Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
Purba, Elmi Imiarti
"Skripsi ini membahas penilaian kinerja dan optimalisasi portofolio investasi yang dimiliki oleh Dana Pensiun Perkebunan periode 2016-2019. Kinerja dihitung dari tingkat pengembalian berdasarkan pendapatan investasi yang dicatat pada laporan laba rugi, tidak termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi dari investasi yang dicatat menggunakan metode Available-For-Sale (AFS) dan Held-to-Maturity (HTM). Selanjutnya, evaluasi kinerja dilakukan dengan menggunakan Sharpe Ratio dan Jensen’s Measure serta model efficient frontier Markowitz untuk optimalisasi portofolio. Hasil penelitian menunjukkan portofolio Dana Pensiun Perkebunan dari 2016-2019 belum optimal walaupun telah mencapai target investasi yang dianggarkan. Oleh karena itu, Dana Pensiun Perkebunan dapat mempertimbangkan alternatif portofolio efficient frontier untuk mencapai hasil investasi yang optimal pada periode selanjutnya
This thesis discusses the performance assessment and optimization of the investment portfolio owned by the Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN) for the period 2016- 2019. Performance is measured based on investment revenue as reported on Income Statement, excluding unrealized gains/losses from investments recorded using Available-For-Sale (AFS) and Held-to-Maturity (HTM) methods. Performance evaluation is carried out using Sharpe Ratio and Jensen's Measure and Markowitz's efficient frontier model for portfolio optimization. The results showed that Dana Pensiun Perkebunan’s portfolio from 2016-2019 was not optimal enough even though it had reached the budgeted investment target. Therefore, Dana Pensiun Perkebunan can consider the efficient frontier portfolio alternatives to achieve optimal investment returns in the next period."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Agnes Kristiani Ong
"Valuasi pada perusahaan start-up merupakan suatu fenomena yang tidak biasa. Populasi perusahaan start-up yang berhasil bertahan hidup dalam beberapa tahun pertama beroperasi tidaklah banyak. Di lain pihak, ada juga perusahaan-perusahaan start-up terutama yang berbasis digital yang berhasil mencatatkan valuasi yang sangat tinggi walaupun secara finansial masih merugi seperti Gojek dan Tokopedia. PT. X sebagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang konsultasi manajemen dan menggunakan teknologi sebagai sarana menjalankan usahanya mencatatkan kerugian pada laporan keuangannya dalam dua tahun pertamanya beroperasi. Tingginya pengeluaran yang tidak dikompensasi dengan pendapatan yang lebih tinggi menjadi alasan utama. Melalui perhitungan valuasi didapatkan hasil yang cenderung negatif terutama menggunakan metode Discounted CashFlow (DCF) dan Venture Capital (VC). Beberapa metode lainnya memang mampu menghasilkan valuasi yang positif namun tidak cukup tinggi. Sebagai sebuah perusahaan yang memanfaatkan teknologi belum tentu menjadikan PT. X mampu memiliki valuasi yang tinggi. Di lain pihak, valuasi yang tidak berdasarkan kondisi dan laporan keuangan akhir-akhir ini dipertanyakan. Seperti yang terjadi pada perusahaan start-up OVO dan WeWork yang masih rugi tetapi memperoleh dana besar-besaran dari investor, aksi bakar uang ternyata tidak memberikan hasil sesuai dengan harapan. Hasil valuasi PT. X ini perlu menjadi perhatian bagi manajemen PT. X sebagai bahan evaluasi. Manajemen PT. X perlu memikirkan langkah-langkah stratejik perencanaan jangka menengah hingga jangka panjang dalam memperbaiki bisnis dan kondisi keuangannya. Hal ini demi kelangsungan hidup bisnis dari PT. X sendiri.
Valuation on start-up companies is an unusual phenomena. Number of start-up companies that survive in their first few operation years are not many. On the other hand, some start-up companies, especially digital based, have a very high valuation even though they are still in financial lost, i.e. Go-Jek and Tokopedia. PT. X as a start-up company that run their business in technology based management consultation has a very big financial loss so far. High expenditure that was not compensated by high revenue become the main reason. Valuation for PT. X resulted in relatively negative valuation, especially use Discounted Cash Flow and Venture Capital method. Some other methods may resulted in positive valuation but not that high. As a technology based company, it does not automatically make them have high valuation. On the other hand, valuation that is not based on financial report and condition is being questioned lately. As what happened to start-up companies OVO and WeWork whos still lost but received huge investment from investor, this phenomena of burn the money shows unexpected result. Valuation result need to be an evaluation for PT. X. PT. X management need to think further on strategic level both medium and long-term plan to fix their business and financial condition. This is for the sake for PT. X sustainability."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Nur Thoyyibah Majidah
"Laporan magang ini menjelaskan langkah-langkah dan analisa atas proses penilaian saham untuk PT ABCX Tbk, sebuah perusahaan kelapa sawit Indonesia. Valuasi dari saham PT ABCX yang dilakukan selama melakukan program magang di kantor PT XYZ Aset Manajemen. Terdapat dua metode yang digunakan dalam valuasi saham, yaitu aliran kas bebas ke perusahaan (free cash flow to the firm) dan metode penilaian relatif EV/ha dengan luas perkebunan inti tertanam. Berdasarkan perhitungan, firm value per saham PT ABCX adalah Rp.5,937 dengan metode FCFF dan Rp.13.259.75 dari metode EV / ha, dibandingkan dengan harga penutupan 31 Desember 2019 di Rp.14.575 per saham.
This report explains the steps and the analysis on the process of stock valuation for PT ABCX Tbk., an Indonesian palm oil company listed as ABCX, that was conducted during the internship in PT XYZ Aset Manajemen. Two main methods are utilized in the stock valuation, namely free cash flow to the firm (FCFF) method and EV/Ha relative valuation. In conducting the valuation, the author assisted the stock analysts in preparing the production projections for the core plantations of PT ABCX and the projections of future selling price to obtain a financial model and estimate the fair value of PT ABCX. Based on the valuation, the firm value of PT ABCX stock is Rp.5,937 with the FCFF method and Rp.13.259.75 from EV/ha method, compared to 31 December 2019`s closing price at Rp.14,575 per share."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Devyn Altan
"Laporan magang ini membahas tentang evaluasi proses analisis fundamental serta valuasi saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang diterapkan di PT DA Sekuritas. Proses analisis fundamental yang diterapkan terdiri dari lima tahap, yaitu analisis makroekonomi, industri, strategi, keuangan, dan prospektif. Berdasarkan hasil analisis fundamental ini, analis riset ekuitas PT DA Sekuritas menyimpulkan tiga tren utama yang kemudian digunakan sebagai dasar asumsi forecasting, valuasi, dan pemberian rekomendasi investasi. Tiga tren tersebut adalah: 1) kembalinya advertising appetite seiring pemulihan ekonomi paska pandemi COVID-19; 2) strategi perusahaan dalam mengikuti tren konsumsi media digital; dan 3) kebijakan pemerintah untuk melakukan analog switch off (ASO). Analis PT DA Sekuritas kemudian menggunakan metode discounted cash flow (DCF) terhadap free cash flow to firm (FCFF) MNCN untuk menghitung valuasi saham perusahaan. Metode valuasi tersebut menghasilkan rekomendasi BUY untuk saham MNCN dengan target price sebesar Rp 2.000 per saham untuk periode tahun 2021. Secara garis besar, metode valuasi dan analisis fundamental yang digunakan oleh PT DA Sekuritas telah sesuai dengan kerangka evaluasi. Adapun terdapat empat penyimpangan dari kerangka tersebut, antara lain: 1) analis tidak terpaku pada framework Porter's Five Forces saat melakukan analisis industri dan strategi; 2) analis tidak melakukan analisis akuntansi; 3) analis menggunakan nilai buku, bukan nilai pasar saat perhitungan bobot utang dan ekuitas pada kalkulasi weighted average cost of capital (WACC); dan 4) analis tidak memperhitungkan country risk premium saat menghitung equity risk premium (ERP). Sebuah analisis skenario kemudian dilakukan untuk memperoleh valuasi saham MNCN baru dengan input dan metode yang sesuai dengan kerangka evaluasi. Analisis skenario ini menghasilkan nilai saham MNCN sebesar Rp 1.342 per saham, atau 33% lebih rendah dari perhitungan analis PT DA Sekuritas.
This internship report evaluates the process of fundamental analysis and stock valuation of PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) used by PT DA Sekuritas. The fundamental analysis process itself is made up of five phases, which is the macroeconomic analysis, industry analysis, strategy analysis, financial analysis, and prospective analysis. Based on the result of the fundamental analysis, the equity research analyst at PT DA Sekuritas determines three main trends that will be used as the basis for forecasting, valuation, and the investment recommendation itself. Those three trends are: 1) the return of advertising appetite alongside the gradual post COVID-19 economic recovery; 2) the company’s strategy in adapting towards the trend of digital media consumption; and 3) government policy on analog switch off (ASO). The analyst at PT DA Sekuritas then uses the discounted cash flow (DCF) method on the company’s free cash flow to firm (FCFF) to calculate the stock value. The aforementioned valuation method yields a BUY recommendation for MNCN’s stock with a target price of Rp 2.000 per share for the year of 2021. Generally, the valuation and fundamental analysis method used by PT DA Sekuritas is in line with the evaluation framework. Nevertheless, there are four deviations from the evaluation framework, which is that: 1) the analyst’s usage of the Porter's Five Forces framework when performing industry analysis and strategy analysis is not rigid; 2) the analyst did not perform an accounting analysis; 3) the analyst uses book value instead of market value when calculating the weighting of debt and equity in the weighted average cost of capital (WACC); and 4) the analyst did not factor in country risk premium when calculating the equity risk premium (ERP). A scenario analysis is then conducted in order to figure out the valuation of MNCN stock without the aforementioned deviations from the framework. The scenario analysis resulted in a value of Rp 1.342 per share, which is approximately 33% lower than the DA Sekuritas analyst’s initial calculation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Stefanny Christina
"
Laporan magang ini membahas mengenai evaluasi prosedur review atas laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP SCH dalam mempersiapkan proses IPO yang akan dilakukan oleh PT GHI dari sisi akuntansi. PT GHI merupakan perusahaan yang bergerak di industri pembangkit listrik bertenaga minihidro dan memiliki beberapa entitas anak dengan model bisnis serupa. Pada perikatan dengan PT GHI ini, KAP SCH bertugas untuk memastikan kesesuaian pelaporan keuangan PT GHI dan entitas anaknya terhadap ketentuan-ketentuan PSAK terkait dalam rangka persiapan IPO tersebut. Salah satu isu yang timbul adalah adanya penggunaan standar akuntansi SAK ETAP pada salah satu entitas anak, PT XYZ, sehingga diperlukan penyesuaian kepada PSAK Umum. Adapun prosedur-prosedur yang dilakukan dan menjadi subyek evaluasi adalah: 1) prosedur penilaian kesenjangan atas PSAK Umum dan SAK ETAP untuk PT XYZ; 2) prosedur penghapusan saldo yang tidak memiliki informasi pendukung pada PT XYZ; 3) prosedur penyusunan draf disclosure checklist untuk Grup GHI; 4) prosedur penyusunan draf template laporan keuangan Grup GHI; dan 5) prosedur penyusunan draf kebijakan akuntansi Grup GHI. Berdasarkan hasil evaluasi, prosedur yang dilakukan secara garis besar telah sesuai dengan PSAK. Meskipun begitu, KAP SCH perlu untuk turut mempertimbangkan kesesuaian template laporan keuangan dengan model bisnis spesifik entitas serta menyertakan PSAK yang berlaku setelah tahun 2018 pada draf kebijakan akuntansi. Selain itu, laporan ini juga membahas refleksi diri atas aktivitas magang dan penulisan laporan magang yang dilakukan.
This internship report discusses the evaluation of KAP SCH’s review procedures on financial statements in preparing the IPO process underwent by PT GHI in terms of accounting. PT GHI is a mini-hydropower plant company which has several subsidiaries with similar business model. In this engagement with PT GHI, KAP SCH is responsible to ensure the compliance of PT GHI and its subsidiaries’ financial reporting against the prevailing PSAKs for its IPO preparation. One of the arising issues is the use of SAK ETAP accounting standard at one of the subsidiaries, PT XYZ, resulting in needed adjustment to General PSAK. The procedures performed and subject to this evaluation are: 1) gap assessment procedures on General PSAK and SAK ETAP for PT XYZ; 2) write-off procedures on account balances without supporting information for PT XYZ; 3) procedures for preparing draft of disclosure checklist for GHI Group; 4) procedures for preparing draft of GHI Group’s financial statements template; and 5) procedures for preparing draft of GHI Group’s accounting policies. Based on the evaluation, the procedures carried out in general have complied with the prevailing PSAKs. However, KAP SCH needs to take into account the appropriateness of financial statements template towards entity-specific business model as well as includes the PSAKs which will be effective after 2018 in the draft of accounting policies prepared. In addition, this report also discusses the self-reflection based on the internship activities and the writing process undertook.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia , 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Regina Fitriafrishanti
"Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan analisis NPV (Net Present Value) pada Automatic Tank Gauging (ATG). Analisis NPV digunakan untuk memperoleh pilihan yang lebih menguntungkan. ATG merupakan alat ukur tangki timbun yang terotomatisasi yang mampu mengonversi data ke dalam bentuk digital sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan pembacaan ataupun pengolahan data di sistem lain. ATG yang diperlukan dapat diperoleh dengan beberapa cara, di antaranya adalah dengan investasi melalui installment atau menyewa. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan atas data dan asumsi yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa skema sewa guna lebih menguntungkan dari skema investasi melalui installment dalam menyediakan ATG. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan, di antaranya nilai estimasi arus kas yang dikeluarkan oleh perusahaan, perkembangan teknologi, dan besarnya discount rate
This study aims to apply the analysis of NPV (Net Present Value) of Automatic Tank Gauging (ATG). NPV analysis was used to obtain more favorable option for using ATG. ATG is an automated storage tank measuring instrument capable of converting data into digital form so that it can be used for reading or processing data in other systems. The required ATG can be obtained in several ways, including by investing through installments or renting. Based on the results of the analysis carried out on the data and assumptions obtained, it can be concluded that the leasing scheme is more profitable than investing through installments scheme in providing ATG. Many factors influence the decision, including the estimated value of cash flows disbursed by the company, technological developments, and the discount rate."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Agam Prasetiyo
"Laporan magang ini mengevaluasi framework stress testing pada PT XYZ yang disusun oleh PT ABC Konsultan. Evaluasi tersebut meliputi poin-poin dalam stress testing yaitu objektif stress testing, tata kelola stress testing, ruang lingkup stress testing, skenario dan metodologi stress testing, manajemen data stress testing, dan pelaporan stress testing.
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan framework stress testing PT XYZ dengan framework stress testing of Basel Committee dan ketentuan framework stress testing yang tertuang dalam SE OJK No. 34/SEOJK.03/2016 tentang Manajemen Risiko. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kesenjangan antara framework stress testing PT XYZ yang disusun oleh PT ABC Konsultan dengan framework stress testing of Basel dan tidak ada kesenjangan dengan SE OJK No. 34/SEOJK.03/2016.
This internship report evaluate the stress testing framework at PT XYZ which was prepared by PT ABC Konsultan. The evaluation includes the objectives of stress testing, the governance of stress testing, the scope of stress testing, scenarios and methodologies of stress testing, data management of stress testing, and reporting. The evaluation wasconducted by comparing the stress testing framework of PT XYZ with the stress testing framework of the Basel Committee and the stress testing framework in SE OJK No. 34/SEOJK.03/2016 concerning Risk Management. The results show that there are some gaps between the stress testing framework of PT XYZ with the stress testing framework of Basel and there is no gap with SE OJK No. 34/SEOJK.03/2016"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Andreas Chrisdikananda
"Laporan magang ini bertujuan untuk melakukan evaluasi atas metode valuasi Revalued Net Asset Value (RNAV) pada salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia, yakni Mega Manunggal Property Tbk. Adanya karakteristik unik setiap industry dan emiten membuat metode valuasi lebih inovatif dan analis melakukan pengembangan metode valuasi untuk mencari nilai intrinsik sebuah emiten saham. Karena bisnis property yang sangat bergantung pada keberadaan lahan atau tanah, maka dikembangkanlah metode Revalued Net Asset Value (RNAV) dan menjadi metode valuasi yang cukup baru untuk mencari nilai intrinsik dari emiten Mega Manunggal Property Tbk (MMLP). Laporan magang ini akan mengevaluasi apakah metode valuasi RNAV yang diterapkan tim Research dari Untung Indonesia sudah sesuai dengan Langkah pra ktikal yang dilakukan para analis ekuitas di sekuritas. Berdasarkan evaluasi tersebut, valuasi MMLP menggunakan RNAV telah sesuai dengan Langkah praktikal yang dilakukan oleh para analis ekuitas di sekurita
This internship report aims to evaluate the Revalued Net Asset Value (RNAV) valuation method at one of the issuers on the Indonesia Stock Exchange, namely Mega Manunggal Property Tbk. The unique characteristics of each industry and companies make the valuation method more innovative and thus analysts decide to develop a valuation method to find the intrinsic value of a stock. Because the property business is very dependent on the existence of land, the Revalued Net Asset Value (RNAV) method was developed and is a fairly new valuation method to find the intrinsic value of the Mega Manunggal Property Tbk (MMLP). This internship report will evaluate whether the RNAV valuation method applied by the Re search team from Untung Indonesia is in accordance with the practical steps taken by equity analysts in securities. Based on this evaluation, the MMLP valuation using RNAV is in accordance with the practical steps taken by equity analysts in securities"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Bayu Kusumo Aji
"Penelitian ini bertujuan untuk menelaah proses pengelolaan portofolio investasi reksadana campuran ABC, menganalisis, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi agar kinerja reksadana tersebut menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode penelitian mixed-method yang mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Pengelola reksadana campuran ABC perlu menentukan benchmark yang jelas agar kinerja reksadana tersebut dapat diukur lebih baik. Data historis menunjukan instrumen saham selalu mendominasi bobot alokasi aset portofolio reksadana tersebut. Pengelola reksadana campuran ABC perlu memanfaatkan fleksibilitas produk ini dengan cara membangun portofolio yang diversifikasinya lebih baik, guna meminimalkan unsystematic risk dan memperbaiki risk adjusted performance reksadana tersebut. Hasil backtesting dalam penelitian ini menunjukan pengelolaan instrumen pendapatan tetap yang lebih ekspansif mampu meningkatkan kinerja reksadana campuran ABC secara umum. Strategi Constant Proportion Portfolio Insurance (CPPI) menghasilkan kinerja terbaik jika dibandingkan dengan strategi constant mix dan buy and hold. Alokasi aset jangka panjang dan strategi rebalancing dalam penelitian ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi pengelola reksadana campuran ABC, investor institusi dan perorangan guna meningkatkan kinerja portofolio mereka.
The aims of this study are to observe ABC Mixed Mutual Fund (ABC) portfolio management processes and to analyze, evaluate, and propose recommendations to achieve better performance. This research uses a mixed method case study design. ABC’s managers need to provide a clear benchmark in ABC’s fund fact sheet in order to perform a fair assessment. Historical data shows that stocks have always been dominating the asset weight of ABC’s portfolio. ABC’s managers need to take advantage of this fund flexibility by building a well diversified portfolio in order to improve its risk-adjusted performance. The backtesting results in this study show that expansive management in the fixed income instruments improved ABC’s performance broadly. Constant Proportion Portfolio Insurance (CPPI) generated the best return compared to constant mix and buy and hold. Long-term asset allocation and rebalancing strategies in this study can be used as a reference for ABC’s managers, institutional, and individual investors to manage their portfolios."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Ayu Dahniar Kusuma Indriyanti
"Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat yang dapat diperoleh tenaga kerja dari penyelenggaraan program retirement security yang saat ini dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau yang dikenal dengan BP Jamsostek. Program retirement security yang ada di Indonesia saat ini merupakan hybrid program yang terdiri dari dua jenis program, yaitu program jaminan hari tua (JHT) dan program jaminan pensiun (JP). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, yang menggunakan data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisa dengan metode deskriptif analitis. Data primer diperoleh melalui survei kepada tenaga kerja dan wawancara kepada praktisi, sedangkan data sekunder diperoleh dari data-data mengenai program jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang dipublikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya tenaga kerja berharap bahwa program retirement security yang ada saat ini dapat menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan dasar saat tenaga kerja memasuki usia tidak produktif. Sementara itu, dari sisi perhitungan yang dihasilkan dari formula manfaat jaminan jaminan pensiun yang ada saat ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat penghasilan pensiun (TPP) yang dihasilkan oleh program jaminan pensiun saat ini belum dapat memenuhi standar replacement ratio yang ditetapkan dalam Konvensi ILO No.102 Tahun 1952. Nilai tersebut juga masih belum dapat dipenuhi meskipun telah memperhitungkan manfaat program jaminan hari tua di dalamnya. Dengan demikian, maka perlu dilakukan perbaikan penyelenggaraan program jaminan hari tua dan jaminan pensiun secara berkala dan bertahap agar skema penyelenggaraannya dapat memberikan manfaat yang optimal bagi peserta tanpa memberikan beban tambahan bagi Pemerintah.
This study aims to evaluate the benefits that can be obtained by workers from the implementation of the retirement security program which is currently managed by the Manpower Social Security Administration, known as BP Jamsostek. The current retirement security program in Indonesia is a hybrid program consisting of two types of programs, namely the old age security program and the pension security program. This research is a case study research, which uses primary data and secondary data which are then analyzed by analytical descriptive method. Primary data is obtained through surveys of workers and interviews with practitioners, while secondary data is obtained from published data on old- age insurance programs and pension benefits. The results showed that basically the workforce hopes that the current retirement security program can become the main source of income to meet basic needs when workers enter their unproductive age. Meanwhile, in terms of calculations generated from the current pension security benefit formula, it can be concluded that the level of retirement income generated by the current pension security program has not been able to meet the replacement ratio standard set out in the ILO Convention 102. This value is still not fulfilled even though it has taken into account the benefits of the old age insurance program in it. Thus, it is necessary to improve the implementation of the old age insurance program and pension insurance periodically and gradually so that the implementation scheme can provide optimal benefits for participants without imposing additional burdens on the Government."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia , 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library