Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 72 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Banu Rinaldi
"Usaha kecil memiliki peranan yang paling penting dalam perekonomian di Indonesia dibandingkan usaha menengah dan usaha besar. Pencabutan kebijakan minimal rasio alokasi kredit usaha kecil (KUK) pada tahun 2001 membuat semua bank umum di Indonesia menjadi bebas dalam mengalokasikan penyaluran kredit usaha kecilnya, sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan dikontrol oleh variabel karakteristik bank dan kondisi makroekonomi Indonesia serta menggunakan metode random effect model pada data panel, dalam penelitian ini ditemukan bahwa kepemilikan bank baik itu berupa kepemilikan pemerintah maupun kepemilikan asing, yang dibagi menjadi dua yaitu foreigntakeover dan foreign-greenfield, memberikan pengaruh yang signifikan pada tingkat rasio alokasi kredit usaha kecil (KUK) masing-masing bank umum. Lalu dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa tingkat penetrasi bank asing dalam perkreditan perbankan Indonesia menciptakan ?segregation effect? pada alokasi kredit usaha kecil (KUK) bank umum domestik di Indonesia.

Small businesses have the biggest contribution to the economic growth in Indonesia, compared to medium and large businesses. The releasing on policy of minimum credit allocation to small business (KUK) on 2001 made the Indonesian commercial banks became independent in allocating credit to small business, therefore it?s important to know their factors. Controlled by bank characteristic and macroeconomic condition variables, and using random effect model in panel data, this study found that bank ownership (state-owned, foreign-takeover, and foreigngreenfield) gave the significant impact on credit allocation ratio to small business. Then this study also found that foreign bank penetration in Indonesian banking lending created ?segregation effect? on domestic banks? credit allocation to small business."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S46154
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anandha Sartika Putri
"ABSTRAK
Banyak perusahaan dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi di Indonesia dikuasai oleh keluarga pendiri. Masalah keagenan pada perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi terjadi antara controlling shareholders dan non-controlling shareholders. Masalah keagenan ini dapat berdampak terhadap pengambilan keputusan yang tidak efisien dalam perusahaan, termasuk dalam hal keputusan investasi. Penelitian ini menjelaskan pengaruh kehadiran Multiple Large Shareholders (MLS) terhadap hubungan family ownership dan abnormal investment dalam perusahaan. Penelitian berfokus pada perusahaan keluarga, yang tercatat resmi di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian 2011-2017. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bukti secara empiris bahwa, cash flow rights yang mengindikasikan adanya alignment effect dapat mengurangi adanya kecenderungan abnormal investment pada perusahaan. Selain itu, hal sebaliknya juga terbukti yaitu adanya entrenchment effect yang diakibatkan dari nilai cash flow leverage. Entrenchment effect ini mencerminkan adanya insentif pemegang saham untuk melakukan ekspropriasi merugikan yang dapat mengakibatkan adanya kecenderungan abnormal investment. Penelitian ini juga membuktikan bahwa pengaruh negatif dari adanya entrenchment effect dapat berkurang ketika perusahaan memiliki lebih dari satu large shareholders, atau disebut juga dengan multiple large shareholders (MLS).

ABSTRACT
Many firms with concentrated ownership in Indonesia are controlled by families. Agency problem in firms with concentrated ownership occur between controlling shareholders and non controlling shareholders. This agency problem will cause inefficient decision making, such as that related to investment. This research analyzes the effect of Multiple Large Shareholders (MLS) toward relationship between family ownership and abnormal investment. This study focused on family firms which were legally listed in Bursa Efek Indonesia from 2011-2017. This research shows empirically that cash flow rights, which indicate an alignment effect is able to reduce the tendency of abnormal investment. In contrast, there is entrenchment effect which caused by the value of cash flow leverage. This entrenchment effect reflects an insentive of shareholders to do expropriation that can detriment other shareholders. The expropriation activities done by these shareholders may cause the tendency of abnormal investment. This study also proves that the negative influence of entrenchment effect may be reduced when firms have more than one large shareholders, also known as multiple large shareholders (MLS).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T51830
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Resya Famelia Aniqoh
"ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis pengaruh struktur kepemilikan keluarga dan proporsi wanita dalam boardrooms terhadap performa bank dengan proksi return on average assets dan return on average equity. Observasi dilakukan terhadap 27 bank di Indonesia selama kurun waktu 2010-2014. Data yang digunakan merupakan data panel. Dengan menggunakan metode estimasi Generalised Method of Moments, didapatkan hasil bahwa bank dengan struktur kepemilikan keluarga memiliki pengaruh negatif terhadap performa bank. Ditemukan pula adanya pengaruh positif dari proporsi wanita dalam Dewan Komisaris terhadap performa bank. Namun untuk proporsi wanita dalam Dewan Direksi dan Komite Audit memiliki pengaruh negatif terhadap performa bank

ABSTRACT
This research analyzes the effect of family ownership and female proportion on bank performance. 27 banks in Indonesia are observed within period of 2010-2014. By using panel data and Generalised Method of Moments estimation, this research finds that family ownership bank has a negative effect on bank performance. It also discovers that female proportion in Board of Commissioners has a positive effect on bank performance. But, female proportion in Board of Director and Audit Committee have a negative effect on bank performance"
2016
S63321
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chatarina Anintyarini
"ABSTRAK
Tujuan utama penelitian ini adalah menginvestigasi reaksi pasar di Indonesia terhadap pengumuman Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang penerapan pedoman tata kelola perusahaan terbuka dengan pendekatan ldquo;comply or explain rdquo;, dan kecenderungan jenis industri industri keuangan atau industri lainnya , serta konsentrasi kepemilikan terhadap kepatuhan implementasi POJK dimaksud dalam laporan tahunan. Uji event study menunjukkan bahwa pengumuman POJK ini tidak direspon oleh pasar. Peraturan ini telah diketahui oleh publik sebelumnya dan OJK telah mengeluarkan ketentuan terkait corporate governance untuk industri tertentu maupun ketentuan lain yang spesifik. Lebih lanjut, hasil analisis data memperlihatkan bahwa industri keuangan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi terhadap kepatuhan implementasi POJK. Hal ini menunjukkan bahwa sektor keuangan dikelola dengan lebih akuntabel dan transparan. Sementara terkait dengan konsentrasi kepemilikan, perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi tidak memiliki kecenderungan untuk kurang mematuhi POJK melalui penyampaian penerapan pedoman tata kelola dalam laporan tahunan, mengingat ketentuan tersebut bersifat wajib untuk seluruh perusahaan terbuka.

ABSTRACT
The purpose of this study is to investigate the market reaction in Indonesia to the announcement of Financial Service Authority Regulation POJK on the implementation of the guidelines of corporate governance with ldquo comply or explain rdquo approach. In addition, this study is also to look at the trends in industry financial industry or other industries , as well as the ownership concentration on the compliance of the implementation of POJK which intended on the annual report. The event study test shows that this POJK announcements not responded by the market. This regulation has been known by the public before and Financial Service Authority OJK has issued regulations related to corporate governance for any particular industry as well as other specific regulations. Furthermore, the result of the analysis shows that the financial industry has a higher trend to the compliance of the implementation of POJK. This indicates that the financial industry is managed more accountably and transparently. While related to the ownership concentrations, firms with high ownership concentrations do not have a tendency to disobey POJK through the submission of the implementation of guidance of corporate governance in the annual report, since such regulations is mandatory for all public firms. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T50486
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dita Vania Larasati
"Skripsi ini membahas pengaruh pengungkapan kegiatan corporate social responsibility perusahaan dalam berbagai dimensi terhadap cost of equity pada sektor industri infratruktur, utilitas, dan transportasi di Indonesia. Dengan menggunakan 18 sampel perusahaan pada sektor industri ini, ditemukan bahwa pengungkapan kegiatan corporate social responsibility perusahaan dalam beberapa dimensi memiliki hubungan yang signfikan dan negative terhadap cost of equity perusahaan. Dalam penelitian, digunakan pula variabel-variabel kontrol ukuran perusahaan, rasio book to market perusahaan, dan variabel dummy tahun sejak diperlakukannya UU Perseroan Terbatas tentang kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

This study analyses the effects of corporate social responsibility disclosure from several perspectives towards cost of equity for firms in the utility, infrastructure, and transportation industry sector in Indonesia. Using 18 firms in this industry sector as a sample, it is found that corporate social responsibility disclosure for firms from some perspectives have significant and negative relationships with firm cost of equity. In this study, several control variables are used, which are firm size, firm book to market ratio, and year dummy variable since the UU Perseroan Terbatas about firm corporate social responsibility was implemented in Indonesia."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44605
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Handy
"Tujuan utama dari penulisan studi ini adalah untuk melakukan pengujian mengenai hubungan simultan antara nilai perusahaan dengan praktek corporate governance dengan mengunakan sampel sebanyak 178 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menemukan bukti bahwa praktek corporate governance dapat memengaruhi nilai perusahaan, tetapi nilai perusahaan tidak terbukti dapat memengaruhi praktek corporate governance. Lebih lanjut, terdapat bukti secara empiris bahwa tingkat profitabilitas juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan sedangkan variabel yang dapat memengaruhi praktek corporate governance adalah ukuran perusahaan. Studi ini juga menemukan bahwa perusahaan dengan jenis industri yang teregulasi , kepemilikan entitas oleh pemerintah dan kepemilikan entitas oleh pihak asing melakukan praktek corporate governance yang lebih baik.

The primary objective of this study is to test the simultaneous relationship between firm value and corporate governance practice on a sample of 178 companies quoted in Indonesia Stock Exchange. The study find that corporate governance practice affect the firm value, but there is no evidence that the firm value affect the corporate governance practice. Furher, there is an empirical evidence that the profitability rate can affect the firm value while variables that affect corporate governance practice are company size, This study also found that companies with regulated industry, government entity ownership and foreign entity ownership practice corporate government better."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T26427
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Fatimah Zachro
"Penelitian ini mengeksplorasi dampak dari busy directors pada risiko crash harga saham jika individu memegang tiga atau lebih jabatan di dewan. Busy directors merujuk kepada Komisaris karena Indonesia mengadopsi two tier system. Sebagian besar literatur menunjukkan bahwa faktor utama risiko crash harga saham timbul karena adanya kecenderungan manajemen menahan berita buruk dari investor terkait kontrak kompensasi dan masalah karier. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah busy directors membantu membatasi perilaku oportunistik manajerial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkap jabatan tidak memiliki pengaruh pada risiko crash harga saham dikarenakan cross over interaction yang meniadakan pengaruh signifikan terhadap risiko crash harga saham. Sebagai negara yang identik dengan konsentrasi kepemilikan keluarga, hasil menunjukkan bahwa perusahaan keluarga akan memperkuat pengaruh negatif dari Komisaris yang melakukan rangkap jabatan dalam mengurangi risiko crash harga saham. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang terdaftar di Indonesia di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014-2019. Generalized method of moment (GMM estimator) digunakan sebagai metode penelitian untuk mengurangi masalah endogenitas.

This research explores the impact of busy directors on the risk of stock price crashes if individuals hold three or more directorships. Busy directors refer to the Commissioners because based on two tier system, oversight function is performed by Commissioner. A large body of literature reports that a prominent factor of stock crash risk is the managerial tendency of withholding bad news from investors due to compensation contracts and career concerns. This study aims to verify whether busy directors help restrict these opportunistic managerial behaviors. The results show that the multiple directorship does not have an effect on the risk of stock price crash due to cross over interaction which negates the significant effect on of stock price crash risk. As a country with high family ownership concentration, the result shows that interaction between busy directors and family firms will strengthen the negative effects of Commissioners who hold dual positions in reducing stock price crash risk. This study uses a sample of listed companies in Indonesia on the Indonesia Stock Exchange's main board during the 2014-2019 period. Generalized method of moment (GMM estimator) is used as a research method to reduce endogeneity issues."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Feny Yurastika
"Penelitian ini berupaya untuk melihat spillover volatilitas return antara pasar saham dan pasar obligasi pemerintah di negara ASEAN-5, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand dengan menggunakan data return harian saham dan obligasi pemerintah periode 3 Januari 2006 sampai 28 Februari 2020. Estimasi menggunakan BEKK-GARCH (1,1,1) menemukan bahwa fenomena spillover volatilitas di negara ASEAN-5 beragam. Tidak terdapat indikasi spillover volatilitas di negara Singapura dan Malaysia. Sedangkan di Filipina dan Thailand terdapat indikasi spillover volatilitas satu arah (unidirectional spillover) dari pasar saham ke pasar obligasi pemerintah. Sementara itu, spillover volatilitas dua arah (bi-directional spillover) yaitu dari pasar saham ke pasar obligasi pemerintah dan dari pasar obligasi pemerintah ke pasar saham terjadi di Indonesia. Hasil estimasi spillover volatilitas return di pasar saham dan obligasi pemerintah negara ASEAN-5 terkait oleh kondisi kedalaman pasar keuangan di negara tersebut. Negara dengan pasar keuangan yang dalam cenderung lebih dapat menyerap guncangan yang terjadi sehingga guncangan di satu pasar tidak menimbulkan spillover ke pasar lainnya.

This thesis analyses the volatility spillover between stock and government bond return in ASEAN-5 countries, namely Indonesia, Malaysia, the Philippine, Singapore, and Thailand using stock and government bond daily return data between 3 January 2006 and 28 February 2020. Estimation using BEKK-GARCH (1,1,1) found that volatility spillover in ASEAN-5 countries are varied. There is no spillover volatility indication in Singapore and Malaysia. Meanwhile, we found unidirectional volatility spillover from the stock market to the government bond market in the Philippine and Thailand. Bi-directional volatility spillover, from the stock market to the bond market and from the bond market to the stock market happened in Indonesia. The various result of ASEAN-5 countries presumably caused by the different levels of financial and institutional depth among the countries. Countries with the deep financial markets could absorb the shocks that occur so that it not spilled and affecting other markets."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Natasha Angelica
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja portofolio saham Sustainable and Responsible Investment (SRI) di Bursa Efek Indonesia (BEI). SRI adalah suatu konsep dimana investor tidak hanya mempertimbangkan kinerja keuangan, namun juga aspek non-keuangan pada perusahaan seperti Environmental, Social, and Governance (ESG). Apakah kinerja portofolio SRI di BEI lebih baik dibandingkan dengan kinerja portofolio konvensional dan portofolio syariah? Pada penelitian ini akan dibentuk portofolio SRI dari indeks Sri-Kehati (SRI), portofolio konvensional dari indeks LQ45, dan portofolio syariah dari Jakarta Islamic Index (JII). Kinerja tiga portofolio tersebut akan dibandingkan berdasarkan nilai alpha yang diperoleh dari Capital Asset Pricing Model (CAPM), Fama and French Three Factor Model (FF3F), dan Fama and French Five Factor Model (FF5F), juga berdasarkan rasio sharpe, rasio treynor dan rasio sortino. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja potofolio SRI di BEI lebih baik dibandingkan dengan kinerja portofolio konvensional dan portofolio syariah. Kinerja yang baik tersebut terjadi karema rata-rata excess return portofolio SRI yang bernilai positif selama periode penelitian.

This study aims to determine the performance of the Sustainable and Responsible Investment (SRI) stock portfolio on the Indonesia Stock Exchange (BEI). SRI is a concept in which investors not only consider financial performance, but also non-financial aspects of companies such as Environmental, Social, and Governance (ESG). Is the performance of the SRI portfolio on the IDX better than the performance of conventional portfolios and sharia portfolios? In this study, an SRI portfolio from the Sri-Kehati index (SRI) will be formed, a conventional portfolio from the LQ45 index, and a sharia portfolio from the Jakarta Islamic Index (JII). The performance of the three portfolios will be compared based on the alpha value obtained from the Capital Asset Pricing Model (CAPM), Fama and French Three Factor Model (FF3F), and Fama and French Five Factor Model (FF5F), also based on the sharpe ratio, treynor ratio and ratio sortino. The results of this study indicate that the performance of the SRI portfolio on the IDX is better than the performance of conventional portfolios and sharia portfolios. This good performance occurs because the average excess return of the SRI portfolio is positive during the study period."
Depok: Fakultas Eknonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Putri Maharani
"Penelitian ini membahas perbedaan antara CAR dengan memperhitungkan risiko kredit dan CAR dengan memperhitungkan risiko pasar serta pengaruh kedua rasio tersebut terhadap kinerja perbankan Indonesia, khususnya pada aspek profitabilitas, efisiensi, fungsi intermediasi, dan risiko. Data dalam penelitian ini terdiri dari 124 bank umum konvensional Indonesia selama periode 2005 hingga 2010. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa CAR memiliki hubungan signifikan positif terhadap profitabilitas dan efisiensi perbankan Indonesia, namun tidak signifikan terhadap aspek fungsi intermediasi dan risiko. Selain itu, tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua jenis rasio CAR, kecuali terhadap rasio ROE.

The focus of this study is to analyzed the difference between CAR in respect of credit risk and CAR in respect of market risk, and the impacts of both ratio on bank?s performance, particularly on the aspects of profitability, efficiency, intermediary function, and risk. The data consists of 124 conventional commercial banks in Indonesia during period of 2005 until 2010. Results of this study indicate that CAR has significant positive impact on bank?s profitability and efficiency in Indonesia, but no significant effect on intermediary function and risk. In addition, the results show no significant difference between impacts of both type of CAR on bank?s performance, except on ROE."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S44612
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>