging avoidance methods that follow the pattern of 2D images. 2D input images with different resolution: 127 x 150 pixels and 254 x 300 pixels were used to test the algorithm. Once the 3D micro-texture data is ready, tool path generation is then carried out to produce micro-part with the designated texture on it. The result shows that the developed method can successfully produce 3D micro-texture thus can be further used for micro-texture surface machining."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42659
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>