Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aliva Andjani
"ABSTRAK
Pekerja di bidang manufaktur besi dan baja tidak terlepas dari risiko gangguan otot rangka dikarenakan terlibat langsung pada proses produksi, memiliki aktivitas fisik yang tinggi, serta beban kerja yang besar. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor risiko fisik, psikososial dan individu yang berkaitan dengan keluhan gangguan otot rangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020 dengan melibatkan 81 pekerja di PT XYZ. Desain studi penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan instrument untuk pengambilan data antara lain form Quick Exposure Check (QEC), kombinasi kuesioner psikososial dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Hasil penelitian pada faktor risiko individu menunjukkan adanya hubungan signifikan antara indeks massa tubuh dan gender dengan keluhan pada leher, serta hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan dengan keluhan pada pergelangan tangan. Hasil penelitian pada faktor risiko fisik ditemukannya hubungan yang signifikan antara tingkat risiko fisik tinggi sangat tinggi dengan keluhan pada pergelangan tangan/tangan. Selanjutnya, hasil penelitian faktor psikososial juga menemukan hubungan yang signifikan antar kepuasan kerja dan tuntutan pekerjaan dengan keluhan pada punggung bawah, serta pekerjaa monoton dengan keluhan pada pergelangan tangant.

ABSTRACT
Workers in steel manufacturing have risk of musculoskeletal disorders due to being directly involved in the production process, having high physical activity, and also have a heavy workload. The purpose of this study is to analyze physical, psychosocial and individual risk factors associated with complaints of musculoskeletal disorder. This research was conducted in May 2020 involving 81 workers at PT XYZ. The design of this study was cross sectional and the instruments used for collecting data included Quick Exposure Check (QEC) form, a combination of psychosocial questionnaire and Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). The results of this research on individual risk factors show a significant relationship between body mass index and gender with complaints on the neck, as well as a significant relationship between types of work and complaints on the wrist hand. On physical risk factors found a significant relationship between high-very hight levels of physical risk with complaints on the wrist hand. Furthermore, the results of psychosocial factors research also found a significant relationship between job satisfaction and job demands with complaints on the lower back, and monotonous work with complaints on the wrist ,hand."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Listiyaningsih
"ABSTRAK
Human error merupakan salah satu sifat alami yang dimiliki oleh manusia
(human nature) sehingga setiap harinya manusia pasti selalu mengalami error.
Namun biasanya konsekuensi dari human error ini biasanya relatif kecil (minor)
sehingga sering diabaikan. Namun pada kondisi tertentu human error dapat
menimbulkan konsekuensi yang lebih serius (major), misalnya saja ialah human error
yang terjadi pada chemical process industry, nuclear power, health care, dan tentu
saja dalam penerbangan (aviation).
Menurut penelitian Alabama & Northwest Florida Filght Standards District
Office, tingkat kesalahan manusia (human error) pada bidang Air Traffic Control
menduduki persenatase 90%. Selain itu banyak kasus kecelakaan penerbangan yang
menganggap Air Traffic Controller yang bersalah dan menduga sebagai penyebab
kecelakaan, tidak ada kontribusi ?Pilot Error? .
Desain studi dalam penelitian ini bersifat campuran (mix), di mana di
dalamnya dilakukan baik pendekatan kualitatif maupun kuantitatif sekaligus. Unit
kajian ialah mendapatkan besaran persentase dari masing-masing jenis
ketidaksesuaian interaksi dalam perspektif ergonomik dan unsur human error .
Pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kajian terkait unsur human error
yang terjadi dengan task analysis.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kejadian human error di bidang ATC
Bandar Udara Soekarno-Hatta memang cukup tinggi dengan persentase skill based
error 77,2%, perceptual error 62,3%, decision error 71,1%. Sedangkan untuk hasil
ketidaksesuaian faktor peralatan (mechanical failure), lingkungan (environment),
psikologis (beban kerja mental) masing-masing mencapai 93,9%, 94,7% dan 91,2%.

ABSTRACT
Human error is one of nature which is owned by a man (human nature) so that
every day human being must always be in error. But usually the consequence of
human error is usually relatively small (minor) so often overlooked. However, in
certain conditions of human error can cause more serious consequences (major), such
is human error that occurs on the chemical process industry, nuclear power, health
care, and of course in aviation (aviation).
According to research Alabama & Northwest Florida Filght Standards District
Office, the degree of human error (human error) in the field of Air Traffic Control
persenatase 90% occupied. In addition, many aviation accident cases are considered
Air Traffic Controllers who are guilty and the suspect as the cause of the accident,
there is no contribution "Pilot Error".
Design studies in this research are mixed (mix), where it performed well in
qualitative and quantitative approaches as well. Unit of study is getting a percentage
of the amount of each type of mismatch interaction in perspective ergonomics and
human error element. Descriptive qualitative approach to obtain relevant study
elements of human error that occurs with task analysis.
The study results showed that the incidence of human error in ATC Soekarno-
Hatta Airport is quite a high percentage of 77.2% skill based errors, perceptual errors
62.3%, 71.1% decision error. As for the discrepancy factor of equipment (mechanical
failure), environment (environment), psychological (mental workload) respectively
reached 93.9%, 94.7% and 91.2%.;
"
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Zahra Nadia Darariani
"Stres akulturatif merupakan jenis stres dengan stresor yang bersumber dari proses-proses akulturasi (Berry dkk., 1987). Stres akulturatif seringkali dialami oleh mahasiswa yang sedang merantau. Jika tidak ditangani dengan baik, stres akulturatif dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa, kinerja akademik, menginduksi keadaan negatif, seperti kecemasan, ancaman stereotip, dan peningkatan beban kognitif. Skripsi ini dilaksanakan untuk meneliti gambaran stres akulturatif pada mahasiswa perantau tingkat pertama di Universitas Indonesia. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa sebagian besar mahasiswa perantau mengalami stres akulturatif berat (50,9%) dimana stresor yang paling banyak dialami adalah masalah akademik, masalah finansial, dan perceived discrimination. Selain itu, didapatkan juga bahwa terdapat perbedaan tingkat stres akulturatif berdasarkan jenis kelamin dan asal daerah. Perempuan lebih banyak yang mengalami stres akulturatif tingkat berat (61%) dibandingkan laki-laki (40,7%). Sedangkan jika berdasarkan asal daerah tinggal mahasiswa perantau, ditemukan mahasiswa yang paling banyak mengalami stres akulturatif tingkat berat adalah mahasiswa yang berasal dari luar Pulau Jawa.

Acculturative stress is a type of stress with stressors sourced by acculturation process (Berry et al., 1987). Acculturative stress is frequently experienced by migrant students. If it is not handled well, acculturative stress could affect studenst's health and well-being, decrease academic performance, induce negative situations, such as anxiety, threatening stereotypes, and increasing cognitive burdens. This thesis is carried out to discuss the description of acculturative stress of first-year migrant students in Universitas Indonesia. This study found that the majority of students experienced severe acculturative stress (50.9%). The most stressors experienced are academic problems, financial problems, and discrimination problems. In addition, it was also found out the acculturative stress level differences based on gender and regional origin. More women experience severe acculturative stress level (61%) than men (40.7%). Besides that, migrant students who come from outside Java Island experience more stress."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nesya Dinda Rahmaningtyas
"ABSTRAK
Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan otot rangka. Pekerja manufaktur dikaitkan dengan beban kerja fisik tinggi dan menghabiskan sebagian besar waktu kerja berdiri atau duduk. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik individu, faktor fisik, dan faktor psikososial terhadap gejala gangguan otot rangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juli 2020 dengan melibatkan 94 pekerja dengan rincian 68 pekerja lapangan dan 26 pekerja kantor. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan NMQ, QEC, serta kombinasi kuisioner psikososial dari JCQ, COPSOOQ, dan ERI. Variabel independen dalam penelitian ini antara lain karakteristik individu, faktor fisik, dan faktor psikososial. Sedangkan variabel dependen penelitian ini adalah gejala gangguan otot rangka. Hasil penelitian pada karakteristik individu menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis pekerjaan dengan gejala gangguan otot rangka pada tangan atau pergelangan tangan. Hasil penelitian pada faktor risiko fisik ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor risiko sedang, tinggi, dan sangat tinggi dengan gejala gangguan otot rangka pada tangan atau pergelangan tangan dan punggung atas. Sedangkan untuk faktor psikososial ditemukan hubungan yang signifikan antara tuntutan kerja tinggi serta stress kerja sedang dan tinggi dengan gejala gangguan otot rangka pada bahu, leher, dan punggung atas. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian dan intervensi untuk mengurangi risiko terhadap gangguan otot rangka.

ABSTRACT
Manufacturing is one of the sectors that has a high risk of musculoskeletal disorder. Manufacturing workers are associated with high physical workloads and spend most of their work time with standing or sitting. The aim of this research is to analyze individual characteristics, physical factors, and psychosocial factors of musculoskeletal disorder. This research was conducted in March-July 2020 involving 94 workers with 68 field workers and 26 office workers. The design used in this study was cross sectional with NMQ, QEC, and a combination of psychosocial questionnaires from JCQ, COPSOOQ, and ERI. The independent variables in this research are individual characteristics, physical factors, and psychosocial factors. The dependent variable of this research is musculoskeletal disorder symptoms. The results of individual characteristics found a significant relationship between the type of work with musculoskeletal disorder symptoms on the hands or wrists. The results of physical risk factors found a significant relationship between moderate, high, and very high risk with musculoskeletal disorder symptoms on the hands or wrists and upper back. Whereas for psychosocial factors found a significant relationship between high work demands and moderate high work stress with musculoskeletal disorder symptoms on shoulders, neck, and upper back. Therefore, we need control and intervention to reduce the risk of musculoskeletal disorder symptoms."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leny Sovita
"ABSTRAK
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak atau perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologi, perubahan psikologik dan perubahan sosial dan dengan perilaku yang suka mencoba dan mengetahui hal baru. Hal ini dapat menjerumuskan remaja pada hubungan seksual pra nikah, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, HIV/AIDS.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku seksual pra nikah pada siswa SMU Negeri 1 dan SMK Negeri 1 Hiliran Gumanti dan hubungannya dengan umur, jenis kelamin, pengetahuan tentang seksualitas, sikap terhadap perilaku seksual, religiusitas, jumlah pacar, lama pertemuan dengan pacar, frekuensi pertemuan dengan pacar, peran teman sebaya dalam ajakan dan komunikasi tentang seksualitas, peran orang tua, dan guru dalam pemberian informasi tentang seksualitas serta keterpaparan pornografi. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 165 siswa.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 20% pelajar yang berperilaku seksual beresiko. Diantaranya 1,2% telah melakukan hubungan seksual. Pada hasil analisis bivariat didapatkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan tentang seksualitas, sikap terhadap perilaku seksual, lama pertemuan dengan pacar, frekuensi pertemuan yang sering dengan pacar, peran teman sebaya dalam ajakan dan komunikasi tentang seksualitas serta paparan pornografi mempunyai hubungan yang bermakna dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Penghayatan dan pelaksanaan ibadah yang masih kurang pada pelajar serta pemberian informasi tentang seksualitas oleh orang tua dan guru belum optimal.
Berdasarkan penelitian ini diperlukan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang seksualitas, baik pada instansi pendidikan maupun orang tua serta kerjasama dengan dinas kesehatan dalam pangadaan program untuk remaja serta peningkatan pengetahuan bagi orang tua tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Perlunya pengawasan akan pergaulan remaja dengan teman sebaya baik bagi guru, orang tua, serta tokoh agama serta menanamkan nilai moral yang sudah mulai luntur pada remaja. Peran pemerintah juga sangat diharapkan dalam hal pengawasan terhadap media pornografi yang beredar di masyarakat untuk mengantisipasi perilaku seks pranikah pada remaja.

ABSTRACT
Adolescence is transition period from child to adult including biology, psychology, and social changing and adolescents have big curiosity. For awareness, it could result in premarital taking an intercourse, unwanted pregnancy, unsafe abortion, HIV/AIDS for them.
The goal of this study is to observe premarital sex behavior to SMU Negeri 1 and SMK Negeri 1 Hiliran Gumanti students and its relationship to age, gender, sexuality knowledge, attitude to sexual behavior, religiosity, number of couple, length of time and frequency together with couple, parents and teacher role in giving an information regarding to sexuality and pornography. This study uses Cross Sectional design by number of samples 165 students.
Study result shows that 20% students have risked sexual behavior. By 1.2% had took an intercourse. In bivariate analysis found that gender, sexuality knowledge, attitude to sexual behavior, length of time and often frequency together with couple, friend on the same age role in communicating about sexual and open wide of pornography have meaningful relationship to premarital sex behavior for adolescence. Lack of religiosity and its implementation and information about sexuality explained by parents and teachers had not been optimal yet.
Based on study, it suggested that needs to improve adolescent sexual knowledge, either at education institution or parents and also conducting cooperation to health agency in providing adolescence program and improves parents knowledge about reproduction health and sexuality. Parents, teachers, and religious figures need to monitor adolescent association with their friend on the same age and give morality value which has been gradually disappeared to adolescent. Government role is also expected to more monitor spreading of pornography in community to anticipate adolescent premarital sex behavior.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Kurniawan
"ABSTRAK
Perusahaan Tambang Wira Penta Kencana adalah perusahaan yang bergerak di
bidang industri pertambangan dan pengekspor batu granit terbaik di kepulauan
riau.Berdasarkan data yang diperoleh kecelakaan kerja 30% ditambang adalah
kecelakaan tangan akibat kerja.Kampanye keselamatan cidera tangan akibat kerja
menjangkau seluruh target kampanyenya.Kampanye keselamatan kerja dipengaruhi oleh
jangkauan target untuk mencapai kampanye keselamatan cidera tangan akibat kerja,
tidak cukup hanya dengan seluruh target terjangkau oleh kampanye, melainkan harus
memperhatikan unsur–unsur lain kampanye (komunikator, isi pesan, komunikan,dan
media), tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui gambaran faktor – faktor kampanye
kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kecelakaan tangan akibat kerja, pada seluruh
bagian departemen.Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan data
primer yaitu data hasil dari kuisoner yang telah diolah dan diintepretasikan berupa tabel
frekuensi. kategori komunikator, isi pesan, komunikan dan media,dengan hasil median
lebih dari 80%. Oleh karena itu melaksanakan kampanye kesehatan dan keselamatan
kerja tentang kecelakaan tangan akibat kerja, dan dapat memilih topik – topik kampanye
kesehatan dan keselamatan kerja sesuai dengan bidang pekerjaan karyawan sehingga ada
rasa ketertarikan karyawan terhadap kampanye kesehatan dan keselamatan kerja dan
merubah perilaku karyawan secara bertahap menuju perilaku yang aman bekerja.
Daftar Bacaan: 22 (1978 – 2011)

ABSTRACT
Wira Penta Kencana company is mine industry and best quality export in Riau
Island. Result by accident work related report, 30% in mine industry is hand injury.
Safety campaign about accident work related hand injury source all respondent. Safety
campaign about accident work related hand injury not only with source of all target
campaign. So we must see about factor in campaign (communicator, message,
communicant, an media), and the goal this writing is want to descriptive about campaign
factor health and safety work related of hand injury, on all department.This writing use
cross sectional method with primer data from respondent questioner and then with
interpretation frequency table from communicator, message, communicant, and media as
category and the result median more than 80%. The action safety and health work
related of hand injury campaign more to choice best topic who related with their work
specific needs and make they interesting with safety and health campaign of work
related hand injury. Then it make change their behavior step by step to improve in good
safety work behavior."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Mulyadi
"Skripsi ini membahas mengenai peluang pengembangan dan rancangan sistem
informasi identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja
secara on line pada pekerjaan yang dilakukan dilingkungan UI. Penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini adalah
bahwa UI perlu mengembangkan sistem informasi identifikasi bahaya dan analisis
risiko keselamatan kesehatan kerja secara on line; UI telah memiliki kebijakan
umum yang mendukung pengembangan sistem informasi identifikasi bahaya dan
analisis risiko keselamatan kesehatan kerja secara on line; UI memiliki sumber
daya dan organisasi yang dapat diberdayakan dalam pengembangan dan pelaksana
harian sistem informasi identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan
kesehatan kerja secara on line; metode yang paling tepat untuk identifikasi bahaya
dan analisis risiko keselamatan kesehatan kerja di UI adalah dengan
menggabungkan metode Job Hazard Analysis (JHA) dan Manajemen Risiko dari
Australian Standart/New Zealand Standart (AS/NZS); dibutuhkan suatu tim
khusus untuk mengelola dan mengembangkan sistem lebih lanjut; di UI terdapat
berbagai macam jenis pekerjaan dan kegiatan akademik ataupun non-akademik;
bahaya yang paling banyak terdapat di kegiatan atau pekerjaan di UI adalah
bahaya fisik, kimia, ergonomi, dan biologi; risiko kegiatan di UI beragam dari
risiko yang kecil sampai besar."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Yanu P.
"Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran umum dari perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pekerja las di jalan raya Kelapa Dua Kota Tangerang. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan observasional yakni cross sectional, yaitu untuk melihat hubungan antara variable independen dengan variable dependen, dalam hal ini faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan APD. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja las Jalan Raya Kelapa Dua Tangerang pada bulan November 2009. Populasi pekerja las sebanyak 26 orang pekerja.
Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non random sampling dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program komputer, disajikan secara univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 50 % pekerja yang berperilaku menggunakan APD dan 50 % pekerja yang berperilaku tidak menggunakan APD. Berdasarkan hasil analisis bivariat diketahui dari enam variabel penelitian, terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan dan terdapat tiga yang tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD. Konsep Lawrence Green yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara faktor - faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku pekerja mengenai penggunaan alat pelindung diri pada penelitian ini ternyata kurang tepat digunakan untuk penelitian tentang keselamatan kerja karena pada dasarnya konsep ini hanya digunakan untuk penelitian tentang masalah perilaku kesehatan."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dekky
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang gambaran Sarana Penyelamatan Jiwa di Sekolah Menengah
Atas Negeri 40 Jakarta. Variabel-variabel yang dibahas dalam skripsi ini meliputi sarana
jalan keluar berupa pintu dan tangga yang umumnya dimiliki sekolah, pencahayaan darurat,
tanda arah jalan keluar, komunikasi darurat, prosedur dan rute evakuasi dan tempat
berkumpul sementara. Penelitian ini memakai pendekatan semi kuantitatif dengan desain
studi deskriptif. Didapatkan bahwa sekolah belum memiliki sarana penyelamatan jiwa yang
memadai. Diharapkan agar sekolah dapat mempertimbangkan saran yang diberikan peneliti
untuk meningkatkan kualitas dalam hal sarana penyelamatan jiwa.

ABSTRACT
This thesis discuss the description of Life Saving Facility at Senior High School 40 Jakarta.
The variables are discussed in this thesis are means of escape, for example doors and stairs
that are generally owned by the school, emergency lighting, exit direction signs, emergency
communications, procedures and evacuation routes and temporary gathering place. This study
use semi-quantitative approach to the design of a descriptive study. It is found that the school
does not have adequate means of life saving facilities. It is expected that schools can consider
the advice is given by researcher to improve the quality in terms of life saving facilities."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Ika Susilawati
"Kinerja sistem manajemen K3 yang unggul juga hielibatkan perhatian pada faktor prang, faktor organisasi dan faktor behaviour Pendekatan integrasi K3 pada system manajemen perusahaan memasukan aspek manajemen SDM dalam penerapannya. Dengan demikian manajemen SDM menjadi bagian dari upaya manajemen K3 di perusahaan dalam rangka mencapai sasaran K3 secara umum. Program HRD dalam kompetensi SDM khususnya safety officer di proyek juga merupakan program pengendalian resiko K3 secara administratif dalam upaya menurunkan dan mencegah terjadinya kecelakaanlinsiden ditempat kerja, balk terhadap K3 maupun lingkungan.
Salah satu program pengendalian administratif pada kompetensi SDM adalah evaluasi jobdescription dan atau persyaratan lain yang terkait dengan tugas dan fungsi safety officer diproyek. Jobdescriplion merupakan cetak biru (blue print) dari harapan kinerja pada pemegang jabatan untuk acuan pelaksanaan kerja. Diharapkan tanggungjawab dan kewenangan yang diberikan tertulis dan dimengerti pemegang jabatan untuk melakukan tugas-tugasnya dan menghasilkan output yang diharapkan. Akan tetapi pada prakteknya di lapangan, jobdescription tersebut masih perlu diintreprctasikan ulang dan kebenarannya sangat tergantung pada pemaharnan dan kepentingan pengguna jobdescription tersebut. Unit-unit kerja menterjemahkan kembali dengan jobdescription masing-masing dan tidak standar. Perbedaan intrepretasi dapat membuat ketidakharmonisan sistem kerja yang pada akhirnya dapat membuat gangungan-gangguan dalarn proses manajemen perusahaan.
Tesis ini mengevaluasi uraian tugas safety officer korporat (2000) yang masih berlaku di PT XYZ saat penelitian ini dilakukan. Alat evaluasinya adalah kerangka kompetensi kerja yang diharapkan dari petugas K3 di proyek setingkat dengan first-line supervisor. Hal ini dilakukan karena belum ada evaluasi jobdescription dan analisa kompetensi kerja pads safety officer di PT XYZ.
Aspek yang dikaji adalah fungsi atau peran penting first-line supervisor K3 dan kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat berperan dalam mencegah,menangani dan mengurangi terjadinya keceiakaan/insiden. Kajian ini menghasilkan kerangka kompetensi tugas safety officer berbasis kinerja aktual yang diharapkan. Dibahas jugs aspek-aspek persyaratan jabatan (job spesification) seperti pendidikan, pelatihan untuk safety officer sebagai bentuk input SDM dan pertimbangan dalam menentukan tugas first-line supervisor K3. Kerangka ini yang menjadi acuan untuk melakukan evaluasi jobdescription safety officer.

Integrated Occupational Safety & Health (USH) approach in company's management system includes Human Resource (HR) management aspects in implementation. Good performance of OSH management system also involves great attention to the human factor, organizational factor and behavioral factor. Therefore HR Management has become part of efforts conducted by OSH management in order to achieve OSH objectives. HR Department program which deal with HR Competency, especially for Project Safety Officer , is part of OSH administrative control program to reduce and prevent workplace incident/accident that lead to loss regarding to either OSH related or environmental related issues.
One methodology of administrative control program within HR competency is define a clear role and responsibility of a function or a job within work-system. Therefore there is a evaluation program to assess job description of Safety Officer in order to meet required work competency. Job description is a blue-print of expected job performance of the officer in order to do their duties. Management expects that by handing over written authority and responsibility. the officer will understand and running their duties accordingly to achieve desirable output. However in reality, the job description is required to be re-interpreted by the users, that leads to misunderstanding. individualize, non-standard job description. The difference in interpretation can lead to work system disharmony and creates disturbances in management practices. including employee satisfaction.
This thesis evaluates Corporate Safety Officer Job description (2000) at PT XYZ, against the work competency framework of a first-line supervisor level OSH officer. This is done due to no job description evaluation and work competency analysis has ever been conducted for safety officer at PT XYZ.
Aspect that is being analyzed mainly is the function and main role of first-line OSH supervisor, and competency required to be able to run the role in preventing, handling and reducing incident/accidents. This analysis will result in a performance based competency framework of the safety officer. Also being discussed in the thesis is the job specification aspects, such as education and training for safety officer, as an input and consideration to determining first-line OSH supervisor job. This framework will be a guideline to conduct an evaluation of safety officer job description.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2007
T18990
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>