Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dedi Supratman
"Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan pada Masyarakat Nelayan Tomalou, masyarakat yang tinggal pada di Pulau Tidore Halmahera Tengah. Isi ini merupakan suatu bahasan mengenai pengaktifan sosial satu kelurahan skripsi struktur kekerabatan sebagai suatu tanggapan Masyarakat Nelayan Tomalou atas masalah-masalah yang lahir sebagai akibat peningkatan ekonomi pasar. Seperti diketahui masyarakat nelayan hidup dalam suatu lingkungan yang tidak menentu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Kondisi ini lah yang merupakan pangkal dari segala masalah yang mereka hadapi. Ini berarti segala tanggapan, baik tanggapan teknologis maupun sosial, terhadap masalah-masalah yang dihadapi nelayan harus sesuai dengan kondisi ini. Jika peningkatan ekonomi pasar menuntut Masyarakat Nelayan Tomalou untuk menciptakan serangkaian hubungan ekonomi guna mendapat bantuan-bantuan dalam upaya pengadaan modal, kegiatan produksi, pengolahan dan penjualan surplus produksi dan pengadaan dana konsumsi, maka hubungan-hubungan ekonomi yang mereka jalin harus sesuai dengan kondisi ketidaktentuan lingkungan tersebut. Dari hasil penelitian tampak bahwa Masyarakat Nelayan Tomalou mengaktifkan struktur kekerabatan dalam menciptakan hubungan-hubungan ekonomi untuk memenuhi keperluan tersebut di atas. Pengadaan modal diusahakan dengan jalan menciptakan hubungan pengusaha kekerabatan tampak pada jalinan hubungan ini karena hubungan ini hanya tercipta pada pengusaha yang memiliki pertalian kekerabatan. Pada kegiatan produksi rekruitmen keanggotaan kelompok kapal dan pengorganisasiannya juga kerjasama antar (pemilik) kapal. Pengaktifan struktur didasari pertalian kekerabatan di antara seseorang dengan pengusaha. Pada proses pengolahan dan penjualan tampak pula bagaimana struktur kekerabatan mendasari pemilihan dengan dibo-dibo (tengkulak) mana suatu kelompok kapal menjalin hubungan berlangganan, kepada siapa dibo-dibo mengupayakan bantuan tenaga pada proses pengolahan ikan dan dengan siapa dibo-dibo menjalin hubungan rekanan untuk keperluan pemasaran ikan-ikan tersebut. Begitu pula halnya dengan kegiatan konsumsi, pengadaan dana-dana konsumsi terkait dengan wujud-wujud kesatuan kerabat tertentu.. Pada kegiatan-kegiatan tersebut di atas, jalinan hubungan hubungan ekonomi yang tercipta dilandasi oleh pertalian kekerabatan antara pihak kesatu dan pihak yang lainnya. Tingkat prioritas dengan kerabat mana seseorang menjalin hubungan-hubungan ekonomi itu sesuai dengan sesuai dengan lingkaran-lingkaran kerabat yang mengitari seorang individu. Mereka yang berada pada lingkaran keluarga fola moi merupakan prioritas pertama, demikian seterusnya dengan lingkran ke 1uarga . fola madoya dan keluarga to madui u. Ini berati semakin dekat keberadaan seseorang dalam lingkaran kerabat maka penciptaan jalinan hubungan ekonomi dengan orang tersebut semakin diprioritaskan. Selanjutnya apakah pengaktifan struktur ketidaktentuan lingkungan ya. Salah satu akibat dari kondisi adalah kesulitan pendugaan akan kekerabatan ini sesuai dengan kondisi Jawabannya adalah lingkungan tersebut kondisi hari esok. Oleh karena itu masyarakat nelayan bisa menciptakan kelanggengan hubungan sosial dan loyalitas dari pasangan dengan siapa mereka menciptakan tersebut. Pada Masyarakat Nelayan Tomalou, struktur kekerabatan lah yang lebih menjamin harus hubungan-hubungan terciptanya kelanggengan dan loyalitas dalam hubunganhubungan ekonomi itu. Dengan mengaktifkan struktur kekerabatan maka setiap jalinan hubungan ekonomi tidak hanya terikat hanya karena perhitungan-perhitungan ekonomis tetapi juga menyangkut kewajiban seorang terhadap kerabatnya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1990
S7495
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nursyirwan Effendi
Depok: Universitas Indonesia, 1989
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sumaniah Hasnah
"Titik berat pembahasan skripsi ini adalah pada perilaku ibu dalam pemberian makan anak balita, di Rw kelurahan Bendungan Hilir. Dalam hal ini, penulis ingin menjelaskan bagaimana pengetahuan ibu mengenai masalah makanan dan kesehatan, serta bagaimana perilaku ibu tersebut sehari-hari dalam hal pemberian makan anak balita, sesuai dengan pengetahuan-pengetahuan yang mereka miliki. Hasil dari penelitian di Rw 07 Kelurahan Bendungan Hilir ini menunjukkan bahwa, ternyata perilaku pemberian makan anak balita oleh para ibu tersebut kurang sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki mengenai makanan dan kesehetan ana.k balita. Para ibu sebenarnya sudah me-ngetahui tentang jenis-jenis makanan untuk anak balita yang sesuai dengan ilmu kesehatan, serta cukup mengerti mengenai hubungan makan dengan kesehatan anak balita. Tetapi, dimilikinya pengetahuan-pengetahuan tersebut tidak menjadi jaminan bahwa perilaku merekapun akan sesuai dengan pengetahuan yang telah mereka itu.
Dalam kenyataannya, para ibu lebih bersikap acuh tak acuh, baik terhadap jenis-jenis makanan yang dima-
kan oleh anak mereka, maupun terhadap keadaan gizi anak-anak mereka. Akibatnya, pemberian rnakan anak balita pun kurang mereka perhatikan deggan baik. Sikap acuh tak acuh ini terlihat juga dari keengganan para ibu untuk aktif dalam banyak kegiatan, yang sebenarnya daoat memperluas pengetahuan mereka, khususnya yang berkenaan dengan anak balita. Perilaku pemberian makan yang kurang baik ini sebenarnya tidak saja disebabkan oleh 2 hal di atas, Ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhi, yaitu tingkat pendidikan ibu yang rendah serta penghasilan keluarga yang kecil. Satu hal lagi yang ternyata berpengaruh terhadap Pemberian makan anak balita mereka adalah, pendekatan ya.ng masih belum mengena dari pihak petugas kesehatan terhadap para ibu tersebut."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1987
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library