Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Gede Adidasmanae
"Polyethylene terephthalate (PET) merupakan poliester termoplastik yang diproduksi secara komersial melalui produk kondensasi. PET adalah bahan dasar dari botol plastik. Banyaknya limbah produk berbahan dasar PET yg sulit diuraikan, menjadi salah satu alasan untuk menggunakannya sebagai bahan isian yang berfungsi sebagai serat dalam beton, selain untuk menambah kekuatan beton itu sendiri.
Kadar PET yang ditambahkan pada beton normal adalah 1.35 ; 2.70 ; 4.05 ; 6. 75 ; 9.45 dan 13.50 kg/m3 atau dalam volume fraksi adalah 0.00 ; 0.10 ; 0.20 ; 0.30 ; 0.50 ; 0.70 ; 1.00 %. Percobaan pembebanan yang dilakukan meliputi pembebanan tekan, pembebanan lentur dan modulus elastisitas. Benda uji percobaan untuk kuat tekan, dan modulus elastisitas adalah silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, untuk benda uji percobaan lentur adalah balok 15x15x60 cm3.
Dari hasil penelitian beton normal berumur 28 hari, dapat disimpulkan dengan bertambahnya kadar serat maka beton segar akan mangalami penurunan nilai slump yang sangat mempengaruhi workability.
Dengan kadar PET 0.7% terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 10.1% pada silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Peningkatan kuat lentur sebesar 37.8% pada balok. Penambahan modulus elastisitas sebesar 24.6% dan poisson’s ratio sebesar 40.2% pada benda uji silinder diameter 15 cm, tinggi 30cm

Polyethylene terephthalate (PET) is thermoplastic polyester commercially produced condensation process. Beside of its function in increasing the concrete’s strength, the many un-degraded wastes made of PET is the main reason of using it as filler material in concrete.
Rates of PET added on normal concrete are 1.35, 2.70, 4.05, 6.75, 9.45, and 13.50 kg/m3. In volume fraction, they are 0.00, 0.10, 0.20, 0.30, 0.50, 0.70, and 1.00 %. Loading tests applied comprises of compressive loading, bending loading, and elasticity modulus tests. Test samples for compressive and elasticity modulus are cylindrical concrete with 15 cm in diameter and 30 cm in height. Meanwhile, 15x15x60 cm3 concrete cubes are used for bending tests.
Thesis analysis shows that for 28 days aged concrete, it is concluded that the increase in fiber rate will decrease slump value equivalently which highly effect its workability.
With PET rate of 0.70 %, the compressive strength is increased by 11% for cylindrical concrete and bending is increased by 37.8 % for cubes. The said rate of PET also increase elasticity modulus by 24.6 % and poisson’s ratio by 40.2 % on cylindrical test samples.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S35734
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pratiwi Eka Wulandari
"Hal yang sangat penting dalam perencanaan struktur gedung bertingkat adalah analisa desain gedung tahan gempa, karena gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang tak dapat dihindari. Sifat dari gempa bumi yang merugikan khusunya bagi bangunan, harus diatasi dengan perencanaan struktur bangunan yang tahan terhadap pengaruh gempa. Perlu diketahui bahwa selama beberapa dekade terakhir, beberapa sistem struktur komposit baja dan beton telah banyak digunakan pada konstruksi bangunan tinggi dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Sistem ini memadukan rigiditas dan formabilitas dari struktur beton dengan kecepatan pengerjaan dari struktur baja yang menghasilkan suatu produk struktur yang ekonomis. Satu bagian struktur yang memadukan struktur persegi kosong dengan isi beton didalamnya. Sifat dari material beton yang getas dan baja yang daktail membuat penelitian tentang komposit baja beton berlanjut hingga mengeksplorasi kekuatan komposit hingga mencapai bagian plastisnya.
Desain bangunan rumah sakit dalam penelitian ini memakai prinsip perencanaan bangunan tahan gempa dengan menggunakan material komposit. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisa bangunan ini yaitu dengan analisa dinamik riwayat waktu (time history) non linear. Hasil yang didapat adalah perilaku inelastis yang berasal dari adanya hinge properties yang didefine pada penampang komposit yang digunakan. Dengan demikian dari sini akan memperlihatkan mekanisme sendi plastis serta mekanisme lelehnya penampang yang didapat dari pemberian empat beban rencana yaitu Elcentro, Loma-Prieta, Northridge, dan San Fernando.

Thing that is very important in planning the structure of buildings are earthquakeresistant building design analysis, due to an earthquake is one of the natural phenomena that can not be avoided. The nature of earthquakes especially harmful to the building, must be addressed by structural design of earthquake-resistant effect. Please note that during the last few decades, several systems of steel and concrete composite structures have been widely used in the construction of tall buildings in the design of earthquake resistant buildings. This system combines rigidity and formabilitas of concrete structures with the speed of construction of steel structure that produces a product of economic structures. One part of the structure that combines an empty square structure with concrete contents therein. The nature of the brittle concrete material and a ductile steel making research on composite steel concrete composite continues to explore the strength to reach the plastisnya.
Hospital building design in this research uses the principles of earthquake resistant building design using composite materials. Approach used to analyze the building that is with time history dynamic analysis (time history) nonlinear. The results obtained are derived from the inelastic behavior of the didefine hinge on cross-sectional properties of composite used. Thus from here will show the hinge mechanism and the mechanism of melting obtained from the provision of section four of the plan expense Elcentro, Loma-Prieta, Northridge, and San Fernando. Hospital building composite structure behavior due to dynamic analysis of time history non linear.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50649
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Silitonga, Yosua P.D.
"Skripsi ini membahas tentang perilaku struktur bangunan gedung kuliah 9 lantai dengan menggunakan material komposit baja beton (Rectangular Hollow Section). Analisis yang digunakan adalah analisis statik nonlinier / analisis pushover, berdasarkan prinsip performance-based design. Performace-based design merupakan perencanaan berbasis performa yang dilakukan dengan menetapkan berbagai tingkat kinerja. Saat ini terdapat tiga metode evaluasi kinerja dengan analisis statik nonlinier, yaitu metode spectrum kapasitas ATC-40, metode koefisien perpindahan FEMA 356, dan metode koefisien perpindahan yang diperbaiki FEMA 440.
Penelitian ini adalah penelitian simulasi numerik dengan bantuan program komputer SAP 2000 v14.0.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan berbasis kinerja dapat memberikan informasi sejauh mana suatu gempa akan mempengaruhi struktur. Dengan demikian sejak awal pemilik bangunan, perencana maupun pemakai mendapat informasi bagaimana bengunan tersebut berperilaku bila ada gempa.

This thesis discusses the behavior of a college building with nine floors using steel concrete composite material (Rectangular Hollow Section). The analysis method is a nonlinear static analysis / pushover analysis, based on the principle of performance-based design. Performace-based design is a performance-based planning is done by assigning different levels of performance. Currently there are three methods of performance evaluation by nonlinear static analysis, namely the capacity spectrum method ATC-40, FEMA 356 method transfer coefficient, and an improved method of transfer coefficient FEMA 440.
This research is a numerical simulation with the aid of a computer program SAP 2000 v14.0.0. Results showed that performance-based planning can provide information on the extent to which an earthquake will affect the structure. Thus, since the beginning of building owners, planners and users get information on how to behave when there is earthquake.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50606
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indra Nurudin Fathoni
"Tangki minyak pelat baja merupakan struktur yang perannya semakin vital seiring dengan kebutuhan akan bahan bakar yang terus meningkat. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana cara mendesain tangki minyak pelat baja sesuai dengan peraturan API 650 10th Edition ?Welded Steel Tank For Oil Storage? terutama untuk bagian dinding tangki, kemudian bagaimana kita menerapkan beban gempa pada tangki hingga perilaku tangki berupa gaya dalam yang dialami oleh dinding tangki akibat beban internal dan beban gempa tadi. Dalam penelitian ini akan diberikan variasi perbandingan diameter dan tinggi tangki serta perbedaan wilayah gempa namun pada volume yang dijaga tetap sebesar 150.000 Barrel. Dari variasi tersebut akan didapatkan variasi manakah yang paling efektif dari sudut pandang penelitian ini serta seberapa besar pengaruh beban gempa pada dinding tangki."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1005
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muliadi Halim Wijaya
"ABSTRAK
Metode half-slab merupakan penggabungan dua metode yaitu pelat pracetak sebagai dasar dan pelat konvensional sebagai penutup/topping. Skripsi ini membahas mengenai kinerja metode half-slab jika dibandingkan dengan metode konvensional. Shell-layered untuk permodelan pelat dan grid sebesar 10 mm untuk permodelan sambungan antar pelat digunakan untuk menganalisa bangunan empat lantai menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan ETABS. Analisa struktur akibat pembebanan gravitasi dan gempa bumi dilakukan dengan meninjau periode getar, reaksi perletakan, gaya geser dasar, lendutan/displacement serta gaya-gaya dalam.
Hasil pada pembebanan gravitasi, terjadi diskontinuitas gaya dalam momen pada area sambungan antar pelat dan berkurangnya gaya dalam momen pada pelat. Hasil pada pembebanan gempa bumi, gaya dalam lintang pada balok meningkat.

ABSTRACT
Half-slab method is a combination of two methods consisting of precast slab as base and conventional slab as topping. This undergraduate thesis discusses the performance of half-slab method compared with conventional method. Shell- layered for slab modelling and 10 mm grid for joint between slabs modeling is used to analyze four-story building using SAP2000 and ETABS softwares. Analysis of structure subject to gravity dan earthquake loading is carried out by reviewing period of vibration, base reaction, base shear force, displacement and internal forces.
The result under gravity loads, internal moment force discontinuity is occurred at the joint between slabs and internal moment force at slabs is reduced. The result under earthquake loads, internal shear force at beams is increased."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1058
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eric Hartono
"ABSTRAK
Tangki silinder beton prategang merupakan pilihan yang terbaik dalam desain tangki saat ini. Tekanan hidrostatis mengakibatkan terjadinya beban aksisimetris pada dinding sehingga desain klasik memerlukan analisis dengan teori cangkang silindris. Dari hasil penelitian dengan memperhitungkan tekanan hidrodinamik terhadap rasio tinggi dengan diameter tangki melalui permodelan dengan menggunakan SAP2000 disimpulkan bahwa rasio 1 : 4 merupakan rasio yang paling ekonomis. Hubungan dinding dan dasar dinding yang dapat bergerak bebas (free sliding) juga menunjukkan perilaku yang paling optimal dibandingkan perletakan lainnya untuk dimensi tangki yang besar. Disamping itu, penggunaan prategang arah melingkar dan vertikal memperkecil kemungkinan terjadinya retak akibat tegangan tarik saat tangki penuh maupun kosong.

ABSTRACT
Cylindrical Prestressed Concrete is the best choice of tank design these days. Hydrostatic pressure implies on axissymetrical loading on the tank wall that cylindrical shell analysis should be done for classical design. Considering the hydrodynamic pressure and using SAP2000, this research concludes that the most economical ratio height-diameter of tank is 1 : 4. Free sliding wall base also shows the most optimum behaviour among other base supports on large dimension. At the other side, circular and vertical prestressing decreases the probability of crack due to tension stress when the tank in full or empty condition.;Cylindrical Prestressed Concrete is the best choice of tank design these days. Hydrostatic pressure implies on axissymetrical loading on the tank wall that cylindrical shell analysis should be done for classical design. Considering the hydrodynamic pressure and using SAP2000, this research concludes that the most economical ratio height-diameter of tank is 1 : 4. Free sliding wall base also shows the most optimum behaviour among other base supports on large dimension. At the other side, circular and vertical prestressing decreases the probability of crack due to tension stress when the tank in full or empty condition."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S842
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lazuardy Lasimpala
"ABSTRAK
Kolom merupakan komponen struktur yang sangat penting dalam menjamin suatu struktur tidak mengalami keruntuhan total. Dalam mendesain kolom harus memiliki kapasitas yang cukup dalam menahan beban yang bekerja. Kapasitas kolom dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya pengaturan tulangan longitudinal. Pengaturan tulangan longitudinal itu sendiri diatur dalam SNI 03-2847-2002. Untuk memberikan gambaran pada perencana tentang kapasitas kolom maka perlu adanya acuan di dalam SNI 03-2847-2002 melalui diagram interaksi kolom.
Tujuan dari skripsi ini adalah untuk melengkapi SNI 03-2847-2002 dengan diagram interaksi kolom beton. Diagram interaksi kolom P-M yang dibuat berupa digram interaksi kolom dengan tulangan pada ke empat sisinya. Yang nantinya diharapkan bisa menjadi referensi dalam perencanaan kolom beton.
Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa diagram interaksi kolom beton yang dapat memberikan gambaran bagi perencana tentang kapasitas sebuah kolom dengan ketentuan yang berlaku mengacu pada SNI 03-2847-2002. Digram ini dibuat dengan bantuan program MS excel agar mempermudah perhitungan.

ABSTRACT
Column is a very important structural component in ensuring a structure does not collapse. In designing the column must have sufficient capacity to support load. Column capacity is affected by several things such as longitudinal reinforcement configuration and column sectional shape. Longitudinal reinforcement configuration itself regulated in the SNI 03-2847-2002. To provide an overview on the column capacity planners need a reference in the SNI 03-2847-2002 with the column interaction diagram.
The purpose of this final task is to complete the SNI 03-2847-2002 with a concrete column interaction diagrams. The column PM interaction diagrams which created are interaction diagram rectangular column with reinforcement on the four sides. Which might be expected to be a reference in the planning of concrete columns.
The results of this research a concrete column interaction diagram that can provide an overview for planners on the capacity of a column with the applicable provisions referring to the SNI 03-2847-2002. This diagram is created with the help of MS Excel program in order to simplify the calculation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43031
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Evelina Sefriyanty
"Studi ini meneliti tentang bangunan X bertingkat banyak di Jakarta yang dibangun di atas bangunan cagar budaya. Struktur yang terdiri dari struktur rangka baja dan sistem prategang digunakan sebagai balok transfer untuk memindahkan dan meneruskan beban-beban dari lantai-lantai atas ke kolom-kolom pendukung.
Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan gaya geser, perpindahan, gaya dalam, dan kebutuhan penulangan seiring dengan bertambahnya jumlah lantai. Selanjutnya, dalam variasi jumlah strand pada kabel prategang, karakteristik dinamik dan kebutuhan tulangan yang terjadi relatif sama, namun perpindahan vertikal yang terjadi semakin kecil dengan bertambahnya jumlah strand yang digunakan. Profil baja yang digunakan semakin kecil dengan meningkatnya jumlah strand yang digunakan pada sistem prategang luar.

This study examines the multi-storey X-builing located in Jakarta, built above heritage building. Structure consisting of steel truss and external prestressing system is used as transfer beam to transfer and allocate loads from upper floors to supoorting columns.
This study shows an increase in shear force, displacement, internal forces, and the need for reinforcement as the number of floors increase. Furthermore, variation in the number of strands in prestressed cables gives relatively similar dynamic characteristic and reinforcement need, although vertical displacement that occurs gets smaller with increasing number of strands used. Steel profiles used are increasingly smaller as the number of strands used in external prestressing system increase.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43004
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Martina Satya Darma
"Penelitian ini membahas tentang bangunan X di Jakarta yakni bangunan gedung bertingkat di atas bangunan cagar budaya. Sesuai dengan peraturan yang ada, bangunan cagar budaya harus dilestarikan. Oleh karena itu, digunakan balok transfer di atas bangunan cagar budaya yang berperan memindahkan dan meneruskan beban ke kolom pendukung. Balok transfer dari rangka baja digunakan untuk mempermudah proses konstruksi.Adapun sistem transfer tidak boleh mengalami kegagalan di awal sehingga harus diperhitungkan terhadap suatu faktor kuat lebih. Karena Indonesia merupakan negara rawan gempa, perlu dilakukan analisis seismik dalam desain bangunan. Dalam peraturan gempa yang berlaku, bangunan dengan balok transfer juga harus diperhitungkan terhadap gempa arah vertikal.
Penelitian ini menunjukkan peningkatan gaya geser, perpindahan, gaya dalam, dan kebutuhan penulangan seiring dengan bertambahnya jumlah lantai. Selanjutnya, dalam variasi sistem sambungan, diketahui bahwa bangunan dengan rangka transfer rigid lebih efektif penggunaannya dibandingkan rangka transfer dengan sambungan sendi. Perbedaan karakteristik dinamik dalam variasi sambungan tidak terlalu signifikan akibat kekakuan kedua bangunan yang hampir sama pula. Adapun desain bangunan bertingkat dengan rangka transfer pada penelitian ini dominan dikontrol oleh beban gravitasi.

This study discuss about X building in Jakarta that is multistory building above heritage building. According to the applicable regulations, the building of cultural heritage should be preserved. Therefore, transfer beam is used above heritage building which transfers and transmits load to its supporting columns. Transfer beam from steel truss is used to simplify the process of construction. The transfer system should not fail at the beginning so it must be considered againts an over strength factor. As Indonesia is a country that vulnerable to earthquakes, the seismic analysis should be done in the building design. Base on the aplicable regulation of earthquake, the bulding with transfer truss must also be considered to vertical direction of earthquake.
The study shows the enhancement in shear force, displacement, internal forces, and reinforcement requirement along with the increasing number of storey. Furthermore, in variation of connections system, is known that transfer truss with rigid connection is more effective than transfer truss with pinned connection. The differences of dynamic characteristics in the variation of connection are not too significant due to the stiffness of the two buildings are almost same. The design of multistory building with transfer truss in this study is predominantly controlled by gravity loads.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42905
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rizal Prasetyo
"Load Transfer adalah sebuah komponen yang diletakkan di antara balok beton eksisting dan balok baja tambahan yang bertujuan membuat mekanisme penyaluran beban dari balok beton menuju balok baja menjadi aktif. Cara kerja komponen ini seperti dongkrak hidrolik yang memberikan tekanan yang sama ke permukaan bawah balok beton dan permukaan atas balok baja pada tengah bentang sehingga penyaluran beban sudah berjalan sebelum beban tambahan diberikan. Dengan menggunakan komponen ini, gaya dalam momen dan geser pada daerah tumpuan dan lapangan balok beton dapat direduksi dan mencegah terjadinya kegagalan pada balok beton eksisting tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkuatan dengan menggunakan komponen Load Transfer lebih efektif daripada perkuatan dengan grouting. Besar gaya dalam yang dapat direduksi oleh komponen ini sama antara analisa menggunakan pembebanan gravitasi dengan analisa menggunakan kombinasi pembebanan gravitasi dan gempa bumi. Semakin besar gaya Load Transfer yang diberikan, semakin besar gaya dalam momen dan geser pada balok beton eksisting yang dapat direduksi sehingga menjadi semakin efektif. Selain itu, balok beton ekisting juga lebih kaku sehingga lendutan yang terjadi akibat beban baru dapat direduksi. Namun, komponen Load Transfer tidak mempengaruhi gaya dalam aksial dan momen pada kolom.

Load Transfer is a component placed in between existing concrete beam and additional steel beam, which aims to create mechanism for allocating loads from concrete beam to steel beam to be active. This component?s performance is similar with hydraulic jack, which gives equal pressure to the lower surface of concrete beam and upper surface of steel beam in the midspan so that distribution of loads will start before additional loads are given. By using this component, moment and shear force on the pedestal and field can be reduced, which will prevent failure on existing concrete beam. This result indicates that strengthening by using load transfer component is more effective than strengthening with grouting. The value of internal force that can be reduced by this component using analysis using gravity load is the same with analysis using the combination of gravity and earthquake loading. As the load transfer force given increase, greater moment and shear force on the existing concrete beam can be reduced so itu becomes more effective. In addition, existing concrete beam also become more rigid, causing deflection caused by additional load can be reduced. However, load transfer component does not affect the axial and moment force on the column."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42993
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>