Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 132 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sulistiya Puspa Nugraha
"ABSTRAK
Hipertensi merupakan penyakit yang menyebabkan 1 dari 8 kematian di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perilaku berisiko hipertensi dengan tingkat pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain analytical cross sectional dengan sampel sebanyak 394 mahasiswa di Universitas Indonesia. Tingkat pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi dikaji menggunakan Hypertension Knowledge Questionnaire (HKQ). Penelitian menunjukkan mean skor mahasiswa sebesar 9.63 dari skor maksimal 12. Proporsi mahasiswa mengkonsumsi makanan cepat saji sebesar 90.1 %, aktivitas fisik kurang 67.3%, stress sebesar 49.7 %, merokok sebesar 22.1 %, BMI>25 sebesar 16.8 %, dan minum alkohol sebesar 12,2%. Berdasarkan uji Chi Square dua perilaku berisiko hipertensi terbukti berhubungan dengan tingkat pengetahuan, yaitu perilaku merokok p 0,007(p<0,05) (OR) 2,0 (95% CI 1,2-3,2) dan mengkonsumsi minuman beralkohol p 0,001(p<0,05) (OR) 3,7 (95% CI 1,9-7,1). Tingkat pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi tidak berhubungan dengan perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji dan aktivitas fisik. Penelitian selanjutnya diharapkan meneliti faktor lain yang mempengaruhi dua perilaku tersebut.

ABSTRACT
Hypertension is a disease that causes 1 of 8 deaths in the world. This study aims to find the relationship between hypertension risk behavior and level of knowledge about hypertension risk factors among university students. This study used an analytical cross-sectional design with a 394 sample of respondents who were under graduate students at the Universitas Indonesia. Level of knowledge on hypertension risk factors was examined using a Hypertension Knowledge Questionnaire (HKQ). The results of knowledge score showed that a mean score of 9.63 out of 12. The proportion of students who had consumed fast food was 90.1%, less physical activity was 67.3%, experienced stress was 49.7%, smoking was 22.1%, BMI> 25 was 16.8%, and drinking alcohol was 12,2%. Two hypertension risk behaviors shown to have relationship with the level of knowledge, smoking behavior with p=0.007 (p <0.05) (OR=2.0) (95% CI 1.2 to 3.2) and consuming alcohol were p= 0.001 (p <0.05) (OR=3.7 )(95% CI 1.9 to 7.1). There was no relationship between level of knowledge on hypertension risk behaviors with fast food consuming and physical activity behaviors among the university students. Further study is expected to examine other risk behavior factors that might relate to these two behaviors.
;"
2016
S65289
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amir Mahmudin
"ABSTRAK
Diabetes mellitus(DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensinya yang terus meningkat secara global. Salah satu pengendalian DM adalah edukasi kesehatan. PT ITP yang memiliki 7.5% dari total karyawan menyandang DM tipe2 telah melakukan edukasi kesehatan, namun belum pernah ada evaluasi terhadap manajemen mandiri.
Desain penelitian deskriptif crossectional dengan mengambil sampel, 61 karyawan PT ITP. Analisis univariat menunjukan tingkat manajemen mandiri responden baik pada aspek nutrisi (80.3%) dan terapi obat (91.8%), namun tidak baik pada aspek latihan fisik (52.5%) dan monitor KGD (50.8%). KGD puasa (mean=138.84), KGD 2 jam post prandial (mean=227.11), HbA1c (mean=8.2), trigliserida (mean=188.49), low density lipoprotein (mean=132.79), dan kolesterol (median=208.00). nilai mean dan median diatas nilai normal. Kesimpulan: indikator pengontrolan DM tipe2 pada responden belum tercapai, sehingga perlunya perusahaan mengembangkan sistim informasi dan penerapan strategi community as partner.

abstract
Diabetes mellitus(DM) is a chronic illness and its prevalence is raising in global. It can be controlled by education. PT ITP conduct health education for the employees with type2 DM since there are 7.5% of the total employees having type2 DM. However, the evaluation of the education is never been done.
Research design was descriptive cross sectional recruited sample of 61 respondents, who had already got health education. Univariate analysis showed the proportion of self-management?s level was good for nutrition (80.3%) and drug therapy (91.8%), however physical exercise (52.5%) and glucose control (50.8%) were not good. The mean of fasting glucose level (mean=138.84), values were 2 hours post prandial glucose level (mean=227.11), HbA1c (mean=8.2), triglyceride (mean=188.49), low density lipoprotein (mena=132.79), and cholesterol (median=208.00). mean and median were above the normal value. Conclusion: In general, self management among respondents were good, but level indicator of DM controlling was still not achieved. Therefore, the company should develop the information?s system, and which can apply the strategies of community as partner.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S42792
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tiya Yulia
"ABSTRAK
Pengetahuan yang baik tentang kemoterapi pada pasien dapat mengantisipasi kemungkinan efek samping yang akan timbul, sehingga pengobatan berjalan lancar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang pengobatan kemoterapi. Metode penelitian ini adalah deskriptif sederhana dan pengambilan data dilakukan pada 63 pasien yang menjalani kemoterapi di RS Kanker Dharmais. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar (61,9%) pasien memiliki pengetahuan tinggi tentang pengobatan kemoterapi. Pihak RS Kanker Dharmais dan bidang keperawatan harus terus mempertahankan penyuluhan kepada pasien dan keluarga.

ABSTRACT
Good knowledge of chemotherapy in patients can anticipate the possibility of side effect of chemoterapy, so that the treamentwent well. The purpose of this study to determine the level of knowledge about the patients' chemotherapy. This research is simple descriptive and retrieval data performed in 63 patients undergoing chemotherapy at the Cancer Hospital Dharmais. The study found that the majority (61,9%) patients had a high knowledge about chemotherapy. The Cancer Hospital Dharmais management and the area of nursing must continue to maintain the patient and family counseling."
2012
S43250
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shella Rachmawaty
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai gambaran perbedaan tingkat pengetahuan
mahasiswa kesehatan dan mahasiswa non-kesehatan Universitas Indonesia
tentang teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada dewasa. Karateristik responden
dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, dan pengelaman mengikuti
pelatihan resusitasi jantung paru, sedangkan tingkat pengetahuan sebagai variabel
penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif. Jumlah
sampel adalah 283 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified
random sampling. Hasil yang didapatkan pada mahasiswa kesehatan adalah 9
orang memiliki pengetahuan rendah dan 83 orang memiliki pengetahuan tinggi
(n=92). Sedangkan mahasiswa non-kesehatan yang memiliki pengetahuan
rendah sebanyak 99 orang dan yang memiliki pengetahuan tinggi 92 orang
(n=191). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan
antara tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan dan mahasiswa non-kesehatan
tentang teknik resusitasi jantung paru pada dewasa dengan nilai p=0,000 (p<0,05).

Abstract
The topic of this research is description knowledge level of medical students and
non-medical students in Universitas Indonesia about cardiopulmonary
resuscitation techniques in adult. Respondent characteristics on this research are
age, gender,and training experience,while knowledge as variable research. Design
of this research is correlative descriptive. The samples are 283 people. Sampling
technique that are used is stratified random sampling. in medical students, we
have 9 students that have low knowledge and 83 students have high knowledge
(n=92). While non-medical students have 99 students have low knowledge and 92
students have high knowledge (n=191). The conclusion of this research that there
is significant differences between knowlodge level of medical students and nonmedical
students about cardiopulmonary resuscitation in adult with p value 0,000
(p<0,05).
;"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43469
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tita Dewi Maharani
"Umumnya pasien post operasi ORIF setelah 24 jam bedrest sehingga dapat terjadinya keterbatasan aktivitas mobilisasi dini yang dilakukan oleh perawat di ruangan dapat memperbaiki sirkulasi mengurangi komplikasi imobilisasi post operasi mempercepat pemulihan peristaltik usus mempercepat pemulihan pasien post operasi Metode penelitian ini adalah deskriftif gambaran implementasi mobilisasi dini oleh perawat pada fraktur ektermitas bawah adalah pendidikan pengalaman kerja pelatihan orthopaedi mobilisasi dini dan sumber ilmu yang didapat tentang mobilisasi dini pada pasien Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling yaitu berjumlah 31 orang perawat
Dari hasil uji statistic univariat didapatkan bahwa implementasi mobilisasi dini oleh perawat pada pasien post ORIF fraktur ekstermitas bawah dominan perawat melakukan mobilisasi dini sebanyak 16 orang 51 6 dan tidak melakukan sebanyak 15 orang 48 4 dari hasil tersebut hanya selisih 1 yang berarti tingkat melakukan mobilisasi dini masih rendah Selanjutnya dapat dilakukan penelitian serupa dengan jumlah responden dari rumah sakit lainnya.

Generally post ORIF patient should be bedrest for 24 hours It cause activity limitation Early mobilizatio ndash that is performed by nurse ndash can improve circulation reduce complication of post operative immobilization accelerate intestinal peristalsis recovery accelerate the recovery of postoperative patients This research method is descriptive Description of the implementation of early mobilization by nurse on lower extremity fracture are education work experience training of orthopedic early mobilization and source of knowledge gained about early mobilization Sampling was done by total sampling of 31 nurses
From the results of univariat estatistical tests showed that the implementation of early mobilization by nurses on lower extremity fractures post ORIF patients dominan yearly mobilization perform by 16 nurses 51 6 and did not do early mobilizaton as many as 15 nurses 48 4 of these results only difference 1 nurse which means the rate of early mobilization is low Further research can be done similar with respondents from other hospitals.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S52386
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Faritz Aldy Ramanda
"Perawat memiliki peran yang sangat besar dalam pelayanan kesehatan, karena itu seorang perawat sudah selayaknya memiliki tingkat pengetahuan yang baik, termasuk pengetahuan mengenai HIV. Perawat yang memiliki pengetahuan yang minim cenderung berdampak pada penurunan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan perawat di Indonesia dan perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan faktor usia, pengalaman bekerja, jenis kelamin, pendidikan terakhir, agama, dan pelatihan HIV yang pernah diikuti perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,9 persen perawat yang bekerja di rumah sakit memiliki tingkat pengetahuan terhadap HIV yang kurang. Penelitian ini dapat menjadi bahan pengembangan penelitian selanjutnya mengenai perawat dan HIV di masa yang datang.

Nurses have a big role in health care, therefore, a nurse must have a good level of knowledge, including knowledge about HIV. Nurses who have less knowledge will tend to impact on the quality of health care. Descriptive study using secondary data that is obtained from previous study will describe the level of knowledge of nurses in Indonesia and the differences levels of knowledge based on age, work experience, gender, education, religion, and HIV training. Results of the research showed that 64.9 percent of nurses who work in hospitals have low levels of knowledge about HIV. This research can be research materials for develop the research about nurse and HIV in the future.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S54816
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Juwanty Eka Putri
"HIV dan AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan global saat ini. HIV dan AIDS ini erat kaitannya dengan diskriminasi dari tenaga kesehatan, khususnya yang berasal dari perbuatannya sendiri seperti pengguna narkoba suntik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku perawat terhadap pasien ODHA pengguna jarum suntik. Penelitian ini merupakan penelitian secondary data analysis dari penelitian utama yang berjudul Indonesian Nurses’ HIV Knowledge, Religiosity, Individual Stigma Attitudes, and Workplace HIV-Stigma. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 51,5% perawat memiliki perilaku positif dan 48,5% memiliki perilaku negatif. Perilaku positif yang ditunjukan perawat harus dipertahankan dan dilihat juga dari faktor yang dapat mempengaruhi perilaku.

HIV and AIDS is one of the current global health issues. HIV and AIDS is closely related to discrimination of health workers, particularly from his own actions such as injecting drug users. This research aims to describe the attitude of nurses to patients PLWH IDUs. It uses a secondary data analysis from a major study entitled Indonesian Nurses’ HIV Knowledge, Religiosity, Stigma Individual Attitudes, and Workplace HIV stigma. The results show that 51,5% of nurses had a positive attitude and 48,5% had a negative attitude. Positive behaviour which is implemented by nurses should be maintained. Many factors can affect the behaviour of the nurses.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S55530
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kana Fajar
"Debridement merupakan salah satu cara perawatan pada luka kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang gambaran tingkat pengetahuan perawat Indonesia tentang metode debridement luka kronik. Desain penelitian ini mengunakan deskriptif analitik dengan pendekatan potongan lintang (cross-sectional) menggunakan sample perawat yang mengikuti pelatihan perawatan luka selama 4 hari denga jumlah sampel sebanyak 110 responden yang dipilih dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis unvariat. Ratarata hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang metode debridement pada luka kronik dengan pengetahuan kurang sebanyak 79.1%. Penelitian ini dapat menjadi bahan pengembangan penelitian selanjutnya mengenai metode debridement pada luka kronik dimasa yang akan datang.

The debridement is one of treatment in chronic wounds. This study aims to determine the level of knowledge about the Indonesian nurses in chronic wound debridement methods. This study design using descriptive analytical approach cross section (crosssectional) using a sample of nurses who trained wound care premises for 4 days total sample of 110 respondents were selected by purposive sampling technique. The results of the study were analyzed using univarite analysis. The average level overview of the research about nurse knowledge in chronic wound debridement methods with lack of knowledge are 79.1%. This research can be use as material development for future research in methods of debridement chronic wounds.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S57379
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurmalasari
"Pelatihan dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Penelitian ini membahas tentang hubungan antara pelatihan yang pernah di dapat dengan tingkat pengetahuan perawat di beberapa rumah sakit di Jakarta. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari peneliti utama yaitu Waluyo (2011) dengan penelitian yang berjudul Indonesian Nurses’ HIV Knowledge, Religiosity, Individual Stigma Attitudes, and Workplace HIV-Stigma. Penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan uji korelasi Chi-Square. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,934 dimana p>0,05 maka secara statistik tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pelatihan yang pernah didapat dengan tingkat pengetahuan perawat tentang HIV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggara pelatihan harus lebih memahami konsep dan metode pelatihan sehingga perawat yang mendapatkan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuannya dan memberikan asuhan keperawatan secara optimal.

Training can affect a person's level of knowledge. This study discusses the relationship between training ever obtained with the level of nurse’s knowledge in several hospitals in Jakarta. This study is secondary data analysis of the main researchers Waluyo (2011) with a study titled “Indonesian Nurses' HIV Knowledge, Religiosity, Stigma Individual Attitudes, and Workplace HIV Stigma”. This study used univariate analysis, bivariate analysis, and correlation Chi-Square test. Based on the statistical test pvalue=0.934 where p>0.05 then there is no statistically significant relationship between training ever obtained with the level of nurses' knowledge about HIV. The results of this study indicate that training providers must better understand the concept and method of training so that nurses who receive training can improve their knowledge and provide optimal nursing care
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S57518
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Alfio Andhika
"Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki merupakan salah satu populasi kunci pada infeksi Human Immunodeficiency Virus. Di Indonesia, LSL menduduki urutan keempat menurut faktor risiko penularan HIV. Prevalensi HIV di Indonesia pada kalangan LSL meningkat sejak tahun 2010 sampai dengan 2014. Masalah penggunaan kondom pada LSL masih menjadi perhatian di beberapa negara, termasuk Indonesia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom pada LSL di Jakarta dan Depok yang meliputi umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status hubungan, dan pengetahuan HIV. Penelitian ini menggunakan kuesioner HIV KQ 18 yang telah diuji validitas dan reliabilitas (r=0.804). Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 92 responden. Analisis data meliputi uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan angka penggunaan kondom sebesar 85.9%. Dari kelima variabel yang diteliti, tidak ada satupun yang memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan kondom (p>0.05).

Men who have sex with men is one of the key populations in Human Immunodeficiency Virus infection. In Indonesia, MSM ranked fourth as one of the risk factors for HIV transmission. HIV prevalence among MSM in Indonesia has increased since the year 2010 to 2014. The issue of condom usage among MSM remains a concern in several countries, including Indonesia. This cross-sectional study aimed to analyze the factors associated with condom usage in MSM who lives in Jakarta and Depok including age, education level, occupation status, relationship status, and HIV knowledge. This research used the HIV KQ 18 questionnaire that have been tested for validity and reliability (r = 0.804). The number of samples of this study were 92 respondents. Data analysis including univariate and bivariate. The results of this study indicate the numbers of condom usage is 85.9%. None of the five variables studied has a significant relationship with condom use (p>0.05)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S63167
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>