Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 29 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Raya Jayawati Ratnawilis Amanah Notonegoro
"ABSTRAK
Sebagai preposisi, kata terhadap memiliki makna yang berbeda-beda sesuai dengan konteksnya dalam kalimat. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik kata terhadap dalam kalimat. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kolokasi dan makna kata terhadap dalam kalimat beserta ciri-cirinya. Data pada penelitian ini berupa 598 token terhadap yang diperoleh dari laman Korpus Universitas Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (Creswell, 2016). Analisis kolokasi kata terhadap dilakukan dengan mengolah 598 token terhadap secara statistik untuk memperoleh kolokat kata terhadap. Sementara itu, analisis makna kata terhadap dilakukan dengan menganalisis data berdasarkan teori fungsi preposisi Ramlan (1980). Berdasarkan hasil analisis kolokasi kata terhadap, dapat disimpulkan bahwa kolokat kata terhadap berada di sebelah kiri kata terhadap, sedangkan kata yang terdapat di sebelah kanan kata terhadap merupakan variasi bebas (free combination) dari kata terhadap. Kemudian, kelompok kata yang memiliki frekuensi kemunculan bersama kata terhadap = 2 tergolong ke dalam kelompok, yaitu unidentified collocate dan false collocate. Berdasarkan hasil analisis makna kata terhadap, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga jenis makna yang dimiliki oleh preposisi terhadap dalam kalimat, yaitu pada, kepada, dan untuk. Selain itu, peneliti juga menemukan beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh tiga makna yang dimiliki oleh kata terhadap.

ABSTRACT
As a preposition, terhadap has different meanings according to its context in sentence. The problem being addressed in this study is that how are the characteristics of terhadap in sentences. Based on that problem, the purposes of this study are to explain the collocation, meaning, and characteristics of terhadap in sentences. The data used in this study are 598 tokens of terhadap taken from the University of Indonesia s corpus page. The method used in this study is mixed method research (Creswell, 2016). The collocation analysis was carried out by processing 598 tokens statistically to obtain the collocates of terhadap. Meanwhile, the meaning analysis was carried out by analyzing data based on the preposition function theory by Ramlan (1980). Based on collocation analysis, it can be concluded that the collocates of terhadap are found on the left side of terhadap, while words found on the right side of terhadap considered as free combinations of terhadap. Then, word groups that have a frequency of occurrence along with terhadap = 2 belong to the group of unidentified collocate and false collocate. Based on meaning analysis, it can be concluded that there are three types of meanings that the preposition has in sentences, pada, kepada, and untuk. In addition, the researchers also found several characteristics possessed by the three meanings of terhadap."
Lengkap +
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Muryani
"Skripsi ini membahas keterbacaan dalam kaitannya dengan linguistik, khususnya ranah sintaksis. Teks soal ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun 2010-2012 digunakan sebagai korpus data dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan teks soal ujian nasional Bahasa Indonesia terhadap siswa dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat keterbacaan dilihat dari kelas kata dan kalimatnya. Teori klasifikasi kelas kata, frase, dan kalimat digunakan untuk tercapainya tujuan penelitian.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor yang memengaruhi rendahnya keterbacaan dilihat dari kelas kata adalah ketidaklogisan kata, pemahaman makna denotatif dan konotatif, dan penempatan konjungsi yang kurang tepat. Jika dilihat dari kalimat, rendahnya keterbacaan dipengaruhi adanya kosakata yang jarang digunakan masa sekarang dan munculnya istilah ilmiah.

This thesis discusses about the readability in relation to linguistics, especially in syntactic domains. National Exam texts of Indonesian subjects year 2010-2012 are used as the data corpuses in this study. This study aims to determine the level of text readability in National Exam texts of Indonesian subjects to students and factors that can affect the readability level views of word category and sentences. Class classification theory of words, phrases, and sentences are used to achieve the research objectives.
Results of this study found that the factors that affect readability seen from the low-class word in the incoherence of words, the understanding of denotative and connotative meanings, and also less precise conjunctions placement. As being viewed from the sentences, the low readability level is influenced by the vocabulary choices which are rarely used nowadays, and the emergence of scientific terms.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S52463
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erha Aprili Ramadhoni
"Skripsi ini membahas percakapan antara guru dan siswa kelas V Sekolah Master yang terjadi ketika kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi untuk mendapatkan rekaman percakapan antara guru dan siswa. Percakapan tersebut diteliti dalam kajian pragmatik dengan menggunakan teori prinsip kerja sama, implikatur percakapan, dan kesantunan. Prinsip kerja sama sering dipatuhi dan dilanggar oleh guru dan siswa dalam percakapan. Pelanggaran dari prinsip kerja sama tersebut mengandung implikatur percakapan. Sementara itu, guru dan siswa juga bertutur santun dalam berbicara.

This thesis discusses the conversation between teachers and students fifth grade at School of Master when the teaching and learning activities occurs. The research uses qualitative method with the observation technique to get conversation between teacher and students record. The conversation researched in pragmatics studies using cooperative principle, conversational implicature, and politeness theory. Cooperative principle usually obeyed and violated by teacher and students in conversation. The violation from cooperative principle contains the conversational implicature. While, teacher and students also polite in speaking."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S46327
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reyza
"[ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini adalah masih adanya koran yang tidak menggunakan ejaan yang baik
dan benar sesuai dengan yang telah ditentukan. Tujuannya mendeskripsikan kesalahan penulisan
ejaan yang ada di dalam koran Poskota. Kesimpulannya adalah masih banyak para penulis berita yang
tidak menguasai ejaan yang baik dan benar.

ABSTRACT
The background of this research is the persistence of the newspapers that do not use good spelling and
correct in accordance with predetermined. The goal is to describe the existing spelling errors in
Poskota newspaper. The conclusion is still a lot of news writers who do not master the good and
correct spelling., The background of this research is the persistence of the newspapers that do not use good spelling and
correct in accordance with predetermined. The goal is to describe the existing spelling errors in
Poskota newspaper. The conclusion is still a lot of news writers who do not master the good and
correct spelling.]"
Lengkap +
2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sartika Izzati
"[ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan kata berprefiks ter- inflektif dan derivatif dalam
Koran Tempo Olahraga yang terbit tanggal 11 ? 17 Desember 2012. Selain itu juga bertujuan untuk
mendeskripsikan makna prefiks ter- dalam Koran Tempo Olahraga yang terbit tanggal 11 ? 17 Desember 2012.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode simak, yaitu metode yang dilakukan dengan
cara menyimak penggunaan bahasa. Objek penelitian ini adalah penggunaan prefiks ter- dalam Koran Tempo
Olahraga yang terbit tanggal 11 ? 17 Desember 2012. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perubahan pola
bentuk inflektif dari kata berprefiks ter- yang memiliki bentuk dasar verba menjadi kata berkategori verba, namun
juga ditemukan kata berprefiks ter- yang memiliki bentuk dasar nomina dan ajektiva yang berubah menjadi kata
berkategori verba setelah ditambahkan prefiks ter-. Begitu juga pada pola bentuk derivatif dari kata berprefiks teryang
memiliki bentuk dasar nomina atau ajektiva menjadi kata berkategori verba, namun dalam data juga ditemukan
kata berprefiks ter- yang memiliki bentuk dasar verba dan tetap berkategori verba setelah ditambahkan prefiks ter-.
Adapun makna prefiks ter- inflektif yang ditemukan dalam data hanya makna ?dapat/sanggup? yang berjumlah
sebelas kata dan makna ?sudah terjadi? yang berjumlah dua belas kata, sedangkan dalam data terdapat semua makna
prefiks ter- derivatif yaitu ?paling? yang berjumlah sembilan kata, makna ?dalam keadaan? yang berjumlah 21 kata,
dan makna ?terjadi dengan tiba-tiba? yang berjumlah satu kata.ABSTRACT The purpose of this research is to explain the process of word formation of word with prefix ter- inflective and
derivative in Tempo Sport Newspaper which was published on 11 ? 17 December 2012. Another purpose is to
explain the meaning of words with prefix ter- in Tempo Sport Newspaper which was published on 11 ? 17
December 2012. This is a qualitative research using simak (observe) method; a method of observing the using of the
language. The object of this research is the using of prefix ter- in Tempo Sport Newspaper published on 11 ? 17
December 2012. The result shows that there is a change in inflective pattern from the words with prefix ter- whose
base form are verb into verb, but there are also the words with prefix ter- whose base form are noun and adjective
has changed into verb after the addition of prefix ter-. This also occur in the derivative pattern of the words with
prefix ter- whose base form are noun or adjective has changed into verb, however, it is also found in the data that the
words that has prefix ter- whose base form are verb stay as verb even after added prefix ter- The meaning of
inflective prefix ter- found in the data are only the meaning of ?dapat/sanggup (may/able)? in eleven words and the
meaning of ?sudah terjadi (occured)? in twelve words, while all the meaning of the derivative prefix ter- found in the
data; they are ?paling (most)? in nine words, the meaning of ?dalam keadaan (in a situation)? in 21 words, and the
meaning of ?terjadi dengan tiba-tiba (occur suddenly)? in one word.;The purpose of this research is to explain the process of word formation of word with prefix ter- inflective and
derivative in Tempo Sport Newspaper which was published on 11 ? 17 December 2012. Another purpose is to
explain the meaning of words with prefix ter- in Tempo Sport Newspaper which was published on 11 ? 17
December 2012. This is a qualitative research using simak (observe) method; a method of observing the using of the
language. The object of this research is the using of prefix ter- in Tempo Sport Newspaper published on 11 ? 17
December 2012. The result shows that there is a change in inflective pattern from the words with prefix ter- whose
base form are verb into verb, but there are also the words with prefix ter- whose base form are noun and adjective
has changed into verb after the addition of prefix ter-. This also occur in the derivative pattern of the words with
prefix ter- whose base form are noun or adjective has changed into verb, however, it is also found in the data that the
words that has prefix ter- whose base form are verb stay as verb even after added prefix ter- The meaning of
inflective prefix ter- found in the data are only the meaning of ?dapat/sanggup (may/able)? in eleven words and the
meaning of ?sudah terjadi (occured)? in twelve words, while all the meaning of the derivative prefix ter- found in the
data; they are ?paling (most)? in nine words, the meaning of ?dalam keadaan (in a situation)? in 21 words, and the
meaning of ?terjadi dengan tiba-tiba (occur suddenly)? in one word., The purpose of this research is to explain the process of word formation of word with prefix ter- inflective and
derivative in Tempo Sport Newspaper which was published on 11 – 17 December 2012. Another purpose is to
explain the meaning of words with prefix ter- in Tempo Sport Newspaper which was published on 11 – 17
December 2012. This is a qualitative research using simak (observe) method; a method of observing the using of the
language. The object of this research is the using of prefix ter- in Tempo Sport Newspaper published on 11 – 17
December 2012. The result shows that there is a change in inflective pattern from the words with prefix ter- whose
base form are verb into verb, but there are also the words with prefix ter- whose base form are noun and adjective
has changed into verb after the addition of prefix ter-. This also occur in the derivative pattern of the words with
prefix ter- whose base form are noun or adjective has changed into verb, however, it is also found in the data that the
words that has prefix ter- whose base form are verb stay as verb even after added prefix ter- The meaning of
inflective prefix ter- found in the data are only the meaning of ‘dapat/sanggup (may/able)’ in eleven words and the
meaning of ‘sudah terjadi (occured)’ in twelve words, while all the meaning of the derivative prefix ter- found in the
data; they are ‘paling (most)’ in nine words, the meaning of ‘dalam keadaan (in a situation)’ in 21 words, and the
meaning of ‘terjadi dengan tiba-tiba (occur suddenly)’ in one word.]"
Lengkap +
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nanda Aulia Ramadhani
"ABSTRAK
Bahasa dapat berkembang seiring dengan kehidupan masyarakat. Perkembangan bahasa dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah aspek sintaksis yang berkaitan dengan penandaan ujaran berupa tanda baca. Di dalam makalah ini, tanda baca yang berupa tanda hubung - akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui ada atau tidaknya perkembangan bahasa. Data yang akan dianalisis pada makalah ini adalah beberapa artikel dari Kompas.com dan Republika.co.id yang telah disatukan dalam Korpus Data Linguistik Program Studi Indonesia. Selain itu, analisis penelitian ini berpedoman pada Ejaan Yang Disempurnakan EYD dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI . Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa penerapan dari tanda hubung - di dalam Korpus Data Linguistik Program Studi Indonesia sudah sesuai dengan EYD dan PUEBI. Namun, di dalam data ditemukan pula beberapa penerapan tanda hubung - yang fungsinya belum diatur dalam EYD dan PUEBI. Kata kunci: Bahasa; tanda baca; tanda hubung - ; pengembangan; media massa.

ABSTRACT
Language develops along with advancement of people rsquo s life. Language development can be seen from several aspects, such as syntactical aspect which is related to speech signals in form of punctuation marks. This paper focuses on one type of punctuation marks, which is hyphen , and aims to find out its significance for the development of Bahasa Indonesia. This paper analyzes articles from Kompas.com and Republika.co.id which have been compiled in Korpus Data Linguistik Program Studi Indonesia. Ejaan yang Disempurnakan EYD and Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI are used as the basic guidelines for the research analysis. The findings reveal that some applications of hyphen in Korpus Data Linguistik Program Studi Indonesia are in accordant with EYD and PUEBI. However, there are still some applications of hyphen whose functions haven rsquo t been included in EYD and PUEBI. Keywords Language punctuation mark hyphen development mass media."
Lengkap +
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Izzatunnisa
"ABSTRAK
Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang terdiri dari dua bentuk, yaitu bahasa tulis dan bahasa lisan. Penggunaan bahasa lisan bersifat lebih fleksibel karena kita berhadapan langsung dengan lawan bicara kita. Berbeda dengan bahasa lisan, bahasa tulis merupakan bahasa yang digunakan oleh pemberi pesan kepada penerima pesan tanpa saling bertatap muka. Oleh karena itu, dibutuhkan pengaturan dalam bahasa tulis bahasa Indonesia.Penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar telah diatur dalam empat tahap aturan, yaitu Ejaan Van Ophusijen 1901 , Ejaan Repoeblik atau Ejaan Soewandi 1947 , Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan 1972 , dan Ejaan Bahasa Indonesia 2016 . Makalah ini membahas penggunaan tanda baca tanda pisah yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI . Korpus data yang digunakan adalah korpus jurnalistik dan korpus sastra, korpus Program Studi Indonesia yang telah dikumpulkan dalam kelas mata kuliah Kapita Selekta Linguistik tahun ajaran 2016.Dengan menggunakan metode deskriptif, akan dideskripsikan temuan-temuan yang ditemukan dalam korpus dan membandingkan penggunaan tanda pisah -- dalam penulisan di media massa daring dan karya sastra Indonesia. Melalui penelitian ini, akan tergambar seberapa jauh media massa daring dan karya sastra Indonesia mengikuti aturan penulisan bahasa Indonesia sesuai dengan PUEBI. Apakah media massa daring dan karya sastra Indonesia menggunakan aturan penulisan yang sesuai dengan PUEBI atau justru memiliki konvensi tersendiri?

ABSTRACT
Abstract Language is one of the tool for communication consisting of two forms, written and oral. The use of oral language is more flexible because people will have to confront each other by using face to face communication. It is different than that of the written language which is used by the sender to send the message to the receiver without having to meet physically. Thus, it is necessary to have the regulation in the written language in Indonesian.The use of proper and correct language of Indonesian in written language has been set in four stages of regulation, which are The Van Ophuijsen Spelling System 1901 , The Republic or Soewandi Spelling System 1947 , The Enhanced Indonesian Spelling System or The Perfected Spelling System 1972 , and The Indonesian Spelling System 2016 . This report discuss the use of punctuation dash according to The General Guidelines of Indonesian Spelling System Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ndash PUEBI . Corpus database used is the journalistic corpus and literature of Indonesia corpus, Indonesia Study Program Program Studi Indonesia corpus which has been collected in the course of Capita Selecta of Lingistics in 2016.Using descriptive method, writer is trying to describe the foundings from the corpus and compare the using of punctuation dash in online mass media and literature of Indonesia corpus. Writer will show how far the online media and the literature of Indonesia are obeying the regulation of Indonesian language rsquo s writings according to PUEBI. Do the online mass media and literature of Indonesia follow the writing regulation according to PUEBI or have their own convention "
Lengkap +
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Mahardika Putri
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas ranah semantis kata yang berkolokasi dengan verba berafiks preposisi tentang dalam korpus pemelajar BIPA, yang dikumpulkan sejak tahun 2011 sampai 2016, berdasarkan perilaku semantis verba berafiks preposisi tentang. Penelitian ini bertujuan memaparkan penggunaan preposisi tentang berdasarkan perilaku semantis verba sebagai kolokat kiri dan ranah semantis kata yang menjadi kolokat kanan. Metode yang digunakan adalah rancangan metode gabungan. Dengan menggunakan rancangan ini, metode analisis kuantitatif dan kualitatif akan digabungkan untuk menganalisis ranah semantis kolokat kanan verba berafiks preposisi tentang dalam korpus pemelajar BIPA. Data dianalisis dengan perangkat lunak Sketch Engine untuk melihat perilaku semantis verba berafiks yang berkolokasi secara signifikan dengan preposisi tentang. Kemudian, kata yang berkolokasi dengan preposisi tentang diklasifikasi berdasarkan UCREL Semantic Analysis System USAS category system. Hasil penelitian berupa ranah semantis kata yang berkolokasi dengan verba berperilaku semantis tindakan dan keadaan. Kata yang berkolokasi dengan verba berperilaku semantis tindakan tentang berada pada ranah semantis A, B, C, E, F, G, H, I, L, M, O, P, Q, S, T, W, X, Y, dan Z, sedangkan kata yang berkolokasi dengan verba berperilaku semantis keadaan tentang berada pada ranah semantis A, B, C, F, G, I, L, M, O, Q, S, T, X, Y, Z. Berdasarkan ranah semantis tersebut, dapat dilihat penggunaan preposisi tentang oleh pemelajar BIPA.

ABSTRACT
This research discusses the semantic fields of words that collocate with verb with affix prepositions tentang mdash about in the corpus of BIPA Indonesian for foreign speaker learners, collected from 2011 to 2016, based on semantic behavior of verb with affix prepositions tentang. This research is aimed at describing the use of prepositions tentang based on semantic behavior of verbs as left collocates and the semantic field of the right collocated words. The combination of qualitative and quantitative methods was used to analyze the semantic fields right collocated verb with affix prepositions tentang in the corpus of BIPA learners. The data was analyzed using Sketch Engine software to see the semantic behavior of verbs with affix that significantly collocate with the prepositions tentang. Then those words are classified according to the UCREL Semantic Analysis System USAS . The results of this research are the semantic fields of words that collocate with verbs behave semantically in action and state categories. The words that are collocate with verb behaves semantically in action tentang being in the semantic fields A, B, C, E, F, G, H, I, L, M, O, P, Q, S, T, W, X, Y, and Z, whereas the words that are collocate with the verbs behave semantically in the state tentang being in the semantic fields A, B, C, F, G, I, L, M, O, Q, S, T, X, Y, Z. From the existing semantic fields, it can be seen the use of prepositions tentang by BIPA learners."
Lengkap +
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf;
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Hodijah
"Komunikasi ayah dan anak merupakan bentuk relasi sepanjang hidup. Dalam keluarga, ayah memegang peran penting dalam pembentukan kepribadian anak. Ayahku (Bukan) Pembohong karangan Tere-Liye merupakan salah satu karya sastra yang memuat kedekatan hubungan ayah terhadap anak melalui wacana persuasif. Skripsi ini secara khusus membahas strategi persuasi yang digunakan tokoh Ayah terhadap Dam, sejak kecil hingga dewasa, melalui dongeng dan percakapan. Penelitian kualitatif ini menggunakan model analisis wacana kritis Norman Fairclough yang dihubungkan dengan teori persuasi Ehninger, Monroe, dan Gronbeck. Hasil penelitian tahapan persuasif yang dibangun melalui percakapan menampilkan perubahan relasi kuasa dan pembentukan identitas tokoh ayah dan anak sepanjang cerita.

Communication between father and son is a long-life relationship. In a family, a father holds a significant role in his children's character building. Ayahku (Bukan) Pembohong written by Tere-Liye is one of many novels that show father and children relationship by using persuasive discourse. The focus of this study is the persuasion strategies that the Father applies to Dam, since Dam was still child until he becomes an adults, especially by usinng tales and conversations. This qualitative research uses critical discourse analysis model from Norman Fairclough's theory that related to Ehninger. Monroe, and Gronbeck's persuasion theory. The result of the persuasive stage applied in the story shows the changing of power relation and the building of the father and the son's character all along the storyline.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S53121
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septania Wardah Zakiyah
"Penelitian ini membahas profil kesalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Objek yang diteliti adalah produksi tulisan yang dihasilkan
oleh mahasiswa program studi Bahasa Indonesia di Tokyo University of Foreign Studies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kesalahan dalam produksi tulisan dilihat dari segi tataran fonologis, morfologis, dan sintaksis. Tujuan lainnya adalah mendeskripsikan keterkaitan antara profil kesalahan dengan latar belakang bahasa ibu pembelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwabahasa ibu pembelajar pengaruh yang kuat sistem bahasa kedua. Pembelajar cenderung menjadikan bahasa ibu mereka sebagai satu-satunya acuan yang dapat diandalkan dalam proses pembelajaran bahasa kedua.

This study examines errors in second language learning. The object of this study are writings of students in Tokyo University of Foreign Studies. The purpose of this study is to identify errors in writings by assigning the items into different linguistic levels: phonological, morphological, syntactical. Another purpose is to describe the connection between errors and learners' native language. It is found that the native language of learners exerts a strong influence on the acquisition of the second language system.The learners tend to use their native language as the only reference to relied on second language learning."
Lengkap +
2014
S57985
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>