Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sarah Fatia Fauzia
"Teh memiliki efek antioksidan karena kandungan senyawa polifenol, khususnya katekin dan asam fenolik yang tinggi. Teh hijau dan the putih adalah dua jenis teh yang diperoleh tanpa proses fermentasi. Teh putih berasal dari pucuk dan daun teh muda sementara teh hijau berasal dari daun teh yang lebih tua. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dan kestabilan fisik dari formulasi krim ekstrak daun teh hijau dan krim ekstrak daun teh putih. Kedua jenis teh diformulasikan ke dalam sediaan topikal dengan konsentrasi masing-masing 0,15%. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman DPPH.
Berdasarkan hasil penelitian, krim ekstrak daun tehputih memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada krim ekstrak daun tehhijau. Nilai IC50krim ekstrak teh putihadalah 1184,25 ppm sedangkan nilai IC50 teh hijau adalah 1792,84 ppm. Uji kestabilan fisik dilakukan dengan penyimpanan sediaan pada tiga suhu yaitu suhu kamar (28±2oC); suhu rendah (4±2oC) dan suhu tinggi (40±2oC), uji sentrifugasi dan cycling test. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa formulasi krim ekstrak daun teh hijau dan krim ekstrak daun teh putih memiliki kestabilan fisik yang cukup baik.
......
Tea has antioxidant effects because the content ofpolyphenol compound, particularly catechin and phenolic acid. The green tea and white tea are two types of tea obtained without the fermentation process. White tea comes from the buds and young tea leaves while green tea comes from the older mature tea leaves.This study aimed to test the antioxidant activity and determine the physical stability of the formulation of green tea leaf extract cream and white tea leaf extract cream. Both of tea were formulated into topical preparations with a concentration of 0.15%, respectively. Determination of antioxidant activity conducted by DPPH reduction method.
Based on this research, white tea leaf extract cream had higher antioxidant activity than green tea leaf extract cream. IC50 values of white tea extract cream is 1184.25 ppm whereas the IC50 value of green tea leaf extract cream was 1792.84 ppm. Physical stability test conducted by keeping those two creams at three temperature conditions: in room temperature (28±2oC); low temperature (4±2oC) and high temperature (40±2oC), centrifuge test dan cycling test. Observations showed that the cream formulation of green tea leaf extract and white tea leaf extract cream had a good physical stability."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
S57184
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hasiholan D.P., Anju
"Garcinia hombroniana Pierre salah satu tanaman yang termasuk ke dalam suku Clusiaceae. Berbagai kandungan kimia dari berbagai spesies Garcinia telah dilaporkan, diantaranya senyawa golongan xanton, kumarin, flavonoida dan terpenoid. Berdasarkan penelusuran literatur masih sedikit informasi dan penelitian mengenai tanaman Garcinia hombroniana Pierre, sehingga perlu dilakukan penelitian terutama mengenai aktivitas antioksidan.
Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan identifikasi golongan senyawa, isolasi, uji aktivitas antioksidan ekstrak dan senyawa murni serta melakukan karakterisasi senyawa murni. Ekstraksi dilakukan dengan metode ekstraksi bertingkat dan bagian tanaman yang digunakan adalah bagian daun. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), Isolasi dilakukan dengan teknik kromatografi dipercepat serta karakterisasi senyawa murni dilakukan dengan metode spektroskopi inframerah (IR) dan resonansi magnet inti proton (1H-NMR).
Hasil identifikasi golongan senyawa diketahui ekstrak metanol daun Garcinia hombroniana Pierre mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, antraquinon, dan saponin; ekstrak etil asetat mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan saponin; ekstrak n-heksan mengandung golongan senyawa terpenoid dan saponin Uji aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak metanol, etil asetat, dan n- heksan berturut-turut mempunyai nilai IC50 sebesar 7,9 μg/mL, 43,7 μg/mL, dan 112,2 μg/mL. Senyawa murni GH berhasil diisolasi dari ekstrak etil asetat pada fraksi 95:5 dan 90:10 (n-heksan:etil asetat) dan memiliki rumus molekul C30H50O, diperkirakan sebagai Friedelin, namun senyawa tersebut tidak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 248 μg/mL.
......Garcinia hombroniana Pierre belong to Clusiaceae family. Chemical contain from some species of Garcinia have reported as xanthones, terpenoids, coumarins and flavonoids. However the search of the literature was still a little information about Garcinia hombroniana Pierre, especially information about antioxidant activity.
This research was intended to identified groups compounds, isolate, characterization compound and measure antioxidant activity from Garcinia hombroniana Pierre leaves extracts. Antioxidant activity of extracts leaves of Garcinia hombroniana Pierre performed measuring by the reduction of stable radical DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil). The isolation was conducted through the pressure chromatography technique and characterization compound by spectroscophy infra red (IR) and proton magnetic resonance spectrometry (1HNMR). Identification groups compounds known methanol extracts Garcinia hombroniana Pierre containing alkaloids, flavonoids, terpenoids, tannins, antraquinone, and saponin; ethyl acetate extract containing alkaloids, flavonoids, terpenoids and saponin; n-hexane extract containing terpenoids and saponin.
The results showed that extracts of methanol, ethyl acetate, and n hexane in succession have radical scavengers activity with IC50 value 7,9 μg/mL,43,7 μg/mL and 112,2 μg/mL. GH compound have been found from the ethyl acetate extract fraction of 95:5 and 90:10 (n-hexane: ethyl acetate). Based on spectroscophy data GH compound have been found which has molecular formula C30H50O, known as Friedelin. The result of antioxidant, GH compound did not show antioxidant activity with IC50 value 248 μg/mL."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S1590
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library