Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
Matondang, Irwan
"Karakteristik plasma yang dibangkitkan dengan menggunakan laser transversely excited atmospheric (TEA) carbon-dioxide pada target pelat Cu dan film Cu hasil proses elektrolisa dipelajari dengan seksama. Terlihat jelas dengan menggunakan target film Cu, ambang batas energi laser untuk membangkitkan plasma menurun hingga tiga kali dibandingkan dengan ambang batas energi laser untuk membangkitkan plasma pada pelat Cu. Karakterisasi plasma film Cu menunjukkan bahwa plasma film Cu juga dibangkitkan mengikuti mekanisme gelombang kejut. Hal ini dibuktikan dengan bentuk plasma film Cu yang semisferis dan intensitas emisi plasma sekunder yang berbanding iurus dengan intensitas emisi plasma primer. Hal ini menunjukkan bahwa plasma sekunder dibentuk dari atom-atom yang memancar keluar dari plasma primer dengan kecepatan tinggi melalui mekanisme gelombang kejut. Selanjutnya juga ditunjukkan bahwa propagasi muka gelombang plasma sekunder dari plasma film Cu adalah sebanding dengan waktu pangkat 0,4 yang bersesuaian dengan model gelombang kejut sferis yang diturunkan oleh Sedov. Selanjutnya karakterisasi untuk menunjang analisis spektrokimia juga dilakukan dan dengan menggunakan film yang dibuat dari air keran pada logant Ni, analisis kualitatif juga berhasil dilakukan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T4544
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Manalu, Jojor Lamsihar
"Iradiasi laser Nd-YAG dengan energi 26 mJ dan lebar pulsa 8 ns difokuskan pads target zinc dilingkungan udara bertekanan 1 atm. Untuk mengetahui apakah laser plasma yang dihasilkan mengikuti mekanisme gas breakdown atau mengikuti mekanisme gelombang kejut, laju propagasi muka emisi plasma dan gelombang kejut diukur secara bersamaan. Dari hasil pengukuran terlihat jelas bahwa plasma laser yang dibangkitkan mengikuti model gelombang kejut sferis seperti yang telah diturunkan oleh Sedov. Pada proses awal dari iradiasi laser, muka emisi plasma akan berimpit dengan gelombang kejut, menandakan plasma ada dalam tahapan proses eksitasi. Pada tahap akhir dari iradiasi laser, muka gelombang kejut akan meninggalkan muka emisi plasma dan dalam kondisi ini plasma berada dalam tahapan pendinginan. Lebih lanjut ditunjukkan dengan menaikan densitas daya pada permukaan target, waktu pada tahapan eksitasi akan bertambah besar."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T4660
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Nasrullah
"Suatu teknik interferometri khusus dengan sensitivitas tinggi telah ditemukan dengan dasar refraktometri pelangi untuk pendeteksian sinyal loncatan densitas tanpa penggunaan susunan pembagi amplitudo tambahan dan rumit. Teknik baru ini telah digunakan untuk karakterisasi plasma gelombang kejut yang dibangkitkan dengan laser Nd-YAG energi rendah (37 mJ) dari contoh seng pada tekanan udara yang dikurangi sampai 10 Ton. Suatu sinyal yang tepat dari loncatan densitas telah dideteksi secara simultan dengan pengamatan sinyal muka emisi, yang menyiratkan bahwa muka emisi dan muka gelombang kejut berhimpit dan bergerak bersama dengan waktu pada tahap awal ekspansi plasma sekunder.
Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa tahap selanjutnya, muka emisi mulai berpisah dari dan tinggal dibelakang muka gelombang kejut yang bergerak dalam gas penyangga. Eksprimen ini mendemonstrasikan bahwa sinyal loncatan densitas dapat dideteksi pada energi laser serendah 14 mJ dan dalam tekanan gas penyangga serendah 3 Ton, dan dengan demikian membuktikan model plasma gelombang kejut dalam jangkauan parameter-parameter operasinya yang sangat bermanfaat."
2001
T5116
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Siregar, Hasoloan
"
ABSTRAKRadiasi laser transversely excited atmospheric carbon dioxide (TEA CO2) difokuskan dengan bantuan lensa ZnSe ke permukaan target gelas Pb dengan titik lebur rendah. Terlihat jelas bahwa plasma yang terbentuk terdiri atas dua bagian yang berbeda, yaitu plasma primer, yang terletak tepat diatas permukaan target, berwarna putih terang dengan densitas dan suhu yang sangat tinggi dan plasma sekunder yang memancarkan spektrum garis atomik dengan sinyal latar belakang yang rendah. Dari hasil pengukuran terlihat bahwa intensitas total emisi plasma primer berbanding lures dengan energi laser dan intensitas total emisi plasma sekunder juga berbanding lurus dengan energi laser. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang linier antara plasma primer dan plasma sekunder sehingga mendukung model bahwa plasma sekunder dibentuk dari atom-atom yang memancar keluar dare plasma primer dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya pengukuran laju propagasi muka emisi plasma sekunder menunjukkan bahwa laju propagasi muka emisi plasma sekunder sebanding dengan waktu pangkat 0,4 yang mana sesuai dengan model gelombang kejut sferis yang diturunkan secara teoretis oleh Sedov. Karakteristik spektrokimia seperti pengukuran nisbah SIB dari gelas Pb bail( pada udara maupun gas helium menunjukkan bahwa nisbah SIB adalah hampir sama balk pada udara maupun gas helium. Hal ini membuktikan bahwa analisis spektrokimia dapat dilakukan di lingkungan udara bertekanan rendah sehingga akan sangat menghemat biaya analisa.
"
2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Maria Margaretha Suliyanti
"A study was performed on a laser-induced shock wave plasma generated on high concentration Au-Ag-Cu alloys by a Q-switched Nd-YAG laser of 4.8 mJ under reduced air pressure of 2 Torr. It was found that the total emission intensity of the secondary plasma is proportional to the intensity of the primary plasma, Assuming linear proportionality between the intensity of the primary plasma and the number of atoms vaporized from the target, it is proposed that the quantitative analysis can be applied to the intensities of the analytical emission Iines normalized by the total intensity of the primary plasma. This experimental result demonstrated for each metal element shows an excellent linear relationship between the normalized emission line intensity and the content of corresponding element after primary plasma normalization."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
T8124
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Munawar Hadi Sya`roni
"Pengaruh tekanan udara dan iradiasi laser yang berulang-ulang ke permukaan target yang sama pada penguapan selektip di plasma gelombang kejut akan dipelajari. Plasma gelombang kejut didapat dengan memfokuskan laser Q-SW Nd-YAG (energy 26mJ; durasi pulsa 8 ns) pada permukaan target logam kuningan. Karakteristik evaporasi dari elemen Zn dan elemen Cu dipelajari dengan melihat dari karaktetistik emisinya. Telah ditemukan juga bahwa penguapan selektip pada elemen Cu senantiasa terjadi dan akan meningkat jika radiasi laser dilakukan secara terus menerus pada permukaan target yang sama. Dengan menaikkan tekanan udara disekeliling daerah interaksi efek penguapan selektip dapat ditekan. Hasil yang diperoleh pada pengukuran prod waktu dari intensitas emisi dan intensitas emisi terintegrasi ruang menunjukkan adanya daerah eksitasi gelombang kejut."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Nur Sultan Salahuddin
"
ABSTRAKLaser eksimer komersial telah berhasil dikonversikan menjadi Laser Nitrogen dengan menggunakan campuran gas helium dan gas nitrogen masing-masing pada tekanan parsial 1310 mbar dan 40 mbar. Laser nitrogen tersebut telah berhasil dioperasikan pada frekuensi repetisi 100 Hz dengan energi keluaran 5 mJ tiap pulsa dengan fluktuasi energi lebih kecil dari 0.8 %. Stabilitas energi keluaran yang tinggi pada frekuensi repetisi 100 Hz ini, dicapai melalui pemakaian kipas berkecepatan tinggi untuk menjaga agar campuran gas dan aliran gas pada elektroda utama menjadi lebih homogen. Emisi spektral yang diperoleh dari plasma yang dibangkitkan oleh sistem laser nitrogen dibandingkan dengan yang diperoleh menggunakan laser Nd-YAG pada energi keluaran yang sama. Hasil memperlihatkan ketelitian data dengan standar deviasi 1.4 % untuk kasus laser nitrogen, lebih baik dibandingkan dengan standar deviasi yang dicapai oleh laser Nd-YAG yaitu 14.3 %. Selanjutnya data eksperimen memperlihatkan keunggulan dari laser nitrogen untuk peningkatan rasio signal terhadap latar belakang dan pengurangan pada efek penguapan selektif.
"
2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Yunidar
"Mekanisme plasma yang dibangkitkan oleh Laser Nd-YAG pada sampel padat pada tekanan udara di bawah 1 Torr akan dilakukan. Dalam hal menganalisis sifat-sifat plasma ini akan dilakukan perbandingan dengan karakteristik plasma pada tekanan udara di atas 1 Torr. Eksperimen sementara menunjukkan bahwa sifat-sifat plasma pada tekanan di bawah 1 Torr mempunyai mekanisme yang lain dengan plasma pada tekanan tinggi. Plasma pada tekanan udara di bawah 1 Torr dapat diprediksi karena proses tumbukan sangat cepat sebaliknya pada tekanan tinggi karena proses gelombang kejut (shock wave). Eksperimen menunjukkan bahwa plasma pada tekanan udara 0,5 Ton mempunyai slop posisi fungsi waktu mendekati satu dan mempunyai cacah latar (background) yang rendah."
2000
T10325
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Syahrun Nur
"
ABSTRAKPlasma laser berkerapatan tinggi dibangkitkan dengan menggunakan laser TEA CO2 yang ditembakkan pada target lunak di lingkungan gas helium pada tekanan atmosferik. Mekanisme breakdown gas dipelajari dengan menggunakan spektrometri emisi atomik dan kajian ulang mengenai metode-metode peningkatan intesitas emisi spektrum dari beberapa penulis juga disajikan. Pada eksperimen ini diperlihatkan manfaat gas helium sebagai gas penyangga yang membantu mereduksi sinyal kontinu. Selain itu dikaji juga peranan sub target dalam pembangkitan plasma gelombang kejut, pada target lunak. Dapat ditunjukkan bahwa walaupun pada breakdown gas, plasma mengembang mengikuti mekanisme gelombang kejut. Aplikasi praktis untuk analisis emisi kuantitatif juga ditampilkan.
"
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Abdul Rahman
"Laser Nd-YAG dengan energi 26 mj dan 53 mj, lebar pulsa 8ns di/Okla/can ke target (Cu) pada tekanan udara yang dikurangi. Peningkatan rasio sinyal latar belakang (S/B) dimungkinkan dengan kombinasi unik dari plasma yang dibatasi (confined plasma) dan teknik pencitraan (imaging technique). Dengan menggunakan teknik pencitraan, plasma primer (primary plasma) dan bagian tertentu dari plasma sekunder (secondary plasma) memberikan spektrum emisi yang kontinu dipisahkan dari bagian lain plasma sekunder. Dengan metode ini dapat diperoleh spektrum S/B yang tinggi meskipun menggunakan pengukuran waktu terintegrasi (time-integrated). Untuk menkonfirmasikan peran dari mekanisme gelombang kejut (shock-wave) dalam pembentukan plasma, titik fokus radiasi laser dimajukan 3 mm pada permakaan target dan ditemukan bahwa plasma sekunder melengkung ke bagian belakang target pada posisi yang berhubungan dengan area yang ditutupi ketika dilihat dari sisi plasma primer. Fenomena sangat mendukung eksistensi gelombang kejut."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library