Ditemukan 63 dokumen yang sesuai dengan query
Rizka Fadila Muhammad
"Pengembangan Stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral pertama dan terbesar di Indonesia diproyeksikan akan menjadi episentrum baru dari
pergerakan masyarakat di kawasan Jabodetabek. Seiring berkembangnya kawasan Manggarai, kebutuhan masyarakatnya akan turut berkembang
termasuk kebutuhan tersier untuk hobi dan hiburan. Peningkatan minat ini mendorong industri kecantikan untuk terus berinovasi untuk menghadirkan
produk dan pelayanan yang baru. Maka dari itu didirikan Beauty Store & Salon untuk menyalurkan hobi dan kreativitas masyarakat sekitar serta
pengunjung daerah Manggarai.
The development of Manggarai Station to become the first and largest central station in Indonesia is projected to become the new epicenter ofcommunity movement in the Jabodetabek area. As the Manggarai area develops, the needs of its people will also develop, including tertiaryneeds for hobbies and entertainment. This increase in interest encourages the beauty industry to continue to innovate to present new productsand services. Therefore, the Beauty Store & Salon was established to channel the hobbies and creativity of the local community and visitors tothe Manggarai area."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Ezra Dimas Nugroho
"Manggarai adalah sebuah daerah yang terkenal atas dua hal: Kedudukannya dalam kota Jakarta sebagai simpul besar transportasi umum Jakarta, dan keberadaan daerah Pasar Rumput, yaitu suatu kawasan komersil yang memiliki ikatan erat dengan penjualan barang bekas berupa toilet, perabotan, kendaraan roda, dll. Maka, daerah Manggarai cocok untuk dibangun menjadi daerah TOD (Transit Oriented Development), yang mengedepankan mobilitas rakyat menggunakan transportasi alternatif, seperti kendaraan umum, ridesharing, dan berjalan kaki. Namun, lingkup daerah TOD Manggarai cukup luas dan hampir melebihi batas kenyamanan pejalan kaki. Oleh karena itu, dinilai dibutuhkan bantuan untuk menyukseskan penghubungan seluruh daerah Manggarai demi mewujudkan TOD yang baik. Bantuan ini diusulkan dalam bentuk menyediakan pusat mobilitas mobii.us yang memanfaatkan aspek komersil kendaraan roda lokal Manggarai untuk menyediakan opsi transit.
Manggarai is an area known for two things: Its position in Jakarta as one of the major transit hubs of the city, and the presence of Pasar Rumput, a grassroots commercial area with strong connections to secondhand items such as sanitary items, furniture, transportation, etc. Therefore, Manggarai is considered suitable for development into a TOD (Transit Oriented Developmen) area, which prioritises mass mobility using alternative means of transportation such as mass transit, ridesharing, and walkability. However, the size of the Manggarai TOD Area is considered borderline too large to be fully traversable by foot. Thus, the Manggarai TOD Area requires transportation alternatives within the area itself to support the growth of the far reaches of the TOD. This alternative solution is provided by the mobii.us Mobiluty Hub, connecting the secondhand transport availability in the local area with the need for faster and easier transport within Manggarai."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Eubisius Vercelli Ocvanto Kuncoro
"Kehidupan masyarakat di daerah Manggarai, khususnya masyarakat disekitaran Jalan Menteng Wadas tidak pernah lepas dari penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi sehari-hari. Sehingga untuk menghilangkan kemungkinan dari dampak yang dihasilkan jika motor tidak bisa digunakan untuk akomodasi sehari-hari ialah dengan membuat sebuah bengkel motor guna menservis/memperbaiki motor sehingga motor bisa tetap terjaga dan terawat untuk tetap menjadi akomodasi utama masyarakat. Selain itu bengkel motor tidak hanya menjadi tempat untuk menjaga kualitas motor, tetapi untuk juga mendukung “eksplorasi masyarakat” untuk mengotak ngatik motor dengan memberikan tempat untuk modifikasi motor sehingga masyarakat bisa belajar tentang motor dan hasil dari modifikasi motor mungkin saja bisa dijadikan lahan kerja untuk menaikan ekonomi masyarakat.
The lives of people in the Manggarai area, especially the people around Jalan Menteng Wadas, have never been separated from the use of motorbikes as a means of daily transportation. So, to eliminate the possible impacts if the motorbike cannot be used for daily accommodation, it is necessary to create a motorbike repair shop to service/repair the motorbike so that the motorbike is maintained and maintained and remains the main recommendation for the community. Apart from that, the motorbike repair shop is not only a place to maintain the quality of motorbikes, but also supports "community exploration" to tinker with motorbikes by providing a place for motorbike modifications so that people can learn about motorbikes and the results of motorbike modifications can possibly be used as a job site to improve the economy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Helen Rosabella Arianto
"Manggarai Community Center hadir sebagai wadah bagi masyarakat kampung wadas dan masyarakat pendatang yang akan tinggal disekitar daerah TOD manggarai untuk memiliki ruang publik yang dapat mewadahi berbagai-macam kegiatan kemasyarakatan. Hal ini dikarenakan Mangarai akan berkembang menjadi kawasan TOD dimana berdasarkan data kependudukan, kepadatan penduduk di kawasan manggarai sendiri telah mencapai kurang lebih 42 ribu orang per km2. Sehingga dengan padatnya penduduk dalam kawasan tersebut menyebabkan keterbatasan ketersediaan lahan yang berujung pada minimnya ruang publik yang dapat mewadahi kegiatan kemasyarakatan. Bangunan ini diharapkan dapat mewadahi kegiatan komunal masyarakat sekitar, seperti: tempat kumpul bagi masyarakat, rapat RT/RW, bakti sosial, posyandu, bukber, acara kebersamaan warga, pemilu, donor darah dan lain sebagainya. Fasilitas yang ditawarkan dalam bangunan antara lain, ruang serbaguna, ruang membaca dan belajar, meeting room, ruang komunal dan mushola.
The Manggarai Community Center is a space designed for the residents of Kampung Wadas and newcomers who will live in the TOD Manggarai area to have a public space that can accommodate various community activities. This is because Manggarai will develop into a TOD area where, based on population data, the population density in the Manggarai area itself has reached approximately 42,000 people per km2. As a result, the dense population in the area has led to limited land availability, resulting in a lack of public spaces that can accommodate community activities. This building is expected to be able to accommodate communal activities for the surrounding community, such as: a gathering place for the community, RT/RW meetings, social services, posyandu, bukber, community events, elections, blood donation and so on. The facilities offered in the building include a multipurpose room, a reading and study room, a meeting room, a communal room and a mushola."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Moses Matthew Hendrawan
"Dalam keseharian kehidupan masyarakat di Jakarta waktu menjadi hal yang bisa dibilang mewah terutama bagi para pekerja. Konsep TOD di hadirkan untuk membantu masyarakat untuk mengurangi waktu perjalanan dari tempat tinggal menuju area aktifitas. Transportasi dan fasilitas umum menjadi tulang punggung dari konsep TOD, namun bukan tanpa kekurangan fasilitas-fasilitas tersebut bisa menjadi faktor berkurangnya kenyamanan para pengguna nya. Seperti saat berangkat menggunakan transjakarta dan kereta berhimpit- himpitan dengan penumpang lain bukanlah hal yang jarang kita temui, alhasil penampilan yang disiapkan saat berangkat dengan rapi dan baik menjadi lusuh ketika sudah sampai di tempat kerja.
Menanggapi keresahan masyarakat akan fenomena tersebut, fasilitas laundry dan public shower dihadirkan di pusat transit area pengembangan CBD di manggarai yang sudah berkonsep TOD. Dengan harapan dapat mewadahi kebutuhan mendasar keseharian pekerja dan penghuni di area pengembangan CBD manggarai tersebut, sehingga kualitas keseharian mereka dapat meningkat.
In the daily life of Jakarta's society, time can be considered a luxury, especially for workers. The concept of TOD (Transit-Oriented Development) is introduced to assist people in reducing travel time from residential areas to activity hubs. Transportation and public facilities are the backbone of the TOD concept, albeit not without shortcomings; these facilities can sometimes reduce user comfort. For instance, commuting with Transjakarta or crowded trains is a common experience, often resulting in the deterioration of one's appearance prepared meticulously for work upon arrival.Responding to public concerns about this phenomenon, laundry facilities and public showers have been introduced at the transit center in the CBD development area in Manggarai, which is already TOD-conceptualized. This initiative aims to accommodate the basic daily needs of workers and residents in the Manggarai CBD development area, thereby enhancing their daily quality of life."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Maya Andini
"Riset menyatakan bahwa Jakarta masuk sebagai kota dengan tingkat stress tinggi di dunia dan stasiun Manggarai merupakan salah satu stasiun kereta terbesar dan tersibuk. Musik dapat merilekskan pikiran dan memberikan energi, dan itulah fungsi utama bangunan ini. Terletak pada kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai yang menyediakan berbagai area latihan bermusik multifungsi, termasuk performing stage, rehearsal hall, dan recording studio. Bangunan Music Creative Space ini menyediakan space untuk pengunjung Manggarai dan penghuni sekitar living habitat untuk berkolaborasi, berkreasi bermusik, terinspirasi, membuat, dan menampilkan karyanya.
Research show that Jakarta is a city with high stress levels in the world and Manggarai station is one of the largest and busiest train stations. Music can relax the mind and provide energy, and that is the main function of this building. Located in the Manggarai Transit Oriented Development (TOD) area which provides various multifunctional music practice areas, including a performing stage, rehearsal hall and recording studio. The Music Creative Space building provides space for visitors to Manggarai and residents around the living habitat to collaborate, create music, be inspired, create and display their work."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Maghfirasari Adhani
"Manggarai, Jakarta Selatan merupakan daerah dengan dinamika yang sedang berubah dengan pesat. Banyaknya titik transit transportasi yang muncul dan kepadatan ruang bertinggal tidak diiringi dengan keberadaan ruang publik, lapangan pekerjaan yang sepadan, dan aktivitas positif yang dapat dilakukan secara komunal. Hal ini berkontribusi pada masalah tawuran antara pemuda.
MANGG4RAI hadir sebagai proposal desain untuk menciptakan ruang ketiga milik publik yang dapat berfungsi sebagai tempat pertukaran ilmu lintas generasi dengan aktivitas berprinsip 4R (reuse, repair, remanufacture, recycle). Program ini mengkombinasikan keberadaan lapak para penjual furniture bekas di Jalan Sultan Agung Raya dan penumpukan sampah plastik di Pintu Air Ciliwung, Manggarai—mengurai kericuhan pemuda dengan memberikan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan (sustainable).
Manggarai, a rapidly evolving district in South Jakarta, Indonesia, faces a unique set of challenges. The emergence of numerous transportation hubs and the increasing density of residential areas have not been accompanied by the creation of adequate public spaces, commensurate employment opportunities, or positive communal activities. This has contributed to the issue of youth brawls."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Fauzan Hadi Yassin
"Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, sebagai salah satu proyek pengembangan transportasi terintegrasi terbesar di Jakarta, diprediksi akan menjadi hub mobilitas dan aktivitas yang ramai. Hal ini memicu kebutuhan akan Tourist Information Center (TIC) yang berperan sebagai pusat informasi dan layanan bagi wisatawan. TIC di TOD Manggarai memiliki peran penting dalam menyambut dan melayani wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Kehadiran TIC akan memberikan informasi wisata yang komprehensif, membantu wisatawan dalam merencanakan perjalanan, dan menyediakan layanan pendukung lainnya seperti pemesanan tiket, penukaran mata uang, dan akses internet. Terintegrasinya TIC dengan TOD Manggarai menghadirkan sinergi yang bermanfaat bagi kedua pihak. TOD Manggarai menyediakan aksesibilitas yang mudah bagi wisatawan, sementara TIC membantu meningkatkan citra dan daya tarik kawasan TOD Manggarai sebagai destinasi wisata yang terintegrasi dan ramah wisatawan.
The Transit Oriented Development (TOD) Manggarai area, one of the largest integrated transportation development projects in Jakarta, is predicted to become a bustling hub for mobility and activities. This triggers the need for a Tourist Information Center (TIC) to serve as a center of information and services for tourists. A TIC in TOD Manggarai plays a crucial role in welcoming and serving tourists visiting the area. The presence of a TIC will provide comprehensive tourist information, assist tourists in planning their trips, and offer other supporting services such as ticket reservations, currency exchange, and internet access. The integration of TIC with TOD Manggarai presents a beneficial synergy for both parties. TOD Manggarai provides easy accessibility for tourists, while TIC helps enhance the image and appeal of TOD Manggarai as an integrated and tourist-friendly destination."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Zalfa Salsabila
"TOD Manggarai merupakan sebuah daerah pembangunan perkotaan yang didesain untuk memaksimalkan jumlah ruang perumahan, bisnis, dan rekreasi dalam jarak berjalan kaki dari transportasi umum di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan dengan penduduk mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah. Pemadatan penduduk yang tidak dapat terelakkan pada konsep TOD membuat komunitas eksisting memerlukan tempat publik yang dapat menunjang mereka pada perspektif baru. Bidang kuliner merupakan salah satu aspek penting yang melekat pada keseharian neighborhood di Jakarta dan dapat juga menjadi pemersatu penduduk pada tingkat kesejahteraan yang beragam. Manggarai Meal Centre adalah sebuah kitchen studio dengan communal kitchen sebagai program utamanya, yang berfungsi sebagai pusat komunitas untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan di bidang kuliner. Desain bangunan mid-rise ini merespons interaksi manusia dengan ruang urban, khususnya untuk penduduk yang telah direlokasi dari rumah tapak akibat perencanaan TOD. Pusat ini juga mengatasi masalah keberlanjutan dengan menangani limbah makanan yang sering terjadi dari berbagai pasar dan produsen bahan pokok di sekitar area tersebut.
Manggarai TOD is an urban development area designed to maximize the amount of residential, business, and recreational space within walking distance of public transportation in Manggarai, Tebet, South Jakarta, with a majority of low-income residents. The inevitable population density in the TOD concept requires existing communities to have public spaces that support them from a new perspective. The culinary field is an important aspect of daily life in Jakarta neighborhoods and can also unite residents of diverse socioeconomic levels. The Manggarai Meal Centre is a kitchen studio with a communal kitchen as its main program, serving as a community hub for developing interests, talents, and skills in the culinary field. The design of this mid-rise building responds to the human interaction with urban spaces, particularly for residents who have been relocated from landed houses due to TOD planning. It also addresses the issue of sustainability by tackling food waste that often occurs from various markets and staple food producers around the area."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Fajri Nur Almaasah
"Dengan tingginya aktivitas dan kepadatan penduduk baik dari penduduk lokal dan pendatang/pengunjung pada kawasan manggarai, kebutuhan-kebutuhan utama harus dipenuhi agar menciptakan sinergi yang diinginkan. Untuk menciptakan keberagaman yang sinergis serta memenuhi kebutuhan pengguna baik lokal dengan aspek yang menguntungkan serta pendatang/pengunjung yang praktis dan cepat survey terhadap tapak dilakukan untuk melihat kondisi real dan bagaimana meresponnya. Berdasarkan survey yang berawal pada kebutuhan primer ditemukan keberagaman dalam penyediaan kebutuhan papan atau tempat tinggal, serta pangan atau makanan. Namun kurang pada aspek sandang atau kebutuhan pakaian masyarakat. Berdasarkan konteks-konteks tersebut diputuskan untuk membuat sebuah desain yang menunjang kebutuhan pakaian baik pria dan wanita, berbahan utama pada bahan bekas, rusak, atau tidak terpakai sehingga meningkatkan aspek menerus. Dengan teknik upcycling, produk yang dihasilkan akan memiliki daya jual sehingga menguntungkan pengrajin. Dimana fungsi ini juga memberdayakan warga setempat untuk menjadi pengrajin sehingga keuntungan juga didapatkan oleh masyarakat. Fungsi ini juga mengakomodasi perbaikan pakaian secara praktis dan cepat untuk pengunjung dan pendatang yang lewat
Due to the high level of activity and population density in the Manggarai area, both from local residents and visitors, primary needs must be met in order to create the desired synergy. To create synergistic diversity and meet the needs of both local users with advantageous aspects and visitors who are practical and fast, a site survey was conducted to see the real conditions and how to respond to them. Based on the survey, which began with primary needs, diversity was found in the provision of shelter or housing and food or meals. However, there was a lack of focus on the aspect of clothing or clothing needs for the community. Based on these contexts, it was decided to create a design that supports the clothing needs of both men and women, using mainly used, damaged, or unused materials, thus increasing the aspect of sustainability. With the upcycling technique, the resulting products will have a selling value, thus benefiting the artisans. This function also empowers local residents to become artisans, so that the community also benefits. This function also accommodates practical and fast clothing repairs for visitors and passersby."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library