Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mika Permana
"Grid computing adalah salah satu jenis komputasi paralel dan sistem terdistribusi yang berusaha menyatukan resource atau sumber daya yang tersebar secara geografis. Dengan adanya grid computing memungkinkan beberapa orang (peneliti) atau perusahaan yang terpisah secara geografis untuk melakukan suatu tujuan (penelitian) dengan memanfaatkan resource-resource yang ada. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) hingga saat ini telah melakukan beberapa penelitian mengenai grid computing. Penelitian-penelitian yang ada di Fasilkom UI masih cenderung bersifat teoritis. Untuk mengimplementasikannya dibutuhkan suatu grid environment dimana grid service dapat berjalan di atasnya. Pada tulisan ini penulis berusaha untuk mengkaji tentang hal-hal dibutuhkan serta mekanisme untuk membangun suatu grid environment di lingkungan Fasilkom UI. Pembahasan diawali dengan pengenalan grid computing melalui definisi dan komponen-komponen yang menyusunnya. Setelah mengetahui konsep dasar grid, kemudian pembahasan dilanjutkan dengan menganalisis hal-hal yang diperlukan untuk membangun grid environment. Sebelum mengimplementasikan grid environment, penulis terlebih dahulu membahas tentang sumber daya pendukung grid yang dimiliki oleh Fasilkom UI. Dengan berlandaskan pada informasi mengenai halhal yang dibutuhkan dalam membangun grid environment serta kondisi di Fasilkom UI, kemudian penulis melakukan uji coba membangun prototype grid environment. Berdasarkan pembahasan dan uji coba yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk mengimplementasikan grid environment di lingkungan Fasilkom UI terdapat dua hal penting yang harus dilakukan. Kedua hal tersebut adalah membuat kebijakan (policy) mengenai grid environment yang akan dibangun dan melakukan instalasi grid middleware (misalnya Globus Toolkit 3)."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irvan Helmi
"Investasi pasar modal adalah investasi berupa surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan seperti saham, obligasi, waran, kontrak opsi saham dan surat berharga lainnya [INV2005]. Untuk selanjutnya surat berharga akan disebut sebagai instrumen pasar modal. Dari sudut investor, manfaat dari investasi adalah untuk mendapatkan pengembalian hasil investasi. Sedangkan dari sudut institusi yang mendapatkan dana, investasi bermanfaat untuk menambah modal usaha demi mengembangkan perusahaannya. Untuk menarik investor perlu dihadirkan instrumen pasar modal yang menarik dan saling menguntungkan. Kontrak Opsi Saham (KOS) merupakan instrumen pasar modal yang baru diterapkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada Oktober 2004 silam. KOS adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pembelinya untuk membeli/menjual saham acuan (saham yang tertera dalam kontrak tersebut) pada harga (harga strike) dan dalam jangka waktu yang telah disepakati dalam kontrak tersebut. KOS merupakan produk derivatif dari saham, karena didalam KOS menyebutkan hak untuk membeli/menjual saham acuannya. Nilai KOS ditentukan oleh lima parameter yaitu nilai saham, harga strike, sisa waktu berlaku, volatilitas nilai saham acuan dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia. Pada tugas akhir ini penulis mencoba untuk memvisualkan pergerakan nilai KOS (grafik tiga dimensi) terhadap setiap perubahan nilai pada parameter penentu nilai KOS, sehingga perilaku nilai KOS terhadap setiap perubahan parameter tersebut dapat terlihat. Dalam menentukan nilai KOS, penulis menggunakan formula Black- Scholes. Selain visualisasi nilai KOS, penulis juga memvisualkan grafik profit/loss yang berguna untuk melihat potensi keuntungan/kerugian suatu strategi dasar perdagangan KOS (grafik dua dimensi) terhadap perubahan harga saham acuan. Pada tugas akhir ini akan dijabarkan kesimpulan yang merupakan karakteristik dari formula Black-Scholes. Karakteristik ini didapat dari hasil analisa visualisasi yang dihasilkan oleh aplikasi yang dibuat. Kesimpulan mencakup relasi antara parameter dan kecenderungan nilai KOS yang dihasilkan formula Black-Scholes terhadap perubahan nilai parameter. Dalam pembuatan aplikasi ini penulis menggunakan bahasa pemrograman JavaTM dengan tambahan library Java3DTM yang diimplementasikan diatas AppletTM. Hal ini penulis maksudkan agar aplikasi ini dapat diakses dengan mudah."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hanny Faristin
"Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu penyelenggara pendidikan akademik dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, seni, budaya, teknologi dan berbagai ilmu terapan lainnya, memerlukan hasil pengambilan keputusan yang tepat sehingga mendatangkan kemajuan bagi lembaga ini. Selama ini Universitas Indonesia mengambil keputusan dengan menganalisa terlebih dahulu data yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas, data tersebut bersumber dari basis data operasional. Pengambilan keputusan untuk kemajuan UI memerlukan data yang tidak hanya data terkini akan tetapi juga diperlukan data terdahulu agar proses analisa untuk mengambil keputusan tidak terbatas pada data dengan kurun waktu tertentu , sehingga keputusan yang diambil lebih akurat dan optimal. Disinilah peran data warehouse dalam penyediaan strategic information proses pengambilan keputusan. Data warehouse adalah suatu tempat penyimpanan data yang lengkap dan konsisten, yang didapatkan dari berbagai sumber dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan end users dalam konteks bisnis [DEV97]. Pada penelitian sebelumnya[FAT05] telah dihasilkan suatu desain aplikasi data mining untuk mendukung evaluasi studi keberhasilan mahasiswa Universitas Indonesia. Permasalahan yang ada pada saat ini adalah belum adanya data warehouse yang mampu mendukung proses analisa pengambilan keputusan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan data warehouse yang dapat mendukung kebutuhan end user di dalam kegiatan akademik UI dan juga dapat mendukung aplikasi data mining pada penelitian
sebelumnya[FAT05], selain itu juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana teori langkahlangkah penerapan data warehouse dalam prakteknya. Metodologi yang digunakan pada penelitian adalah dengan pembelajaran terhadap teori?teori yang relevan dengan data warehouse dan data mining, kemudian dilanjutkan dengan analisa kebutuhan dan analisa basis data untuk data warehouse. Dilanjutkan dengan perancangan data warehouse sesuai dengan kebutuhan end user dan kemudian akan dilakukan perbandingan literatur pengembangan data warehouse dengan prakteknya. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah rancangan data warehouse untuk kegiatan akademik UI dengan bersumber pada SIAK UI dan hasil perbandingan teori langkah langkah penerapan data warehouse dengan prakteknya. Saran yang dapat diberikan setelah penelitian dilakukan untuk pengembangan selanjutnya adalah implementasi data warehouse dari rancangan yang telah dihasilkan dan juga uji coba hasilnya. Selain itu juga dapat mengembangkan cakupan fungsi lain untuk ditampilkan oleh sistem data warehouse yaitu dengan menggunakan sumber data lainnya di UI selain Sistem Informasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia(SIAK UI)."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Liong, Sauw Fei
"Jaringan nirkabel merupakan teknologi jaringan yang menggunakan udara sebagai medium transmisi data. Standar protokol jaringan nirkabel telah ditetapkan oleh organisasi Institute of Electrical and Electronic Engineer (IEEE) 802.11 yang kemudian dikenal sebagai jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity). Sebuah protokol keamanan standar didefinisikan dalam jaringan IEEE 802.11, yang disebut dengan Wired Equivalent Privacy (WEP). Terdapatnya berbagai titik-titik kelemahan dalam protokol WEP yang masih dapat dimanfaatkan, menuntut dikembangkannya teknologi keamanan baru. Protokol 802.1X diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan akses kontrol dan otentikasi jaringan Wi-Fi.
Sebuah standar keamanan yang menjanjikan di masa depan sedang dalam tahap pengembangan, yaitu protokol IEEE 802.11i yang membutuhkan perubahan dari perangkat keras yang sudah ada saat ini. Selama menunggu perangkat keras yang mendukung standar 802.11i muncul di pasaran, IEEE 802.11 mengembangkan solusi keamanan sementara yang disebut dengan Wi-Fi Protected Access (WPA) yang dirancang untuk dapat digunakan pada perangkat keras yang ada saat ini. Kebutuhan mendesak akan keamanan yang tangguh dengan keterbatasan perangkat keras yang ada menyebabkan timbulnya solusi alternatif dengan menggunakan protokol di luar standar jaringan Wi-Fi, yaitu dengan menggunakan web-gateway dan Virtual Private Network (VPN). Solusi keamanan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhkan dasar keamanan, yaitu authentication, access control, confidentiality, integrity, availability, dan non-repudiation.
Penulis melakukan analisis aspek keamanan jaringan Wi-Fi di lingkungan Fasilkom terhadap lima buah solusi keamanan, yaitu WEP, WPA, IEEE 802.11i, web-gateway, dan VPN. Eksperimen dengan melakukan serangan, dilakukan terhadap implementasi jaringan Wi-Fi di lingkungan Fasilkom yang ada saat ini, yang menggunakan web-gateway. Dari hasil analisis dan eksperimen, didapatkan bahwa usulan solusi yang paling tepat untuk diimplementasikan di lingkungan Fasilkom adalah solusi VPN. Solusi ini dapat digunakan berdampingan dengan web-gateway guna memperluas dukungan penggunaan jaringan Wi-Fi. Namun, implementasi web-gateway perlu dibatasi pada protokol yang aman seperti SSH, SFTP, atau SSL untuk memberikan perlindungan keamanan yang tangguh."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haryanto
"Teknologi sistem grid saat ini sudah cukup banyak dikenal orang karena sistem grid dapat membantu menyelesaikan suatu masalah secara bersama-sama seperti, komputasi yang membutuhkan kemampuan komputer dengan performansi tinggi, penyediaan media penyimpanan virtual, dan lain sebagainya tanpa tergantung pada lokasi geografis dari pengguna sistem grid yang bersangkutan. Sistem grid menyediakan mekanisme sharing sumber daya antar institusi-institusi yang bergabung dalam suatu lingkungan terdistribusi yang heterogen dan sangat dinamis. Namun, untuk menyediakan suatu layanan akses yang handal terhadap sumber daya yang di-share tersebut ada banyak masalah yang harus dihadapi dan dibenahi oleh sistem grid. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah keamanan. Untuk menjamin keamanan dari sistem grid, maka layananlayanan serta mekanisme-mekanisme keamanan yang umumnya digunakan seperti, otentikasi, otorisasi, komunikasi yang aman, ketersediaan sistem, integritas dan lain sebagainya sangat diperlukan untuk lebih meningkatkan kepercayaan terhadap sistem grid. Selain itu, diharapkan bahwa keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh sistem grid dapat lebih dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pada tulisan ini, penulis mencoba untuk meneliti aspek keamanan dari sistem grid dengan meninjau masalah-masalah keamanan yang ada pada sistem grid yang diikuti dengan eksplorasi terhadap layanan-layanan keamanan yang diperlukan dan yang telah disediakan oleh sistem grid. Untuk mengetahui implementasi dari layanan-layanan keamanan yang disediakan oleh sistem grid, maka penulis melakukan uji coba dengan melakukan konfigurasi pada paket Grid Security Infrastructure (GSI) yang terdapat dalam paket Globus Toolkit 3 (GT3). Percobaan konfigurasi ini ditujukan agar suatu aplikasi sederhana yang berbasis grid dapat memiliki beberapa layanan-layanan keamanan yang ditawarkan oleh GSI. Berdasarkan eksplorasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem grid saat ini sudah memiliki solusi terhadap beberapa masalah-masalah keamanannya dengan menyediakan beberapa layanan-layanan serta mekanisme keamanan seperti, otentikasi, otorisasi, dan komunikasi yang aman. Meskipun demikian, masih ada masalah keamanan lainnya yang belum diakomodasi sepenuhnya dalam sistem grid misalnya, akuntabilitas. Hasil uji coba konfigurasi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa GSI sebagai komponen keamanan yang disediakan oleh GT3 telah mengakomodasi beberapa layananlayanan keamanan yang dibutuhkan dalam suatu sistem grid. Beberapa fitur tambahan seperti delegation dan single sign on juga disediakan oleh GSI untuk mendukung akses terhadap sumber daya yang terkoordinasi."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Nadia Fatma
"Dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara pendidikan akademik, profesi, spesialis dan vokasi dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni, Universitas Indonesia melakukan berbagai proses dan kegiatan akademik yang membutuhkan pengambilan keputusan. Saat ini proses analisa hanya dapat dilakukan berdasarkan data yang telah ada pada kurun waktu tertentu. Hal ini akan membatasi proses analisa tersebut. Dalam pengembangannya proses pengambilan keputusan akan lebih optimal jika didukung oleh sistem yang mampu menemukan pola atau hubungan dari kumpulan data yang ada. Kemudian dari pola atau hubungan yang didapatkan tersebut dilakukan prediksi untuk masa yang akan datang. Disinilah peran data mining diperlukan sebagai salah satu metode Knowledge Discovery in Databases (KDD), sehingga proses analisa untuk kegiatan akademik dapat lebih dioptimalkan. Permasalahan yang ada saat ini adalah tidak adanya data mining database dan aplikasi data mining yang mampu melakukan proses pencarian knowledge dalam basis data yang kemudian mampu mendukung proses analisa dan pengambilan keputusan untuk kegiatan akademik.
Tugas akhir dengan topik 'Perancangan Aplikasi Data Mining Untuk Kegiatan Akademik Di Universitas Indonesia' untuk ruang lingkup fakultas adalah salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan di atas. Tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan kajian analisa perancangan data mining database dan aplikasi data mining untuk kegiatan akademik di Universitas Indonesia.
Metodologi yang digunakan dalam tugas akhir ini dimulai dari pembelajaran terhadap teori-teori yang relevan dengan basis data, data warehouse, data mining, dan Knowledge Discovery in Databases (KDD). Kemudian dilanjutkan dengan melakukan kajian analisa terhadap permasalahan, analisa basis data untuk data mining, analisa data mining berupa kajian tahapan dan persiapan yang harus dilakukan, serta pemilihan studi kasus evaluasi keberhasilan studi mahasiswa. Setelah itu baru diambil kesimpulan yang sesuai dengan hasil analisa. Hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah bahwa penerapan konsep data mining pada ruang lingkup fakultas di Universitas Indonesia dapat membantu mengoptimalkan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan akademik.
Hasil analisa yang dilakukan meliputi analisa permasalahan, analisa basis data untuk kebutuhan data mining, dan analisa data mining. Untuk mengembangkan aplikasi data mining dibutuhkan data warehouse atau basis data tersendiri yang memenuhi syarat dan mampu menyediakan data yang relevan dengan kebutuhan data mining. Hasil lain yang ditemukan adalah bahwa penggunaan aplikasi data mining untuk ruang lingkup akademik memerlukan aplikasi yang harus di-customized terlebih dahulu. Sedangkan hasil uji coba dengan menggunakan aplikasi statistik, yaitu SPSS menunjukkan bahwa algoritma regresi dapat digunakan untuk memprediksi IPK mahasiswa pada semester yang akan datang. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan selanjutnya adalah pengembangan analisa yang lebih spesifik yang diikuti dengan uji coba dengan menggunakan aplikasi data mining dan implementasi. Selain itu memperluas ruang lingkup proses analisa dan pengambilan keputusan yang tidak terbatas hanya pada evaluasi keberhasilan studi, namun dikaitkan dengan hal lain yang masih relevan seperti kaitan evaluasi keberhasilan studi dengan alokasi jadwal kuliah, dan sebagainya. Saran yang terakhir adalah mengembangkan data warehouse untuk ruang lingkup universitas, sehingga penerapan data mining tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoga Nandiwardhana
"Component Based Software Engineering (CBSE) adalah salah satu alternatif dari metode pembangunan perangkat lunak. Metode ini menawarkan pembuatan sebuah aplikasi perangkat lunak berbasiskan komponen-komponen, yaitu bagian-bagian independen dan non-trivial, dan memiliki satu set interface fungsi yang jelas. Suatu sistem berbasis komponen dapat mengambil komponen-komponen yang dibutuhkannya dari komponen yang sudah tersedia di luar, maupun membangun komponen-komponen itu sendiri. Dari Tugas Akhir yang dilakukan oleh Ratih Andriani, ?Penggunaan Pendekatan CBSE untuk Mendukung Teknik Pengembangan Berorientasi Obyek dalam Penerapan Aplikasi E-Business?, ditemukan bahwa pendekatan CBSE merupakan salah satu pendekatan yang baik dalam membangun aplikasi e-business yang mempunyai sifat alami yang dinamis dan terdiri dari berbagai bagian yang memiliki tingkat independensi tinggi. Contoh aplikasi e-business ini adalah e-store atau online store, yang memiliki komponen antara lain e-catalogue. E-catalogue adalah sebuah basis data elektronik yang digunakan untuk menyimpan dan memberikan informasi spesifik tentang suatu produk, yang biasanya telah disiapkan untuk pengambilan seketika oleh orang yang ingin melihatnya lewat internet. Maka selanjutnya akan dibuat sebuah e-catalogue sebagai komponen perangkat lunak, yang merupakan bagian dari aplikasi e-store secara keseluruhan. Untuk membuat komponen tersebut, dilakukan langkah-langkah yang sistematis untuk mengakomodir semua fungsionalitas layaknya katalog konvensional dan e-catalogue yang sudah dipakai di e-store saat ini. Langkah-langkah pembuatannya dimulai dengan menganalisis kebutuhan-kebutuhan dan fungsionalitas yang diperlukan sebuah e-catalogue, dan juga informasi-informasi apa saja yang biasa disimpan. Kemudian dilakukan disain fungsionalitasnya dengan UML, untuk melihat obyek-obyek apa saja yang diperlukan di dalamnya. Setelah itu dilakukan pemodelan obyek-obyek tersebut dalam bentuk class, sesuai dengan arsitektur berbasis komponen yang dipakai, yaitu Enterprise JavaBeans. Setelah tahap perancangan selesai, dicoba dibuat file-file yang diperlukan berdasarkan rancangan sebelumnya, lalu mengkonstruksikannya menjadi sebuah komponen yang siap dipakai. Komponen tersebut kemudian dijalankan di sebuah application server yang merupakan tempat berjalannya komponen-komponen sebuah aplikasi. Hasilnya, ditemukan bahwa komponen e-catalogue dapat dikembangkan sebagai sebuah komponen perangkat lunak sebagai bagian dari sebuah aplikasi e-business, yang independen dan trivial, dimana e-catalogue ini menyediakan layanan-layanan layaknya sebuah katalog."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2003
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rio Rinaldi
"Paradigma Aspect-Oriented Programming (AOP) dikemukakan untuk menangani cross-cutting concerns yang tidak dapat dilakukan oleh paradigma object-oriented programming (OOP). Cross-cutting concerns adalah fungsionalitas program yang sama dan yang terdapat dalam beberapa class namun tidak dapat dikelompokkan ke dalam sebuah class. Cross-cutting concerns tersebut menyebabkan code tangling dalam sebuah program. Code tangling adalah kondisi di mana struktur dari program tersebut tidak dapat ditelusuri dengan baik karena adanya code-code yang sama di beberapa bagian yang berbeda dalam program. Paradigma AOP mengurangi code tangling tersebut dengan mengelompokkan cross-cutting concerns yang menyebabkannya dalam unit modular aspect. Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan penelitian untuk melihat manfaat penerapan AOP dalam sebuah program yang besar, yakni programming library untuk penggambaran diagram statistik ? chart2d ? dalam bahasa Java dengan jumlah baris code mencapai 13979 baris. Tugas akhir ini dilakukan dengan menganalisa modularitas program chart2d berdasarkan penerapan paradigma OOP dan menerapkan AOP untuk menangani cross-cutting concerns yang ada dalam program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekalipun paradigma OOP telah diterapkan untuk membangun program chart2d dengan modularitas yang baik, cross-cutting concerns tetap ada dan tidak dapat dikelompokkan. AOP kemudian diterapkan untuk mengelompokkan cross-cutting concerns tersebut. Dari studi kasus ini, AOP dapat mengurangi code tangling, menghasilkan modularitas program menjadi lebih baik, dan aspect yang dibangun dapat digunakan kembali dalam program chart2d. Saran dari penulis untuk penelitian selanjutnya mengenai AOP adalah meneliti penerapan AOP dalam program yang telah diidentifikasikan mengandung banyak cross-cutting concerns di hampir seluruh class dan melakukan penelitian mengenai penerapan AOP sejak pada tahap perancangan."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2002
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mirta Amalia
"Jaringan nirkabel merupakan teknologi jaringan dengan menggunakan udara sebagai medium dan frekuensi radio sebagai penghantar sinyal. Standar protokol jaringan nirkabel telah ditetapkan oleh organisasi Institute of Electrical and Electronic Engineer (IEEE) grup 802.11. Standar protokol 802.11 mendefinisikan aturan-aturan pada lapisan MAC dan lapisan Fisik (PHY). Meningkatnya kebutuhan akan akses jaringan tanpa melihat kondisi fisik, membuat jaringan nirkabel semakin berkembang. Jaringan nirkabel dapat memperluas jaringan yang sudah ada. Oleh karena itu, jaringan nirkabel dapat digunakan untuk memperluas akses jaringan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI). Untuk mengimplementasi jaringan nirkabel pada Gedung B Fasilkom UI, harus memperhatikan faktor-faktor tertentu, yaitu kondisi fisik lingkungan yang akan menentukan kekuatan serta keluasan penyebaran sinyal jaringan, arstitektur serta konfigurasi jaringan yang sudah ada yang akan memudahkan integrasi jaringan nirkabel dengan jaringan yang sudah ada, perangkat keras dan lunak yang digunakan, keamanan dan autentikasi jaringan. Laporan ini akan menjelaskan mengenai faktor-faktor tersebut. Kesimpulan yang diambil dari hasil pengamatan dan analisa yang dilakukan antara lain faktor kondisi fisik di Gedung B Fasilkom UI sangat menentukan kuat tidaknya sinyal yang dipancarkan oleh jaringan. Konstruksi gedung yang sebagian besar merupakan beton dapat melemahkan sinyal jaringan. Kesimpulan lainnya adalah keamanan jaringan nirkabel tidak sepenuhnya reliable, sehingga dibutuhkan solusi lain untuk keamanan jaringan, salah satunya adalah dengan implementasi VPN dengan IPSec."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amril Syalim
"Cellular automata dapat digunakan untuk memodelkan arus lalulintas kendaraan di jalan raya. Karena karakteristik cellular automata dimana perubahan status sel-selnya dapat dilakukan secara bersamaan maka simulasi arus lalulintas kendaraan dengan cellular automata dapat diimplementasikan pada lingkungan paralel. Dalam tugas akhir ini penulis mengimplementasikan pemodelan arus lalulintas dengan cellular automata untuk simulasi arus lalulintas kendaraan di jalan raya. Pemodelan arus lalulintas yang diimplementasikan mencakup model binarystate, model multi-speed dan model two-lane. Hasil implementasi menunjukkan bahwa cellular automata dapat digunakan untuk membuat simulasi arus lalulintas di jalan raya dan dapat mensimulasikan beberapa keadaan jalan seperti lampu lalulintas dan adanya jalur masuk dan keluar kendaraan pada ruas jalan.
Dalam tugas akhir ini penulis juga mengimplementasikan simulasi arus lalulintas dengan cellular automata ini pada lingkungan paralel. Lingkungan paralel yang digunakan adalah sistem distributed memory yang semua prosesornya memiliki kekuatan komputasi yang sama. Pembagian komputasi pada task-task dilakukan dengan pendekatan domain decomposisition dan proses komunikasi antar task dilakukan untuk sinkronisasi boundary. Hasil percobaan simulasi menunjukkan bahwa percepatan komputasi paralel terjadi untuk panjang jalan dan jumlah prosesor diatas batas tertentu. Hasil percobaan simulasi juga menunjukkan bahwa percepatan komputasi paralel yang dihasilkan dipengaruhi oleh jumlah prosesor yang digunakan, panjang jalan yang disimulasikan dan tingkat kerumitan model yang digunakan."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2003
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>