Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jeni Andriani
"Penelitian mengenai majalah Femina dilakukan selain melalui studi kepustakaan, juga di Redaksi Majalah Femina, Jakarta, pada bulan November. 1998 hingga April 1999, tujuannya ialah untuk melihat perjalanan Femina dari tahun 1972 hingga tahun 1982, di mana pendirian Femina pada tanggal 18 September 1972 bersamaan dengan kebangkitan majalah hiburan di Indonesia. Kehadiran Femina membawa citra baru dalam dunia bacaan kaum wanita karena merupakan pelopor dalam segi bentuk dan isi, dengan ciri-ciri, mencolok, karena tata warna yang cerah dan kertas yang halus mengkilat, serta isinya yang selain memuat urusan rumah tangga juga urusan di luar rumah (bekerja). Selama satu dasawarsa (1972-1982) berkiprah dalam dunia pers Indonesia, Femina sedikit banyak berperan dalam memajukan kaum wanita khususnya dan dunia pers umumnya, dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1999
S12476
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prasetyo
"Skripsi ini membahas mengenai pergerakan pemuda di Brunei Darussalam, sejak kemunculan Barisan Pemuda (BARIP) pada tahun 1946 sampai pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Rakyat Brunei (PRB) pada tahun 1962. Penjajahan yang dilakukan oleh Inggris di Brunei menyebabkan munculnya rasa nasionalisme dari para pemuda Brunei. Para pemuda Brunei mulai mendirikan organisasi pergerakan dari Barisan Pemuda (BARIP) pada tahun 1946, Brunei Film Production Company (BRUFIPCO) pada taun 1952 dan Partai Rakyat Brunei (PRB) pada tahun 1956. Ketiga organisasi tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu memperjuangkan kemerdekaan Brunei Darrusalam. Akan tetapi tujuan mereka mendapat pertentangan dari pihak Inggris. Pergerakan yang dilakukan oleh pemuda Brunei melalui cara diplomasi hingga pemberontakan. Dampak yang ditimbulkan dari pergerakan itu sangat berpengaruh bagi kondisi pemerintahan Brunei. Mulai dari penolakan sultan Brunei untuk bergabungnya Brunei ke Federasi Malaysia hingga pelarangan PRB karena dianggap partai berbahaya oleh sultan.

This thesis discusses the youth movement in Brunei Darussalam, since the emergence of the Youth Front (BARIP) in 1946 until the insurgency conducted by the Brunei People's Party (PRB) in 1962. Colonization by the British in Brunei sense of nationalism led to appearance of the youth of Brunei. The youth movement Brunei began to established an organization of the Youth Front (BARIP) in 1946, Brunei Film Production Company (BRUFIPCO) on the epidemic of 1952 and Brunei People's Party (PRB) in 1956. All three organizations have a common goal of independence for Brunei Darussalam. But the goals they get opposition from the British. Performed by the youth movement of Brunei through diplomatic means to revolt. The impact of the movement was very influential for the condition of the government of Brunei. Starting from the rejection of the sultan of Brunei to Brunei to joining the Federation of Malaysia to ban the party PRB because it was considered dangerous by the sultan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S76
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yossi Ihsan
"ABSTRAK
Skrispi ini mengidentifikasi arah perjuangan Bangsa Moro di Filipina mulai dari pasca-Perjanjian Tripoli hingga pembentukan Autonomous Region of Muslim Mindanao (ARMM), dari tahun 1976 sampai dengan 1990. Pergerakan Bangsa Moro pasca-Perjanjian Tripoli mengalami diversifikasi, terutama arah perjuangannya. Hal ini didorong oleh faktor internal dan eksternal Bangsa Moro. Sebelum tahun 1976, pergerakan-pergerakan Bangsa Moro mempunyai tuntutan yang sama yaitu, pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Filipina. Setelah itu, muncul tuntutan membentuk wilayah otonomi Muslim di Filipina Selatan. Jatuhnya kekuasaan Presiden Ferdinand Marcos di tahun 1986 membuka kembali sistem demokrasi di Filipina. Sistem ini memberikan jaminan suatu daerah membentuk wilayah otonomi. Pada tahun 1990 ARMM resmi berdiri, setelah sebelumnya Qorazon Aquino menandatangani Republic Act No. 6734 tahun 1989.

ABSTRACT
This thesis identifies the direction of the Bangsa Moro struggle in the Philippines from the Tripoli Agreement to the formation of the Autonomous Region of Muslim Mindanao (ARMM), from 1976 to 1990. Bangsa Moro movement of post-Tripoli Agreement experiencing diversifying, especially the struggle. This is driven by internal and external factors of Bangsa Moro. Prior to 1976, movements of the Bangsa Moro to have the same demands, that is secession from the Unitary Republic of the Philippines. Al'ter that, new demands arise, the establishment of autonomous region of Muslim in South Philippines. The falls of President Ferdinand Marcos in 1986 re-open the democratic Systems in the Philippines. This system guarantees a region to form an autonomous region. In 1990 ARMM was established, after previously signed law Republic Act No. 6734 in 1989 by Qorazon Aquino."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library