Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tambunan, Dameria Magdalena
"Anemia kurang menguntungkan untuk ibu dan bayi. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional, dilakukan bulan April-Mei 2011 di Puskesmas Sei Apung Kabupaten Asahan, sampel 80 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, angket dan pengukuran kadar hemoglobin. Analisis secara univariat dan bivariat, menggunakan uji Chi-Square. Kejadian anemia ibu hamil 70%. Terdapat hubungan bermakna antara pendapatan keluarga, usia kehamilan, usia kehamilan pada K1, pola konsumsi zat besi heme dengan anemia ibu hamil. Disarankan melengkapi instrumen pemeriksaan hemoglobin, memonitor pelaksanaan pemeriksaan hemoglobin, mendistribusikan tablet besi untuk remaja putri, WUS, ibu melahirkan, penyuluhan anemia, pendataan ibu hamil, memantau tablet besi yang sudah didistribusikan.

Anemia is less favorable for the mother and baby. Research using cross-sectional design, conducted in April-May 2011 at the Puskesmas Sei Apung Asahan District, sampled 80 pregnant women. Collecting data using questionnaires, questionnaire and measurement of hemoglobin levels. Univariate and bivariate analysis, using Chi- Square test. Incidence of maternal anemia 70%. There is a significant relationship between family income, gestational age, gestational age at K1, heme iron consumption patterns of pregnant women with anemia. Suggested complete inspection instruments hemoglobin, hemoglobin monitoring the implementation of the examination, distribute iron tablets to adolescent girls, WUS, maternal, counseling anemia, pregnant women data collection, monitoring the iron tablets that have been distributed."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eva Fauziah
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai hubungan status gizi dan faktor-faktor
lainnya terhadap prestasi belajar siswa SDN Pondok Cina 2, MI Al Muhajirin, dan
SDIT Nurul Fikri Depok tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
proporsi status gizi, karakteristi siswa (umur usia dan jenis kelamin), asupan zat
gizi makro (energi, karbohidrat, lemak, dan protein), kebiasaan sarapan, kebiasaan
jajan, dan kebiasaan menonton TV siswa di SDN Pondok Cina 2, MI Al
Muhajirin, dan SDIT Nurul Fikri Depok tahun 2010. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data dalam penelitian
ini merupakan data sekunder yang diambil dari data Hibah Pengabdian
Masyarakat UI Tahun 2009. Pengambilan data tersebut dilakukan pada bulan
Desember 2009 hingga bulan Januari 2010 pada kelas 3-5 SD di SDN Pondok
Cina 2, MI Al Muhajirin, dan SDIT Nurul Fikri Depok.
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil
penelitian menunjukkan rata-rata nilai Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan
IPS siswa adalah 83,81 dan prevalensi gizi kurang pada siswa sebesar 13,5%.
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata nilai siswa yang bermakna
pada variabel umur siswa dan kebiasaan jajan. Peneliti menyarankan agar sekolah
bekerja sama dengan pihak dinas kesehatan dan pendidikan untuk memantau
status gizi anak secara berkala; memberi pengetahuan kepada siswa tentang gizi
seimbang, sarapan, dan makanan jajanan yang sehat; mengawasi penjual yang
menjual makanan di sekitar sekolah; serta untuk orang tua untuk membiasakan
anaknya sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

ABSTRACT
This research discus about the relationship between nutritional status and
another factors with academic achievement SDN Pondok Cina 2, MI Al
Muhajirin, and SDIT Nurul Fikri students of Depok in 2010. The aim of this study
to determine the prevalence undernutrition, characteristic of student (age and sex),
macronutrient intake (energy, carbohydrate, fat, and protein), breakfast habit,
snack habit, watching television habit and their relationship with academic
achievement in SDN Pondok Cina 2, MI Al Muhajirin, and SDIT Nurul Fikri
students of Depok in 2010. This research are analytical descriptive study using
cross sectional study. This data is come from secondary originated from Hibah
Pengabdian Masyarakat UI in 2009. Data collection was conducted in Desember
2009 to January 2010. The sample is 3-5 grade elementary school students which
is 89 respondents.
The analysis method is univariate and bivariate analysis. The result
showed that the prevalence of undernutrition that occurs are 13,5%.Variabels that
have a significant relationship with academic achievement in this study are age,
proteins intake and snacking habit. The researcher suggest that Official of Health
and Official of Edication work to monitor nutritional status elementary students in
periodic; educate students about balance nutrition, breakfast, and healthy
snacking; educate persoh who selling food to students around schools; and for the
parents, for make the breakfast habits to be routine every day."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuyu Sri Rahayu
"Di Indonesia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Diperkirakan, sebanyak 150.000 bayi / balita meninggal tiap tahun. Di wilayah Puskesmas DTP Cibeber dari tahun 2008 sampai 2010 yaitu 778 (24,3%), 231 (7,21%) dan 873 (27,3%) kasus ISPA pada balita.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu, karakteristik balita, sumber pencemar udara dalam ruang, dan lingkungan fisik rumah dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas DTP Cibeber Kabupaten Lebak Propinsi Banten dengan jumlah sampel 106 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara langsung terhadap responden dengan menggunakan kuesioner. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan ibu, BBL balita, status ASI, status imunisasi, ventilasi, kepadatan hunian, adanya perokok dan bahan bakar memasak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi balita yang menderita sakit ISPA 80,2%. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu {OR=4,333(95% CI : 1,596-11,768)}, BBL, status ASI, ventilasi {OR= 9,726, (95 CI : 2,132- 44,373)}, kepadatan hunian dan adanya perokok dalam rumah {OR= 40,500 (95% CI: 10,466- 156,715)} terhadap kejadian ISPA pada balita. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar diupayakan peningkatan pengetahuan ibu mengenai penyakit ISPA, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemeriksaan rutin kehamilan untuk mencegah bayi lahir rendah, bagi anggota keluarga perokok untuk tidak merokok dalam rumah atau dekat dengan balita, dan mengupayakan ventilasi dan penghuni rumah yang memenuhi syarat kesehatan.

In Indonesia, Acute Respiratory Infections (ISPA) always place first rank cause of infant and child death. It is estimated as much as 150,000 infants/children under five (Balita) die for each year. Number of cases of ISPA to balita in working area of Cibeber Community Health Centers to Care from 2008 up to 2010 is 778 (24.3%), 231 (7.21%), and 873 (27.3%).
This study aims to find out mother knowledge, balita characteristic, air pollution source of inside room, and home physical environment using cross sectional design. Study population are all of mothers who have child under five in there of samples are 106 respondents. Data were collected by direct interview to respondents using questionnaire. Variables in this study are mother knowledge, BBL of balita, ASI and immunization status, ventilation, population density, presence of smoker, and cooking fuel.
Study result shows that proportion of balita suffered from ISPA is 80.2%. There are meaning relationship between mother knowledge {OR= 4,333(95% CI : 1,596-11,768)}, Birth weigth, born, brestfeeding status, ventilation {OR= 9,726, (95% CI : 2,132- 44,373)} , population density, and presence of smoker inside house { OR= 40,500, 95% CI: 10,466- 156,715)} to incident of ISPA to child under five. Based on study result, it is suggested to do an efforts to increase mother knowledge regarding to ISPA disease, giving an exclusive ASI for 6 months, routine checking up of gestation to prevent low birth weight for infant, not smoke near balita or inside house for family member who is smoker.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anance Kotouki
"Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi paru-paru yang mengakibatkan kematian. Data dari WHO tahun 2006 kasus tuberkulosis di Indonesia setiap tahun bertambah 25% dan sekitar 140.000 jiwa terjadi kematian. Prevalensi Tuberkulosis nasional adalah 725/ 100.000 penduduk/tahun. Propinsi Jawa Barat yaitu 937/100.000 penduduk/ tahun. (Riskesdas, 2010). Temuan kasus TB paru BTA positif di puskesmas Ciomas (110/ 100.000 penduduk/ tahun) di atas temuan kasus TBC paru BTA positif oleh Kabupaten Bogor 107/ 100.000 penduduk/ tahun. Sehingga peneliti ingin meneliti tentang ?Gambaran Perilaku Penderita dan Resiko Tuberkulosis BTA Positf Dengan Kepatuhan Minum Obat dan Kebiasaan Membuang Dahak di Wilayah Puskesmas Ciomas?.
Penelitian kuantitatif deskriptif, menggunakan kuesioner, analisis deskriptif univariat. Lebih dari separuh responden penderita tuberkulosis di puskesmas Ciomas kabupaten Bogor berumur ≥45 tahun 57,7%. Lebih dari separuh berjenis kelamin laki-laki 60,6%. Hampir separuh ibu rumah tangga 31,0%. Sebagian besar pada tingkat pendidikan rendah 78,9%. Sebagian besar tidak mendapat imunisasi 77,5%. Hampir separuh tidak tahu penatalaksanaan minum obat 29,6%. Setengah dari separuh tidak tahu dahak dapat menular 23,9%. Setengah dari separuh tidak patuh minum obat 25,4%. Lebih dari sepruh buang dahak sembarang 52,1%.
Pulmonary tuberculosis is a disease of the lung infection that resulted in death. Data from the 2006 WHO TB cases each year in Indonesia increased 25% and death occurred about 140,000 souls. Data Riskesdaskes the 2010 national TBC prevalence is 725 / 100,000 population / year. West Java province is 937 / 100,000 population / year. Data discovery of smear positive pulmonary TB cases in health centers is still above Ciomas (110/100 000 population / year) while the data is the discovery of smear-positive pulmonary tuberculosis cases by the Bogor District 107/100 000 population / year. Therefore, researchers wanted to explore more about " Description Behavior of Patient and the Risk of Tuberculosis With Adherence Drinking Drug and Habits Throw Phlem in the Regional Health Center Ciomas Regency Bogor of Province West Java In 2012?.
Knowledgeable illustration purposes the behavior of respondents and the risk of tuberculosis with drug compliance and dispose of sputum in patients with pulmonary tuberculosis AFB (+) at the health center Ciomas Bogor regency of West Java province in 2012. This type of research is descriptive quantitative research. Data collection using questionnaires. Data analysis using descriptive univariate Analysis. Some respondents tuberculosis clinic in the region of Bogor district Ciomas ≥ 45 years old 57.7%. Some of the male sex 60.6%. Some of the work of the housewife has 31.0%. Most of the low educational level 78.9%. Most are not immunized 77.5%. Some do not know the medication management of 29.6%. Some do not know can infection sputum 23,9%. Some do not take medication adherence 25.4%. Most of any sputum mebuang 52.1%.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aprilia Kusetiarini
"Penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) saat ini masih merupakan masalah kesehatan utama. Episode penyakit batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan sebesar 3 sampai 6 kali per tahun (rata-rata 4 kali per tahun). Di Kabupaten Madiun penyakit ISPA menjadi urutan pertama penyakit dalam 10 penyakit terbesar di banyak puskesmas. Meskipun jumlah total kasus ISPA di kabupaten Madiun mengalami penurunan, tapi di Puskesmas Simo mengalami peningkatan.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor karakteristik balita, perilaku menutup mulut saat batuk/bersin dan lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA non pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simo Kabupaten Madiun Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain potong lintang. Jumlah sampel 106 orang diambil secara sampel proposional. Uji statistik yang digunakan adalah kai kuadrat.
Berdasarkan hasil penelitian ini, faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA non Pneumonia pada balita adalah kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian, merokok dalam rumah, bahan bakar minyak tanah/kayu dan penggunaan obat nyamuk bakar.

Acute respiratory infections (ARI) Disease is still a major health problem. Cough and cold episodes of illness in infants in Indonesia is estimated at 3 to 6 times per year (average of 4 times per year). Respiratory illness in Madiun Regency became the first disease in the 10 largest disease in many centers. Although the total number of ARI cases in Madiun Regency has decreased, but at the Simo health center has increased.
This study aims to determine the characteristics of children under five factors, the physical environment of the home, the source of pollution in the home and closing mouth behavior when coughing / sneezing with the incidence of non pneumonia ARI in infants in Simo Health Center, Madiun Regency 2012. This type of research is quantitative with cross-sectional research design. The number of samples taken 106 people in a proportional sample. Statistical test used was the chi square.
Based on these results, factors related to the incidence of non pneumonia ARI in infants is the humidity, ventilation, occupancy density, smoking in the house, gasoline, kerosene / wood and the use of mosquito coils.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dermala Sari
"Sampai saat ini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Aceh Tengah memiliki IR yang lebih tinggi dari pada IR nasional, yaitu sebesar 72,9/100.000 penduduk sedangkan IR nasional tahun 2010 hanya sebesar 55/100.000 penduduk. Dari 14 kecamatan, Kecamatan Bebesen termasuk daerah dengan kasus paling tinggi di wilayah kerja Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang paling beresiko dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah tersebut. Jenis penelitian ini adalah diskriptip Kuantitatif dengan menggunakan metode survei dan wawancara dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 112 KK yang terdiri dari 56 kelompok kasus dan 56 kelompok control. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling pada kelompok kasus dan Simple Random Sampling pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan variable yang paling beresiko adalah penggunaan kelambu (OR=150,124) dan pelaksanaan PSN (OR=144,706). Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dan lebih aktif agar bisa menurunkan angka kejadian DBD.

Till now disease Dengue Hemorhagic Fever ( DHF) still be one of health problem of public in Indonesia. Middle Acheh Sub-Province has higher level IR from at national IR, that is 72,9/100000 residents while national IR of the year 2010 only 55/100000 residents. Out of 14 districts, District of Bebesen is including area with highest case in job (activity region District Aceh Tengah). This research aim to know factor what which most ices with case of Dengue Hemorragic Fever in the region. This research type is diskriptip Kuantitatif by using survey method and interview with approach of case control. Sample in this research 112 KK. consisted of 56 Group of case and 56 group of control. Sampling technique applies Total Sampling at group of case and Simple Random Sampling at group of control. Result of research shows variable which most ice is mosqu ito net usage ( OR=150,124) and execution PSN ( OR=144,706). The Government and public must cooperate and more actively that can reduce case number DHF.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library