Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Daniel
"Pada penelitian ini, diidentifikasi faktor-faktor produktivitas tenaga kerja dalam manajemen sumber daya manusia khususnya tenaga kerja ousourcing/tenaga kerja kontrak yang dilakukan dengan kuesioner survei. Dari hasil kuesioner survei dan analisa pengolahan data didapat faktor-faktor produktivitas tenaga kerja outsourcing/tenaga kontrak yang paling berpengaruh terhadap kinerja waktu proyek adalah faktor absensi pekerja, faktor tingkat keterampilan dan pelatihan tenaga kerja, faktor kerja lembur, faktor imbalan dan kompensasi, faktor penghargaan terhadap pekerja, faktor keselamatan pekerja dan faktor kontrol dan pengawasan jam kerja. Selain itu juga dilakukan rekomendasi tindakan terhadap faktor-faktor produktivitas tenaga kerja outsourcing/kontrak paling signifikan yang mempengaruhi terhadap kinerja waktu proyek yang ditemukan tersebut sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya keterlambatan kinerja waktu proyek akibat dari penurunan produktivitas tenaga kerja ousourcing/kontrak dalam proyek konstruksi.

In this study, identified the factors of labor productivity in the management of human resources, especially labor outsourcing / labor contracts are done with the survey questionnaire. From the results of the questionnaire survey and analysis of data processing obtained the factors of outsourcing labor productivity / labor contract that most affect the performance of the project time is the factor worker absenteeism, and skill levels of manpower training, overtime factor, factor rewards and compensation, recognition factor to workers, factors of safety of workers and factors of control and supervision of working hours. It also made recommendations on measures the productivity of factors of outsourcing labor contracts that affect the most significant to the performance of projects in time and can reduce the possibility of project delays due to performance time of the decline in labor productivity ousourcing contracts in construction projects."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T26637
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ignatius Yuli Saptana
"Kompleksitas proyek EPC yang dikarenakan saling ketergantungan antara aktifitas engineering, procurement dan construction mempunyai tantangan utama dalam mengkoordinasikan aliran informasi dan proses iterasi diantara disiplin engineering yang terlibat. Penerapan concurrent engineering memerlukan suatu sistem untuk meminimalkan terjadinya rework yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dalam pengelolaan aliran informasi engineering. Tesis ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis yang menghasilkan model fitted dengan nilai R2 62% yang menunjukkan hubungan signifikan antara faktor internal dan eksternal terhadap rework. Tesis ini juga mengkaji penerapan concurrent engineering dengan pendekatan Design Structure Matrix (DSM) yang bertujuan untuk meminimalkan rework dengan pengaturan aktifitas proyek.

EPC project complexity with interdependences between engineering, procurement and construction has a major challenge in coordinating the flow of information and iterative process between engineering disciplines. Implementation of concurrent engineering requires a system to minimize the occurrence of rework caused by internal and external factors in the management of the flow of engineering information. With Confirmatory Factor Analysis resulting models fitted R2 62% which showing a significant relationship between internal and external factors with rework. This thesis also examines the application of Concurrent Engineering with Design Structure Matrix (DSM) approach to minimize rework."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T33299
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Buyung Prakarsa Perdana
"Pemanfaatan proyek yang lebih luas membutuhkan sebuah orientasi baru di dalam project management dan sebuah model baru untuk operasi yang lebih efektif di dalam organisasi. Project management office (PMO) hadir sebagai salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan keseluruhan kinerja organisasi dengan meningkatkan prospek kinerja proyek dan meminimalkan kemungkinan untuk gagal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran-peran PMO terhadap kinerja proyek dengan menganalisa model struktural penelitian menggunakan metode partial least square (PLS). Pengolahan data dilakukan menggunakan metode deskriptif, yaitu hasil survey berupa wawancara dan kuesioner kepada pakar dan responden Analisa data deskriptif dan statistik dilakukan dengan bantuan software smartPLS 2.0. Hasil penelitian yang didapat adalah kapabilitas PMO memiliki hubungan yang paling signifikan terhadap kinerja proyek, kemudian tingkat kewenangan dan kontroling PMO.

Utilization of a wider project requires a new orientation in project management and a new model for more effective operations within the organization. Project management office (PMO) is present as an alternative solution to improve the overall performance of organizations by improving the performance prospects of the project and minimize the possibility of failure. This study aimed to investigate the effect of PMO roles on the project performance by analyzing the structural model by using partial least square (PLS). Data processing is done using the descriptive method, the survey results in the form of interviews and questionnaires to experts and respondents, and statistical analysis performed by utilizing smartPLS version 2.0. The results obtained are PMO capability has the most significant relationship to the project performance, then the level of authority and controlling."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T33313
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rossy Armyn Machfudiyanto
"Industri Konstruksi memiliki kontribusi besar dalam perekonomian. Permasalahan yang sering terjadi bahwa industri konstruksi memiliki catatan kecelakaan yang buruk dibandingkan industri yang lain. Penelitian ini bertujuan melakukan improvement kebijakan dan kelembagaan untuk meningkatkan tingkat kematangan dan kinerja keselamatan pada Industri Konstruksi di Indonesia.
Metode Penelitian menggunakan data primer dan sekunder dari hasil literatur yang divalidasi pakar serta melakukan survei kuesioner responden yang dianalisa menggunakan Metode SEM-PLS.
Hasil Penelitian menjelaskan bahwa kebijakan keselamatan, pembiayaan, reward dan punishment merupakan faktor yang dominan yang diintegrasi dengan lembaga yang terlibat dalam K3 untuk memperbaiki budaya keselamatan ditinjau dari elemen tingkat kematangan dalam meningkatkan kinerja keselamatan dan kinerja proyek konstruksi di Indonesia.

The Construction Industry has a huge contribution in the economy. The frequent problem is that the construction industry has a poor record of accidents compared to other industries. This study aims at improving the policies and institutions to improve the level of maturity, safety performance and project performance in the Construction Industry in Indonesia.
Methods The study used primary and secondary data from the literature that validated the expert and conducted a questionnaire survey of respondents who analyzed using the SEM-PLS Method.
The results of the study explain that the safety, financing, reward and punishment policies are the dominant factors that are integrated with the institutions involved in OSH to improve safety culture in terms of the elements of maturity level in improving the safety performance and performance of construction projects in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
D2644
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library