Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kaltsum Muttaqiya
"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak berusia 3-6 tahun dengan gaya keterikatan yang aman cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih baik, yang selanjutnya akan mengarah pada perilaku adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara pola kelekatan ibu-anak dengan regulasi emosi pada anak usia dini menggunakan metode penelitian cross-sectional. Menggunakan metode purposive sampling pada ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun dan menggunakan jasa pengasuh pengganti di daycare. Pola Kelekatan ibu-anak diukur menggunakan instrumen kelekatan ibu-anak yang telah teruji validitasnya. Kemampuan regulasi emosi anak dinilai menggunakan "Emotion Regulation Checklist" dari perspektif ibu. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara gaya keterikatan dengan regulasi emosi dengan nilai P Value=2,77. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor lain yang mungkin mempengaruhi regulasi emosi pada anak usia dini, seperti lamanya anak berada di daycare, atau variabel lingkungan.

Previous studies shows that children ages 3-6 years old who has secure attachment style shows better emotion regulation that’ll lead to adaptive behaviour. This study aimed to investigate the relationship between mother-child attachment styles and emotion regulation in early childhood using cross-sectional research. Purposive sampling was used to recruit a sample of mother-child who had a caregiver and put their children in Daycare. Mothers rated children's attachment styles using validated attachment style instruments. Children's emotion regulation abilities were assessed using Emotion Regulation Checlist. Contrary to expectations, no significant correlation was found between attachment styles and emotion regulation with P Value=2.77. The findings suggest that the relationship between these two constructs may be more complex. Future research is needed to explore other factors that may influence emotion regulation in early childhood, such as how long the child had been in Daycare, or other inducting factors such as environment."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Izzca Alsya Candra
"Usia baduta merupakan masa di mana terjadi pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan serta emosional anak yang perlu diperhatikan dengan baik. Namun, pada masa ini sering terjadi masalah perilaku makan seperti perilaku picky eater. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku tersebut adalah praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi usia 6-23 bulan sebagai determinan perilaku picky eater. Metode penelitian yang digunakan adalah longitudinal, dengan pengambilan data secara daring dan luring di DKI Jakarta. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki bayi usia 6-23 bulan yang sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling, dengan jumlah total keseluruhan sampel 103 responden. Peneliti menyebarkan kuesioner yang mencakup karakteristik bayi, karakteristik orang tua, dan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Hasil penelitian secara umum menunjukkan sebagian besar responden menerapkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) di tingkat baik (45,6%). Akan tetapi, masih terdapat responden yang praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dalam kategori buruk (1,9%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam promosi dan edukasi untuk meningkatkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia 6-23 bulan sekaligus upaya preventif untuk perilaku picky eater.

The age of under two years is a period where physical growth and development of intelligence and emotions of children that need to be considered carefully. However, during this period, eating behavior problems often occur such as picky eater behavior. One of the factors that influences this behavior is complementary feeding practices. This study aims to identify the description of complementary feeding  practices in infants aged 6-23 months as a determinant of picky eater behavior. The research method used is longitudinal, with online and offline data collection in DKI Jakarta. The sample in this study were parents who have infants aged 6-23 months who meet the inclusion criteria. The sampling technique used was cluster random sampling, with a total sample size of 103 respondents. The study was conducted by distributing questionnaires covering infant characteristics, parental characteristics, and complementary feeding practices. The results of the study generally showed that most respondents implemented the practice of providing complementary foods at a good level (45.6%). However, there were still respondents whose practices of providing complementary foods were in the poor category (1.9%). This study is expected to be the basis for promotion and education to improve the complementary feeding practices at the age of 6-23 months as well as preventive efforts for picky eater behavior. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library