Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dianah Rosikhoh
"Potensi kandungan selulosa yang tinggi pada TKKS memungkinkan untuk digunakan dalam pembuatan selulosa mikrokristal. Selulosa mikrokristal merupakan eksipien farmasi yang sering digunakan dalam pembuatan tablet cetak langsung. Proses hidrolisis selulosa untuk menghasilkan selulosa mikrokristal sering kali menggunakan proses kimiawi, dimana energi aktivasi yang dibutuhkan tinggi dan kurang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kapang selulolitik yang optimal untuk digunakan dalam hidrolisis enzimatis selulosa TKKS sehingga dihasilkan selulosa mikrokristal.
Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri atas delignifikasi biomassa lignoselulosa TKKS, kemudian dilanjutkan dengan hidrolisis enzimatis menggunakan selulase dengan optimasi durasi hidrolisis. Isolat selulolitik optimal yang didapatkan adalah isolat IHt. Sedangkan durasi hidrolisis enzimatis untuk menghasilkan selulosa mikrokristal yang optimum adalah selama 1 jam. Hasil hidrolisis enzimatis TKKS yang diperoleh masih berupa serat-serat dengan kandungan lignin yang tinggi, sehingga masih perlu dilakukan pemurnian lebih lanjut.

High potential of cellulose in Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) allowed to be used in the manufacture of microcrystalline cellulose. Pharmaceutical excipients microcrystalline cellulose is often used in the manufacture of tablet direct compression. Cellulose hydrolysis process to produce microcrystalline cellulose often use a chemical process, which required high activation energy and less environmentally friendly. The aim of this study is to get the best cellulolytic fungi for use in the enzymatic hydrolysis of cellulose OPEFB thus produced microcrystalline cellulose.
Stages of research conducted consisting of delignification of lignocellulosic biomass OPEFB, followed by enzymatic hydrolysis using cellulase with optimization of the duration. The best cellulolytic isolat obtained are IHt. While the duration of the enzymatic hydrolysis to produce optimum microcrystalline cellulose is for 1 hour. OPEFB enzymatic hydrolysis results obtained was in the form of fibers with high lignin content, so it still needs to be done further purification.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S61403
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasti Ristina Sari
"Selulosa mikrokristal merupakan salah satu turunan selulosa yang biasanya dimanfaatkan dalam industri farmasi sebagai eksipien dalam pembuatan tablet cetak secara langsung. Salah satu tumbuhan gulma yang memiliki kadar selulosa cukup tinggi (sekitar 60%) yaitu eceng gondok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat kapang selulolitik, memperoleh kondisi optimum hidrolisis enzimatis dan membandingkan selulosa mikrokristal yang diperoleh dari eceng gondok dengan Avicel pH 101.Pada penelitian ini, selulosa mikrokristal diperoleh dengan metode hidrolisis enzim selulase.Enzim selulase diperoleh melalui ekstraksi dari kapang selulolitik.Kemudian selulosa mikrokristal hasil hidrolisis diidentifikasi dengan XRD (X-Ray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope) serta dibandingkan dengan Avicel pH 101. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi hidrolisis selulase teroptimal pada jam ke-1 dengan volume enzim sebanyak 2 mL. Berdasarkan perbandingan pola difraktogram dan secara morfologi sudah terlihat adanya kemiripan antara mikrokristalin selulosa hasil hidrolisis dengan mikrokristalin selulosa standar (Avicel pH 101).

Microcrystalline cellulose is one of the cellulose derivatives which normally used in the pharmaceutical industry as an excipient in the manufacturing of tablets. One of the weed plants that have pretty high cellulose( about 60 % ) is water hyacinth. The purpose of this study was to obtain isolates of cellulolytic fungi, obtain optimum of enzimatic hydrolysis conditions and comparing microcrystalline cellulose derived from water hyacinth with Avicel pH 101. In this study, microcrystalline cellulose obtained by the hydrolysis method of cellulase enzymes. Cellulase enzyme obtained through extraction from the mold cellulolitic. The microcrystalline cellulose obtained from hydrolysis was identified by XRD ( X - Ray Diffraction ) and SEM ( Scanning Electron Microscope ) and also compared with Avicel pH 101. Based on experiment result that the optimum condition for cellulase hydrolysis is 1 hour and by 2ml volume. Based on the comparison of diffractogram patterns and morphology, there is similiarity for both microcrystalline cellulose from hydrolysis and Avicel pH 10.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2015
S61207
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library