Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 48 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Reno Adrian
"ABSTRAK
Istilah proyek umumnya dikaitkan dengan Iron Triangle, yang menunjukkan 3 komponen utama dalam manajemen proyek. Setiap proyek diharapkan menghasilkan hasil tepat waktu, sesuai anggaran dan cakupan. Namun, mengacu pada Pedoman Manajemen Proyek (PMBOK), untuk memuaskan ketiga komponen tersebut, ada banyak komponen berkisar dari manajemen integrasi hingga manajemen Stakeholder. Kompleksitas proyek sangat tinggi dan mereka perlu menilai tingkat kematangannya untuk melihat bidang manajemen proyek apa yang harus ditingkatkan. Dengan meningkatkan manajemen proyek, kinerja proyek akan ditingkatkan, sehingga menciptakan Output yang lebih baik. Output yang lebih baik berarti lebih banyak kepuasan pada pemangku kepentingan, yang meliputi pemerintah, anggota tim, penduduk dan kontraktor.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen proyek besar kilang minyak di Indonesia dan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan mereka, yaitu meningkatkan kapasitas produksi minyak dalam negeri. Penelitian ini akan membantu perusahaan untuk merancang peta jalan strategi dan mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam menerapkan manajemen proyek yang efektif. Total ada 32 kriteria dalam mengelola proyek. kriteria tersebut didasarkan pada Badan Manajemen Pengetahuan Proyek (PMBOK). Temuan dalam penelitian ini adalah perbandingan berpasangan yang dilakukan oleh para ahli di bidang pengelolaan proyek minyak dan gas bumi dan penilaian kematangan manajemen proyek. Survei dilakukan dengan menggunakan dasar Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk melihat peringkat berdasarkan tingkat kepentingan mereka relatif terhadap satu sama lain dan ancaman, peluang, kelemahan, kekuatan (TOWS) untuk membuat strategi dengan menggabungkan faktor internal dan eksternal. Setelah daftar prioritas dibuat, kemudian dapat digunakan untuk melihat program apa yang dapat diperhatikan oleh perusahaan.

ABSTRACT
The term project is commonly associated with the iron triangle, which points out 3 main components in project management. Any project is expected to deliver product on time, on budget and on scope. However, refering to Project Management Body of Knowledge (PMBOK), in order to satisfy those 3, there are lot of components rangin from integration management to stakeholder management. The complexity of project is enormous and they need to assess their maturity level to see what areas of project management should be improved. By improving the project management, project performance will be improved, thus, creating a better delivery. Better output means more satisfaction on stakeholders, which include government, team members, residents and contractors.
This research aims to improve project management of large project management of oil refinery in Indonesia and helping the company to achieve their goals, which is increasing domestic oil production capacity. This research will help the company to design a roadmap of strategy and identify key components in implementing an effective project management. there are 32 criterias in total in managing a project. those criterias are based on Project Management Body of Knowledge (PMBOK). the findings in this research are pairwise comparison that are carried out by experts in oil and gas project manangement field and project management maturity assessment. The survey was done using the basis of Analytical Hierarchy Process (AHP) to see the rankings based on their level of importance relative to one another and threat, opportunities, weakness, strength (TOWS) to create strategies by combining internal and externa factors. After the list of priority is made, it can then be used to see what program the company can put their attention to.
Keywords:
Project Management, Project Management Maturity, Analytical Hierarchy Process (AHP), PMBOK, TOWS
"
Depok: Fakultas Teknik. Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dandy Rachmat
"enggunaan pendekatan design thinking dalam pengembangan desain UI/UX situs web dipergunakan secara luas. Meskipun begitu proses yang cukup iteratif dan subjektif membuat pendekatan ini cenderung tidak efektif, terlebih proses identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengguna bukan menjadi prioritas yang harus diutamakan. Modifikasi design thinking berdasarkan Bloom’s Taxonomy ditawakan sebagai langkah untuk mengkompromi kebutuhan pengguna dalam proses desain secara lebih konkret dengan melibatkan faktor yang lebih abstrak yang dirasakan oleh pengguna ketika melakukan akses terhadap situs web. Modified design thinking berdasaran Bloom’s Taxonomy dilakukan dalam enam tahapan yang diasosiasikan dalam lima tahap dalam design thinking konvensional. Modified design thinking ini menawarkan identifikasi kebutuhan pengguna secara lebih terukur melalui penggunaan three-layer evaluation diagram. Studi dilakukan dengan mengimplementasikan pendekatan baru tersebut dalam pengembangan desain UI/UX perusahaan penyedia jasa energi (PT Elnusa Tbk) yang dibandingkan dengan pendekatan konvensional yang dilakukan hingga tahap ideate. Berdasarkan hasil yang diperoleh, elemen-elemen yang diperoleh dalam penelitian sebagai concrete evaluation item dapat dipergunakan sebagai parameter desain dalam pengembangan UI/UX. Pendekatan modified design thinking dapat memberikan pedoman yang jelas untuk tujuan pengembangan desain UI/UX.

The use of a design thinking approach in developing website UI/UX design is widely used. However, the process is quite iterative and subjective, making this approach tend to be ineffective, especially as the process of identifying problems and user needs is not a priority. Modifications of design thinking based on Bloom's Taxonomy are proposed as a step to compromise user needs in a more concrete design process by involving more abstract factors that are felt by users when accessing a website. Modified design thinking based on Bloom's Taxonomy is carried out in six stages which are associated with the five stages in conventional design thinking. This modified design thinking offers a more measurable identification of user needs through the use of a three-layer evaluation diagram. The study was carried out by implementing this new approach in developing the UI/UX design of an energy service provider company (PT Elnusa Tbk) which was compared with the conventional approach carried out until the ideation stage. Based on the results obtained, the elements obtained in the research as concrete evaluation items can be used as design parameters in UI/UX development. The modified design thinking approach can provide clear guidelines for UI/UX design development goals."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atiq Mujtaba
"Paper ini mengeksplorasi penerapan teknik machine learning (ML) untuk memproyeksikan konsumsi energi biosolar di Indonesia di masa depan, yang bertujuan untuk memberikan informasi dan memandu pengambilan kebijakan di sektor energi. Transisi ke sumber energi terbarukan sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang telah menunjukkan peningkatan minat terhadap energi biosolar. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Regresi Linier dan Sarima. Kami menggunakan beberapa model ML, menggunakan Phyton yang menganalisis dengan Multiple Linear Regression, Lasso Regression, dan Sarima, untuk menganalisis data historis mengenai konsumsi energi, indikator ekonomi, perubahan demografi, dan kemajuan teknologi. Temuan kami menunjukkan bahwa model ml dapat secara efektif memprediksi tren konsumsi biosolar, menyoroti pengaruh pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, dan inovasi teknologi terhadap adopsi energi terbarukan. Model-model tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsumsi biosolar, didorong oleh insentif kebijakan, kemajuan teknologi, dan meningkatnya kesadaran akan isuisu lingkungan. Keakuratan prediksi ml bergantung pada ketersediaan dan kualitas data. Selain itu, proyeksi tersebut mungkin tidak memperhitungkan perubahan ekonomi atau teknologi yang tidak terduga. Penelitian di masa depan harus fokus pada penggabungan sumber data yang lebih dinamis dan mengeksplorasi dampak perubahan kebijakan terhadap penerapan energi terbarukan. Kesimpulannya, pemanfaatan pembelajaran mesin untuk proyeksi kebijakan menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk mendukung pertumbuhan konsumsi biosolar di Indonesia. Studi ini memberikan landasan untuk penelitian di masa depan dan menyoroti potensi ml dalam menyusun kebijakan energi yang terinformasi dan efektif.

This paper explores the application of machine learning (ML) techniques to project the future consumption of bio solar energy in indonesia, aiming to inform and guide policy decisions in the energy sector. The transition to re-newable energy sources is crucial for sustainable development, especially in emerging economies like indonesia, which has shown a growing interest in bio solar energy. This research method uses Quantitative Research with Linear Regression and Sarima approaches. We employed several ML models, using Phyton which analyse with Multiple Linear Regression, Lasso Regres- sion and Sarima, to analyze historical data on energy consumption, economic indicators, demographic changes, and technological advancements. Our findings indicate that ml models can effectively predict bio solar consumption trends, highlighting the influence of economic growth, urbanization, and technological innovation on renewable energy adoption. The models suggest an increasing trajectory in bio solar consumption, driven by policy incentives, technological advancements, and a growing awareness of environmental is- sues. The accuracy of ml predictions is contingent upon the availability and quality of data. Furthermore, the projections may not account for unforeseen economic or technological changes. Future research should focus on incor- porating more dynamic data sources and exploring the impact of policy changes on renewable energy adoption. In conclusion, leveraging machine learning for policy projection offers a promising approach to support the growth of bio solar consumption in indonesia. This study provides a foundation for future research and highlights the potential of ml in crafting informed, effective energy policies."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilman Hanif
"Penelitian ini membahas mengenai penyeimbangan beban kerja operator pada lini perakitan industri otomotif yang dilakukan menggunakan model matematika rotasi pekerjaan dengan metode mixed-integer linear programming MILP dengan tujuan mendapatkan hasil perancangan rotasi pekerjaan yang optimal dengan mempertimbangkan aspek ergonomi. Penerapan rotasi pekerjaan dalam perencanaan tenaga kerja oleh industri manufaktur dilakukan untuk mengurangi faktor risiko musculoskeletal disorder MSD. Analisis secara ergonomis dilakukan pada setiap stasiun kerja untuk mengevaluasi beban kerja fisik dari berbagai pekerjaan yang selanjutnya akan menjadi parameter dari model matematika yang dikembangkan dalam penelitian ini untuk melakukan penjadwalkan rotasi pekerjaan yang optimal dan beban kerja kumulatif yang seimbang. Aspek ergonomi dipertimbangkan dalam perancangan model rotasi pekerjaan untuk mencegah paparan beban kerja tinggi secara berurutan bagi seorang operator dan juga menyesuaikan kapasitas operator dalam melakukan pekerjaan pada stasiun kerja karena akan berkaitan dengan konsekuensi biaya pelatihan dan waktu tambahan. Hasil dari pemrograman rotasi pekerjaan dalam penelitian ini adalah urutan pekerjaan yang optimal untuk setiap pekerja sehingga beban kerja harian global para pekerja akan seimbang. Strategi rotasi pekerjaan yang diusulkan pada penelitian ini berhasil mengurangi penyebaran dan penyimpangan beban kerja kumulatif harian di antara para pekerja dengan penurunan standar deviasi dari 10.73 menjadi 1.90 membuktikan beban kerja fisik terdistribusi secara seimbang di antara para operator.

This research discusses about balancing operator workload on the automotive industry assembly line with rotation mathematical model using mixed-integer linear programming MILP method that aims to obtain optimal job rotation design results by considering ergonomic aspects. The implementation of job rotation in workforce planning is carried out by manufacturing industry to reduce musculoskeletal disorder MSD risk factors. Ergonomic analysis is carried out at each workstation to evaluate the physical workload of various jobs, which will be used as the parameters of the job rotation mathematical model developed in this research to schedule optimal job rotation and achieve a balanced cumulative workload. Ergonomics aspect is considered in designing the job rotation model to prevent sequentially high workload exposure for an operator and also adjust the operators capacity to do work at the workstation because it will be related to additional training costs and time consequences. The result of job rotation programming in this research is the optimal work order for each worker so that the global daily workload will be balanced. The job rotation strategy proposed in this research succeeded in reducing the spread and deviation of the cumulative daily workload among workers by decreasing the standard deviation from 10.73 to 1.90, proving that the physical workload is equally distributed among operators."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Hashilah
"Untuk dapat bersaing diera yang serba cepat dan fleksibel, manajemen rantai pasokan menjadi salah satu kunci utama dalam menjalankan perusahaan. Hal ini menjadikan manajemen rantai pasokan sebagai ilmu yang perlu dikuasai oleh mahasiswa saat ini agar dapat siap dan bersaing didunia kerja. Namun, kompleksnya konsep manajemen rantai pasokan membuat mahasiswa dan profesional muda kesulitan dalam memahaminya. Hal ini meningkatkan kebutuhan akan media pembelajaran yang efektif terkait manajemen rantai pasokan.
Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan rancangan sebuah Serious Simulation Game (SSG) sebagai media pembelajaran aktif manajemen rantai pasokan, yang berfokus pada divisi pengadaan dan produksi karena banyaknya permasalahan yang sering terjadi pada bagian hulu. SSG yang dibuat terbukti dapat membantu peserta meningkatkan pemahaman mengenai konsep dan kompleksitas, serta variabel yang mempengaruhi dalam manajemen rantai pasokan.

To be able to compete in a fast-paced and flexible era, supply chain management is becoming one of the major key in running the company. It makes supply chain management as a knowledge that needs to be mastered by students at this time in order to be ready and compete in the world of work. However, the complexity of the concept of supply chain management to make student and young professional difficult in understanding it. This increases the need for an effective learning media related supply chain management.
The results of this research is to get a design of Serious Simulation games (SSG) as a medium of active learning for supply chain management, which focuses on procurement and production, because of the numerous problems that often occur in the suplly chain upstreams. SSG created proven to help players understand the concept and complexity, as well as variables in Supply Chain Management.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63013
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Triyono Budi Santoso
"ABSTRAK
Dalam era ICT (Information and Technology), serat optik memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung komunikasi broadband services yang berkualitas. Tesis ini membahas kualitas redaman serat optik dan komponen Sistem Komunikasi Serat Optik pada infrastuktur terpasang dilihat dari parameter bending, splicing, dan patching. Melalui pendekatan metodologi DoE desain faktorial kualitatif khusus, dihasilkan bahwa redaman serat optik sangat dipengaruhi oleh komponen terkait seperti brand serat optik, jenis splicer, tipe dan lokasi penempatan terminasi kabel optik. Analisis power budget yang tepat sangat diperlukan dalam merencanakan sistem secara menyeluruh, selain daripada kegiatan pengelolaan O&M yang cepat dalam memantau kualitas sistem secara real time. Sehingga ketika terjadi kegagalan dalam sistem, dapat segera diketahui dan diatasi. Hal ini mengisyaratkan kepada para pelaku industri telekomunikasi, baik provider, contractor maupun regulator agar bersama-sama berkontribusi dalam menyediakan service yang reliable kepada pelanggan.

ABSTRACT
In this ICT (Information and Technology) Era, fiber optic is holding a very important role in delivering a qualified broadband communication services. The focus of this study is quality of fiber optic attenuation and components system related on installed telecommunication infrastructure, regarding power loss due to bending, splicing and patching. Factorial Design and Analysis of Experiments was approached to get exact results that attenuation is determined by components used such as fiber optic brand, type of splicer, type of fiber termination and the location placed. Power Budget analysis is needed in deploying all the communication system, instead of O&M activities in managing and monitoring the quality in real time mode. So when there is a fault in the system, it could be warned and recovered fast. This gives signs to all the telecommunication industry parties (provider, vendor and regulator) to give mutualism contribution in providing reliable services to the customer.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27623
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Moden
"Semakin rendah tingkat reject, tingkat kualitas semakin tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat menekan reject pada perakitan trafo TSE50A029 dengan harapan kualitas produk secara umum dapat meningkat. Pada proses ini salah satu nilai kualitas adalah induksi memenuhi batas yang sudah ditetapkan dimana LCL=153.60mH, UCL=166.42mH dan Median=160.01 mH untuk Induksi Primer, kemudian untuk Induksi Sekunder LCL=7.35mH, UCL=7.75 mH dan Median=7.5mH. Dari pengamatan ditemukan bahwa ada 3 faktor penting dimensi dari inti trafo yang bervariasi dan nilai hasil induksi juga bervariasi, kemudian dilakukan eksperimen 33 factorial design, untuk menentukan variasi dari faktor mana yang signifikan mempengaruhi kualitas induksinya..Dari tiga faktor yaitu gap G, penampang D dan panjang tanjung P ditemukan hanya faktorl gap G yang signifikan mempengaruhi besaran kualitas induksi dengan rumus Ip = 159.857 ? 1.87333[(g-0.56)/0.01] untuk Induksi Primer dan Is = 7.55 ? 0.07[(g-0.56)/0.01] untuk Induksi Sekunder.

Lower more level product reject it means quality level more increase. There were efforts various to depress reject in Transformers assembling TSE50A029 to chance of product quality in general can be increase. In this process one of the quality value is the aptness of the limit appointed Induction with LCL=153.60mH, UCL=166.42mH, Median 160.01 mH to Primary Inductance and LCL=7.35 mH, UCL=7.75mH and Median 7.55 mH to Secondary Inductance. In the observed was found that there were three factors dimension from core transformer that has variation value and assembling transformer induction result also vary, so that tried to do an experiment design 33 factorial to determine variation from factors which significant influence to induction quality. From the three factors are gap G, profile D and long cape P, found the only gap G variable very significant to influence induction quality with formulation to Primary Induction is Ip = 159.857 ? 1.87333[(g-0.56)/0.01] and Is = 7.55 ? 0.07[(g-0.56)/0.01] to Secondary induction."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27638
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kholisul Fatikhin
"Dalam rangka memenuhi harapan pelanggan, perusahaan kertas memasang sistem pengendali kualitas online pada fasilitas produksinya. Sistem ini akan memonitor dan mengontrol proses pembuatan kertas secara online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya variasi pada properti kertas terutama berat dan warna. Dimensi data yang didapatkan dari sistem online tersebut sangat besar. Data yang demikian tidak dapat dianalisis dengan menggunakan metode tradisional, oleh karena itu digunakan metode Data Mining. Teknik yang digunakan adalah Frequency Analysis, Principal Component Analysis dan Neural Network.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya variasi berat adalah proses penanganan bahan baku dan pengaturan bukaan slice lip headbox, sedangkan variasi warna disebabkan oleh bahan pewarna yang digunakan. Untuk meningkatkan mutu produk atau meminimalkan variasi maka diusulkan agar dilakukan penalaan atau kalibrasi sistem pengendali online secara rutin, dipasang sistem pengendali online untuk pengaturan bukaan slice lip headbox dan digunakannya bahan pewarna yang mempunyai efek interaksi minimal terhadap properti warna.

To fulfill customer expectation, Paper Industries install online quality control system in their production facilities. This system will monitor and control the paper making process online. Objective of this research is to find the causes of paper properties variation especially in Basis Weight and Color. The data that produced by online control system is very big. The huge data cannot be analyzed by traditional method, so that used Data Mining method. The techniques being used are Frequency Analysis, Principal Component Analysis and Neural Network.
The research shows that basis weight variation is caused by pulp handling process and headbox slice lip opening adjustment; color variation is caused by dyes stuff that used. In order to improve product quality or minimize the variation is suggested to tune or calibrate the online control system periodically, to install online control system for headbox slice lip opening adjustment and used the dyes stuff that have minimum interaction effect on color properties.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27467
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jimmy Rahdiansyah
"Bioethanol merupakan sumber energi alternatif bagi kehidupan manusia. Sumber energi baru sangat diperlukan mengingat ketersediaan bahan bakar fosil telah menipis keberadaannya dan banyak pengembangan dilakukan untuk menciptakan sumber energi baru. Indonesia adalah negara yang dikenal dengan kekayaan alam dan kesuburan tanahnya. Sangat besar peluang bioethanol yang bersumber dari nabati dikembangkan di Indonesia. Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman yang berpotensial menghasilkan bioethanol. Tebu bisa tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu dilakukan secara optimal, dan berkesinambungan, sehingga mampu meningkatkan peran, dan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Melalui pengembangan Usaha Kecil Bioethanol, maka usaha kecil diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup petani dan mengembalikan minat investasi di Indonesia, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan bahan bakar dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Faktor resiko menjadi faktor yang sangat berpengaruh saat terjadi dan berlangsungnya sebuah investasi. Optimalisasi biaya pengolahan molases dan bagas untuk menghasilkan fuel grade ethanol diperlukan oleh usaha kecil untuk meminimalkan resiko investasi yang akan dijalankan. Engineering Economics, Risk Analysis, Integer Linear Programming, dan Simulasi Monte Carlo adalah metode-metode yang digunakan dalam menganalisa dan mencegah terjadinya kerugian pada sebuah investasi.

Bioethanol is an alternative energy source for human life. New energy sources are needed considering the availability of fossil fuels has depleted of its existence and many development undertaken to create new sources of energy. Indonesia is a country known for its natural richness and fertility of the soil. Enormous opportunities bioethanol sourced from vegetable oils was developed in Indonesia. Sugar cane crop is one plant that can potentially produce bioethanol. Sugarcane can be grown in various regions in Indonesia. Empowerment of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) need to be optimal, and continuous, so as to enhance the role and potential of Micro, Small and Medium Enterprises in achieving economic growth, equity and increase people's income, job creation, and poverty. Through the development of Small Scale Bioethanol, then small business is expected to improve farmers' living standards and restore the interest in investing in Indonesia, and contributing significantly to the fuel needs of the world in general and Indonesia in particular. Risk factor becomes a very influential factor when going on and continuing an investment. Cost optimization of processing molasses and bagasse to produce fuel grade ethanol required by the small business to minimize investment risk to be run. Engineering Economics, Risk Analysis, Integer Linear Programming, and Monte Carlo Simulation are methods used in analyzing and preventing the loss on an investment."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27600
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Lestari Widaningrum
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kepentingan dari atribut kemasan produk makanan take out dengan menggunakan metode analisis conjoint dan analisis cluster dengan responden penelitian adalah konsumen produk makanan take out di Jakarta. Hasil dari analisis conjoint mengindikasikan bahwa persepsi konsumen terhadap bahan dari kemasan (seperti kertas, plastik, dan polystyrene foam) memegang peranan penting terhadap persepsi konsumen secara keseluruhan. Hasil dari analisis cluster menunjukkan adanya segmen yang kuat, dimana konsumen sangat mempertimbangkan bahan kemasan dalam penilaiannya terhadap kemasan. Sebagian konsumen berorientasi pada warna dari kemasan, dan segmen lainnya memperhatikan bentuk dan informasi pada kemasan. Variabel segmentasi berdasarkan respon konsumen terhadap kemasan yang diterima dapat menghasilkan informasi yang berguna untuk memaksimalkan dampak dari kemasan sebagai bagian dari produk.

This research aims to investigate the importance of take out food packaging attributes, using a conjoint analysis and cluster analysis among consumers of take out food products in Jakarta. The conjoint results indicate that perception about packaging material (such as paper, plastic, and polystyrene foam) plays the most important role overall in consumer perception. The clustering results that there is strong segmentation in which take out food packaging material consumer consider most important. Some consumers are mostly oriented toward the colour of packaging, while another segment of customers concerns on packaging shape and packaging information. Segmentation variables based on packaging response can provide very useful information to maximize image of products through the package's impact."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27851
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>