Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ainul Rochman
"Sistem distribusi AC telah lama dipilih sebagai sistem distribusi yang handal karena mempunyai kelebihan dalam hal konversi tegangan. Namun demikian, penerapan sistem AC ini menyebabkan perlunya penggunaan konverter AC-DC pada setiap beban DC baik pada rumah tangga, fasilitas komersial, maupun perkantoran. Penggunaan konverter AC-DC ini menimbulkan adanya rugi-rugi konversi dimana rugi-rugi konversi ini dapat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan beban-beban DC. Skripsi ini membahas tentang perbandingan jatuh tegangan dan rugi daya pada sistem AC dan DC serta membahas tentang rugi-rugi konversi yang ada pada konverter AC-DC dari laptop dan ponsel. Selain itu, juga dipaparkan beberapa topologi sistem DC pada rumah tangga yang dapat menjadi alternatif untuk permasalahan rugi-rugi konversi yang ada pada sistem AC. Dari hasil pengukuran, pada AC Adapter laptop yang diuji, didapatkan bahwa konverter AC-DC ini memiliki rugi-rugi 1 W hingga 5 W dengan efisiensi rata-rata 94 %. Sedangkan pada AC Adapter ponsel yang diuji, rugi-rugi konversi rata-rata yang dihasilkan 0,6 W dengan efisiensi rata-rata 78 %.

AC system has been chosen as a reliable distribution system due to advantages in terms of voltage conversion. However, the AC system application led to the need for the use of AC-DC converters on each DC load on the residential, commercial facilities, and offices. The use of AC-DC converters led to the conversion losses where it can be increased along with increased use of DC loads. This paper discusses comparison of voltage drop and power losses between AC and DC systems and also discusses conversion losses that exist in the AC-DC converters of DC loads, especially in AC Adapter of laptops and mobile phones. Moreover, some of DC system topologies for the household that may be alternative solutions due to the conversion losses problem in existing AC system are also discussed. From the measurement results, it was found that conversion losses of AC Adapter of laptop 1 W up to 5 W with an average efficiency of 94 %. While in AC Adapter of mobile phones tested 0,6 W with an average efficiency of 78%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42314
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Saut Mariang LG
"Peningkatan kebutuhan energi listrik, baik kebutuhan industri maupun kebutuhan rumah tangga, sekarang ini tidak dapat diimbangi dengan peningkatan suplai energi listrik dari perusahaan listrik. Penggunaan energi terbarukan yang diintegrasikan ke dalam rumah, yang kemudian disebut rumah cerdas, merupakan alternatif yang sangat menjanjikan untuk mengatasi krisis energi listrik. Rumah cerdas yang berinterkoneksi dengan jaringan distribusi tenaga listrik menjadi alternatif memenuhi kebutuhan energi listrik pada area yang lebih luas. Dengan dilakukannya interkoneksi ini, rumah cerdas pada masa yang akan datang dapat menjadi sarana untuk menghasilkan pendapatan dengan adanya proses jual-beli energi listrik yang mana proses perhitungannya menggunakan SCADA software.
Data hasil produksi energi listrik rumah cerdas maupun jumlah energi listrik yang dikonsumsi dari perusahaan listrik akan direkam dalam sebuah komputer yang mana komputer ini akan difungsikan sebagai web server sehingga dapat dimonitoring dari jarak jauh. Komputer server dapat diakses melalui jaringan internet.

Improved electrical energy needs, both industrial needs and the needs of households, this current cannot be offset by an increase in the supply of electrical energy from the electric company. Using renewable energy which is integrated into the house, which is then called smart house, is a very promising alternative to overcome the crisis of electricity. Smart home networks that interconnect with the electric power distribution grid become an alternative to meet of the needs in a wider area. By doing this interconnection, smart house in the future can be a meaning to generate revenue with the process of buying and selling of electric energy in which the calculation using the SCADA software.
Data produced from electric energy smart house and the amount of electrical energy consumed from the power company will be recorded in a computer which will function as a web server so it can be monitored remotely. The computer server can be accessed through the Internet.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42678
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Akhmad Kalmin
"Sel surya merupakan teknologi yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik secara langsung. Sel surya inilah yang popular dikembangkan sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan sumber energi dari bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi listrik dan pencemaran lingkungan yang diakibatkan penggunaan bahan bakar fosil. Untuk aplikasi yang sebenarnya, sel surya dalam jumlah yang banyak saling dihubungkan dan disatukan menjadi satu unit yang disebut sebagai modul surya. Modul surya yang beredar dipasaran memiliki spesifikasi tertentu. Spesifikasi tersebut dapat digunakan untuk pembuatan model modul surya dan memverifikasinya. Setelah dilakukan verifikasi, hasil menunjukkan bahwa model yang dibuat cukup bagus.
Permasalahan yang muncul dalam penggunaan modul surya adalah kekontinyuan tegangan keluaran dari modul surya inilah yang menjadi masalah. Oleh karena itu, dibutuhkan simulasi untuk membuat tegangan keluaran dari modul surya menjadi kontinyu meskipun intensitas radiasi matahari berubah-ubah. Salah satunya dengan memakai konverter penaik tegangan. Dalam simulasi tegangan keluaran model modul surya yang dibuat memiliki nilai yang bervariasi yaitu diantara 13 sampai 18 volt. Sedangkan boost converter yang disimulasikan adalah konvertor yang menaikkan tegangan dari 12 volt ke 254 volt. Karena itu diperlukan pengatur tegangan yang dapat membuat tegangan keluaran dari modul surya menjadi 12 volt. Dengan adanya pengatur tegangan, boost converter memiliki tegangan keluaran yang konstan yaitu 254 volt meskipun tegangan keluaran dari modul surya yang merupakan masukan untuk boost converter berubah-ubah sebagai akibat pengaruh perubahan intensitas radiasi dan perubahan temperatur kerja.

Solar cell is a technology that converts solar energy into electrical energy directly. This is a popular solar cell was developed as a solution to reduce dependence on the use of energy sources from fossil fuels to generate electrical energy and environmental pollution caused by fossil fuel use. For actual applications, solar cells in large numbers are connected each other and incorporated into one unit called a solar module. Solar modules on the market have certain specifications. These specifications can be used for the manufacture of solar modules model and verify it. After verification, the results indicate that the model is very good.
The problems that arise in the use of solar module is continuity of output voltage of the solar modules. Therefore, simulation is necessary to make the output voltage of solar module to be continuous even though the intensity of solar radiation varies. One of them by using a voltage boost converter. In the simulation, output voltage of model of the solar module created has a value that varies between 13 to 18 volts. While the simulated boost converter is a 12 V to 254 V boost converter. Hence, a voltage regulator that can make the output voltage of the solar modules to 12 volts is needed. With the voltage regulator, boost converter has a constant output voltage is 254 volts even though the voltage input of boost converter varies due to the influence of changes in the intensity of radiation and work temperature.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42093
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Situmorang, Leonardo
"Sumber-sumber energi terbarukan yang menghasilkan energi listrik disatukan dalam sistem DC Mikrogrid. Sebenarnya energi listrik yang dihasilkan masih bersifat fluktuatif sehingga belum sepenuhnya bisa diandalkan agar sistem DC Mikrogrid dapat berjalan secara kontinu. Untuk menjamin kehandalannya, maka DC Mikrogrid akan dihubungkan ke jaringan utilitas (PLN) sehingga ketika DC Mikrogrid kekurangan daya listrik dapat menerima dari PLN sebaliknya jika DC Mikrogrid memiliki daya listrik yang lebih, DC Mikrogrid dapat mensuplai ke PLN, dengan demikian dapat terjadi transfer daya listrik antara kedua sistem tersebut. Untuk itu diperlukan alat yang dapat menghubungkan kedua sistem tersebut yaitu bi-directional inverter.
Bi-directional inverter adalah konverter yang dapat mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC ataupun sebaliknya.Dalam skripsi ini akan dibuat konfigurasi yang terdiri dari alat-alat rectifier, boost konverter, buck konverter dan grid tie inverter menjadi sebuah bi-directional inverter. Untuk pengujian kapasitas dan efisiensi alat ini, digunakan beban lampu dengan daya masing masing sekitar 7W. Pengukuran daya diambil pada keluaran dari boost konverter dan grid tie inverter.

Renewable energy sources that generate electricity are incorporated in the DC system Microgrid. Actual electrical energy generated is still fluctuating so that is not fully reliable for the system DC Microgrid can run continuously. To ensure reliability, the DC Microgrid will be connected to a network utility (PLN) so that when the DC power shortage Microgrid can receive from PLN vice versa if the DC Microgrid have more power, DC Microgrid can supply to PLN, thus the power transfer can occur between the two systems. It required a tool that can connect the two systems is bi-directional inverter.
Bi-directional inverter is a converter that can convert DC voltage into AC voltage or otherwise. In this thesis will be the configuration consisting of tools rectifier, boost converter, buck converter and grid tie inverter into a bi-directional inverter. To test the capacity and efficiency of this tool, used to power the lamp load each about 7W. Power measurement is taken at the output of the boost converter and grid tie inverter.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42137
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ikrar Mahardhika Pramono
"Transformer is a device that transfers electric energy from one alternating-current circuit to one or more other circuits, either increasing (stepping up) or reducing (stepping down) the voltage. Transformers act through electromagnetic induction; current in the primary coil induces current in the secondary coil. The use of transformers includes reducing the line voltage to operate low-voltage devices (doorbells or toy electric trains) and raising the voltage from electric generators so that electric power can be transmitted over long distances.
Power electronics is a rapidly growing technology encompassing a large variety of applications including automotive, telecommunications, computers and alternative energy system. Traditionally, transformer design has been based on voltage and current operating in low frequency. In switching circuit (SMPS) transformer works at high frequencies which led to considerable reductions in the size of magnetic component. The type of signals to be transferred from the primary to secondary windings dictate the type of transformer that most suitable to the application. Operation of a transformer at higher frequencies will lead reduced magnetizing inductance compared to lower frequencies.
This project is aimed to analyse and design a transformer purposed for high frequency uses. The expected outcomes of this project are defining the design factor of a high frequency inductors and transformers. Modelling and simulation of the transformer will be performed as part of this project, along with design approach and design factor."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S45706
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suryo Utomo
"Ratifikasi United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan Protokol Kyoto oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 6/1994 dan Undang-Undang Nomor 17/2004 memberikan peluang bagi Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam upaya dunia mengatasi masalah perubahan iklim akibat pemanasan global. Perwujudan dari partisipasi tersebut antara lain dengan terlibat dalam Clean Development Mechanism (CDM) di sektor energi melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali (JAMALI). Tulisan ini menentukan kelayakan suatu PLTP untuk dijadikan proyek CDM dengan membandingkan IRR dari suatu PLTP dengan MARR-nya. Hasil analisis pada tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa PLTP yang paling layak dikembangkan adalah PLTP Salak Tahap I dengan kapasitas 165 MW.

Ratification of UNFCCC and Kyoto Protocol by the Government of Indonesia trough Law Number 6/1994 and Law Number 17/2004 give the opportunity to Indonesia to participate with the world effort in solving the climate change problems caused by global warming. The form of that participation is by being involved on the Clean Development Mechanism (CDM) in energy sector trough the development of geothermal power plant in Jawa-Madura-Bali (JAMALI) power system. This writing determines the feasibility of geothermal power plant to be proposed as a CDM project by compare its IRR and MARR. The analysis resulted that Salak Phase I geothermal power plant is the most feasible to develop."
2009
T25910
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bernadus Toto P.
"Salah satu parameter kinerja manajemen di perusahaan distribusi distribusi adalah nilai SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) sistem jaringan distribusi. Nilai ini menunjukkan besarnya kegagalan atau pemadaman yang mengakibatkan pelanggan tidak mendapatkan layanan listrik. Nilai SAIFI dan SAIDI sistem yang semakin besar menunjukkan buruknya unjuk kerja manajemen. Nilai SAIFI dan SAIDI dipengaruhi oleh laju kegagalan (failure rate) sistem jaringan distribusi, yang berasal dari probabilitas kegagalan peralatan-peralatan jaringan distribusi atau probabilitas kegagalan pada titik bebannya. Disisi lain adanya kegagalan atau pemadaman mengakibatkan hilangnya pendapatan dari pelanggan, semakin lama dan sering pemadaman yang terjadi mengakibatkan semakin besar pula kehilangan pendapatan dari pelanggan tersebut. Selain itu pemadaman yang lama dan sering akan bercitra buruk di mata pelanggan dan mengurangi nilai parameter kinerja manajemen untuk pelayanan pelanggan dan ada kemungkinan bahwa perusahaan distribusi harus membayar biaya kompensasi ke pelanggan bila nilainya lebih besar dari TMP (Tingkat Mutu Pelayanan). Nilai probabilitas kegagalan tersebut dapat dikurangi dengan cara melakukan pemeliharaan, yang tentunya memerlukan biaya, semakin lengkap pemeliharaan yang dilakukan, semakin besar pula peluang nilai SAIFI dan SAIDI sistem dapat diturunkan, akan tetapi semakin besar pula biaya pemeliharaan yang diperlukan. Agar efektif diperlukan strategi prioritas pemeliharaan peralatan. Metode perencanaan prioritas pemeliharaan yang digunakan adalah berbasis keandalan sistem dan biaya akibat pemadaman. Peralatan-peralatan yang mendapatkan prioritas utama dalam perencanaan pemeliharaan di GI Plumpang trafo satu untuk empat penyulang adalah PGDB1.A, Trafo3.A, PB3.A, Trafo2.A, Trafo4.A, PB4.A, PB2.A dan Trafo5.A di penyulang Astra1 dan PGDB1.B di penyulang Bibir."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T26213
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Saragih, Budiman R.
"Saat ini, masih banyak potensi energi terbarukan (seperti tanaga surya, angin dan biogas) yang belum dimanfaatkan pada bangunan komersil di perkotaan. Mal atau pusat perbelanjaan, sebagai salah satu bangunan komersil memiliki potensi biogas yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan jumlah sampah organik yang mencapai rata-rata 2,8 ton perhari dan penggunaan energi listrik sampai bulan Oktober 2009 telah mencapai 1.904 MWh, mal Metropolitan tentu memiliki potensi energi biogas yang layak untuk dianalisis. Potensi limbah organik yang dianalisis dalam tulisan ini adalah limbah organik yang berasal dari sanitasi toilet dan sampah organik yang berasal dari sisa supermarket atau rumah makan yang banyak terdapat di mal tersebut. Dalam tulisan ini, dengan melakukan segmentasi beban maka dapat diperoleh kebutuhan energi termal pertahun sebesar 2.228.599 kWhth dan kebutuhan energi listrik pertahun mencapai 89.628 kWhe. Sementara itu, berdasarkan hasil kuisioner yang dilakukan terhadap pengunjung toilet dan pengukuran potensi sampah organik sisa rumah makan/super market/restoran hotel diperoleh potensi biogas pada mal sebesar 204,658.93 M3/Kg TS pertahun atau yang setara dengan 1.153.253,1 KWh.
Dengan mempertimbangkan tingginya biaya pembelian energi listrik, bahan bakar solar untuk water heater serta biaya pembuangan limbah ke tempat pembuangan akhir sampah maka pemanfaatan limbah organik yang terbuang di mal sangat potensial untuk dikaji dan dianalisis. Kajian ini merupakan studi yang akan menghitung dan menganalisis pemanfaatan energi terbarukan biogas baik dari sisi teknik maupun dari sisi ekonomi. Pembahasanpembahasan aspek teknis seperti kebutuhan energi listrik saat ini, segmentasi beban yang ada, rancangan perangkat biogas digester anaerob, pemilihan teknologi konversi biogas menjadi energi termal dan listrik, serta potensi teknis energi terbarukan yang ada. Pembahasan-pembahasan aspek ekomoni meliputi kelayakan investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas di lokasi mal dan manfaat ekonomi keberadaannya untuk mengurangi biaya penyediaan energi listrik dan panas pada mal Metropolitan Bekasi.

Currently, there are many potential renewable energy (such as solar, wind and biogas), which has not been used in commercial buildings in urban areas. Mall or shopping center, as one of the commercial buildings have the large potencial of biogas and have not used optimally. With the number of organic waste which reach the average 2.8 tonnes per day and use of electrical energy to October 2009 has reached 1.904 MWh, the Metropolitan mall has the potential of biogas energy is worth to analyze. The potential of organic wastes that are analyzed in this paper is organic waste from sanitation toilets and organic waste from the rest of the supermarkets or restaurants that are scattered throughout the mall In this paper, by doing load segmentation can be obtained thermal energy needs for 2,228,599 kWhth per year and electrical energy demand reached 89,628 per year kWhe. Meanwhile, based on questionnaire results conducted on the measurement of visitor toilets and the potential organic waste from restaurant / super market / restaurant obtained the potential for biogas in the mall 204.658,93 per year M3/Kg TS or the equivalent of 1.153.253,1 kWh.
By considering the high costs of purchasing electricity, diesel fuel for the water heater and the cost of waste disposal to garbage landfills then the utilization of organic waste at the mall is very potential to be studied and analyzed. This study is a study that will calculate and analyze the utilization of biogas as renewable energy both from the technical and economic side. Discussions on technical aspects such as electrical energy needs at the moment, the existing load segmentation, design of anaerobic digester biogas devices, selection of biogas conversion technology into thermal energy and electricity, as well as the technical potential of renewable energy available. Discussions on economyc aspects including the feasibility of the investment economic of development Biogas power plant in the mall and existence of economic benefits to reduce the cost of providing electricity and heat energy in the mall Metropolitan Bekasi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27594
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Samsul Ma`arif
"Penelitian ini mempelajari sistem integrasi teknologi industri perikanan dengan teknologi solar PV, supaya potensi perikanan lebih dekat dengan potensi sumber energi. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung rata-rata biaya energi (LCoE) floating solar PV untuk mendukung industri perikanan, kemudian menghitung rata-rata biaya energi pada baterai sebagai pengganti generator kapal dibandingkan dengan menggunakan generator dan yang terakhir membuat studi kelayakan penggantin generator kapal terhadap nelayan. Metode yang digunakan untuk menganalisis biaya energi dan mengoptimalkan energi yang dibutuhkan untuk mendukung industri perikanan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro. Sedangkan untuk menganalisis peningkatan pendapatan nelayan ditinjau dari segi sisi penggunaan bahan bakar generator. Hasil penelitian mengenai sistem integrasi ini, rata-rata biaya energi yang paling rendah mengunakan sistem hibrid floating solar PV, baterai dan generator dengan LCOE Rp 2,181/kWh yang dibangun di pantai. Rata-rata biaya energi (LCoE) pada sistem penggantin generator kapal dengan kebutuhan energi 51 kWh/hari sebesar Rp. 1,353/kWh, dengan baterai dicharging menggunakan lebihan listrik dari industri perikanan, sedangkan untuk penggantian generator kapal menggunakan batarai layak digunakan, apabila media penerangan menggunakan lampu LED jenis highbay. Jadi, pengembangan konsep sistem integrasi ini lebih baik dibangun di laut dan nelayan menggunakan baterai sebagai pengganti generator kapal dengan menggantikan lampu mercury menjadi LED sebagai penerangan ketika menangkap ikan dimalam hari.

This research studies the integration system of the fishing industry technology with solar PV technology, so that the potential of fisheries is closer to the potential of energy sources. The purpose of this study is to calculate the levelized cost of energy (LCoE) on floating solar PV to support the fishing industry, then calculate the levelized cost of energy on batteries as a substitute for ship generators compared to using generators and finally making a feasibility study of replacing ship generators with fishermen. The method used to analyze energy costs and optimize energy needed for the fishing industry uses HOMER Pro software. Meanwhile, to analyze the increase in fishermen's income in terms of the use of generator fuel. The results of research on this integration system, the lowest average energy cost is using a hybrid floating solar PV system, batteries and generators with a LCOE of $ 0.155/kWh built on the beach. The levelized cost of energy (LCoE) on the ship generator replacement system with 51 kWh/day energy requirements is $ 0.096/kWh, with a charging battery using excess electricity from the fishing industry, while for the replacement of ship generators using batteries is feasible to use, if the lighting media uses highbay LED type lamps. So, the development of the concept of this integrated system is better built at sea and fishermen use batteries instead of ship generators by replacing mercury lamps into LEDs as lighting when catching fish at night."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T54523
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Triadi Susetyo
"Generator merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu, kondisi generator harus selalu dalam keadaan terbaik. Kerusakan yang terjadi pada isolasi belitan stator generator merupakan hal yang paling dominan sebagai penyebab kerusakan pada generator. Adanya void pada belitan stator generator menyebabkan adanya aktifitas peluahan parsial. Aktifitas peluahan parsial dapat menyebabkan kegagalan operasi pada generator. Aktifitas peluahan parsial pada belitan stator generator dapat menyebabkan rugi daya pada generator. Rugi daya terjadi karena adanya pelepasan muatan listrik dalam kurun waktu tertentu selama terjadinya aktifitas peluahan parsial. Dengan menggunakan perhitungan rumus maka nilai rugi daya yang terjadi akibat peluahan parsial dapat diketahui dan dianalisis untuk mengetahui kondisi generator. Pengukuran peluahan parsial dilakukan dengan menggunakan alat diagnostik PD Tech Power Engineering AG dan software MICAMAXX@PDplus. Objek studi adalah pada GT 1.2 PLTGU UBP Priok. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan, terjadi peluahan parsial di setiap fasa dengan jenis peluahan parsial yang terjadi adalah peluahan parsial pada bagian dalam isolasi akibat adanya void pada bagian dalam isolasi stator.

The Generator is one of the major components in power generation system. Therefore, the generator have to always be in the best circumstances. The damage to the generator stator winding insulation is the most dominant as a cause of damage to the generator. The existence of voids in the generator stator winding cause partial discharge activity. Partial discharge activity can cause failure in the generator operation. Partial discharge activity in the generator stator winding can cause power losses in the generator. Power losses due to electrical discharge within a certain time during the occurence of partial discharge activity. By using the calculation formula, the value of power losses that occur due to partial discharge and predivtion of effective age of the generator can be known and analyzed. Partial discharge measurement performed using diagnostic tools PD Tech Power Engineering AG and software MICAMAXX@PDplus. The object of study is on the GT 1.2 UBP Priok Combine Cycle Power Plant. Based on the results of measurements and observations, there was a partial discharge in each phase with the type of partial discharge is happening is internal solid insulation discharge due to the voids in the stator insulation. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S648
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>