Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 132 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Riri Nurul Suci
"Artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan inflamasi kronik pada daerah persendian. Daun babandotan terbukti memiliki khasiat dalam terapi inflamasi. Tetapi belum ada data terkait efeknya terhadap artritis reumatoid sehingga dapat dijadikan alternatif terapi artritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiartritis ekstrak etanol 70% daun babandotan diamati dari volume edema kaki tikus yang diinduksi complete freund?s adjuvant, serta pengaruh ekstrak terhadap kadar TNF-α dan parameter hematologi darah diamati dari jumlah leukosit, limfosit, granulosit, hemoglobin, eritrosit, dan mean cells volume of RBCs (MCV). Penelitian ini menggunakan 30 tikus putih jantan Sprague-Dawley, dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol normal dan negatif diberikan CMC 0,5%, kelompok kontrol positif diberikan suspensi metotreksat 0,05 mg/200 g bb, kelompok variasi dosis ekstrak diberikan 6,48 mg; 12,96 mg; dan 25,92 mg/200 g bb. Semua kelompok diinduksi 0,1 ml CFA pada hari ke-1 kecuali kelompok kontrol normal. Bahan uji diberikan satu kali sehari secara oral pada hari ke-29 sampai hari ke-49. Pengukuran volume telapak kaki dilakukan pada hari ke- 1, 29, dan 50. Perhitungan parameter hematologi dilakukan pada hari ke-29 dan 50, serta uji kadar TNF-α dilakukan pada hari ke-50. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% daun babandotan, mampu menurunkan volume edema, kadar TNF-α, jumlah leukosit, limfosit, dan granulosit pada kelompok dosis 25,92 mg/200 g BB melalui mekanisme penghambatan sitokin inflamasi seperti TNF-α. Namun pemberian bahan uji tidak signifikan dalam mempengaruhi jumlah hemoglobin, eritrosit, dan MCV.

Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease characterized by chronic inflammation in joints. Babandotan leaves is proven to be used in inflammation theraphy, but there is yet any data regarding the effects of the leaves on rheumatoid arthritis. At the same time, the extract can be an alternative arthritis therapy. The aim of this research is to determine the anti-arthritic effect of 70% ethanolic extract of babandotan leaves in terms of reduction in edema volume on rat paw induced by complete freund?s adjuvant (CFA), and the effect of extract to TNF-α and haematological parameters observed the number of leukocytes, lymphocytes, granulocytes, haemoglobin, erythrocytes, and mean cells volume of RBCs (MCV). This research used white male Sprague-Dawley rats which were divided into 6 groups; normal control and negative control groups, both given 0.5% CMC; positive control group, given methotrexate suspension 0.05 mg/200 g bw; the dose variation extract are 6.48 mg; 12.96 mg; 25.92 mg/200 g bw. All the groups were induced with 0.1 ml CFA on day-1, except normal control group. Test material were administered orally once daily on days-29 to 49. Foot-pad volume measurements were performed on days-1, 29, and 50. The number of leukocytes, lymphocytes, granulocytes, haemoglobin, erythrocytes, and mean cells volume of RBCs (MCV) were counted on days-29 and 50, and TNF-α assay were counted on days-50. The results showed that the 70% extract ethanolic of babandotan leaves with a given dose variation have been able decrease edema volume, TNF-α, the number of leukocytes, lymphocytes, granulocytes at 25.92 mg/200 g bw dose groups by inhibit cytokins inflammation. However, administration of the test materials did not significantly influence the number of haemoglobin, erythrocytes, mean cells volume of RBCs (MCV)."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
S65695
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maghfirah Syafitri Tiham
"Di rumah sakit merupakan hal yang memerlukan perhatian khusus, untuk menghindari risiko obat kadaluarsa dan rusak akibat penyimpanan yang terlalu lama yang dapat berujung pada kerugian rumah sakit. Namun, kekurangan persediaan dapat menyebabkan terjadinya stock out sehingga harus dilakukan pemesanan cito dan berakibat pada semakian lamanya waktu tunggu dan penurunan tingkat kepuasan pasien. Laporan ini bertujuan untuk mengetahui sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang termasuk ke dalam kategori slow moving dan fast moving di depo farmasi rawat jalan Rumah Sakit Universitas Indonesia. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data pengeluaran sediaan farmasi dan BMHP pada setiap depo farmasi rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Indonesia periode januari-maret 2023. Obat kategori fast moving terdiri dari  2 obat non esensial, 7 obat esensial, dan 1 obat vital. Sementara obat slow moving terdiri dari 7 obat esensial dan 3 BMHP.

Availability of drugs in hospitals is a matter that requires special attention, to avoid the risk of drugs being expired and damaged due to storage for too long which can lead to hospital losses. However, a shortage of supplies can cause stock outs so that orders must be made for cito and result in longer waiting times and a decrease in patient satisfaction. This report aimed to determine pharmaceutical preparations and Medical Consumable Materials (BMHP) which were included in the slow moving and fast moving categories at the outpatient pharmacy unit at the Universitas Indonesia Hospital. The method used is to collect data on the release of pharmaceutical preparations and BMHP at each outpatient pharmacy unit at the Universitas Indonesia Hospital for the period January-March 2023. The fast-moving drugs category consisted of 2 non-essential drugs, 7 essential drugs, and 1 vital drug. Meanwhile, slow moving drugs consisted of 7 essential drugs and 3 BMHP."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Herlina Tri Setiyowati
"Senyawa dengan inti stilben yang dapat digunakan sebagai terapi hormon pada penderita osteoporosis pascamenopause diduga terdapat dalam akar kelembak (Rheum officinale Baill.). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara ilmiah efek pemberian ektrak etanol 70% akar kelembak terhadap peningkatan kadar kalsium tulang tikus melalui pengukuran menggunakan spektrofotometer serapan atom. Sejumlah 36 ekor tikus putih betina Sprague-Dawley dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu sham, kontrol negatif, kontrol positif, dosis 1, dosis 2, dan dosis 3. Berturut-turut, ke-6 kelompok tersebut mendapatkan CMC Na 0,5% 3 ml/200 g bb tikus, CMC Na 0,5% 3 ml/200 g bb tikus, tamoksifen dengan dosis 0,4 mg/200 g bb tikus, ekstrak akar kelembak dengan dosis 7 mg/200 g bb tikus, ekstrak akar kelembak dengan dosis 35 mg/200 g bb tikus, dan ekstrak akar kelembak dengan dosis 175 mg/200 g bb tikus. Semua kelompok kecuali kelompok sham diovariektomi untuk mendapatkan kondisi osteoporosis pascamenopause. Setelah ovariektomi, semua tikus diistirahatkan selama 21 hari, kemudian dilanjutkan dengan pemberian bahan uji selama 28 hari secara peroral. Setelah 28 hari pemberian bahan uji, dilakukan pengukuran kadar kalsium tulang. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kadar kalsium tulang meningkat dengan bertambahnya dosis pemberian ekstrak. Selain itu, pemberian dosis 175 mg/200 g bb tikus/hari dapat meningkatkan kadar kalsium tulang secara bermakna (p<0,05).

Stilbene compounds that can be used as a hormone therapy in patients with postmenopausal osteoporosis, allegedly found in rhubarb root ( Rheum officinale Baill.). The purpose of this study is to scientifically prove the effects of 70 % ethanol extract of rhubarb root on rat bone calcium levels through atomic absorption spectrophotometer measurements. A total of 36 female white rats of Sprague-Dawley were divided into 6 groups: sham, negative control, positive control, dose 1, dose 2, and dose 3. Successively, all 6 groups receive CMC Na 0.5 % 3 ml/200 g bw mice, CMC Na 0.5 % 3 ml/200 g bw mice, tamoxifen, rhubarb root extract at a dose of 7 mg/200 g bw mice, rhubarb root extract at a dose of 35 mg/200 g bw mice, and rhubarb root extract at a dose of 175 mg/200 g bw rat. All groups, except the sham, is ovariectomized to obtain the conditions of postmenopausal osteoporosis. After ovariectomy, all rats rested for 21 days, followed by administration of the test substance orally for 28 days. After 28 days of administration, measured levels of bone calcium. The results showed that the bone calcium levels increased with increasing doses of the extract. In addition, rhubarb root extract at dose 175 mg/200 g bw/day can increase the level of bone calcium significantly (p<0.05 ).
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S54943
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tarigan, Defira Metha Diandra
"ABSTRAK
Sediaan nutrasetika saat ini banyak diminati oleh konsumen untuk dikonsumsi secara rutin. Kandungan zat aktif sediaan nutrasetika yang berasal dari bahan alam membuat sediaan ini aman untuk dikonsumsi. Pengembangan bentuk dan tampilan dari sediaan nutrasetika dapat membuat nilai jual produk meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan nutrasetika dari ekstrak daun murbei menjadi beads hidrogel yang mengembang dalam air dan diadministrasikan secara oral oleh konsumen. Zat aktif dari beads hidrogel ekstrak daun murbei yaitu deoxynojirimycin memiliki khasiat sebagai antidiabetes. Dalam penelitian ini dilakukan 4 formulasi sediaan beads hidrogel ekstrak daun murbei dengan perbandingan ekstrak dan polimer (pektin) 1:2 dan 1:3 serta variasi konsentrasi penyambung silang (larutan zink asetat) 2,5% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beads hidrogel yang diformulasikan memiliki bentuk bulat dengan permukaan tidak rata, berwarna cokelat, dan dapat mengembang saat dimasukkan ke dalam air. Formula terbaik adalah formula 1 dengan perbandingan ekstrak dan polimer 1:2 dan konsentrasi penyambung silang 2,5%. Formula 1 memiliki diameter rata-rata 3,6 mm dengan daya mengembang 210,68% dan kecepatan mengembang 30,33 detik, Dari hasil penelitian ini, beads hidrogel ekstrak daun murbei memiliki potensi sebagai minuman nutrasetika antidiabetes.

ABSTRACT
Nutraceutical product is currently in great demand by consumers to be consumed on a regular basis. The natural active substance in nutraceutical product produces it safe to use. The development of dosage form and appearance of modern nutraceutical product can improve the product?s quality. Therefore, this research was aimed to formulate nutraceutical product of mulberry leaves extract into hydrogel beads that swell in water and administrated orally. Deoxynojirimycin, the active substance of mulberry leaves extract hydrogel beads has the efficacy of an antidiabetic agent. In this research, there are four formulations with the variation 1:2 and 1:3 of extract and polymer ratio, and 2,5% and 5% crosslinker?s concentration variation. The result shows hydrogel beads had spherical form with unsmooth surface, brown color, and are able to swell in water. The best formula was formula 1 with 1:2 of extract and polymer ratio and 2,5% of crosslinker?s concentration. Formulation 1 has average diameter 3,6 mm, swelling ability of 210,68%, and immediately swell in water during 30 seconds. In conclusion, mulberry leaves extract hydrogel beads can be used as an interesting nutraceutical products."
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2016
S64768
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Megawati Megawati
"ABSTRAK
HMG-KoA reduktase merupakan salah satu enzim yang berperan dalam biosintesis kolesterol. Peningkatan kadar LDL atau kolesterol total dalam darah dapat menyebabkan hiperkolesterolemia yang merupakan salah satu faktor risiko timbulnya penyakit tidak menular kardiovaskular dan metabolik. Asam Kandis Garcinia xanthochymus merupakan salah satu tanaman dari keluarga Clusiaceae atau Guttiferae yang mengandung beragam senyawa fenolat dan memiliki banyak aktivitas farmakologis seperti antikanker, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, antikolesterolemia, dan antineurodegeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan penghambatan terhadap aktivitas HMG-KoA reduktase dari ekstrak-ekstrak daging buah Asam Kandis. Ekstrak teraktif kemudian ditentukan golongan senyawa metabolit sekundernya dan ditetapkan kadar flavonoid totalnya. Daging buah Asam Kandis dimaserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Berdasarkan hasil uji, ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol memberikan persen penghambatan sebesar 12,30 1,098 ; 55,63 10,584 ; dan 44,01 1,053 . Ekstrak etil asetat ditetapkan sebagai ekstrak teraktif sehingga dilakukan penapisan fitokimia dan penetapan kadar flavonoid total. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada ekstrak etil asetat daging buah Asam Kandis mengandung golongan senyawa flavonoid, terpenoid, glikosida, dan antrakuinon serta memiliki kadar flavonoid total sebesar 1,61 atau 16,114 mgQE/g ekstrak terhadap kuersetin.

ABSTRAK
HMG CoA reductase is a pivotal enzyme of cholesterol biosynthesis. Increased level of LDL and total cholesterol on blood will cause hypercholesterolemia which is one of risk factor of non contagious cardiovascular and metabolic disease. Asam Kandis Garcinia xanthochymus belongs to Clusiaceae or Guttiferae family that has various phenolic compounds and many pharmacological properties such as anticancer, antioxidant, antimicrobial, antiinflamatory, anticholesterolemia, and antineurodegenerative. This research is aimed to find the inhibitory activity of Asam Kandis mesocarp extracts toward HMG CoA reductase. Then, the most active extract was determined its secondary metabolite and was quantification its total flavonoid content. Asam Kandis mesocarp was macerated sequentially using n hexane, ethyl acetate, and methanol. Based on the test, n hexane, ethyl acetate, and methanol extract has inhibitory activity on 12,30 1,098 55,63 10,584 and 44,01 1,053 respectively. Ethyl acetate extract had been determined as the most active extract based on this data. Therefore, phytochemical screening and total flavonoid assay quantification was evaluated. The result showed that on the ethyl acetate extract of Asam Kandis mesocarp has flavonoid, terpenoid, glycoside, and anthraquinone compounds and total flavonoid is 1,61 or 16,114 mgQE g toward quercetin."
2017
S69274
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adela Surya Pertiwi
"ABSTRAK
Kopi Hijau Arabika Coffea arabica L. dikenal memiliki senyawa fenolik dan kafein yang tinggi. Senyawa fenolik pada kopi hijau terutama pada asam klorogenat memiliki manfaat sebagai penurun berat badan dengan adanya modulasi metabolisme glukosa pada manusia dan kafein dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh kondisi optimum ekstraksi senyawa fenolik dan kafein dari biji kopi hijau arabika Coffea arabica L. Pada penelitian ini, digunakan Natural Deep Eutectic Solvent NADES yang terdiri dari asam sitrat dan sukrosa sebagai pelarut ekstraksi yang ramah lingkungan dengan menggunakan metode Ultrasound Assisted Extraction UAE untuk memperoleh kadar senyawa fenolik dan kafein yang optimum pada biji kopi hijau arabika. Faktor ekstraksi dilakukan dengan tiga parameter yaitu, rasio NADES, rasio pelarut terhadap sampel dan waktu ekstraksi. Penetapan kadar senyawa fenolik di uji dengan microplate reader dan penetapan kadar kafein di uji dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi KCKT dan hasil optimasi di analisis menggunakan Response Surface Methodology RSM. Diperoleh kadar senyawa fenolik optimum pada run-11 sampel yaitu 87,01 mg GAE/g serbuk dengan kondisi, rasio NADES 2:1 g/g, rasio sampel terhadap pelarut 1:10 g/mL dan waktu ekstraksi 15 menit dengan desirability index 0,747. Sedangkan pada kadar kafein optimum pada run-7 yaitu 1,3 mg/g serbuk dengan kondisi, rasio pelarut NADES 2:1 g/g, rasio sampel terhadap pelarut 1:30 g/mL dan waktu ekstraksi 5 menit dengan desirability index 0,787. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa asam sitrat ndash; sukrosa dapat menarik senyawa fenolik dan kafein dari biji kopi hijau arabika.

ABSTRACT
Green Coffea Arabica Coffea arabica .L bean is known to have high phenolic and caffeine compounds. Phenolic compounds in green coffee especially in chlorogenic acid have the benefit for weight loss along with the presence of modulation of glucose metabolism in humans and caffeine can provide stimulatory effects on the body. The objective of this research is to optimize extraction of phenolic compounds and caffeine from arabica green coffee bean Coffea arabica L. In this study, Natural Deep Eutectic Solvent NADES is used as the solvent, it consisted of citric acid and sucrose as an environmentally friendly solvent extraction using Ultrasound Assisted Extraction UAE method to obtain optimum phenolic and caffeine content in Arabica green beans. The extraction factor was performed with three parameters NADES ratio, solvent ratio to sample and time of extraction. Determination of the levels of phenolic compounds tested by microplate reader and the determination of caffeine levels were tested with High Performance Liquid Chromatography HPLC and optimization results were analyzed using Response Surface Methodology RSM . The optimum phenolic compound content was obtained at the sample run 11 of 87.01 mg GAE g with conditions, NADES 2 1 g g ratio, sample with solvent ratio of 1 10 g mL and the extraction time of 15 minutes with the desirability index 0.747. While at optimum caffeine level at run 7 was 1.3 mg g with condition, solvent ratio NADES 2 1 g g, sample with solvent ratio 1 30 g mL and 5 minute extraction time with desirability index 0.787. Based on this research, it can be concluded that mixture of NADES solvent citric acid sucrose can extract phenolic compounds and caffeine from arabica green beans."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Triskamalia Nurmalinda, supersivor
"ABSTRAK
Metformin sekarang menjadi perhatian yang cukup besar karena telah dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam trigliserida plasma, kolesterol total plasma, kolesterol LDL, dan peningkatan yang signifikan dalam kolesterol HDL plasma tanpa menyebabkan hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metformin pada tikus hiperlipidemia yang diinduksi diet tinggi lemak. Dalam penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, positif, negatif, dan 3 kelompok perlakuan lainnya (n = 5). Kontrol normal tidak diberikan perlakuan, kelompok negatif diberi CMC 0,5%, kelompok positif menggunakan dosis simvastatin 1,8 mg / kg BB tikus / hari secara oral dan kelompok variasi dosis 45 mg / 200gBB tikus / hari secara oral; 90 mg / 200gBW tikus / hari secara oral; dan 180 mg / 200gBW tikus / hari secara oral. Induksi diberikan selama 28 hari dengan menggunakan diet tinggi lemak. Diet tinggi lemak diberikan melalui pakan dan usap lambung. Komposisi pakan tinggi lemak terdiri dari pakan standar: kuning telur puyuh: mentega (50:40: 10) dan minum PTU 0,01%. Komposisi induksi lambung sonde menggunakan kuning telur puyuh: sirup jagung fruktosa tinggi: mentega (80: 15: 5) dan PTU 0,1%. Kemudian dilanjutkan selama 14 hari pemberian obat oral. Pengukuran profil lipid dilakukan dengan metode enzymatic colori. Semua dosis metformin secara signifikan menurunkan kolesterol total dan LDL (p <0,05) dibandingkan dengan kontrol normal dan negatif. Metformin dosis 3 juga secara signifikan menurunkan kadar trigliserida (p <0,05) dan meningkatkan kadar HDL (p <0,05) dibandingkan dengan kontrol normal dan negatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, metformin memiliki efek antihiperlipidemik dengan dosis 45 mg / 200 g BB.
ABSTRACT
Metformin is now of considerable concern because it has significant reductions in plasma triglycerides, total plasma cholesterol, LDL cholesterol, and significant increases in plasma HDL cholesterol without causing hypoglycemia. This study aims to determine the effect of metformin on hyperlipidemic rats induced by a high-fat diet. In this study, 30 rats were grouped into 6 groups, namely the normal, positive, negative control group and 3 other treatment groups (n = 5). Normal control was not given treatment, the negative group was given CMC 0.5%, the positive group used a dose of simvastatin 1.8 mg / kg of rats / day orally and the group with a variation of the dose of 45 mg / 200gBW rats / day orally; 90 mg / 200gBW rat / day orally; and 180 mg / 200gBW rat / day orally. Induction was given for 28 days using a high-fat diet. A high-fat diet provided through feed and gastric use. The composition of high-fat feed consists of standard feed: quail egg yolk: butter (50:40: 10) and drinking PTU 0.01%. The composition of sonde stomach induction using quail egg yolk: high fructose corn syrup: butter (80: 15: 5) and 0.1% PTU. Then for 14 days he offered oral medication. Lipid profile measurements were carried out using the enzymatic colori method. All dose measurements significantly lowered total and LDL cholesterol (p <0.05) compared to normal and negative controls. Metformin dose 3 also significantly lowered triglyceride levels (p <0.05) and increased HDL levels (p <0.05) compared to normal and negative controls. Based on the results of these studies, metformin has an antihyperlipidemic effect at a dose of 45 mg / 200 g BW."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raesha Dwina Malika
"ABSTRAK
Kaptopril diketahui memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kaptopril pada tikus diabetes yang diinduksi diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah. Penelitian ini menggunakan 42 ekor tikus Sprague-Dawley jantan yang dikelompokkan menjadi enam kelompok (n = 7). Satu kelompok normal tidak diobati dan lima kelompok (negatif, positif, dan tiga kelompok variasi dosis kaptopril) diinduksi dengan diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah. Kelompok negatif diberi CMC 0,5%, kelompok positif diberi dosis Metformin 90 mg / 200g / hari secara oral, dan tiga kelompok kaptopril dosis bervariasi 25 mg / kg BB / hari tikus / hari secara oral; 50 mg / kg berat badan tikus / hari secara oral; 100 mg / kg BB secara oral. Tikus diinduksi dengan diet tinggi lemak (diet standar: kuning telur puyuh: mentega: sirup jagung fruktosa tinggi, 50%: 30%: 10%: 10%) selama 28 hari, dan kemudian disuntik dengan streptozotocin dosis rendah ( 30 mg / kg BB ip), kemudian dievaluasi pada hari ke 35, dilanjutkan dengan pemberian oral bahan uji dan standar selama 14 hari, dan dievaluasi setiap 7 hari. Semua dosis kaptopril menurunkan kadar glukosa secara signifikan (p <0,05). Kekuatan kaptopril mirip dengan metformin untuk menurunkan kadar glukosa, kaptopril dan metformin dapat menurunkan kadar glukosa darah kembali normal. Berdasarkan hasil tersebut, kaptopril memiliki efek potensial sebagai agen anti hiperglikemik.
ABSTRACT
Captopril is known to have the effect of lowering blood glucose levels by increasing insulin sensitivity. This study aims to determine the effect of captopril on diabetic rats induced by a diet high in fat and low dose of streptozotocin. This study used 42 male Sprague-Dawley rats which were divided into six groups (n = 7). One untreated normal group and five groups (negative, positive, and three groups of captopril dose variation) were induced with a high-fat diet and low-dose streptozotocin. The negative group was given 0.5% CMC, the positive group was given a dose of Metformin 90 mg / 200g / day orally, and the three groups of captopril had varied doses of 25 mg / kg BW / day rats / day orally; 50 mg / kg body weight of rats / day orally; 100 mg / kg BW orally. Rats were induced on a high-fat diet (standard diet: quail egg yolk: butter: high fructose corn syrup, 50%: 30%: 10%: 10%) for 28 days, and then injected with a low dose of streptozotocin (30 mg / kg BW ip), then evaluated on day 35, followed by oral administration of the test material and standard for 14 days, and evaluated every 7 days. All captopril doses decreased glucose levels significantly (p <0.05). Captopril strength is similar to metformin to lower glucose levels, captopril and metformin can lower blood glucose levels back to normal. Based on these results, captopril has a potential effect as an anti-hyperglycemic agent."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Affiati Noviarini
"Allopurinol sebagai purin analog dari hipoksantin dan merupakan inhibitor dari xanthine oksidase (XO) yang dapat menjadi salah satu obat hipertensi dengan menurunkan tekanan darah sistolik, diastolik, dan tekanan arteri rata-rata. Allopurinol pada tikus hipertensi yang diinduksi diet tinggi lemak. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Lima kelompok tikus jantan Sprague-Dawley memberi makan makanan tinggi lemak selama enam minggu dan satu kelompok diberi pakan standar. Obat yang diberikan selama tujuh hari, satu kelompok hanya diberi diet tinggi lemak dan CMC 0,5% secara oral, satu kelompok diberi lemak tinggi dan ISDN 3,6 mg/200 g BB per oral, satu kelompok diberi diet tinggi lemak dan dosis Allopurinol 9 mg/200 g BB per oral, satu kelompok diberi diet tinggi lemak dan dosis Allopurinol 18 mg/200 g BB per oral, dan satu kelompok diberi diet tinggi lemak dan dosis Allopurinol 36 mg/200 g BB per oral. Diet tinggi lemak diberikan melalui pakan dengan komposisi terdiri dari pakan standar: kuning telur puyuh: HFCS: mentega (5: 3: 1: 1). Allopurinol mengurangi signifikansi darah pada tiga kelompok dosis (p <0,05). Semua dosis Allopurinol dan ISDN memberikan hasil yang relevan pada parameter tekanan darah dan kadar glukosa yang diperlukan pada hari terakhir pemberian obat. Berdasarkan hasil ini, Allopurinol memiliki efek potensial sebagai agen antihipertensi.

Allopurinol as a purine analogous to hypoxanthine and is an inhibitor of xanthine oxidase (XO) which can be one of the drugs for hypertension by lowering systolic, diastolic, and mean arterial blood pressure. Allopurinol in hypertensive rats induced by a high-fat diet. This study used 30 rats which were grouped into 6 groups. Five groups of Sprague-Dawley male rats fed high-fat foods for six weeks and one group was given standard feed. Drugs given for seven days, one group was only given a high-fat diet and 0.5% CMC orally, one group was given high fat and ISDN 3.6 mg/200 g BW orally, one group was given a high-fat diet and a dose of Allopurinol 9 mg/200 g BW orally, one group was given a high-fat diet and a dose of Allopurinol 18 mg/200 g BW orally, and one group was given a high-fat diet and Allopurinol dose 36 mg/200 g BW orally. A high-fat diet is provided through feeds with a composition consisting of standard feed: quail egg yolk: HFCS: butter (5: 3: 1: 1). Allopurinol reduced blood significance in three dose groups (p <0.05). All doses of Allopurinol and ISDN give relevant results on blood pressure parameters and glucose levels needed on the last day of drug administration. Based on these results, Allopurinol has a potential effect as an antihypertensive agent."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Sulaiman
"Permasalahan distribusi obat yang tidak spesifik pada pemberian obat secara sistemik dalam terapi penyakit kanker dapat diselesaikan dengan sistem pentargetan berbasis nanopartikel. Sehubungan dengan hal tersebut, nanopartikel emas sering menjadi pilihan karena diketahui memiliki aktifitas yang sinergis sebagai anti kanker sekaligus dapat menjadi pembawa dengan karakteristik yang baik dalam memfasilitasi penghantaran obat. Asam folat dapat digunakan sebagai molekul pentarget atas dasar ekspresi reseptor folat yang tinggi pada sel kanker payudara. Penelitin ini dilakukan untuk membuat suatu sistim pentargetan resveratrol (Trans-3, 5, 4-trihidroxy stilbene) yang dikonjugasikan dengan nanopartikel emas sebagai pembawa dan asam folat sebagai molekul pentarget serta menguji efektifitasnya terhadap sel kanker payudara MCF-7. Nanopartikel emas disintesis dengan reaksi reduksi garam emas HAuCl4 dengan pereduksi NaBH4 dan polyvinyl alcohol sebagai penstabil. Asam folat terkonjugasi dengan nanopartikel emas menggunakan 4-Aminothiophenol sebagai linker. Nanokonjugat (FA-AuNp-Rsv) berhasil disintesis dan memiliki karakteristik bentuk yang sferis, dengan ukuran partikel rata-rata 155,0 ±5,42 nm, indeks polidispersitas 0,272 ±0,024 dan zeta potensial -28,01 ±1,82 mV. Uji sitotoksisitas nanokonjugat FA-AuNp-Rsv menghasilkan nilai IC50 sebesar 21,28 ± 1,04 uM, sementara resveratrol bebas memiliki nilai IC50 sebesar 49,94 ± 1,06 uM. Aktifitas anti kanker resveratrol dapat ditingkatkan melalui pembentukan nanokonjugat bersama nanopartikel emas-asam folat dengan karakteristik yang baik dan sesuai untuk pentargetan terhadap sel kanker payudara.

Nanoparticle technology usualy can solve problems concerning the unspecific distribution of a conventional therapy using anti cancer drugs. Gold nanoparticles often become a choice owing to its synergic activity and ability to fasilitate drug delivery towards cancers. Folic acid on the other hand, can act as a targeting agent based on highly folate receptors expression on breast cancer cells. This research aimed to design a targeting system of resveratrol (Trans-3, 5, 4-trihidroxy stilbene) using gold nanoparticles as a carrier conjugated to folic acid as a targeting agent and test the effectivity against MCF-7 cell line. Gold nanoparticles were synthesized through gold salt HAuCl4 reduction using NaBH4 and polyvinyl alcohol as a stabilizers. Folic acid was conjugated to gold nanoparticles via attachment with 4-aminothiophenol as linker. The resulting nanoconjugate FA-AuNp-Rsv has a sferical shape with size value 155.0 ±5.42 nm, polydispersity index 0.272 ±0.024, and potential zeta on -28.01 ±1.82 mV. Cytotoxic test give an IC50 value of nanoconjugate at 21.28 ± 1.04 uM while that of free resveratol at 49.94 ± 1.06 uM. This result testifies that the anti cancer activity of resveratrol can be improved by forming a nanoconjugate with gold nanoparticles-folic acid that possess a good and suitable characteristics  as a targeting system against breast cancer."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
T52562
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>