Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siti Rahmah Syakira
"Glaze adalah platform bertenaga AI yang membantu wanita mengumpulkan inspirasi estetika dan berbelanja produk berdasarkan gambar yang mereka kirim melalui teks, sehingga memecahkan masalah dalam menemukan item fesyen yang terlihat di media sosial. Menargetkan wanita muda berusia 18 hingga 34 tahun, Glaze menargetkan pasar penggemar mode yang signifikan. Namun, fokusnya saat ini hanya pada perempuan dan terbatasnya pengoperasian di AS membatasi jangkauan pasarnya. Berekspansi secara global dan melibatkan laki-laki dapat meningkatkan potensinya.
Glaze melibatkan pelanggan melalui media sosial tetapi mengalami penurunan lalu lintas web. Didirikan oleh lulusan MIT dengan keterampilan teknis yang kuat namun pengalaman profesional yang terbatas, perusahaan ini dapat menghadapi tantangan dalam menarik investasi eksternal. Perusahaan ini bersaing dengan beberapa platform mapan dan menghadapi hambatan seperti kebutuhan akan AI tingkat lanjut, akses data, dan kemitraan dengan merek fesyen. Tren seperti meningkatnya belanja online, pengaruh media sosial, dan permintaan akan fesyen berkelanjutan mendukung pertumbuhan Glaze.
Model pendapatan Glaze yang belum teruji dapat mencakup komisi afiliasi, biaya layanan, dan langganan. Metode diskriminasi harga seperti diskon pelajar mungkin menarik pengguna tetapi mempersulit administrasi. Pasar e-commerce ritel fesyen AS, yang diproyeksikan melebihi 145 miliar dolar AS pada tahun 2024, menawarkan peluang pendapatan yang signifikan. Jika Glaze menjangkau 10% perempuan yang ingin mempercepat belanja dan memonetisasi 1% pasar ini, maka Glaze dapat menghasilkan sekitar 8,439 juta dolar AS setiap tahunnya. Meskipun terdapat peluang yang menjanjikan, ketidakpastian profitabilitas Glaze dan persaingan dari perusahaan besar menimbulkan beberapa risiko investasi. Investasi awal sebesar 4,5 juta dolar AS untuk sekitar 10,7% ekuitas direkomendasikan untuk membantu Glaze meningkatkan skala operasi, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat model pendapatannya, sehingga mengamankan saham dalam pertumbuhannya di masa depan.

Glaze is an AI-powered platform that helps women curate aesthetic inspirations and shop products based on images they send via text, solving the problem of locating fashion items seen on social media. Targeting young women aged 18 to 34, Glaze addresses a significant market of fashion enthusiasts. However, its current focus solely on women and limited U.S. operability restricts its market reach. Expanding globally and including men could enhance its potential.
Glaze engages customers through social media but has seen a decline in web traffic. Founded by MIT graduates with strong technical skills but limited professional experience, the company could face challenges attracting external investment. It competes with several established platforms and encounters barriers such as the need for advanced AI, data access, and partnerships with fashion brands. Trends like increased online shopping, social media influence, and demand for sustainable fashion support Glaze’s growth.
Glaze’s untested revenue model could include affiliate commissions, service fees, and subscriptions. Price discrimination methods like student discounts might attract users but complicate administration. The U.S. retail e-commerce market for fashion, projected to exceed 145 billion U.S. dollars in 2024, offers significant revenue opportunities. If Glaze captures 10% of women seeking to expedite shopping and monetizes 1% of this market, it could generate about 8.439 million U.S. dollars annually. Despite promising opportunities, the uncertainty of Glaze’s profitability and competition from larger companies present some investment risks. An initial investment of 4.5 million U.S. dollars for approximately 10.7% equity is recommended to help Glaze scale operations, expand market reach, and solidify its revenue model, securing a stake in its future growth.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Allan Mukti Hasbullah
"This research aims to evaluate the effectiveness of Reece Ltd's audit committee and the impact of accounting policy changes on the company's financial reporting. Through a comparative analysis with industry peers, this study also highlights how corporate governance and environmental sustainability play crucial roles in Reece Ltd's business strategy. The data used in this research includes financial reports and accounting policies of the company over the past five years. The findings indicate that Reece Ltd's audit committee plays a vital role in maintaining
transparency and compliance with accounting standards, while the accounting policy changes implemented have significantly impacted the company's financial reporting.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas komite audit Reece Ltd serta dampak perubahan kebijakan akuntansi terhadap pelaporan keuangan perusahaan. Melalui analisis komparatif dengan perusahaan sejenis, penelitian ini juga menyoroti bagaimana tata kelola perusahaan dan keberlanjutan lingkungan memainkan peran penting dalam strategi bisnis Reece Ltd. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup laporan keuangan dan kebijakan akuntansi perusahaan selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit Reece Ltd berperan penting dalam menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi, sementara perubahan kebijakan akuntansi yang dilakukan telah berdampak signifikan terhadap pelaporan keuangan perusahaan. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: RISTEK, 2000
600.03 IND d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Aries Indra Kurniawan
"Penelitian ini dilakukan antara lain untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan reformasi administrasi perpajakan yang dilaksanakan pada Kanwil DJP Jakarta Pusat pada tahun 2005 - 2006 sebagai pilot projek bentuk KPP Pratama. Pelaksanaan kebijakan ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pembentukan dua KPP WP Besar (Large Taxpayer Office, LTO) pada tahun 2002.
Penelitian ini menggunakan metode panel data yang diregresikan menggunakan Eviews. Analisa dibedakan menjadi dua bagian, yaitu analisa vertikal dan analisa horizontal. Analisa vertikal dilakukan dengan cara membandingkan hasil pelaksanaan reformasi administrasi perpajakan pada tahun 2005 dan 2006 dengan hasil sebelum melaksanakan modernisasi pada tahun 2003- 2004. Selain itu analisa horizontal dengan cara membandingan hasil pelaksanaan reformasi administrasi perpajakan pada Kanwil DJP Jakarta Pusat 2005 - 2006 dengan Kanwil DJP Jakarta lainnya pada tahun yang sama.
Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan kebijakan administrasi perpajakan pada KPP di Kanwil DJP Jakarta Pusat tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan realisasi penerimaan dan kepatuhan Wajib Pajak dibandingkan sebelum melaksanakan modernisasi. Kebijakan tersebut berpengaruh pada tinggi rasio belanja pegawai terhadap total belanja dan menurunkan rasio belanja barang terhadap total belanja.
Selain itu hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa tingkat kepatuhan Wajib Pajak dan rasio belanja pegawai terhadap total belanja mempunyai hubungan positip terhadap kenaikkan realisasi penerimaan pada Kanwil DJP Jakarta. Sedangkan rasio belanja barang memiliki hubungan negatif terhadap realisasi penerimaan pajak Kanwil DJP Jakarta.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar menganalisa kebijakan administrasi perpajakan selanjutnya.

The main objective this research is to assess the tax influence on tax administration reform at Kanwil DJP Jakarta Pusat in period 2005-2006. This Regional Office is treated as a pilot project of KPP Pratama. This policy is a fiirther implimentation of two formation of Large Taxpayer Office (LTO) in 2002.
This research is use the panel data method that regressed with Eviews. It has two different part of analysis, the vertical analysis and horizontal analysis. Vertical analysis is done by comparing between the implementation of tax reformation administration at the year 2005-2006 and implementation before modemisation at the year 2003-2004. While horizontal analysis is done by comparing between the implementation tax reformation in Kanwil DJP Jakarta Pusat at the year 2005-2006 and the other Kanwil DJP Jakarta at the same year.
Some finding from this researchare as follow: (i) the implementation of tax administration policy at KPP i n Kanwil DJP Jakarta Pusat doesn’t have a significant influences to increase tax revenue and (ii) tax compliance prior and post of modemisation. That policy influences to the hihg expense ratio to total expense and reducing the operational expense ratio to total expense.
One the other hand, the level oftax compliance level and salary expense ratio with total expense has a positive relationship to the increase of Kanwil DJP Jakarta Pusat’s tax revenue. While operational expense ratio has a negative relationship to the realization of Kanwil DJP Jakarta Pusat’s tax revenue.
The result could be used as a base to analyse the further tax administrations policy.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26464
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library