Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 85 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Astria Zahra Nabila
"Pada era modern, kemampuan persuasif menjadi salah satu senjata politik yang paling efektif dalam mendapatkan kepercayaan masyarakat. Artikel ini menganalisis teknik-teknik retorika yang digunakan Barack Obama dalam menyampaikan pidatonya dan bagaimana teknik-teknik tersebut memberikan impresi tertentu pada peserta Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2015. Dengan menggunakan kerangka teori retorika, artikel ini menelaah bagaimana fitur-fitur linguistik berhubungan dengan konteks politik hingga memberikan efek persuasif. Artikel ini berkesimpulan bahwa dalam menjalankan politik agendanya, Barack Obama menggunakan strategi-strategi sistematik dalam merancang struktur pidato, menyeleksi diksi dan ungkapan deiksis, serta memilih referensi.
In these modern days, soft power becomes one of the most effective political weapons for winning people?s trust and confidence. This article analyses how Barack Obama adopts certain rhetorical skills in delivering his speech to the United Nations General Assembly in 2015 and the impression that they make on the audience. Using the rhetorical framework, this article examines how several linguistic features are intertwined with the political context until they leave persuasive effects. This article concludes that in establishing his political agendas, Barack Obama employs systematic strategies in devising the structure of the speech, choosing the proper dictions and deictic expressions, and making a reference."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Erna Sugih Priatin
"Tulisan ini merupakan terjemahan beranotasi. Terjemahan beranotasi adalah salah satu alternatif tugas akhir yang dapat dipilih oleh mahasiswa penerjemahan Program Magister Linguistik Universitas Indonesia. Dalam tugas akhir ini, teks yang diterjemahkan berjudul "The 'Warrior Hero' and the Patriarchal State". Teks ini menarik untuk diterjemahkan karena belum banyak buku ajar Hubungan Internasional yang membahas feminisme dalam bahasa Indonesia. Permasalahan penerjemahan yang dihadapi antara lain tanda baca yang konvensi penggunaannya berbeda dalam Bsu dan Bsa. Selain itu, penulis Tsu banyak menggunakan kata yang memiliki makna khusus. Kata-kata tersebut diterjemahkan secara komunikatif agar pembaca Tsa dapat lebih memahami maksud penulis Tsu. Istilah khusus dalam bidang politik dan kajian wanita juga merupakan masalah penerjemahan karena belum semua istilah memiliki padanan yang baku dalam bahasa Indonesia. Dengan melihat kembali proses penerjemahan, jelas bahwa menerjemahkan bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan usaha dan waktu untuk dapat menghasilkan terjemahan yang "baik".

This work is an annotated translation. An annotated translation is an alternative for students of Master"s Degree Program in Translation University of Indonesia to finish his/her studies. The ST is titled "The 'Warrior Hero' and the Patriarchal State". I am interested in translating this text because I find that there are not many International Relations books discussing feminism in Indonesian. One of the translation problems encountered is the use of punctuation. Besides that, The ST writer uses many words with special meaning which cause another translation problem. The words are not translated literally in order to render the message more effectively. Apart from punctuation and words with special meaning, technical terms also need to be dealt carefully. Many of the terms do not have recognized equivalence in Indonesian. As I retrospect, it is obvious that translation is not an easy job. It takes a lot of work and time to produce a "good" translation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
T37357
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Kriswanto
"Bismaprawa adalah sebuah codex unicus berasal dari koleksi naskah Merapi-Merbabu yang ditulis sekitar tahun 1669 M. Penelitian ini bertujuan menyajikan Bismaprawa sebagai codex unicus ke dalam edisi teks dan mengeksplorasi aspek kebahasaan untuk menentukan ragama bahasa Bismaprawa serta memperlihatkan intertekstualitas Bismaprawa dengan Adiparwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu metode dalam rangka edisi teks dan metode dalam rangka analisis teks. Edisi teks codex unicus dilakukan dengan menyajikan teks dalam edisi diplomatik dan edisi kritik disertai terjemahan.
Analisis aspek kebahasaan Bismaprawa menunjukkan bahwa bahasa Bismaprawa adalah bahasa Jawa Kuno dengan ragam Merapi-Merbabu, tempat Bismaprawa ditulis. Bahasa Jawa Kuno ragam Merapi-Merbabu menunjukkan ciri-ciri bahasa Jawa Kuno yang mendapat pengaruh bahasa Jawa. Analisis aspek intertekstualitas Bismaprawa dengan Adiparwa dilakukan berdasarkan tokoh dan tempat serta peristiwa. Analisis tersebut menunjukkan bahwa meskipun Bismaprawa bersumber pada Adiparwa, namun beberapa tokoh dan tempat maupun peristiwa tidak ditemukan dalam Adiparwa. Dengan demikian intertekstualitas Bismaprawa dengan Adiparwa melahirkan penciptaan kembali dengan memunculkan unsur baru yang tidak ditemukan dalam teks sumber.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa untuk menangani naskah codex unicus seperti Bismaprawa memerlukan dua tahap edisi yaitu diplomatik dan kritik. Penciptaan teks Bismaprawa dapat dipandang sebagai upaya pembaca sekaligus penulis dalam rangka menafsirkan Adiparwa sebagai teks sumber. Usaha penafsiran dengan munculnya unsur baru dianggap mewakili sebuah tradisi pewarisan teks yang hidup sesuai dengan situasi masyarakat pendukungnya.

Bismaprawa is a codex unicus originated from Merapi-Merbabu manuscripts written around 1669 AD. This study aims to present a Bismaprawa as codex unicus into text editions and to explore the aspects of language to specify the language diversity of Bismaprawa and also to demonstrate intertextuality Bismaprawa with Adiparwa. The method used in this research is divided into two methods, that is methods for text edition and methods for text analysis. Codex unicus text edition is done by presenting the text in a diplomatic edition and critical edition with translation.
Analysis of language aspects of Bismaprawa shows that Bismaprawa uses Old Javanese with a variety of Merapi-Merbabu, the place where Bismaprawa was written. Old Javanese on Merapi-Merbabu variety shows characteristics of Old Javanese language under the influence of Java language. Analysis of intertextuality aspects of Bismaprawa with Adiparwa performed by the characters, places and events. The analysis shows that despite Bismaprawa rooted in Adiparwa, but some of characters, places and events are not found in Adiparwa. Thus, intertextuality Bismaprawa with Adiparwa produce re-creation by generating a new element which is not found in the source text.
The conclusion of this study is that to deal with codex unicus manuscript like Bismaprawa require two stages editions, that is diplomatic and criticism editions. The creation of Bismaprawa can be seen as an attempt of reader and writer in order to interpret Adiparwa as the source text. Interpretive effort with the advent of a new element is considered to represent a tradition of text inheritance that remain according to the situation of supporters.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
T46647
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Aris Masruri
"ABSTRAK
Tesis ini membahas konstruksi makna kampung halaman atau home dalam Komunitas Anak Lampung Selatan KALS . Untuk meneliti konstruksi makna tersebut, saya menggunakan metode etnografi dengan perspektif cultural studies. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi makna atas kampung halaman yang muncul dalam KALS tidaklah tunggal melainkan kompleks. Selain itu, konstruksi makna ini juga mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi pada subjek yang diteliti. Dalam hal ini, konteks sosial dan ekonomi pada KALS sangatlah berpengaruh pada perubahan-perubahan tersebut dan juga pada konstruksi makna home.

ABSTRACT
This thesis analyses the construction of meaning of home in Komunitas Anak Lampung Selatan Community for People from Lampung Selatan KALS . To uncover the meaning, I use ethnography method in cultural studies. The result of the analysis shows that meaning of home in KALS is not unified and even complex. In addition, the meaning of home itself follows changes that happens to the subject. In this case, social context and economy context of KALS have significant influence to the changes and in the construction of meaning of home aswell. "
2018
T49284
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shafira Rana Hanifa
"Cuplikan atau unggahan mengenai 'Karen' dapat ditemukan di berbagai platform media sosial oleh pengguna Internet. Melalui video TikTok 'Karen' yang diambil dari akun bernama @CalvinLee, artikel ini mengkaji reaksi penonton terhadap rasisme oleh 'Karen' dan bagaimana reaksi tersebut meredefinisi label 'Karen' itu sendiri serta identitas dari orang Amerika dalam keseluruhan narasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan etnografi virtual, hasil penelitian secara lebih lanjut dijelaskan menggunakan Emotional Broadcast Theory (EBT) of Social Sharing oleh Harber & Cohen (2005) dan Reader’s Reception Theory oleh Hall (1973). Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengekspos identitas/informasi pribadi (doxing) 'Karen' di Internet berfungsi sebagai pengawasan sosial terhadap perilaku masyarakat serta menjadi salah satu cara untuk melawan rasisme melalui perilaku penonton dalam bereaksi terhadap unggahan tersebut.

Many footages or posts of ‘Karen’ can be found all across social media, shared by different Internet users. Through a TikTok video of ‘Karen’ taken from @CalvinLee’s TikTok account, this article examines the audience’s reactions to racism by ‘Karen’ and how those reactions redefine the label ‘Karen’ itself as well as finding the significance in the questioning of who can be considered as Americans toward the whole narrative. Using the qualitative research method with a virtual ethnography approach, the research findings will be elaborated through the Emotional Broadcast Theory (EBT) of Social Sharing by Harber & Cohen (2005) and the Reader’s Reception Theory by Hall (1973). This paper concludes that exposing ‘Karen’ on the Internet functioned as social surveillance of society’s behavior. It is also a way of resisting racism, which is the main issue behind the image of ‘Karen’ through the audience’s behaviors in reacting to the event."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Andhika Pratiwi
"Tesis ini mengkaji novel The Inheritance of Loss karya Kiran Desai melalui kerangka pascakolonial. Kerangka pascakolonial digunakan untuk memperlihatkan dinamika dua identitas dan dua budaya, Barat dan Timur, yang saling mempengaruhi dalam konteks masyarakat India pasca kemerdekaan dalam novel. Analisis tesis ini akan membahas krisis identitas Barat-Timur yang ditampilkan Desai melalui dua tokoh dalam novel tersebut, Jemubhai dan Biju. Kedua tokoh mewakili dua generasi masyarakat India berdasarkan rentang waktu (tokoh Jemubhai mewakili masa lalu, India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris dan tokoh Biju mewakili masa kini, India modern) serta letak geografis (India-Inggris serta India-Amerika) dikaitkan dengan kolonialisme Barat. Analisis selanjutnya akan menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan dengan peniruan wacana kolonial (mimikri) serta internalisasi identitas Barat oleh Timur melalui stereotipe. Tokoh Jemubhai memperlihatkan internalisasi terhadap wacana kolonial. Sebaliknya, tokoh Biju cenderung menolak wacana tersebut. Namun hasil akhir dari krisis identitas kedua tokoh ialah penerimaan keduanya terhadap identitas India yang sebelumnya selalu dimarginalkan oleh Barat dan diinternalisasi Timur.

This thesis analyses Kiran Desai?s novel The Inheritance of Loss through postcolonial framework. The framework will show the dynamic of two different identities and cultures, the Occident and the Orient, interfering with each other connected to Indian after-independence society in the novel. The analysis will unfold the process of the Occident/Orient identity crises being passed through two characters in the novel, Jemubhai and Biju. These characters will represent two Indian generations based on time span (Jemubhai representing the past, India right after getting its freedom from the British and Biju representing today, modern India) and geographical migrations (India-England and India-USA) intermingling with colonialism of the West. It will explain that the process is done through colonial mimesis (mimicry) and the Occidental identity internalization by the Orient through stereotyping. Jemubhai tends to internalize the colonial discourse, while Biju questions and eventually refuses it. However, the final act of the process is the retrieving of essential identities which had been marginalized by the Occident and internalized by the Orient itself."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2010
T26689
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lia Indri Hapsari
"ABSTRAK
Tesis ini bertujuan untuk memperlihatkan keterkaitan ruang dengan identitas dalam novel The Leavers (2017) karya Lisa Ko yang berfokus pada tokoh bernama Deming Guo yang nantinya menjadi Daniel Wilkinson. Novel tersebut dianalisi dengan menggunakan teori Hall (1990) dan Longhurst, dkk. (2008). Hasil analisis menunjukkan adanya krisis identitas pada tokoh generasi kedua imigran Cina yang disebabkan oleh perubahan ruang dan dominasi budaya di dalamnya. Budaya dominan dalam setiap ruang menimbulkan krisis identitas pada tokoh Deming/Daniel sehingga perlu adanya upaya beradaptasi dalam ruang tersebut. Ruang homogen memberikan tekanan yang lebih berat dibandingkan dengan ruang heterogen. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya pembagian ruang publik dan ruang privat sehingga menghasilkan dominasi yang lebih longgar. Strategi negosiasi yang digunakan oleh tokoh perlu memperhatikan karakteristik ruang yang ditinggali. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan identitas bersifat cair dan sesuai dengan wadah yang menampungnya. Sifat cair yang dimiliki identitas dap

ABSTRACT
This thesis aims to explicate the linkage of space with identity crisis in Lisa Kos The Leavers (2017) which focuses on the character of Deming Guo who renamed as Daniel Wilkinson. Theories that are initiated by Hall (1990) dan Longhurst, et al. (2008) is used to analyze this novel. The result of the analysis indicates an identity crisis in the second generation of Chinese immigrants caused by changes in space and dominance in it. The dominant culture in each space forms a different identity causing an identity crisis on Deming/Daniel character. Therefore, adaptation needs to be pursued to minimize the identity crisis. Homogeneous space provides more severe pressure than heterogeneous space. This difference is caused by the division of homogeneous space into public spaces and private space resulting in more loose dominance. Negotiation strategies used need to consider the space characteristics. Identity can be formed according to the container that holds it. The nature of identity can adversely affect the awareness of identity so it needs to be negotiate"
2018
T51999
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nor Islafatun
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan wacana kekuasaan yang direpresentasikan dalam novel Son (2012) karya Lois Lowry. Untuk menganalisisnya, digunakan konsep kekuasaan dari Michel Foucault. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dihadirkan dengan cara berbeda dalam ketiga komunitas yang ada dalam novel, mulai dari yang berjalan represif hingga terselubung, yaitu melalui pengetahuan. Kekuasaan di komunitas pertama (Book I, Before) direpresentasikan secara represif, sehingga membentuk objektifikasi dan impersonalisasi. Pola tersebut terbentuk melalui praktik indoktrinasi dan pendisiplinan oleh penguasa ke masyarakat. Kekuasaan di komunitas kedua (Book II, Between) tidak berjalan represif, tapi hidup melalui nilai tradisi dan norma sosial. Keduanya berjalan karena adanya dukungan pengetahuan dan produksi kekuasaan. Sementara itu, di komunitas terakhir (Book III, Beyond) kekuasaan menghasilkan tatanan yang menjunjung subjektifitas. Hal tersebut terwujud karena adanya pengetahuan dan legalitas kekuasaan yang beroperasi dalam komunitas tersebut. Berdasarkan hal tersebut, teks menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekuasaan dan pengetahuan. Novel Son menunjukkan bahwa pengetahuan menghasilkan pola kekuasaan yang berbeda. Komunitas terakhir menunjukkan bahwa pengetahuanlah yang membentuk kekuasaan di komunitas ini dalam menciptakan subjektifitas."
2018
T51873
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Kristianto, reviewer
"Dalam kesusatraan Amerika Jack London dikenal sebagai seorang novelis, cerpenis dan penulis esai-esai sosial yang cukup terkenal. Ia menganut banyak pemikiran yang diperolehnya dari banyak buku yang ia baca. Salah satunya adalah pemikiran filsuf Eropa Friedrich Nietzsche, yang mulai rnempengaruhi pemikiran masyarakat Eropa dari Amerika pada waktu itu. Tetapi Jack London tidak sekedar membaca dan memahami, melainkan is menulis sejumlah besar novel, cerpen, dan esai yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat yang didapatnya. Dua novel yang banyak dipengaruhi oleh filsafat Nietzsche adalah The Call of the Wild dan White Fang. Jack London menulis dua novel ini dengan muatan-muatan nilai yang beragam, salah satunya adalah konsep struggle for existence sebagai bagian dari pemikiran Charles Darwin mengenai evolusi. Di samping itu, dua novel ini sarat dengan pemikiran Jack London tentang kehidupan dan konsep manusia ideal yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat Nietzsche. Dua novel ini juga sangat berbobot karena memiliki penokohan yang bagus dan pemilhan latar serta sudut pandang yang tepat. Karya tulis ini ditujukan untuk menggali pemikiran Nietzsche yang sangat panting, yaitu kehendak untuk berkuasa (The Will to Power) dan konsep manusia unggul (Uhennensch) dalam dua novel di atas. Di samping itu, karya tulis ini bertujuan untuk menentukan bagaimana kritik atau pemikiran Jack London terhadap filsafat Nietzsche dan menentukan dimana posisi Jack London terhadap filsafat Nietzsche. Kesimpulan yang dihasilkan adalah bahwa cara hidup dalam dunia yangkeras dan bersifat naturalistik adalah dengan memuja kekerasan dan membebaskan kehendak untuk berkuasa dalam proses menuju manusia unggul. Walau demikian, seorang Uhermensch tidak hidup semata-mata untuk mengembangkan kehendak untuk berkuasa tetapi juga menuruti dorongan nilai-nilai cinta dan kesetiaan yang tulus, dan menggunakan segenap kekuatan, kecerdasan dan naluri kekerasan untuk memenuhi tuntutan yang muncul dari nilai-nilai tersebut, Hal ini sekaligus menunjukkan sikap Jack London yang ambivalen dan tidak konsisten terhadap filsafat Nietzsche."
2000
S14020
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Paramaditha
"Mary dan Percy Shelley hidup pada masa yang sama, yaitu pada zaman Romantik yang identik dengan kebebasan dan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan. Karena itulah mitos Promotheus --- yang menjadi inspirasi bagi suami istri Shelley --- dianggap sesuai dengan semangat zaman ini. Pada saat yang sama Prometheus juga dikenal dengan aspek kreativitasnya. Aspek ini menurut zaman Romantik menjadikan Prometheus sebagai simbol kekuatan imajinasi manusia. Di sinilah letak pengalaman sublim. Pada dasarnya pengalaman sublim adalah keadaan di mana seseorang, dengan berkontemplasi dan menggunakan imajinasinya, mampu menjangkau a living spirit di balik alam. Pengalaman ini membuat si subyek mampu merasakan inward greatness of the soul (kebesaran jiwa) dan mengantarkannya kepada tahap diri yang lebih tinggi. Inilah yang dicari oleh Frankenstein dan Prometheus. Yang ditelaah di sini adalah bagaimana pencarian pengalaman sublim mereka terkait dengan ideotogi gender.
Sublim diasosiasikan dengan alam yang serba besar, megah, dan kuat atau dengan kata lain, alam yang bersifat maskulin. Sedangkan lawannya adalah beauty (keindahan) yang terdapat pada segala sesuatu yang kecil, halus, cantik, dan feminin. Pengkontrasan maskulin-feminin di sini digunakan untuk membedakan sublim dengan yang non-sublim. Sebaliknya, konsep sublim pun ikut mengkonstruksi hubungan antargender dengan menjadi legitimasi penyingkiran perempuan dari wilayah sublim. Namun ternyata penggambaran pengalaman sublim dalam kedua karya ini tidak mencerminkan pola yang seragam. Dalam Frankenstein memang tercermin penyingkiran itu, yaitu dengan kebisuan dan bahkan kematian tokoh-tokoh perempuan saat Frankenstein mencari mimpi maskulinnya. Sebaliknya, dalam Prometheus Unbound Shelley justru menggoyahkan kestabilan maskulinitas sublim dengan menjadikan Asia sebagai pahlawan dengan kekuatan cintanya yang sebenarnya lebih identik dengan keindahan dari pada sublim.
Maka saya mencoba mencari jawaban seperti apa sebenarnya ideologi gender kedua pengarang sehingga pengalaman sublim dalam kedua karya ini menjadi sangat berbeda. Saya menemukan bahwa Mary Shelley masih berpegang pada pandangan konvensional dengan membuat batasan tajam antara maskulin-feminin, namun terlihat bagaimana ia mencoba mengkritiknya dengan mengakhiri cerita dalam bentuk tragedi sebagai efek destruktif ambisi egois Frankenstein. Sebaliknya, memang terkesan bahwa pandangan Shelley lebih maju dari Mary. Tetapi ternyata di akhir cerita Asia berangsur menghilang dalam diri Prometheus yang saat itu justru dipuja-puja. Saya menyimpulkan adanya ambiguitas dalam ideologi gender Shelley. Di satu sisi ia ingin selangkah lebih maju dari Mary dengan mengaburkan hierarki maskulin-feminin, namun di sisi fain ia justru mengokohkan oposisi biner tersebut. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2001
S14095
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>