Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Napitupulu, Samuel Santun Hamonangan
"Tingginya prevalensi masalah kesehatan mental di kalangan dewasa awal menjadi perhatian serius dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini diakibatkan tingginya ketidakstabilan kelompok usia ini. Tekanan pada masa ini menimbulkan kebingungan individu dewasa awal untuk bekerja keras, atau untuk mengasihi diri. Melalui penelitian ini, ingin dicari tahu bagaimana welas diri sebagai konstruk psikologis dapat memiliki hubungan dengan grit sebagai konstruk yang menggambarkan kegigihan dalam berusaha, pada individu dewasa awal. Partisipan keseluruhan berjumlah 107 partisipan pada rentang usia dewasa awal, yaitu 18-29 tahun, serta merupakan warga negara Indonesia. Penelitian menemukan bahwa welas diri berkorelasi positif dengan grit (r = 0.302, p = 0.002). Adapun penelitian juga menemukan korelasi yang signifikan antara welas diri dan subskala grit kegigihan dalam berusaha.

The high prevalence of mental health issues among early adults has become a serious concern in recent decades. This is due to the high instability faced by this age group. The pressures during this period create a confusion whether they need to prioritizing working hard or loving themselves. This study aims to explore how self-compassion, as a psychological construct, can be related to grit, a construct that reflects perseverance in effort, among early adults. The total number of participants was 107, all early adults aged 18-29 years, and all were Indonesian citizens. The study found that self-compassion is positively correlated with grit (r = 0.302, p = 0.002). Furthermore, the study also found a significant correlation between self-compassion and the subscale of grit related to perseverance in effort."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fariz Afifulhadi
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan keluarga di perusahaan terhadap tarif pajak efektif pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008 - 2011. Pengujian hipotesis menggunakan regresi dengan sampel 64 perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan keluaarga memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap tarif pajak efektif. Dengan kata lain tidak terdapat cukup bukti bahwa kepemilikan keluarga mengurangi tingkat kegresifan pajak perusahaan.

This research aims to know the effect of family ownership on effective tax rate of companies listed at Indonesia Stock Exchange period 20008-2011. Hypotheses testing regression using 64 companies. The result of this study shows that family ownership not significant on tax aggressive behavior. In other words there is not enough evidence to conclude that family ownership reduce agressive tax behaviour."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54403
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Syahid
"Pasien yang diisolasi Covid-19 tidak dapat berinteraksi dan terpaksa dipisahkan dari lingkungan sosialnya. Keadaan ini tentu akan berdampak terhadap kebahagiaan psikologisnya, padahal kebahagiaan psikologis merupakan faktor yang penting dalam penyembuhan pasien Covid-19. Dalam penelitian ini ingin diketahui lebih lanjut bagaimana peranan dukungan sosial terhadap kebahagiaan psikologis pada saat pasien isolasi Covid-19, dan juga dukungan sosial apa yang signifikan berperan terhadap kebahagiaan psikologis. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur dukungan sosial adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan kebahagiaan psikologis dengan Ryff’s Psychological Well Being Scale. Partisipan pada penelitian ini adalah individu yang sedang diisolasi maupun penyintas Covid-19 dengan total partisipan 84 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Dari hasil penelitian diketahui adanya peran yang signifikan dari dukungan sosial terhadap kebahagiaan psikologis pada pasien disaat masa isolasi Covid-19 (r = 0.442, n= 84, R2 = 0.185, p<.05), dan baik dukungan keluarga, teman, maupun ‘orang yang spesial’ berperan secara signifikan. Juga diketahui bahwa dukungan orang spesial (tetangga) diketahui paling besar peranannya pada kebahagiaan psikologis.

Patients isolated from Covid-19 cannot interact and are forced to be separated from their social environment. This situation will certainly have an impact on his psychological well being, even though psychological well being is an important factor in healing Covid-19 patients. In this study, we want to find out more about the role of social support on psychological well being when patients are isolated from Covid-19, and also what social support has a significant role in psychological well being. The measuring instrument used to measure social support is the Multidimensional Perceived Social Support Scale and psychological well being with the Ryff Psychological Well-being Scale. Participants in this study were individuals who were isolated and survivors of Covid-19 with a total of 84 participants. The data analysis technique used is simple linear regression. From the results of the study, it is known that there is a role in social support for psychological well being during the Covid-19 isolation condition (r = 0.442, n = 84, R2 = 0.185, p < .05), and both support from family, friends, and significant other plays a significant role. It is also known that the support of significant others (neighbors) is known to have the greatest role in psychological well being."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tasya Anvesito Putri
"Rasa syukur sebagai sifat afektif, atau yang disebut kecenderungan bersyukur, merupakan kecenderungan umum individu untuk mengenali dan menanggapi pengalaman kebaikan orang lain dan hasil positif yang diperoleh dengan emosi bersyukur (McCullough, Emmons, & Tsang, 2002). Saat ini, penggunaan media sosial semakin bertambah dan memberikan pengaruh pada berbagai aspek pada kehidupan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara penggunaan media sosial dan kecenderungan bersyukur pada mahasiswa. Tinggi rendahnya penggunaan media sosial diasumsikan memiliki hubungan yang bersifat negatif signifikan terhadap kecenderungan bersyukur pada mahasiswa. Sebanyak 84 orang mahasiswa (M= 20,7, SD= 1,85) terlibat dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner Gratitude Questionnaire-6 (McCullough, Emmons, & Tsang, 2002) dan Social Media Use Questionnaire (Xianidis & Brignell, 2016; Gupta & Bashir, 2018). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial terbukti memiliki hubungan yang negatif signifikan dengan kecenderungan bersyukur pada mahasiswa (r = - 0,455, p < .001). Artinya, semakin tinggi penggunaan media sosial maka semakin rendah kecenderungan bersyukur pada mahasiswa, dan sebaliknya.

Gratitude as a positive affect or called as dispositional gratitude is a a generalized tendency to recognize and respond with grateful emotion to the roles of other people's benevolence in the positive experiences and outcomes that one obtains (McCullough, Emmons, & Tsang, 2002). Nowadays, social media usage is increasing and has impacted various aspects of life. The aim of this study is to see the relationship between social media use and dispositional gratitude in college students. The level of social media use assumed to have a significantly negative relationship with dispositional gratitude in college student. A total of 84 college students (M= 20,7, SD= 1,85) was involved in this study by filling out the Gratitude Questionnaire-6 (McCullough, Emmons, & Tsang, 2002) and Social Media Use Questionnaire (Gupta & Bashir, 2018). The result of this study shows that social media use proven to have a significantly negative relationship with dispositional gratitude in college students (r = - 0,455, p < .001). This means, the higher social media usage, the higher dispositional gratitude in college students and vice versa."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ramadhania Najya Mulia
"Tren peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia menunjukkan keterlibatan perempuan yang makin banyak dalam dunia kerja. Banyak di antaranya juga menjalani peran sebagai ibu sehingga kondisi ini menimbulkan tantangan dalam menyeimbangkan tanggung jawab di ranah pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran persepsi dukungan keluarga dan persepsi dukungan organisasi terhadap kepuasan hidup ibu bekerja, serta mengetahui prediktor yang memberikan kontribusi lebih besar. Pengukuran dilakukan menggunakan skor total Satisfaction with Life Scale, serta skor rata-rata Multidimensional of Perceived Social Support - Subskala Keluarga dan 16-item Short Form of Survey of Perceived Organizational Support. Hasil regresi berganda hierarkis dari 117 partisipan yang diperoleh dengan teknik purposive sampling menunjukkan bahwa persepsi dukungan keluarga (β = 0,472, p < 0,001) dan persepsi dukungan organisasi (β = 0,269, p < 0,001) berperan signifikan pada kepuasan hidup. Selain itu, ditemukan bahwa persepsi dukungan keluarga memberikan kontribusi yang lebih besar (ΔR2 = 0,199, F = 34,692, p < 0,001) dibandingkan persepsi dukungan organisasi (ΔR2 = 0,180, F = 25,178, p < 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga, dalam meningkatkan kepuasan hidup ibu bekerja. Selain itu, hasil juga memperkuat urgensi bagi organisasi dalam menciptakan dan mempertahankan kebijakan kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan peran ganda karyawan yang juga merupakan ibu.

The increasing trend of female labor force participation in Indonesia reflects a growing involvement of women in the workforce. Many of them also take on the role of mothers, which presents challenges in balancing responsibilities in both work and family domains. This study aims to examine the roles of perceived family support and perceived organizational support in predicting life satisfaction among working mothers, as well as to identify which predictor contributes more significantly. Measurements were conducted using the total score of the Satisfaction with Life Scale, also the average score of the Family subscale from the Multidimensional Scale of Perceived Social Support and the 16-item Short Form of the Survey of Perceived Organizational Support. Hierarchical multiple regression analysis on data from 117 participants, obtained through purposive sampling, showed that perceived family support (β = 0.472, p < 0.001) and perceived organizational support (β = 0.269, p < 0.001) significantly predicted life satisfaction. Furthermore, perceived family support contributed more strongly (ΔR2 = 0.199, F = 34.692, p < 0.001) than perceived organizational support (ΔR2 = 0.180, F = 25.178, p < 0.001). These findings highlight the importance of support from the closest social environment, the family, in enhancing life satisfaction among working mothers. In addition, the results reinforce the urgency for organizations to develop and sustain work policies that are more responsive to the dual-role demands faced by employees who are also mothers."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shania Azzahra Tavana Andriansyah
"Tahap remaja awal ditandai dengan adanya perubahan dan instabilitas emosi yang dapat menghadirkan tantangan dalam kegiatan akademik anak. Di sisi lain, remaja awal perlu menghadapi peralihan ke sekolah menengah pertama (SMP) yang menuntut efikasi diri akademik yang baik guna menjaga performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi emosi dalam memediasi hubungan antara keberfungsian keluarga dan efikasi diri akademik pada remaja awal. Partisipan penelitian ini adalah 374 siswa SMP tingkat pertama di DKI Jakarta. Hasil analisis regresi dengan Hayes Macro PROCESS menunjukkan bahwa regulasi emosi memediasi secara parsial hubungan antara keberfungsian keluarga dan efikasi diri akademik.

Early adolescence is marked by emotional changes and instability that can pose challenges to children’s academic functioning. At the same time, early adolescents must navigate the transition to junior high school which demands good academic self-efficacy to maintain academic performance. This study aims to determine the mediating role of emotion regulation in the relationship between family functioning and academic self-efficacy in early adolescents. The participants of this study are 374 first-year junior high school students in DKI Jakarta. The results of regression analysis using Hayes Macro PROCESS shows that emotion regulation partially mediates the relationship between family functioning and academic self-efficacy."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library