Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 91 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lilly Pangestuti
"Efusi pleura merupakan kejadian akumulasi cairan yang berada diantara lapisan parietal dan visceral. Efusi pleura terjadi akibat akumulasi cairan dimana pembentukan cairan pleura yang lebih cepat dibandingkan proses penyerapannya. Dyspnea merupakan pengalaman subjektif pasien tentang ketidaknyamanan saat bernapas dengan kualitas pernapasan ringan, sedang dan berat. Positioning yang tepat dapat memperbaiki proses ventilasi dapat meningkatkan ekspansi paru sehingga mengurangi sesak yang dialami oleh pasien. Tujuan : studi ini untuk menganalisis intervensi keperawatan mandiri berupa pengaturan posisi semi-fowler pada pasien dengan masalah pola napas tidak efektif pada kasus efusi pleura. Metode : yang digunakan adalah studi literatur terkait pemberian posisi semi-fowler pada pasien yang memiliki masalah pernapasan. Penerapan posisi semi-fowler merupakan posisi yang direkomendasikan untuk pasien efusi pleura dengan alat ukur MRC Dyspnoea scale. Asuhan keperawatan diberikan kepada pasien kelolaan yaitu Ny. A (60 tahun) dengan Efusi Pleura dan gagal jantung. Asuhan keperawatan dilakukan selama empat hari dengan satu hari periode IGD dan ICCU serta tiga hari pada periode ICCU. Masalah keperawatan utama yang dialami pasien adalah pola nafas tidak efektif. Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana keperawatan, termasuk penerapan posisi semi-fowler. Hasil : studi menunjukan pemberian posisi semifowler berdampak pada peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada kondisi sesak dengan alat ukur MRC Dyspnoea scale. Analisis studi ini merekomendasikan pengaturan posisi semi-fowler efektif untuk diimplementasikan pada pasien dengan masalah pola napas tidak efektif.

Pleural effusion is an accumulation of fluid between the parietal and visceral layers. Pleural effusion occurs due to fluid accumulation where the formation of pleural fluid is faster than the absorption process. Dyspnea is the patient's subjective experience of discomfort when breathing with mild, moderate and severe respiratory qualities. Positioning The right one can improve the ventilation process can increase lung expansion thereby reducing shortness of breath experienced by patient. Objective : this study was to analyze the intervention Independent nursing in the form of positioning semi-fowler in patients with problems with ineffective breathing patterns in cases of pleural effusion. Method : Which used is a literature study related to position assignment semi-fowler on patients who have respiratory problems.Application of position semi-fowler is the recommended position for pleural effusion patients with measuring instruments MRC Dyspnoea scale. Nursing care given to the managed patient, namely Mrs. A (60 years old) with Pleural Effusion and heart failure. Nursing care is provided for four days with one day during the ER and ICCU period and three days during the ICCU period. The main nursing problem experienced by patients is ineffective breathing patterns. Implementation is carried out in accordance with the nursing plan, including position implementation semi-fowler. Results: studies show position assignment semi-fowler has an impact on increasing oxygen saturation and a decrease in respiratory frequency in shortness of breath with measuring instruments MRC Dyspnoea scale. The analysis of this study recommends positioning semi-fowler effective to implement in patients with breathing pattern problems effective.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Desti Ermawati Putri
"Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat khususnya di daerah perkotaan akibat adanya perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak, tinggi kalori serta minim melakukan aktivitas fisik. Salah satu komplikasi DM adalah terjadinya ulkus diabetik khususnya di bagian ekstremitas bawah dan berisiko untuk mengalami infeksi dan sepsis. Masalah tersebut jika tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan sepsis berat, syok sepsis, Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS), dan kematian. Oleh sebab itu, diperlukan deteksi dini dan penanganan segera agar dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien dengan sepsis.

Diabetes mellitus (DM) is one of metabolic diseases with hyperglycemia characteristic that occurs due to abnormal insulin secretion, action of insulin, or both them. Diabetes mellitus is a degenerative disease with increasing prevalence, especially in urban areas due to changes in lifestyle of the people who tend to consume foods that are high fat, high calories and lack of physical activity. One of the complications of diabetes is diabetic foot ulcers especially in the lower extremities and at risk for infection and sepsis. These problems if not treated properly can lead to severe sepsis, septic shock, multiple organ dysfunction syndrome (MODS), and death. Therefore, early detection and treatment is required immediately in order to improve the survival rate of patients with sepsis."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ismayati
"Kasus gagal ginjal kronik pada masyarkat perkotaan meningkat kejadiannya setiap tahun. Sebagai dampak dari gaya hidup yang serba instan. Pasien yang mengalami gagal ginjal pada stadium akhir menjalani program hemodialisa sebagai terapi modalitas penganti ginjal. Ketaatan dan kepatuhan dalam menjaga keseimbangan cairan adalah kunci dalam menjaga dari komplikasi kelebihan cairan. Kepatuhan untuk menjaga keseimbangan cairan harus muncul dari diri pasien sendiri dengan cara menumbuhkan efikasi diri pasien dalam menjalankan program terapi. Untuk menumbuhkan efikasi diri dilakukan dengan memberika discharge planning terstruktur. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran keefektifan discharge planning terstruktur terapi efikasi pada pasien dengan gagal ginjal kronik di daerah perkotaan.

As the result of instant life style, the incidence of chronic kidney disease (CKD), among urban citizen is rapidly increasing annually. Patient with end stage renal failure will undergo hemodialysis to replace their kidney fungtion. Obedience in maintaining balance fluid intake is the key success to prevent complication. The obedience should come from the awareness of the patient by developing self efficacy in undergoing the therapy. Self efficacy can be developed by giving structurized discharge planning this report aim to describe the effectiveness of discharge planning program for self efficacy of patient with ckd.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Christafenny
"Kebiasaan konsumsi alkohol merupakan salah satu faktor risiko masalah kesehatan masyarakat perkotaan. Penyakit yang dapat timbul dari kebiasaan konsumsi alkohol adalah sirosis hati. Karya Ilmiah Akhir ini memberikan gambaran tentang analisis praktik klinik keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan pada pasien sirosis hati di ruang perawatan umum lantai 6 Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.
Implementasi yang telah dilakukan meliputi implementasi manajemen nutrisi, manajemen cairan, dan hipertermia. Intervensi yang menjadi unggulan adalah asupan protein nabati adekuat sebagai upaya peningkatan status nutrisi pasien sirosis hati. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan lingkar lengan atas, peningkatan nilai hemoglobin dan albumin, peningkatan kondisi klinis, dan penurunan lingkar perut.

The habit of alcohol consumption is one of the risk factors of urban public health problem. The disease can arise from alcohol consumption habits is liver cirrhosis. This final scientific paper provides an overview of the analysis of urban health nursing clinical practice at liver cirrhosis patients in floor 6 of general care Army Center Hospital Gatot Subroto.
Implementation has been done include the implementation of nutrient management, fluid management, and hyperthermia. Intervention that are seeded adequate intake of vegetable protein as an effort to improve the nutritional status of liver cirrhosis patient. Evaluation results show that an increase in upper arm circumference, hemoglobin and albumin increased value, improved clinical conditions, and a decrease in abdominal circumference.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Amy Kurniawati
"Hipertensi telah menjadi penyakit global yang menyerang hampir semua lapisan masyarakat. Pengemudi angkutan memiliki kecenderungan untuk menderita hipertensi akibat gaya hidup dan lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini menggunakan cross sectional design yang melibatkan 98 responden yang diambil secara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pola makan konsumsi tinggi lemak dan serat pada kejadian hipertensi dan tidak ada hubungan signifikan antara tingkat stres pada kejadian hipertensi (p= 0,028). Pengaturan pola makan perlu diatur dengan baik sebagai langkah pencegahan hipertensi bagi para pengemudi.

Hypertention has become a global disease which attack almost of society level. Public health driver had a tendency to have hypertension due to their life style and work environment. This research aims to identify the correlation between eating pattern and stress level with hippertension on public transportation driver in Depok Station. This research used cross sectional design with 98 samples using simple random sampling. Result showed that there was a correlation between eating pattern and hypentension (95% CI) and there was no significant correlation betwen stress level with hypertension (p >0.05, α=0,05). Eating pattern have to be well managed to prevent hypertension in public transportation driver."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
S62161
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vera Rakhmawati Nugraheni
"Radioterapi memiliki kesan yang negatif bagi para pasien karena proses pengobatannya yang tidak terlihat dan efek samping yang dikhawatirkan. Kurangnya informasi terkait radioterapi dan efek sampingnya menimbulkan ketakutan, kecemasan, atau depresi pada pasien. Tujuan penulisan ini adalah untuk melakukan analisis praktik klinik peran perawat sebagai edukator dalam mengatasi kecemasan pada pasien tumor otak yang menjalani radioterapi. Edukasi yang diberikan kepada klien mengenai manajemen efek samping terbukti membuat pasien merasa lebih tenang. Rekomendasi penulisan ini ialah agar perawat melakukan peran edukator pada pasien yang menjalani radioterapi melalui pendekatan psikososial demi mengurangi dan mencegah kecemasan pasien.

Radiotherapy has its negative impression for patients because the treatment can't be seen and the adverse effects they are afraid of. The lack of informatios regarding the side effects and how to manage them causes anxiety and depression in patients. This report purposed to analyze clinical practice of nurse's role as an educator focused to anxiety management in brain tumor patient receiving radiotherapy. Education about the adverse effects of radiotherapy and its’s management was given. The result showed it can relieve patient's anxiety. The recommendation for nurse is optimize nurse’s role as an educator in patient receiving radiotherapy with adding psychosocial approach in order to prevent anxiety in patients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Reta Anggita Pratiwi
"ABSTRAK
Gaya hidup memberikan pengaruh terhadap kejadian obstructive sleep apnea (OSA), diantaranya kebiasaan merokok, mengonsumsi kafein dan obesitas. Apabila kejadian OSA tidak ditangani, maka penderita OSA dapat mengalami tekanan darah tinggi, irama jantung ireguler, serangan jantung, stroke hingga gagal jantung. Penelitian dilakukan untuk melihat gambaran gaya hidup terhadap kemungkinan kejadian obstructive sleep apnea (OSA) ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 63 responden yang berada di komunitas. Hasil penelitian sebanyak 46 warga (73,01%) mengalami kemungkinan kejadian OSA dan 17 warga (26,98%) tidak mengalami kemungkinan kejadian OSA. Berdasarkan kebiasaan yang dijalani, sebagian besar warga (36,95%) mengalami kemungkinan OSA dengan kebiasaan mengonsumsi kafein serta obesitas. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghindari faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya OSA.

ABSTRACT
Lifestyle such as smoking habits, consumption of caffeine, and obesity, are influencing to occurrence of an obstructive sleep apnea (OSA) event. When OSA event is not well taken care of, then person with OSA can suffer to multiple health problems i.e high blood pressure, irregular heart beat, heart attack, stroke and heart failure. This study aimed to describe illustration of lifestyle that may lead to the possibility of obstructive sleep apnea occurrences. It was using a descriptive design with cross-sectional study toward 63 respondents in community. The result showed that 46 respondents (73,01%) have positive possibility of having OSA and 17 respondents (26,98%) have negative signs. Referring to types of habit, 36,95% respondents with caffeine-consumption and obesity have showed positive possibility of having OSA. Based on the findings, this study is expected to be able to increase people's awareness to avoid factors that may lead to the occurrence of OSA.
"
2016
S63438
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shintia Silvana
"Sebagian besar pasien yang mengalami kondisi kritis atau henti jantung menunjukkan minimal satu tanda klinis abnormal pada 6?8 jam sebelumnya. Karakteristik tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi mortalitas pasien di rumah sakit. Pengetahuan perawat mempengaruhi kemampuannya dalam mengidentifikasi pasien dengan perburukan kondisi.
Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik perawat, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama bekerja, beban kerja dan pengalaman seminar atau pelatihan, dengan tingkat pengetahuan tentang Early Warning Score. Sebanyak 110 perawat dipilih secara total sampling.
Hasil penelitian menujukkan sebagian besar perawat memiliki pengetahuan cukup (66,7%) dan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan (p = 0,009; CI = 95%; α = 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan agar meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas penerapan Early Warning Score. Pelatihan dan evaluasi rutin perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perawat. Materi Early Warning Score sebaiknya mulai diperkenalkan kepada mahasiswa di institusi pendidikan keperawatan.

Most patients in critical condition or that experienced cardiac arrest showed at least one abnormal clinical signs in 6-8 hours before the events. Health care providers? characteristic is one of several factors that influences in-hospital patients mortality. Nurses? knowledge affects their ability to recognize the deteriorating patients.
This research is a correlation study with cross-sectional method to identify the relationship between nurses? characteristics, which are age, gender, level of education, word duration, workload and experience in training and attending workshop, with level of knowledge on Early Warning Score. 110 nurses were selected by total sampling.
The results showed most nurses have enough knowledge (66,7%) and there is relationship between gender with level of knowledge (p = 0,009; CI = 95%; α = 0,05). Next researches are expected to identify the other factors that affect the effectiveness of Early Warning Score implementation. Training and evaluation should be conducted to improve nurses knowledge. Early Warning Score should be introduced to students in nursing schools.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S64797
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andini Wulandari
"[Jumlah perokok di Indonesia meningkat selama beberapa tahun terakhir dan
perokok usia dewasa awal menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola merokok yang meliputi lama
merokok, jumlah batang rokok yang dihisap per hari, dan jenis rokok yang biasa
dihisap dengan tekanan darah pada mahasiswa/i Universitas Indonesia usia
dewasa awal. Studi ini menggunakan desain cross sectional dan melibatkan 99
responden melalui quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara pola merokok dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah
diastolik. Hasil penelitian ini merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk
melakukan penelitian serupa dengan jumlah sampel yang lebih besar;The number of smokers in Indonesia have been increased for the last few years
and early adulthood smokers showed a fairly high prevalence. This study aimed to
determine the relationship between smoking patterns that include duration of
smoking, the number of cigarettes smoked per day, the usual type of cigarette
smoked and blood pressure on early adulthood among Universitas Indonesia
students. The study used a cross-sectional design and involved 99 respondents
through quota sampling. The results showed there is no relationship between
smoking patterns and systolic blood pressure and diastolic blood pressure. These
findings recommend to re-examine with enlarging the number of samples., The number of smokers in Indonesia have been increased for the last few years
and early adulthood smokers showed a fairly high prevalence. This study aimed to
determine the relationship between smoking patterns that include duration of
smoking, the number of cigarettes smoked per day, the usual type of cigarette
smoked and blood pressure on early adulthood among Universitas Indonesia
students. The study used a cross-sectional design and involved 99 respondents
through quota sampling. The results showed there is no relationship between
smoking patterns and systolic blood pressure and diastolic blood pressure. These
findings recommend to re-examine with enlarging the number of samples.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
S59413
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tanjung, Yuli Mirani
"Hipertensi merupakan faktor risiko terbesar penyakit kardiovaskuler yang mempeng hipertensi pada remaja akhir. Penelitian metode cross sectional ini melibatkan 95 orang mahasiswa yang berusia 18-20 tahun yang diikutsertakan secara accidental. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian hipertensi pada usia remaja akhir sebesar 11,6%.
Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa hipertensi berhubungan secara signifikan dengan obesitas dan jenis kelamin (p 0,005 dan p 0,046; α 0,05). Hipertensi ditemukan lebih banyak pada remaja obesitas (33,3%) dan laki-laki (17,2%). Saran untuk penelitian selanjutnya agar memperluas faktor hipertensi lainnya yang mungkin ditemukan pada remaja, serta untuk mahasiswa usia remaja agar rutin memeriksakan tekanan darah dan memperbaiki gaya hidup.

Hypertension is a major risk factor of cardiovascular disease which influences morbidity and mortality entire world. Recently, incidence of hypertension has increased in adolescence. Objective of this study was to identified the related factors of hypertension in late adolescents. This study applied cross sectional metodh involved 95 students aged 18-20 years who were enrolled accidentally. The prevalence of hypertension in this subjects was 11,6%.
The results of Chi Square test showed that hypertension significantly related to obesity and gender (p 0,005 and p 0,046; α 0,05). Hypertension were found the greater prevalences in obese (33,3%) and male (17,2%) late adolescents. It is recommended for further research to extended the another factors of hypertension which may be found in adolescents and also suggested to the students for monitoring routinely blood pressure and changing lifestyle.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
S60964
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>