Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Risna Yuningsih
"ABSTRAK
Ketidakseimbangan termoregulasi berisiko terjadi pada Bayi Berat Lahir Rendah secara
struktur tubuh masih belum matang. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah
memberikan gambaran tentang bagaimana penerapan model konservasi Levine dalam
proses asuhan keperawatan pada bayi berat lahir rendah untuk mencegah
ketidakseimbangan termoregulasi, juga memberikan gambaran langkah pencegahannya
selama transport BBLR intra hospital. Pada lima kasus kelolaan, masalah termoregulasi
yang terjadi meliputi inefektif termoregulasi, risiko inefektif termoregulasi, hipotermia
dan hipertermia. Pendekatan teori Konservasi Levine menggunakan prinsip konservasi
energi, konservasi integritas struktural, konservasi integritas personal dan konservasi
integritas sosial dilakukan sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah
termoregulasi. Evaluasi yang didapatkan, masalah ketidakseimbangan termoregulasi
dapat teratasi selama perawatan. Selanjutnya langkah pencegahan ketidakseimbangan
termoregulasi pada BBLR yang baru lahir selama transportasi intra hospital dilakukan
dengan penyusunan Standar Prosedur Operasional Transportasi BBLR Intra hospital
dengan Kangaroo Care berdasarkan model konservasi Levine.

Thermoregulatory imbalances are at risk for Low Birth Weight Infants, the body
structure is still immature. The purpose of writing this final scientific paper is to
provide an overview of how the application of the Levine conservation model in the
nursing care process in low birth weight infants to prevent thermoregulatory
imbalance, as well as provide an overview of its preventive measures during intrahospital LBW transport. In five cases of management, thermoregulation problems
that occurred include ineffective thermoregulation, thermoregulatory ineffective
risks, hypothermia and hyperthermia. The Levine Conservation theory approach
uses the principles of energy conservation, conservation of structural integrity,
conservation of personal integrity and conservation of social integrity carried out as
nursing interventions in overcoming the problem of thermoregulation. Evaluation
obtained, the problem of thermoregulation imbalance can be resolved during
treatment. The next step is to prevent thermoregulation imbalance in newborn LBW
during intra-hospital transportation by preparing Standard Operating Procedures
for LBW Intra-hospital Transportation with Kangaroo Care based on the Levine
conservation model."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sugiarti
"Karakteristik biologis bayi prematur dan perpisahan ibu-bayi akibat hospitalisasi akan memunculkan masalah risiko gangguan perlekatan antara ibu dan bayi prematur. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan enam langkah proses keperawatan Roy dalam asuhan keperawatan pada bayi prematur dengan masalah risiko gangguan perlekatan. Desain yang digunakan adalah studi kasus. Lima kasus bayi prematur yang menjadi pembahasan dalam artikel ini mengidentifikasi adanya masalah risiko gangguan perlekatan antara ibu dan bayi. Intervensi keperawatan diberikan dengan mengelola stimulus lingkungan melalui serangkaian intervensi keperawatan yang saling memengaruhi antara keempat mode adaptif, salah satunya adalah melalui aplikasi perawatan metode kanguru (PMK) atau skin to skin contact.
Evaluasi hasil berdasarkan pencapaian respon adaptif, menunjukkan sebagian besar tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai atau tercapai sebagian dan menunjukkan perbaikan meskipun dapat dikatakan belum dapat diatasi secara keseluruhan. Model Adaptasi Roy dapat memberikan kerangka kerja dalam melakukan asuhan keperawatan untuk meningkatkan adaptasi bayi prematur dengan masalah risiko gangguan perlekatan di ruang perawatan khusus dan intensif neonatus. Posisi kanguru Suported Diagonal Flexion (SDF) direkomendasikan sebagai alternatif pilihan untuk dapat meningkatkan kualitas interaksi dan perlekatan ibu-bayi prematur.

The biological characteristics of premature infants and the separation of mother-baby due to hospitalization will raise the risk of attachment disorders between the mother and premature babies. The purpose of writing this scientific paper is to provide an overview of the application of Roy's six-step nursing process in nursing care to premature babies with the problem of attachment disorder risk. The design used is a case study. The five cases of preterm infants discussed in this article identified a risk of maternal-infant attachment disorders. Nursing interventions are provided by managing environmental stimuli through a series of nursing interventions that affect each of the four adaptive modes, one of which is through the application of kangaroo mother care (KMC) or skin to skin contact.
Evaluation outcomes based on the attainment of adaptive responses shows that most nursing care goals can be achieved or partially achieved and show improvement even though it can not be said to be overcome as a whole. Roy's Adaptation Model can provide a framework for conducting nursing care to improve the adaptation of premature infants to the problem of attachment disorder risk in special and intensive care rooms of neonates. Kangaroo Suported Diagonal Flexion (SDF) positioning is recommended as an alternative choice to improve the quality of interaction and attachment of premature mothers.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Windi Nur Emiria
"Bayi prematur memerlukan perawatan dan perhatian lebih dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Selain itu kelahiran bayi prematur juga menimbulkan kecemasan dan mempengaruhi kepercayaan diri ibu merawat bayi. Dalam perawatan, bayi prematur membutuhkan kenyamanan. Ketidaknyamanan yang dirasakan bayi akan berdampak pada developmental care dan kemampuan bayi bertahan hidup. Keterlibatan orang tua dalam merawat bayi dapat memberikan kenyamanan pada bayi. Sehingga kemampuan ibu dalam merawat bayi prematur di rumah sangat penting agar bayi dapat terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan rawat ulang, gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa balita seperti mengalami stunting, bahkan non communicable diseases saat dewasa. Oleh karena itu diperlukan penerapan asuhan keperawatan pada bayi prematur yang dapat memberikan kenyamanan secara holistik. Karya Ilmiah Akhir Spesialis ini bertujuan untuk memberikan gambaran aplikasi teori Comfort Kolkaba dalam asuhan keperawatan pada bayi prematur. Desain yang digunakan adalah dengan metode studi kasus yang didapatkan dari lima kasus terpilih. Teori Comfort Kolkaba mampu memfasilitasi perawat untuk menggali masalah keperawatan pada bayi prematur secara komprehensif. Pemberian edukasi kepada ibu menggunakan media audiovisual berupa video mengenai perawatan bayi prematur dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu (nilai p < 0,05), sehingga ibu dapat merawat bayinya dengan baik dan bayi dapat tumbuh optimal. Penerapan teori Comfort Kolkaba dan edukasi menggunakan video tentang perawatan bayi prematur dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam asuhan keperawatan pada bayi prematur.

Premature babies require more care and attention compared to full-term babies. In addition, premature birth also causes anxiety and affects the mother's confidence in caring for the baby. In care, premature babies need comfort. The discomfort felt by the baby will have an impact on developmental care and the baby's ability to survive. Parental involvement in caring for the baby can provide comfort to the baby. So the mother's ability to care for premature babies at home is very important so that the baby can avoid diseases that can cause re-hospitalization, growth and development disorders in toddlers such as stunting, and even non-communicable diseases as adults. Therefore, it is necessary to apply nursing care to premature babies that can provide holistic comfort. This Specialist Final Scientific Paper aims to provide an overview of the application of Kolkaba's Comfort theory in nursing care for premature babies. The design used is the case study method obtained from five selected cases. Kolkaba's Comfort theory is able to facilitate nurses to explore nursing problems in premature babies comprehensively. Providing education to mothers using audiovisual media in the form of videos regarding premature baby care can increase mother's confidence (p value < 0,05), so that the mother can care for her baby well and the baby can grow optimally. The application of Comfort Kolkaba's theory and education using videos on premature baby care can be recommended for application in nursing care for premature babies."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Merita Basril
"Janin dan bayi prematur menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur di dalam dan di luar rahim. Tidur dianggap sebagai aktivitas penting pada periode neonatal, serupa dengan pernapasan dan nutrisi. Kebisingan merupakan salah satu penyebab gangguan pola tidur pada bayi prematur di ruang perawatan intensif neonatal dan berdampak pada gangguan tumbuh kembang. Studi ini memberikan gambaran penerapan Model Adaptasi Callista Roy dalam asuhan keperawatan pada lima kasus bayi prematur dengan risiko gangguan pola tidur. Desain yang digunakan adalah studi kasus yang didapatkan dari lima kasus terpilih. Teori Adaptasi Callista Roy mampu memfasilitasi perawat untuk menggali masalah keperawatan pada bayi prematur secara komprehensif. Pemberian edukasi Bundles Alert to Alarm kepada seluruh perawat neonatal menggunakan media pitstop dapat menurunkan angka kebisingan diruang perawatan neonatal. Penerapan teori Adaptasi Callista Roy dan penerapan Bundles allert to alarm dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam asuhan keperawatan yaitu dapat memfasilitasi istirahat tidur bayi prematur yang dirawat di ruang perawatan neonatal.

Fetuses and premature babies spend most of their time sleeping inside and outside the womb. Sleep is considered an important activity in the neonatal period, similar to breathing and nutrition. Noise is one of the causes of disturbed sleep patterns in premature babies in the neonatal intensive care room and has an impact on growth and development disorders. This study provides an overview of the application of the Callista Roy Adaptation Model in nursing care in five cases of premature babies at risk of sleep pattern disorders. The design used is a case study obtained from five selected cases. Callista Roy's Adaptation Theory is able to facilitate nurses to comprehensively explore nursing problems in premature babies. Providing Bundles Alert to Alarm education to all neonatal nurses using pitstop media can reduce noise levels in the neonatal care room. The application of Callista Roy's Adaptation theory and the application of Bundles alert to alarm can be recommended for application in nursing care, namely it can facilitate sleep for premature babies who are cared for in the neonatal care room."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yayah
"Neonatus prematur seringkali mengalami gagal napas dan gangguan ventilasi spontan akibat dari kegagalan adaptasi ekstrauterin, sehingga membutuhkan bantuan ventilasi mekanik. Extremely preterm, very preterm, dan kondisi klinis yang kompleks dapat mengakibatkan perlunya dukungan ventilasi mekanis yang berkepanjangan, kadangkadang membutuhkan trakeostomi. Tujuan karya ilmiah ini untuk mengaplikasikan Model Adaptasi Roy dalam asuhan keperawatan pada neonatus dengan gangguan ventilasi spontan. Desain yang digunakan adalah studi kasus terhadap lima neonatus prematur yang mengalami gangguan ventilasi spontan dengan pendekatan proses keperawatan. Aplikasi Model Adaptasi Roy diimplementasikan untuk meningkatkan respons adaptif dan menurunkan respons inefektif pada empat mode adaptasi fisiologisfisik, konsep diri, fungsi peran, dan interdependensi. Intervensi keperawatan berdasarkan evidence-based nursing practice seperti manajemen ventilasi mekanik, pemantauan respirasi, dan perawatan rutin trakeostomi dengan menggunakan bundel TRACHE-T, serta intervensi lainnya. Pada evaluasi, dua neonatus menunjukkan respons adaptif meningkat dan gangguan ventilasi spontan teratasi. Tiga neonatus lainnya menunjukkan respons inefektif. Respons inefektif tersebut dipengaruhi oleh imaturitas dengan PMA kurang dari 28 minggu pada dua neonatus, dan satu neonatus dengan BPD berat dengan trakeostomi. Edukasi perawatan trakeostomi neonatal dengan menggunakan game terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat di ruang perinatologi.

Premature neonates often experience respiratory distress and spontaneous ventilation disorders due to the failure of extrauterine adaptation, which requires mechanical ventilation. Extremely preterm, very preterm, and medically complex infants need prolonged mechanical ventilation support, sometimes tracheostomy. This study aims to apply Roy's Adaptation Model in nursing care for neonates with impaired spontaneous ventilation. We adopted a case study of five premature neonates who experience impaired spontaneous ventilation through a nursing process approach. The application of Roy's Adaptation Model is implemented to increase adaptive responses and reduce ineffective responses there are four adaptation modes: physiological-physical mode, self-concept mode, role function mode, and interdependence mode. Nursing interventions are based on evidence-based nursing practice such as mechanical ventilation management, respiratory monitoring, and routine tracheostomy care using the TRACHE-T bundle, and other interventions. On evaluation, two neonates showed an increased adaptive response and resolved impaired spontaneous ventilation. Three neonates had ineffective responses to impaired spontaneous ventilation that have not resolved. The ineffective response was caused by immaturity at Post-menstrual Age (PMA) less than 28 weeks in two neonates, one neonate with severe BPD, and tracheostomy. Neonatal tracheostomy care education using games has been proven effective in improving the knowledge and skills of nurses in the perinatology ward."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Imas Mulyani
"Neonatus yang memiliki penyakit yang mengancam jiwa dan bersifat progresif, memerlukan perawatan paliatif. Perawatan secara aktif dan total diberikan menurut tanda dan gejala. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran lima kasus asuhan keperawatan paliatif dan akhir kehidupan di NICU dengan Model Konseptual Sistem dan mengidentifikasi hasil implementasi Evidence-Based Nursing edukasi mengenai perawatan neonatus dengan kondisi paliatif dan akhir kehidupan. Teori Model Konseptual Sistem Betty Neuman dapat diterapkan pada neonatus dalam kondisi paliatif dan akhir kehidupan yang membutuhkan perawatan secara holistik. Hasil gambaran asuhan keperawatan yang dilakukan yaitu Pasien 1 neonatus kondisi diagnosis medis Gemelli conjoined twin diencephali dipus dibrachius. Pasien 2 neonatus dengan diagnosis medis extreme preterm NEC grad III. Pasien 3 neonatus dengan diagnosis medis very preterm extremely low birth weight dengan perburukan marker infeksi dan anemia normositik normokrom. Pasien 4 neonatus dengan diagnosis medis PDA besar post ligasi. Pasien 5 neonatus dengan diagnosis medis polycystic kidney.Diagnosis keperawatan yang terdapat pada kelima bayi tersebut adalah masalah respirasi. Intervensi sekunder dan tersier dilakukan dalam pencegahan dampak dari tanda dan gejala yang dialami bayi. Evaluasi yang didapatkan kelima bayi meninggal, hanya satu bayi meninggal dengan rekonstitusi kesejahteraan tinggi. Implementasi penerapan edukasi kepada perawat didapatkan hasil terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setelah dan sebelum dilakukan edukasi (p value 0.000). Berdasarkan penelitian ini mengindikasikan pentingnya edukasi perawat mengenai panduan prosedur perawatan akhir kehidupan pada neonatus dan panduan skoring tingkat keparahan serta tingkat risiko kematian pada neonatus sebagai pencegahan terjadinya dampak dari tanda dan gejala kondisi paliatif pada neonatus berdasarkan evidence-based practice.

Neonates with life-threatening and progressive disease require palliative care. Active and total care is given according to signs and symptoms. The purpose of this study was to identify five cases of palliative and end of life nursing care in the NICU using the Systems Conceptual Model and to identify the results of the implementation of Evidence-Based Nursing education regarding neonatal care with palliative and end of life conditions. The theory of the Betty Neuman Systems Conceptual Model can be applied to neonates in palliative and end-of-life conditions who require holistic care. The results of the nursing care description carried out were Patient 1 neonate with a medical diagnosis of Gemelli conjoined twin diencephali dipus dibrachius. Patients with 2 neonates with a medical diagnosis of extreme preterm NEC grad III. Patient 3 neonates with medical diagnosis of very preterm extremely low birth weight with worsening infection markers and normochromic normocytic anemia. Patient 4 neonates with medical diagnosis of post ligation large PDA. Patients with 5 neonates with a medical diagnosis of polycystic kidney. The nursing diagnosis found in these five babies was respiratory problems. Secondary and tertiary interventions are carried out in preventing the impact of the signs and symptoms experienced by the baby. The evaluation obtained from the five babies died, only one baby died with high welfare reconstitution. The implementation of the application of education to nurses showed that there were significant differences in knowledge and skills between the intervention group and the control group, after and before the education was carried out (p value 0.000). Based on this research, it indicates the importance of educating nurses regarding guidelines for end-of-life care procedures in neonates and guidelines for scoring severity and risk of death in neonates as prevention of the impact of signs and symptoms of palliative conditions in neonates based on evidence-based practice."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
hapus4
"Neonatus yang mengalami transportasi mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya hipotermia. Perawat yang melakukan transportasi neonatus intra rumah sakit seharusnya dibekali pedoman dalam mengurangi masalah hipotermia dan meningkatkan praktik transportasi. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk mengaplikasikan Teori Kenyamanan/Comfort Kolcaba dalam asuhan keperawatan hipotermia saat transportasi neonatus intra rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus terhadap lima bayi yang melakukan transportasi neonatus intra rumah sakit melalui pendekatan proses keperawatan.Aplikasi Teori Kenyamanan memperhatikan empat konteks kenyamanan yaitu kenyamanan fisik, psikospritual, sosiokultural, dan lingkungan.Intervesi keperawatan yang dilakukan berdasarkan evidence-based nursing practice >seperti mengatur suhu inkubator, menggukana topi atau plastik pada bayi dengan berat badan kurang dari 1500 gram, memposisikan bayi di dalam nesting, gentle human touch, dan intervensi lainnya.Edukasi transportasi neonatus intra rumah sakit terbukti efektif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan perawat dalam mencegah hipotermia, sehingga dapat menjadi bahan pengembangan asuhan keperawatan dan kajian untuk menyusun standar prosedur operasional transportasi neonatus intra rumah sakit.

Neonates who undergo transportation have a high risk for hypothermia. Nurses who carry out intrahospital transportation of neonates should be provided with guidelines to reduce hypothermia problems and improve transport practices. The purpose of this scientific work is to apply Kolcaba's Comfort Theory in nursing care for hypothermia during intrahospital transportation of neonates. This research was conducted using a case study method on five infants who carried out intra-hospital neonatal transportation through a nursing process approach. The application of Comfort Theory pays attention to four contexts of comfort, namely physical, psycho-spiritual, sociocultural, and environmental comfort. Nursing interventions are based on evidence-based nursing practice. such as regulating the temperature of the incubator, using a cap or plastic for infants weighing less than 1500 grams, positioning the baby in nesting, gentle human touch, and other interventions. Intra-hospital neonatal transportation education has been proven to be effective in improving the knowledge, attitudes, and skills of nurses in preventing hypothermia, so that it can be used as material for developing nursing care and studies to develop standard operating procedures for intra-hospital neonatal transportation."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ricca Olivia Nastasya
"Newborn Early Warning System (NEWS) dapat mengidentifikasi tanda perburukan melalui proses sistematisdengan memetakan tanda-tanda vital pasien. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisis optimalisasi   asuhan keperawatam pada sistem peringatan awal neonatus menggunakan NEWS melalui pendekatan Teori Konservasi Levine. Metode karya ilmiah ini adalah studi kasus. Terdapat lima kasus neonatus yang dirawat di ruang perinatologi yang diberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan Teori Konservasi Levine. Aplikasi Teori Konservasi Levine memperhatikan empat konservasi yaitu energi, struktural personal dan sosial. Intevensi keperawatan yang dilakukan berdasarkan evidence based dan intervensi lainnya. Peringatan awal dengan menggunakan NEWS terbukti efektif dalam mengidentifikasi bayi yang berisiko, memudahkan untuk melakukan intervensi secara tepat, meningkatkan kualitas hidup neonatus serta dapat meminimalkan morbiditas dan mortalitas

The Newborn Early Warning System (NEWS) can identify signs of worsening through a systematic process by mapping the patient's vital signs. The purpose of this scientific work is to analyze the optimization of nursing care in the neonatal early warning system using NEWS through Levine's Conservation Theory approach. The method of this scientific work is a case study. There were five cases of neonates who were treated in the perinatology room and were given nursing care using Levine's Conservation Theory approach. Levine's application of Conservation Theory pays attention to four conservations: energy, structural, personal, and social. Nursing interventions are based on evidence-based and other interventions. Early warning using NEWS has proven to be effective in identifying at-risk babies, making it easier to make appropriate interventions, improving the quality of life of neonates, and minimizing morbidity and mortality."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tanty Harjati
"Bayi prematur mengalami keterbatasan secara anatomi dan fisiologi tubuh, salah satunya belum berfungsi dengan baiknya sistem pencernaan bayi, sehingga memerlukan pengunaan selang orogastrik untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pemantauan nutrisi bayi diukur melalui jumlah residu lambung, yaitu jumlah sisa nutrisi enteral yang tidak terserap oleh tubuh pada pemberian nutrisi terakhir sebelum nutrisi enteral berikutnya diberikan. Berdasarkan lima kasus yang diangkat, keseluruhannya merupakan bayi prematur yang menggunakan selang orogastrik. untuk mengoptimalkan toleransi minum bayi diperlukan serangkaian intervensi keperawatan melalui pemberian posisi lateral kanan. Pemberian posisi selama dan setelah nutrisi enteral diberikan merupakan salah satu proyek inovasi yang menggunakan desain pre-posttest with control group dengan metode kuasi eksperimen. Pemantauan dilakukan selama empat hari dengan total responden 30 bayi. Hasil Proyek Inovasi ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah residu lambung yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,017 dan p=0,137), tidak terdapat perbedaan yang bermakna berat badan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (30,000±19,062 gram/KgBB/hari dan 23,540±15,302 gram/KgBB/hari). Akan tetapi, peningkatan berat badan kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pengaturan posisi lateral kanan setelah pemberian nutrisi enteral dapat diaplikasikan untuk menurunkan residu lambung dan meningkatkan berat badan bayi prematur.

Premature babies experience anatomical and physiological limitations, one of which is that the baby's digestive system is not functioning properly, so that it requires the use of an orogastric tube to meet their nutritional needs. Infant nutritional monitoring is measured by the amount of gastric residue, which is the amount of remaining enteral nutrition that is not absorbed by the body at the last nutritional intake before the next enteral nutrition is given. Based on the five cases raised, all of them were premature babies who used an orogastric tube. To optimize the baby's drinking tolerance, a series of nursing interventions are needed by providing the right lateral position. Providing positions during and after enteral nutrition is given is one of the innovation projects that uses a pre-posttest with control group design with a quasi-experimental method. Monitoring was carried out for four days with a total of 30 babies as respondents. The results of this Innovation Project showed that there was a significant difference in the amount of gastric residue between the intervention group and the control group (p = 0.017 and p = 0.137), there was no significant difference in body weight between the intervention group and the control group (30,000 ± 19,062 grams / KgBB / day and 23,540 ± 15,302 grams / KgBB / day). However, the weight gain of the intervention group was higher than that of the control group. Right lateral positioning after enteral feeding can be applied to reduce gastric residue and increase the weight gain of premature babies."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maulana Rosyady
"Latar belakang: Resistensi antibiotik merupakan ancaman kesehatan global. Tingginya tingkat reproduksi mikroorganisme dan kemampuan tekanan selektif yang kuat dari mikroorganisme menghadapi antibiotik pilihan merupakan permasalahan penggunaan antibiotik saat ini. Salah satu cara agar dapat menguatkan pemahaman dan ketaatan staf medis adalah melalui edukasi. Pemanfaatan teknologi seperti e-learning merupakan salah satu cara untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan antibiotik.
Metode: Penelitian intervensi ini melibatkan seluruh DPJP dan PPDS Sp1 Ilmu Kesehatan Anak yang berstatus aktif di FKUI RSCM. Intervensi e-learning dilakukan terhadap DPJP dan PPDS dengan topik Antimicrobial Stewardship (AMS) via website EMAS UI kemudian dinilai tingkat pengetahuan pra- dan pasca-intervensi. Penggunaan antibiotik satu bulan pra- dan pasca-intervensi dinilai dengan alur Gyssens untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik.
Hasil: Total penggunaan antibiotik pra- dan pasca-intervensi berturut-turut adalah 248 dan 229 antibiotik. Sebanyak 135 (54,4%) penggunaan antibiotik pra-intervensi dan 170 (72,24%) penggunaan antibiotik pasca-intervensi dinilai tepat. Analisis bivariat terhadap ketepatan penggunaan antibiotik menunjukkan terdapat hubungan bermakna pra- dan pasca-intervensi (OR= 0,537, IK 95% 0,363-0,795; p< 0,002). Sebanyak 42 dari total 56 DPJP anak dan 119 dari total 123 PPDS Sp1 Ilmu Kesehatan Anak mengikuti intervensi e-learning. Analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan bermakna terhadap tingkat pengetahuan DPJP pra- dan pasca-intervensi (1 vs 32; p<0,001) dan PPDS pra- dan pasca-intervensi (10 vs 66; p<0,001).
Kesimpulan: Terdapat peningkatan signifikan tingkat ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak di ruang perawatan RSCM dan tingkat pengetahuan ketepatan pemberian antibiotik pada DPJP dan PPDS setelah dilakukan intervensi edukasi melalui metode e-learning.

Backgorund: Antibiotic resistance is a global health threat. The high rate of reproduction of microorganisms and the strong selective pressure ability of microorganisms against antibiotics are the problems of the current use of antibiotics. Education is a way to strengthen the understanding and obedience of medical staff. Utilization of technology such as e-learning can be used to increase the level of knowledge and the effectiveness of using antibiotics.
Method: This intervention study involved all active pediatric staff and pediatric residents from the Department of Child Health in FMUI-CMH. Staff and residents underwent intervention through e-learning on the topic of Antimicrobial Stewardship (AMS) via the EMAS UI website, and then the level of their pre- and post-intervention knowledge was assessed. The use of antibiotics one month pre- and post-intervention was assessed by Gyssen's flowchart to assess the appropriateness of the antibiotics usage.
Result: A total of 135 (54.4%) uses of pre-intervention antibiotics and 170 (72.24%) uses of post-intervention antibiotics were considered appropriate. Bivariate analysis of the appropriate use of antibiotics showed that there was a significant relationship pre- and post-intervention (135 vs. 170, 95% CI 0.363-0.795; p 0.002). Forty two out of 56 staff and 119 out of 123 residents participate in e-learning. Bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the level of knowledge of pre- and post-intervention in pediatric staff (1 vs. 32; p 0.001) and pre- and post-intervention pediatric residents (10 vs. 66; p 0.001).
Conclusion: There was a significant increase in the appropriateness level of using antibiotics in pediatric patients at CMH and the level of knowledge about the appropriateness of giving antibiotics to staff and residents after educational interventions were carried out through the e-learning.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>