Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 102 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arva Pandya Wazdi
"Program potongan harga adalah salah satu cara menarik pelanggan untuk berbelanja pada satu toko atau apotek tertentu. Dengan cara seperti ini diharapkan pelanggan tertarik untuk membeli produk di satu toko tertentu karena harganya yang lebih murah. Dalam pelaksanaan program ini dapat dilakukan analisis dampak penerapannya dari naik atau turunnya omset suatu bisnis. Oleh karena itu dilakukan analsis penjualan untuk produk yang dilakukan program potongan harga baik itu produk ethical (butuh resep dokter) dan produk swalayan (tidak butuh resep dokter). Analisis ini dilakukan pada periode program potongan harga Oktober – Desember di Apotek Roxy Poltangan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan terjadi kenaikan pada omset Apotek Roxy Poltangan di periode program potongan harga, tetapi selain itu beberapa faktor juga berpengaruh terhadap kenaikan penjualan apotek seperti adanya kehadiran SPG sebagai promotor produk tertentu, merk produk itu sendiri dan pelayanan yang diberikan oleh staff apotek menjadi salah satu faktor pendukung naiknya omset pada periode tersebut.
Discount programs are one way to attract customers to shop at a particular store or pharmacy. In this way, it is hoped that customers will be interested in buying products at a particular shop because the prices are cheaper. In implementing this program, an analysis of the impact of its implementation can be carried out on increases or decreases in the turnover of a business. Therefore, sales analysis is carried out for products that are subject to discount programs, both ethical products (requires a doctor's prescription) and supermarket products (does not require a doctor's prescription). This analysis was carried out during the October – December discount program period at the Roxy Poltangan Pharmacy. The results of the analysis carried out show that there was an increase in the turnover of Roxy Poltangan Pharmacy during the price discount program period, but apart from that, several factors also influenced the increase in pharmacy sales, such as the presence of SPG as a promoter of certain products, the brand of the product itself and the services provided by pharmacy staff. one of the supporting factors for the increase in turnover in that period."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Darsih Sarastri
"Distribusi produk obat dan alat kesehatan diatur dalam pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) untuk memastikan mutu produk selama distribusi. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu produk yaitu suhu, khususnya untuk produk rantai dingin (cold chain product). Penelitian dilakukan untuk memantauan suhu chiller penyimpanan produk rantai dingin di PT Anugrah Argon Medica dengan tujuan memastikan kesesuaian suhu penyimpanan dan menentukan tindakan bila terdapat penyimpangan. Pemantauan dilakukan selama 7 hari menggunakan rekaman suhu pada data logger chiller penyimpanan produk obat rantai dingin (chiller 3) dan chiller penyimpanan produk alat kesehatan rantai dingin (chiller 7). Data yang diperoleh diolah menggunakan aplikasi T-Tec dan Microsoft Excel kemudian dianalisis sehingga diperoleh nilai MKT. Hasil pemantauan chiller 3 terdapat penyimpangan suhu di sensor maksimum hari ke-1 (8,5℃) dan hari ke-7 (8,32℃) karena pintu chiller terbuka terlalu lama saat operasional. Tindakan pencegahan dan tindakan perbaikan untuk chiller 3 yaitu memberikan sosialisasi kepada petugas gudang terkait durasi membuka chiller. Hasil nilai MKT chiller 3 sensor minimum sebesar 4,4960℃ dan sensor maksimum sebesar 6,7717℃. Hasil pemantauan suhu chiller 7 telah sesuai dengan persyaratan (2℃−8℃). Hasil nilai MKT pada chiller 7 sensor minimum sebesar 4,9755℃ dan sensor maksimum sebesar 5,0928℃.

The distribution of pharmaceutical products and medical devices is regulated by the Good Distribution Practice Guidelines for Pharmaceuticals (CDOB) and Good Distribution Practice Guidelines for Medical Devices (CDAKB) to ensure product quality during distribution. One of the factors influencing product quality is temperature, especially for cold chain products. Research was conducted to monitor the temperature of the cold chain product storage chiller at PT Anugrah Argon Medica to ensure storage temperature compliance and determine actions for deviations. Monitoring was conducted over 7 days using temperature recordings from the data logger of chiller 3 for pharmaceutical cold chain products and chiller 7 for medical device cold chain products. The data obtained were processed using T-Tec and Microsoft Excel applications, then analyzed to obtain the Mean Kinetic Temperature (MKT) values. The monitoring of chiller 3 revealed temperature deviations at the maximum sensor on day 1 (8.5°C) and day 7 (8.32°C) due to prolonged opening of the chiller door during operation. Preventive and corrective actions for chiller 3 included providing awareness training to warehouse personnel regarding the duration of chiller door openings. The MKT results for chiller 3 were a minimum sensor value of 4.4960°C and a maximum sensor value of 6.7717°C. The temperature monitoring of chiller 7 complied with requirements (2°C-8°C). The MKT results for chiller 7 were a minimum sensor value of 4.9755°C and a maximum sensor value of 5.0928°C.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nurjannah
"ABSTRAK
Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT Aventis Pharma bertujuan untuk mengetahui gambaran umum penerapan CPOB atau GMP di industri farmasi, peranan apoteker di industri farmasi, serta rangkaian kegiatan manufacturer yang dilakukan di industri farmasi sebagai bagian dari proses menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan, mutu dan efikasi sehingga dapat menerapkannya saat bekerja. Tugas khusus yang diberikan berjudul Manajemen mutu pemasok di PT Aventis Pharma. Tujuan dari tugas khusus ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran proses manajemen mutu pemasok di PT Aventis Pharma serta kriteria yang harus dipenuhi pemasok di PT Aventis Pharma.

Apotechary profession Internship program at PT Aventis Pharma aims to find a general description of the application of CPOB or GMP in the pharmaceutical industry, the role of pharmacists in the pharmaceutical industry, and a roles of manufacturer activities conducted in the pharmaceutical industry as part to process of producing safety, quality and efficacy standards, that can apply while working. The special assignment given is entitled Quality management of suppliers at PT Aventis Pharma. The purpose of this particular task is to find out how the supplier's quality management process is in PT Aventis Pharma and the criteria that must be met by suppliers at PT Aventis Pharma."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Indah Widiyaningrum
Depok: Universitas Indonesia, 2003
S32379
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Mirna Krismartina
Depok: Universitas Indonesia, 2004
S32433
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Gusnita
"Penggunaan kemoterapi taksan pada pasien kanker payudara dapat menimbulkan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, pasien dapat menggunakan antiemetik golongan antagonis reseptor 5-HT3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil penggunaan antiemetik yang menyertai pemberian kemoterapi taksan serta mencari hubungan faktor yang mempengaruhi kejadian mual dan muntah terhadap keadaan pasien pasca kemoterapi. Penelitian dilakukan terhadap pasien kanker payudara di ruang rawat singkat RS Kanker Dharmais selama tahun 2005 dengan menggunakan desain cross sectional yang bersifat retrospektif dan dengan cara observasional.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara jenis antiemetik dengan keadaan pasien pasca kemoterapi (p<0,05). Granisetron memiliki kemungkinan kejadian tidak muntah 1,36 kali lebih tinggi dibanding ondansetron dan 7,46 kali lebih tinggi dibanding tropisetron. Ondansetron memiliki kemungkinan kejadian tidak muntah 5,50 kali lebih tinggi dibanding tropisetron. Tidak ada hubungan antara usia, stadium kanker, siklus kemoterapi, dan jenis kemoterapi dengan keadaan pasien pasca kemoterapi."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S32338
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Alia
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S32928
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>