Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nur Azizah Fairuz
"Saat ini, salah satu jenis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang sedang berkembang adalah industri jasa penatu. Meningkatnya pertumbuhan pariwisata dan hotel, rumah sakit, perumahan, dan apartemen di Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan terhadap layanan penatu dan 'cleaning service'. Peluang ini dimanfaatkan oleh Ibu Jennifer untuk mendirikan KlinBar, yaitu 'retail' jasa penatu modern yang memberikan pelayanan untuk mencuci baju yang bersih dan rapi. KlinBar mempekerjakan enam karyawan tetap. Penelitian ini membahas laporan proses 'business coaching' untuk memecahkan masalah dalam manajemen sumber daya manusia di UMKM, yaitu menyusun sistem penilaian kinerja dan sistem 'rewards' untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan KlinBar.
Analisis pendahuluan KlinBar menunjukkan bahwa terdapat rendahnya kepuasan kerja karyawan. Hal ini disebabkan oleh belum adanya sistem penilaian kinerja dan 'rewards'. Selain itu, rendahnya kepuasan kerja karyawan mengakibatkan rendahnya komitmen terhadap organisasi dan 'turnover' yang tinggi. 'Turnover' di KlinBar adalah sebesar 40%. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data sekunder diperoleh dari profil perusahaan, internet, 'text book', dan artikel jurnal. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dari sistem penilaian kinerja dan sistem 'reward' dapat meningkatkan kepuasan kerja.

Nowadays, the one type of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) that currently developing is a laundry service industry. The increasing growth of tourism and hotels, hospitals, residential, and apartments in Indonesia have a significant contribution to the laundry and cleaning services. Mrs. Jennifer seizes this opportunity by establishing KlinBar, a modern retail laundry that provides clean and neat clothes. KlinBar is now employing six permanent employees. This study discusses the report of the business coaching process for solving problems in human resources management in MSMEs on the Craeting of Performance Appraisal and Reward Systems to Enhance the Employee Job Satisfaction of KlinBar.
The preliminary analysis of KlinBar has shown that there was a lack of job satisfaction from the employee. The lack of job satisfaction is caused by a lack of performance appraisal and reward systems. Also, the lack of employee job satisfaction resulted in a low commitment to the organization and high turnover. The turnover in KlinBar is 40%. The primary data is collected through in-depth interview and observation. The secondary data is obtained from the company profile, internet, textbook, and articles in the journal. The collected data will be analyzed using qualitative and quantitative methods. This study found that the implementation of performance appraisal and reward systems could enhance job satisfaction.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T53476
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fazha Maulana Razak
"ABSTRAK
Employer branding dapat membentuk persepsi individu terkait karakteristik subjektif sebuah organisasi. Hal ini mendorong organisasi untuk memberikan perhatian lebih dalam memaksimalkan peran employer branding, khususnya dalam mencari pencari kerja. Social media sering dijadikan pilihan untuk memaksimalkan kegiatan tersebut. Karakteristik komunikasi yang dirasakan saat mengakses halaman social media dapat dilihat melalui perceived social presence dan perceived informativeness. Berdasarkan teori employer brand personality yang dijelaskan oleh dimensi organizational warmth dan organizational competence, dilakukan pengumpulan data untuk melihat pengaruh dari penggunaan social media dalam kegiatan employer branding perusahaan terhadap tingkat organizational attractiveness perusahaan. Data dikumpulkan pada mahasiswa tahun akhir yang akan atau sedang mencari kerja dalam waktu kurang dari satu tahun. Sesuai dengan hipotesis yang sudah disusun, hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational warmth dan organizational competence memediasi pengaruh perceived social presence dan perceived informativeness terhadap organizational attractiveness. Semua hasil temuan ini membuktikan bahwa penggunaan social media merupakan pilihan yang tepat untuk memaksimalkan upaya employer branding perusahaan guna meningkatkan tingkat organizational attractiveness bagi calon pencari kerja.

ABSTRACT
Employer branding can shape the perceptions of individuals related to the subjective characteristics of an organization. This encourages organizations to pay more attention in maximizing the role of employer branding, especially in finding job seekers. Social media is often used as a choice to maximize these activities. The communication characteristics perceived when accessing social media pages can be seen through perceived social presence and perceived informativeness. Based on the theory of employer brand personality described by the dimensions of organizational warmth and organizational competence, data is collected to see the effect of the use of social media in employer branding activities of the company on the level of organizational attractiveness. Data is collected from final year students who will or are looking for work in less than one year. In accordance with the hypotheses that have been prepared, the results of the study show that organizational warmth and organizational competence mediates the influence of perceived social presence and perceived informativeness towards the organizational attractiveness. All of these findings prove that the use of social media is the right choice to maximize the company's employer branding efforts to increase the level of organizational attractiveness for prospective job seekers."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anang Winardi
"ABSTRAK
Tesis ini menganalisis mengenai biaya pokok produksi pada PT. Supratama Aneka Industri. Dimana perhitungan biaya pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan menggunakan metode tradisional dibandingkan dengan metode activity based costing untuk mengetahui sejauh mana distorsi biaya pokok produksi dari metode yang digunakan perusahaan. Perhitungan dengan metode activity based costing dilakukan sesuai dengan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode tradisional yang digunakan perusahaan saat ini memiliki distorsi yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan metode activity based costing. Dimana produk A, B, dan D mengalami overstated, sedangkan produk C, E, dan F mengalami understated.

ABSTRACT
This thesis analyzes the cost of production at PT. Supratama Aneka Industri. Where the calculation of the cost of production carried out by the company uses the traditional method compared to the activity based costing method to determine the extent of distortion of the cost of production from the method used by the company. Calculations using the activity based costing method are carried out according to the literature. The results of the analysis show that the traditional method used by the company today has a significant distortion when compared to the activity based costing method. Where products A, B, and D are overstated, while products C, E, and F are understated.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rika Ayu Rahmawati
"Tingginya tingkat persaingan di industri penerbangan saat ini mengakibatkan maskapai penerbangan harus berusaha untuk bisa tetap bertahan. Pemberian pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu hal yang dapat menjadi daya saing bagi perusahaan maskapai penerbangan Indonesia untuk tetap dapat bersaing. Pramugari merupakan rekan strategis bagi perusahaan maskapai penerbangan karena merupakan pelaku utama dalam pemberian pelayanan yang berkualitas dan penanganan terhadap keluhan serta masalah penumpang secara efektif.
Pramugari berpotensi menghadapi stres dalam melakukan pekerjaannya yang dapat mengakibatkan perilaku kasar dalam melayani penumpang. Oleh sebab itu, perusahaan maskapai penerbangan harus dapat memotivasi pramugari untuk melakukan pekerjaannya dengan sukses. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menerapkan high-performance work practices. Penerapan high-performance work practices di perusahaan diharapkan akan dapat meningkatkan career satisfaction dan work engagement yang selanjutnya akan mempengaruhi kinerja pramugari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh high-performance work practices, terhadap job performance dan service recovery performance dengan career satisfaction dan work engagement sebagai mediasi menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Data penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner secara online dan offline terhadap 180 pramugari maskapai penerbangan Indonesia.
Hasil penelitian menunjukan bahwa high-performance work practices memiliki pengaruh tidak langsung terhadap job performance dan service recovery performance. Hasil-hasil tersebut dibahas lebih jauh dalam penelitian ini.

The high level of competition in the aviation industry currently results in airlines having to try to survive. Providing quality services is one of the things that can be a competitiveness of Indonesian airline companies to remain competitive. Flight attendants are strategic partners for airlines because they are the main actors in providing quality services and handling passenger complaints and problems effectively.
Flight attendants have the potential to deal with stress in carrying out their work which can lead to abusive behavior in serving passengers. Therefore, airline companies must be able to motivate flight attendants to do their jobs successfully. One of the things that can be done by companies is implementing high-performance work practices. The implementation of high-performance work practices in the company is expected to be able to improve career satisfaction and work engagement which will further affect the performance of flight attendants.
This study aims to determine the effect of high-performance work practices, on job performance and recovery performance services with career satisfaction and work engagement as mediation using Structural Equation Modeling (SEM). The research data was obtained by distributing questionnaires online and offline to 180 Indonesian airline flight attendants.
The results show that high-performance work practices have an indirect influence on job performance and service recovery performance. These results are discussed further in this study.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gladis Charisma Inshani
"ABSTRACT
Pertumbuhan jumlah perusahaan yang bergerak dalam pasar global saat ini cukup pesat, hal tesebut beriringan dengan kebutuhan keahlian karyawan dengan skala internasional yang diperoleh dengan cara penugasan internasional. Penugasan internasional dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan talenta para karyawan. Menurut penelitian sebelumnya permasalahan yang terjadi di perusahaan dalam penugasan internasional adalah terdapat kesenjangan jumlah karyawan laki-laki dan perempuan yang mendapat kesempatan untuk bertugas ke luar negeri, dimana jumlah karyawan perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Hal tesebut terjadi karena beberapa faktor yaitu kurangnya role model, sulit menyesuaikan budaya host country, dual-career issues, dan fokus kepada karir setelah repatriasi. Dengan adanya permasalahan tersebut, penelitian ini lebih mengeksplor mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi karyawan perempuan dalam penugasan internasional terutama bagi karyawan perempuan di Indonesia. Data kualitatif penelitian ini diperoleh dari 8 karyawan perempuan pada perusahaan multinasional dengan melakukan in-depth interview. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada work-life issues tantangan yang dihadapi perempuan adalah ststus pernikahan, anak dan time management; pada cross-cultural adjustment tantangan yang dihadapi berupa stereotyping dan tingkat cultural intelegence karyawan yang mempengaruhi penyesuaian diri mereka di host country; dan pada repatriation karyawan perempuan dihadapkan dengan tantangan reverse culture shock, career expectation, dan tingkat turnover.

ABSTRACT
The growth of the number of companies engaged in the global market is now quite rapid, it is in tandem with the expertise needs of employees on an international scale obtained by international assignments. International assignments are carried out in hopes of increasing the talents of employees. According to previous research the problems that occur in companies in international assignments are that there are gaps in the number of male and female employees who have the opportunity to work abroad, where the number of female employees is lower than that of men. This happens because of several factors, namely the lack of role models, it is difficult to adjust the host countrys culture, dual-career issues, and focus on careers after repatriation. With these problems, this study explores more about the challenges faced by female employees in international assignments, especially for female employees in Indonesia. The qualitative data of this study were obtained from 8 female employees in multinational companies by conducting in-depth interviews. The results of this study indicate that in the work-life issues the challenges faced by women are the status of marriage, children and time management; on cross-cultural adjustment the challenges faced are in the form of stereotyping and the cultural level of employee intelligence that influences their adjustment in the host country; and the repatriation of female employees is faced with the challenge of reverse culture shock, career expectation, and turnover rate."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library