Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bernadeta Darina Kusbrahmiani
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada transmisi shock dan volatilitas antar indeks harga saham sektoral di Indonesia. Data yang digunakan adalah data harian indeks harga saham sektoral yang tercatat di Bursa Efek Jakarta yang terdiri dari 9 indeks sektoral, yaitu indeks sektor pertanian, indeks sektor pertambangan, indeks sektor industri dasar dan kimia, indeks sektor aneka industri, indeks sektor industri barang konsumsi, indeks sektor properti dan real estate, indeks sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi, indeks sektor keuangan, serta indeks sektor perdagangan, jasa dan investasi. Sampel yang digunakan adalah dari tanggal 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2007. Pengujian shock dan volatility transmission dilakukan dengan metode multivariate GARCH (BEKK representation).
Hasil penelitian ini yaitu pada periode 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2007, ditemukan adanya shock transmission dan volatility transmission dari satu sektor ke sektor lain walaupun setiap sektor lebih dipengaruhi oleh shock dan volatilitas masa lalu dari dirinya sendiri. Interaksi antar return indeks sektoral ini dapat memberi masukan bagi investor dalam keputusannya melakukan diversifikasi. Sektor yang paling banyak menerima shock dan volatility transmission dari sektor lain sebaiknya diberi weight lebih kecil daripada sektor yang menerima lebih sedikit shock dan volatility transmission dalam pembentukan portfolio; begitu juga sebaliknya. Selain itu, jika seorang investor berniat berinvestasi di saham suatu sektor yang banyak menerima shock dan volatility transmission dari sektor lain, maka investor ini harus lebih memperhatikan berita (news) yang berkaitan dengan sektor lain yang mempengaruhi sektor tersebut."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sarah Puspa
"Analisis ekonomi secara makro merupakan salah satu hal yang diperlukan untuk melakukan keputusan investasi. Keadaan fundamental makroekonomi yang kuat akan meningkatkan kepercayaan investor sehingga merupakan salah satu hal yang dapat menarik para investor untuk melakukan investasi di sebuah negara. Berbagai kebijakan dibuat oleh pemerintah dan institusi terkait untuk memastikan kestabilan makroekonomi di Indonesia. Namun demikian, Indonesia sebagai bagian dari pasar finansial dunia juga harus memperhatikan bagaimana signifikansi faktor global dalam empengaruhi keputusankeputusan investasi di pasar modal Indonesia yang hingga saat ini masih didominasi oleh pemain asing. Penelitian ini memeriksa bagaimana hubungan empiris antara variabel makroekonomi domestik dan faktor global dengan imbal hasil pasar di Indonesia yang direpresentasikan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Variabel makroekonomi yang digunakan meliputi nilai tukar USD/IDR, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan tenor satu bulan, Manufacturing Production Index, jumlah uang beredar berupa M1, dan faktor global yang direpresentasikan oleh Morgan Stanley Capital International World Index. Dengan menggunakan IRF dan Variance Decomposition, dapat dilihat bahwa dibandingkan variabel makroekonomi domestik, faktor global memberi pengaruh relatif lebih besar terhadap IHSG. Selanjutnya ditemukan juga hubungan ointegrasi (hubungan jangka panjang) antara kurs dan M1. Dan dengan enggunakan speed of adjustment, dapat dilihat diketahui pula seberapa cepat variabel-variabel tersebut kembali ke keseimbangan jangka panjang bila terjadi short term dynamics."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S6092
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Erita Rachmawati
"Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan untuk para pemegang sahamnya. Untuk menjalankan aktivitasnya, perusahaan dibutuhkan pendanaan yang cukup, sehingga perusahan dapat bekerja secara maksimal. Keputusan pendanaan perusahaan dapat dijelaskan melalui teori tentang struktur modal. Salah satu teori yang menjelaskan tentang struktur modal adalah teori pecking order yang diungkapakan oleh Myers dan Majluf (1984), menyatakan bahwa sebuah perusahaan akan lebih senang untuk mendanai kebutuhan investasinya dengan dana yang berasal dari dalam perusahaan, lalu ketika masih terjadi defisit dalam pendanaannya perusahaan akan mencari sumber pendanaan dari eksternal perusahaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata perilaku struktur modal dari perusahaan yang diteliti ternyata tidak mengikuti pola struktur modal yang diungkapkan oleh teori pecking order dan untuk setiap industri yang ada dapat disimpulkan bahwa ternyata setiap industri tidak memiliki perilaku struktur modal yang sama.
A firm ultimate goal is to maximize the firm value to the benefit of its shareholders. In order to do so, the firm?s manager has to take actions that will increase the firm?s value. Sufficient funding is also needed, so thah a firm could operate to its optimum potential capital structure decision has a significant role within a firm?s financial management due to its effect on both risk and return for the shareholder. Among the theories that focus on capital structure is the pecking order theory by Myers and Majluf (1984). This theory propose that a firm will prefer to fund its capital needs by using internal funding rather than using external funding. External funding will only be used when internal funding sources are met sufficient to cover the firm?s capital need. This research finds that the capital structure behaviour of the sample firms do not follow the same pattern proposed by the pecking order theory and each industry has unique capital structure behaviour."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
6567
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Theresia
"Skripsi ini ingin melakukan pengujian mengenai hipotesis efisiensi pasar setengah kuat di dalam nilai tukar tiga mata uang yaitu US Dollar (USD), Japanese Yen (JPY), dan Euro (EUR) terhadap Rupiah (IDR) pada periode Oktober 2003-Oktober 2008. Untuk pengujian stasioneritas diuji dengan menggunakan Augmented Dickey-Fuller (ADF) Test dan Phillips-Perron (PP) Test. Kemudian untuk pengujian hipotesis efisiensi pasar setengah kuat (Semi-strong Efficient Market Hypothesis) diuji dengan menggunakan kointgerasi, Granger Causality Test, dan juga menggunakan Variance Decomposition Analysis. Penelitian ini memberikan bukti bahwa hubungan di antara ketiga nilai tukar mata uang tersebut belum efisien secara bentuk setengah kuat. Informasi yang terdapat di dalam peneltian ini dapat digunakan oleh regulator perekonomian mengenai kebijakan intervensi seperti apa yang harus dilakukan dan juga kepada para partisipan di dalam pasar valuta asing mengenai strategi investasi seperti apa yang sebaiknya diambil.

This research is intended to test the hypothesis on the efficiency of the semi strong market on three different foreign currencies which are US Dollar (USD), Japanese Yen (JPY), and Euro (EUR) towards Rupiah (IDR) in the period of October 2003 ? October 2008. The data stationerity are tested by using Augmented Dickey-Fuller (ADF) Test and Phillips-Perron (PP) Test. The Semi-strong Efficient Market Hypothesis are tested by using cointegration, Granger Causality Test, and Variance Decomposition Analysis. This paper provide findings that show the relationship between said three currencies are not yet efficient, even in the semi strong form. Information found in this paper could be used by economics regulator to formulate what type of intervention policies needed and by participants in foreign exchanges market to create a sound investment decision.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6581
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Serbio Harerio
"Skripsi ini melihat konsistensi signifikansi pengaruh dan tanda koefisien variabel Makroekonomi terhadap pasar saham menggunakan metode rolling regressions Fama-Macbeth. Pengujian dilakukan di Indonesia dalam rentang waktu dua belas tahun, dari tahun 1996 sampai dengan 2007, menggunakan data bulanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa signifikansi pengaruh dan tanda koefisien variabel makroekonomi terhadap pasar saham tidak konsisten sepanjang waktu. Uji konsistensi juga menunjukan pola regresi yang tersebar (scattered) atau tidak memiliki pola.

This undergraduate thesis is testing the consistency of significance of influence and the coefficient sign of macroeconomics variable to stock market using the method of rolling regressions Fama-Macbeth. The testing held in Indonesia for twelve years during 1996 to 2007 using monthly data. Result shows that the significance of influence and the coefficient macroeconomics variable to stock market inconsistent during observation period. Test of consistency also shows regressions scattered pattern."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
6590
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library