Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rahmat Arif Putra
"Daerah panas bumi Marana terletak di sebelah bagian tengah P. Sulawesi Akibat gejala tektonik banyak terbentuk struktur-struktur lipatan, sesar dan kelurusan vulkanik yang mempunyai timur-barat dan baratlaut-tenggara. Ditinjau dari struktur geologi diatas, daerah Marana ini diduga memiliki daerah prospek geothermal dengan keberadaan manifestasi permukaan berupa pemunculan mata air panas, bualan gas, dan daerah alterasi yang berada disekitar daerah patahan tersebut. Untuk memperjelas pendugaan tersebut telah dilakukan survei geofisika dengan menggunakan metode terpadu gaya berat dan tahanan jenis.
Berdasarkan data pendukung Geologi dan Geofisika diperkirakan adanya zona akumulasi panas yang membentuk sistem panas bumi dibawah permukaan dengan ditandai oleh adanya anomali tahanan jenis sedang-rendah. Berdasarkan pemodelan, upflow reservoir panas bumi terdapat pada lapisan dangkal, berada pada zona patahan dengan kedalaman sekitar 500 m. Sumber panas (heat source) adalah intrusi batuan mikrogranit yang menerobos batuan metamorf yang diduga sebagai batuan alas (basement). Sedangkan daerah outflow mengarah ke selatan di luar daerah penelitian.
Pengolahan data Geokimia menghasilkan perhitungan temperatur dengan geothermometer diperoleh kisaran antara 154ºC. Temperatur bawah permukaan minimum termasuk kedalam "low to Intermediate temperature geothermal system".
Luas daerah prospek kurang lebih 8 Km2 , dengan perkiraan potensi panas bumi mencapai kisaran 27 Mwe dari potensi daerah penyelidikan. Daerah ini cukup prospek untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melakukan pemboran landaian suhu sampai kedalaman 250 m di daerah prospek Marana.

Marana's geothermal territory located in the center of Sulawesi Island As a result of tectonic indication, a lot of folding structures are formed, fault and volcanic straighting which have east-west and North West-South East. Observed from above geology strructure, this Marana’s territory estimated have a geothermal procpect area with surface manifestation condition in the form of appearance of heat spring, bubbling of gas, and alteration area around that fractured area. To clarify that fathoming, a geophysics survey has been conducted using integrated method of gravity and variety resistance.
Based on supporting data of Geology and Geophysics estimating a heat accumulation zone which form a geothermal system under the surface which signed with a average-lowvariety resistance anomaly. Based on modelling, the upflow area of geothermal reservoir placed in shallow layer, in the fractured zone with depth of around 500 m. heat source is the microgranit rock intrusion which infiltrate metamorf rock which suspected as the basement. The outflow zone flange to south outside the area of survey.
Geochemical data tabulation producing a temperature calculation with geothermometer resulted between 154°C. Below surface minimum temperature included in "low to Intermediate temperature geothermal system".
The extensive of prospect area approximately about 8 Km², with estimation of geothermal potential about 27 Mwe from potential area of investigation. This territory prospectful for further expansion with conducting a hilt of a kris temperature drilling or exploration until depth of 250 m on the Marana’s prospect area."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S29257
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rianawati
"Daerah panasbumi Hu’u terletak di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ditinjau dari geologi daerah Hu’u ini diduga memiliki prospek panasbumi ditandai dengan keberadaan manifestasi permukaan berupa pemunculan mata air panas dan daerah alterasi yang penyebarannya mengikuti pola patahan/sesar berarah timurlaut-baratdaya dan baratlaut-tenggara. Untuk memperjelas pendugaan tersebut telah dilakukan survei geofisika dengan menggunakan metode gabungan gravitasi dan geolistrik DC-Schlumberger didukung oleh data geologi dan geokimia. Hasil interpretasi terpadu dapat mengindikasikan keberadaan pusat reservoir sebagai zona upflow yang diperkirakan mengarah ke timur daerah penyelidikan dengan kedalaman > 1000 meter di sekitar puncak Gunung Wawosigi dan Puma, sedangkan zona outflow berada di tengah daerah penelitian. Kontras rapat massa yang terlihat sebagai kontur positif dan kontur negatif dari anomali sisa gaya berat diinterpretasikan sebagai struktur sesar yang dapat mengontrol sirkulasi fluida panas naik ke permukaan menjadi manifestasi permukaan. Dari pemodelan 2D gravitasi didapatkan struktur depresi berupa graben dengan panjang lintasan ± 4 km, diduga merupakan wadah akulumulasi fluida panas di bawah permukaan. Pengukuran temperatur reservoir tidak dilakukan secara langsung, namun dari perhitungan geotermometer SiO2 didapatkan temperatur bawah permukaan minimum antara 124 - 180°C. Luas daerah prospek daerah penyelidikan ±15 Km2 dengan potensi terduga sebesar 90 MWe dan masih membuka ke arah timur daerah penyelidikan. Daerah panasbumi ini cukup prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.

Hu’u Geothermal Field lies in Dompu regency, in the province of Nusa Tenggara Barat. Geologically observed, the Hu’u area is suspected to have a geothermal prospect indicated by surface manifestation, such as hot spring and alteration zone, which spread indicated following the fault pattern towards northeast-southwest and northwest-southeast. To enhance the idea, a geophysical survey using combined methods of gravity and geoelectric DC-Schlumberger supported by geology and geochemical data has been done. The combined interpretation result can indicated the where about of the central reservoir as an upflow zone which is suspected to move towards east of the researched area with depth > 1000 meter around the peaks of mounth Wawosigi and mount Puma, while the outflow zone is right in the center of the researched area. The density contrast refered as a positive contour and a negative contour from residual anomaly of gravity methods interpretated as a fault structure that can control hot fluids circulation towards surface to become surface manifestation. From 2D gravitation modelling acquired depression structure as graben with a length of approximately 4 km, suspected as a container for accumulation of hot fluids in subsurface. Measuring reservoir temperature not done directly, but using geothermometer SiO2 calculations, we get minimum subsurface temperature between 124° - 180°C. The prospect ares is around 15 km2 with suspected potential about 90 Mwe, and it’s still possible to explore toward east of the researched area. This geothermal field has enough prospect to be developed furthermore."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S29293
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wewel Apriza
"Daerah panasbumi Gunung Talang terletak di Kabupaten Solok, Propinsi Sumatera Barat. Keberadaan sistem panasbumi ditandai oleh adanya kemunculan manifestasi permukaan berupa mata air panas, fumarol dan batuan yang teralterasi yang penyebarannya mengikuti pola patahan utama berarah baratlaut-tenggara. Untuk memperjelas pendugaan tersebut telah dilakukan survei geofisika dengan menggunakan metode DC-Schlumberger dan Head-On didukung dengan data geologi dan geokimia. Hasil interpretasi terpadu data-data tersebut mengindikasikan keberadaan reservoir geotermal pada kedalaman 600 - 1000 meter dengan kemiringan sesar yang mengontrol pemunculan aliran fluida 500. Keberadaan reservoir diduga berupa batuan vulkanik Batino dengan permeabilitas baik, yang diisi oleh fluida panas yang didominasi air panas bertipe bikarbonat. Posisi zona up-flow diduga berada di selatan daerah penelitian dekat mata airpanas Batu Bajanjang, sedangkan outflow diduga mengarah ke baratlaut di luar daerah penelitian. Tidak ada data temperatur reservoir yang diukur secara langsung, tetapi dari perhitungan geotermometri SiO2 diperoleh temperatur minimum sekitar 160ºC. Luas daerah prospek kurang lebih 10 Km2, dengan perkiraan potensi panasbumi sekitar 40 Mwe. Daerah ini cukup prospek untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melakukan pemboran landai di dekat mata air panas Batu Bajanjang (B-3000) dengan kedalaman kurang lebih 300 meter. Potensi energi di daerah ini dapat dimanfaatkan secara langsung seperti pengeringan daun teh dan cabe serta sterilisasi lahan pertanian dalam rumah kaca (tomat, bawang merah, kentang, kol dll).

The heat area of Talang mountain earth is located on Solok, province of West Sumatera . The existence of heat system earth marked by the existence of surface manifestation in the form of hot wellspring, fumaroles, and rock which are alterate and its spreading follow northwest especial breaking pattern of south-east. To clarify the anticipation have been done by geophysics survey by using method of DC-Shlumberger and of Head On supported with geology data and of geochemistry. The result of inwrought interpretation of the data is indication existence of geothermal reservoir at the deepness 600 - 1000 meters with big inclination which control appearance of fluid flow 50 degrees. The existence of reservoir is anticipated by rock of Batino vulcanize with permeability both for in content of heat fluid which in hot water domination have bicarbonate type. The zone position of up flow in anticipating to reside in area south of researching at elbow hot wellspring of batubajanjang, while flow out is anticipated by flange to northwest outside research area. There is no data of temperature reservoir which in measure directly, but the calculation of SiO2 geotermometry obtained by minimum temperature 160 degrees Celsius. The wide of prospect area is more or less about 10 km2, with estimate of hot potency of earth about 40 Mwe. This Area enough prospect to be developed later by doing sloping of drilling at elbow hot wellspring of Batu Bajanjang (B- 30000) with deepness 300 meters. The potency of energy in this area can be exploited directly like draining of leaf of the and chili and also agriculture farm sterilization in glasshouse (tomato, onion, potato, and others)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S29267
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library